Reksa Dana Saham Atau Reksa Dana Pasar Uang?

Berdasarkan cara kerjanya Reksa Dana terbagi menjadi dua kategori umum: reksa dana tertutup dan reksa dana terbuka. Perbedaannya terletak pada proses jual beli, dimana untuk reksa dana tertutup hanya dilakukan pada saat penawaran umum perdana, sementara pada reksa dana terbuka berlangsung secara berkelanjutan. Pada reksa dana terbuka,  unit penyertaan ini dijual secara berkelanjutan oleh agen penjual, yang dapat merupakan perusahaan itu sendiri, maupun perantara perdagangan, bank, atau agen asuransi.

Nilai imbal balik investasi reksadana dihitung dengan sistem nilai aktiva bersih (NAB) dan bisa dengan mudah diketahui dengan cara mengunjungi website perusahaan tersebut. Surat kabar finansial yang terkemuka juga mencantumkan NAB dari berbagai reksa dana juga bisa jadi sumber informasi lainnya. NAB dari reksa dana terbuka, bergerak naik turun setiap hari seiring dengan perubahan nilai kepemilikannya. Investor jangan sampai terpancing dengan pergerakan ini untuk melakukan tindakan jual atau beli, pastikan tindakan Anda sesuai dengan rencana keuangan yang sudah Anda buat.

Jika ingin imbal balik yang cepat investor bisa mengambil investasi jenis reksadana saham dimana seorang investor dapat memperoleh keuntungan dari investasi dalam reksa dana saham, maupun pasar uang melalui kenaikan NAB. Begitupun juga saat nilai pasar sebuah portofolio reksa dana naik (setelah dikurangi pengeluaran dan beban), maka NAB reksa dana tersebut juga naik.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Pentingnya Dana Darurat

Dana Darurat

Untuk kebutuhan berjaga-jaga Anda perlu untuk menyisihkan dana sebagai dana darurat. Dana darurat ini jumlahnya tergantung dengan situasi dan kondisi Anda saat ini. Jika Anda belum menikah 3x dari pendapatan per bulan rasanya sudah cukup, tapi jika Anda sudah berkeluarga maka setidaknya Anda perlu menyisihkan 6x pendapatan gaji. Dana darurat ini penting sebagai backup keperluan yang tidak terencanakan dan bisa datang kapanpun.

Lain halnya ketika investasi keuangan Anda bukan untuk berjaga-jaga, tapi cenderung untuk  meraup margin keuntungan. Dalam konteks ini reksadana saham menjadi pilihan yang lebih tepat. Velotalitas reksadana saham lebih tinggi, dalam jangka panjang prospek margin keuntungan lebih besar dari pada reksa dana pasar uang. Reksadana saham tidak cocok jika Anda menggunakannya sebagai dana darurat. Dana darurat diinvestasikan pada investasi stabil yang bisa diambil kapanpun, tidak seperti reksadana saham yang kurang stabil dalam jangka pendek.

Baca Juga: Apa Itu Reksadana? Ini Yang Perlu Diketahui.

Reksa Dana Saham atau Reksa Dana Pasar Uang?

saham

Untuk menentukan pilihan antara reksadana saham dan reksa dana pasar uang Anda harus bisa mengidentifikasi dengan tepat tujuan keuangan Anda. Apakah investasi reksadana untuk jangka panjang atau jangka pendek, lebih untuk berjaga – jaga atau mencari margin keuntungan. Dengan mempertimbangkan hal – hal tersebut Anda dapat lebih tepat dan rasional menentukan pilihan investasi reksadana Anda.

Jika investasi reksadana lebih bertujuan untuk berjaga – jaga maka sebaiknya Anda memilih reksa dana pasar uang. Dalam kasus ini reksa dana pasar uang lebih tepat ketimbang reksadana saham. Volatilitas reksa dana pasar uang cenderung lebih rendah dari pada reksadana saham. Kestabilan yang dimiliki produk reksa dana ini membuatnya menjadi pilihan menarik untuk dana darurat. Resiko lebih aman terutama  ketika Anda menariknya sewaktu waktu, pencairan uangnya pun lebih cepat dan lebih mudah. Namun di sisi lain Anda harus rela margin keuntungan tidak sebesar reksadana saham. High risk high return, low risk low return

Baca Juga: Reksa Dana Berisiko dan Ribet, Benarkah Seperti Itu?

Pilih yang Sesuai Dengan Anda

Identifikasi alasan apa yang melatarbelakangi investasi reksadana Anda. Dengan begini Anda bisa menjatuhkan pilihan tepat antara reksa dana uang atau reksadana saham. Saran di atas tidak mutlak, semuanya juga bergantung pada investing stylenya. Setiap orang memiliki investing style masing masing, apakah Anda seorang risk taker atau comfort zone. Namun, setidaknya Anda mau menjaga dana darurat dengan comfort zone, meletakkannya pada reksa dana pasar uang bukan reksadana saham. Never test the depth of river with both feet.

Baca Juga : Cara Investasi Reksadana yang Menguntungkan dan Mudah