Rintis Instagram dari Nol, Kevin Systrom Berikan 5 Motivasi Berharga

Siapa yang tidak tahu Instagram. Aplikasi ini memiliki banyak fitur menarik, mulai dari insta story, face filter, rewind, hashtag, teks, live, boomerang, superzoom, berbagai macam emoticon, share location, GIF, bookmark, dan masih banyak lagi. Itu semua membuat semua orang jatuh cinta dengan sosial media yang kini sedang nghits.

Selain fungsi utama berbagi foto dan video, ternyata fungsi lain IG yang banyak dimanfaatkan orang adalah menjadi social media apps untuk promosi/marketing untuk bisnis. Namun, siapa sangka dibalik populernya IG sekarang, itu semua berawal dari ide kreatif dan sederhana dari Kevin Systrom selaku pencipta Instagram.

Memang sosok Kevin tidak setenar pendiri sosial media lain, seperti Jack Dorsey (Twitter), Drew Houston (Dropbox), Mark Zuckerberg (Facebook). Tapi dengan kreativitas yang dimiliki, Kevin mampu berinovasi dan membuat pengguna aktif sosial media lain beralih ke Instagram.

Faktanya, baru sebulan peluncuran IG pada Oktober 2010 saja pengguna Instagram langsung mencapai 1 juta pengguna, beranjak 1 tahun mencapai 30 juta pengguna.

Pada 2012, Instagram sukses memikat Facebook, akhirnya pemilik Instagram sepakat menerima tawaran akuisisi dari Facebook dengan nilai USD 1 miliar. Pada akhir tahun 2017, pengguna aktif Instagram terhitung mencapai 800 juta orang.

Ada hal menarik yang bisa kita jadikan motivasi sukses dari sosok Kevin Systrom. Tentunya, tips dari Kevin bisa kita pelajari dan terapkan untuk mencapai cita-cita kita. Apa saja itu?

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Banyak Pengalaman, Banyak Ilmu yang Didapat

 

A post shared by Kevin Systrom (@kevin) on

Lahir pada 30 Desember 1983 di Holliston, Kevin Systrom pernah menyelesaikan kuliahnya di Universitas Stanford di bidang management science and engineering. Selamanya masa perkuliahan, Kevin berkesempatan untuk bekerja paruh waktu atau magang di Odeo. Salah satu perusahaan startup pada saat itu, dan kini berubah nama menjadi Twitter.

Setelah lulus dari Stanford pada 2006, Kevin langsung bergabung dengan perusahaan ternama di dunia, yaitu Google sebagai manajer pemasaran produk dengan memegang beberapa produk Google, diantaranya Gmail, Google Calendar, Docs dan Spreadsheets.

Mengundurkan diri dari Google, Kevin bergabung dengan Nextstop sebuah startup yang didirikan oleh beberapa mantan karyawan Google. Di perusahaan ini, dirinya tetap pada bagian pemasaran, tapi kevin juga sering mengutarakan ide-ide yang cemerlang dalam bentuk pemrograman.

Merasa sudah banyak pengalaman dan banyak mendapatkan ilmu di berbagai perusahan, Kevin mengembangkan sayapnya dengan mebangun perusahaan sendiri berbasis internet bersama rekannya Mike Krieger. Keduanya bekerja sama untuk menciptakan sebuah aplikasi bernama Burbn yang menjadi cikal bakal Instagram.

Melihat perjuangan Kevin saat ingin menjadi seorang pebisnis memanglah tak mudah dan tidak didapatkannya secara instan. Semua ia lakukan dari nol, yaitu dengan bergabung dan banyak belajar di perusahaan ternama sesuai dengan bidangnya.

2. Cepat Mengidentifikasi Pasar

 

A post shared by Kevin Systrom (@kevin) on

Burbn merupakan sebuah aplikasi pertama yang di rancang Kevin bersama kerabatnya, Mike. Aplikasi tersebut dikembangkan dengan memiliki berbagai macam koleksi fitur, seperti share location, perencanaan, unggah foto, perjalanan bersama teman-teman dan sebagainya.

Namun, Burbn tidak langsung segera dirilis, sebab keduanya berpikir aplikasi pertamanya itu terlalu banyak fitur yang bisa saja membuat masyarakat luas merasa bingung bila digunakan. Tanpa berpikir panjang lagi, Kevin langsung survey ke masyarakat menyoal kegiatan apa yang lebih disukai. Akhirnya, hasil survey tertuju pada masyarakat sangat suka dengan foto-foto dan dishare ke teman-temannya. Hal itulah yang membuat Kevin dan Mike sepakat fokus pada fitur sharing foto.

Dari kasus di atas, artinya sebelum memutuskan kesepakatan haruslah lakukan identifikasi pasar atau masyarakat luas yang akan dijadikan sebagai target dengan melakukan survey terlebih dahulu. Dengan begitu, bisnis yang dibuat bisa disukai dan digunakan masyarakat yang tentu akan menguntungkan.

Baca Juga: Di Balik Suksesnya CEO Snapchat, Apa Rahasianya?

3. Berpedoman pada Passion yang Kuat

 

A post shared by Kevin Systrom (@kevin) on

Setiap bisnis yang dijalankan pasti terdorong dari kesukaan dan keahlian yang dimiliki seseorang. Dari situlah, pebisnis akan terdorong dan terpacu untuk terus menggapai sukses pada bisnis yang dikelola.

Sama halnya dengan Kevin Systrom bahwa dirinya mengaku sangat mencintai dunia fotografi. Namun, Kevin Systrom pernah dikritik oleh guru fotografi kalau hasil foto yang diambilnya terlihat terlalu tajam dan kaku.

Dari situlah, Kevin terdorong untuk memakai Holga atau kamera yang bisa memberikan efek dan warna pada hasil foto. Semakin semangat melihat hasil jepretan sendiri, akhirnya tercetuslah ide cemerlang Kevin, yaitu menciptakan fitur filter foto pada aplikasi yang diciptakannya. Ditambah lagi, Kevin merasa kurang puas atas hasil foto diambilnya dengan menggunakan kamera iPhone 4. Kevin Systrom pun semakin terdorong memakai filter foto.

Baca Juga: Tips Sukses dari CEO Muda Berusia 25 Tahun

4. Terus Mengasah Skill

 

A post shared by Kevin Systrom (@kevin) on

Walau setiap pengalaman yang Kevin Systrom dapat dari perusahan-perusahan tempat bekerja sebelumnya hanya di bidang pemasaran produk saja, Kevin merupakan salah satu seorang programmer otodidak yang patut diacungi jempol. Sejak masih di usia remajanya, kevin memanfaatkan waktu untuk terus belajar koding, desain dan mencoba ide-ide yang terlintas dalam pikirannya.

Nah, itu menjadi kebiasan Kevian yang tidak bisa lepas dari kehidupannya hingga saat ini. Menurutnya, tak menjadi persoalan bila tidak mendapat pelatihan secara formal dalam keahlian teknik, masih ada waktu yang bisa digunakan untuk belajar membuat program, contohnya saja pada malam hari.

Kevin Systrom menjadi bukti, bahwa dengan terus mengasah skill dengan belajar dan mencoba saat waktu luang tentu akan memberikan hasil yang sangat luar biasa pada kesuksesan bisnis. Ini pastinya akan sangat menguntungkan bagi pebisnis.

5. Fokus pada Target Awal

 

A post shared by Kevin Systrom (@kevin) on

Setiap bisnis yang dijalankan pasti memiliki target pasar yang telah ditentukan sejak awal oleh pelaku bisnis. Ini juga yang dilakukan Kevin Systrom pada saat merintis Instagram.

Pada awal tahunnya, Kevin memilih fokus dan mempertajam aplikasi Instagramnya untuk pengguna iPhone saja. Padahal, Kevin yakin bahwa Instagram bisa saja memperluas sasaran targetnya ke pengguna mobile lain. Tapi, berkat fokus utamanya itu menjadikan Instagram dipilih oleh Apple sebagai iPhone App of the year pada 2010.

Artinya, fokus pada jangka pendek di awal bisa dijadikan sebagai acuan utama untuk terus lebih baik pada bisnis yang di jalankan. Setelah fokus utama terbukti hasilnya, barulah bisa mengembangkan bisnisnya ke yang lebih luas. Seperti sekarang ini, Instagram bisa digunakan pengguna mobile apa saja.

Terus Berusaha Menggapai Mimpi

Bagi kamu yang memiliki mimpi ingin menjadi pebisnis besar, maka jangan pernah ragu untuk menggapainya. Banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya dengan belajar dari perjuangan Kevin Systrom yang merintis aplikasi Instragramnya dari nol. Intinya, jangan pernah pantang menyerah selagi masih diberi kesempatan.

Baca Juga: Quote Orang Sukses Ini Bisa Membuat Hidup 2018 Lebih Baik