Rumah DP 0 %: Syarat dan Caranya

Rumah menjadi salah satu aset dengan nilai tinggi yang sangat sulit untuk didapatkan. Hal ini tentu akan sangat berkaitan dengan kemampuan keuangan seseorang. Namun pada dasarnya, sebagian orang dewasa yang telah bekerja dan bahkan telah menikah di Indonesia belum memiliki hunian pribadi (rumah). Kondisi seperti ini bahkan lebih buruk lagi di wilayah perkotaan, mengingat lahan perumahan memang sangat terbatas dan sulit didapatkan.

Bukan hanya itu saja, harga lahan yang sangat tinggi tentu menjadi salah satu penyebab terbesar sulitnya memiliki rumah di wilayah perkotaan. Sebut saja Jakarta yang hingga saat ini sebanyak 41% warganya belum memiliki rumah pribadi, ini tentu angka yang sangat besar, bukan?

Permasalahan perumahan di Jakarta sebenarnya bukan hal yang baru lagi. Hal ini bahkan mendapat sorotan khusus dari para Gubernur yang telah menjabat sebelumnya. Sebagai sebuah terobosan terbaru, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan waklinya Sandiago Uno telah menjanjikan untuk mewujudkan pengadaan rumah dengan DP 0% untuk warga ibukota. Program yang satu ini tentu saja mendapat sambutan luar biasa dari para warga Jakarta, terutama mereka yang selama ini telah mengidam-idamkan sebuah hunian pribadi yang layak.

Lalu, apa sebenarnya program DP 0% dan bagaimana masyarakat Jakarta bisa menikmatinya?

Baca Juga: Hitung-Hitungan Biaya Membangun Rumah Minimalis

Pengadaan Rumah DP 0%

Pengadaan Rumah DP 0%
Pengadaan Rumah DP 0%

Tak hanya sebagai wacana semata, sepertinya Gubernur Jakarta beserta jajaran stafnya sedang mencoba untuk mewujudkan pengadaan rumah dengan DP 0% di kawasan Jakarta. Sejak kemunculan rencana ini, animo masyarakat terbilang sangat tinggi, bahkan mereka yang berada di luar Jakarta dan bukan berstatus penduduk ibukota. Bagaimana tidak, selama ini untuk sebagian besar masyarakat Jakarta, keinginan untuk memiliki rumah hanyalah impian semata.

Program yang direncanakan khusus bagi masyarakat kelas menengah ke bawah ini memang terlihat menggoda dan sepertinya telah menunjukkan geliat yang menggembirakan. Pembangunan perumahan ini sudah dimulai dengan dilakukannya peletakan batu pertama pada 18 Januari 2018 lalu di rusun Kelapa Village, tepatnya di jalan H. Naman, duren Sawit, Jakarta Timur.

Kegiatan ini diharapkan akan menjadi titik awal berjalannya program pengadaan rumah dengan DP 0% tersebut. Rusun ini akan dibangun dengan total 703 unit, dengan pilihan bangunan ber tipe 36 dan juga tipe 21. Bangunan yang direncanakan terdiri dari 20 lantai ini akan berdiri di atas lahan yang dimiliki oleh BUMD DKI Jakarta dengan kisaran harga mulai dari Rp185 juta hingga Rp320 juta.

Meski telah dilakukan peletakkan batu pertama, namun pengadaan perumahan ini tentu masih akan membutuhkan waktu yang sangat panjang. Hal ini bahkan dibenarkan oleh pihak Pemprov DKI yang mengatakan bahwa perumahan tersebut diharapkan bisa selesai dan siap huni pada tahun 2019. Artinya, masyarakat yang membelinya tidak serta merta bisa segera menempati perumahan tersebut. Sebagaimana perumahan pada umumnya, rumah dengan DP 0% ini juga membutuhkan proses pembangunan terlebih dahulu.

Selain di lokasi pembangunan di atas, program rumah DP 0% ini juga akan diterapkan dengan cara menggunakan sejumlah rusun lainnya yang telah dimiliki oleh Pemprov DKI jakarta saat ini. Hal ini akan mengunakan sejumlah rusun yang dianggap layak dan masuk kategori, setidaknya usianya masih di bawah 20 tahun.

Namun rusun yang telah dibangun sejak lama ini juga kelak tidak serta merta bisa segera dihuni oleh pembeli, sebab Pemprov DKI juga harus melakukan pemugaran terlebih dahulu, sehingga rusun-rusun tersebut menjadi layak huni. Hal ini tentu membutuhkan waktu yang cukup panjang, mengingat ada banyak rusun yang harus dibenahi, sebelum akhirnya bisa dihuni dengan baik oleh para pembeli.

Syarat Rumah DP 0%

Syarat Rumah DP 0%
Syarat Rumah DP 0%

Bagi masyarakat Jakarta, sangat penting untuk memahami dengan baik beragam ketentuan terkait dengan rumah DP 0% ini. Hal ini sangat penting, terutama bagi mereka yang berniat untuk mengambil salah satu unit rumah DP 0% yang ditawarkan ini. Jika melihat skema pengadaannya yang terbilang baru bagi masyarakat Jakarta, maka sangat wajar bila banyak orang yang mempertanyakan sistem yang akan diterapkan dalam pembelian rumah ini.

Di dalam prakteknya, untuk mendapatkan rumah DP 0%, Pemprov Jakarta telah menerapkan aturan ketat. Hal ini tentu dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa program perumahan ini akan sesuai dan bisa tepat sasaran. Selain itu, jumlah unit yang terbatas juga menjadi alasan lainnya.

Simak beberapa syarat wajib berikut ini, yang harus dipenuhi oleh warga Jakarta agar bisa mendapatkan pembiayaan rumah DP 0%:

  • Pembeli merupakan warga Jakarta dan hal ini harus ditunjukkan dengan kepemilikan KTP wilayah Jakarta.
  • Pembeli juga harus berusia di atas 21 tahun atau berstatus telah menikah. Dalam hal ini, yang bersangkutan juga tidak pernah menerima subsidi dari pihak pemerintah dalam bentuk apapun untuk pengadaan (kepemilikan) rumah.
  • Pembeli harus masuk dalam kategori pekerja yang memiliki penghasilan (gaji) di bawah Rp7 juta per bulannya, dan hal ini harus ditunjukkan dengan surat keterangan bahwa yang bersangkutan termasuk kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
  • Pembeli harus telah memiliki masa kerja minimal 1 tahun pada perusahaan orang lain (karyawan), atau menjalankan usaha dengan usia minimal setahun (wiraswasta). Selain itu, yang bersangkutan juga harus memiliki nomor Pajak Wajib Pajak (NPWP), atau  Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) yang sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

Semua ketentuan di atas merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi oleh warga Jakarta yang tertarik dan ingin mengikuti program perumahan DP 0% ini. Namun selain hal tersebut, pembiayaan perumahan ini tentu menjadi hal wajib lainnya untuk dipahami dengan baik sejak awal. Hal ini penting, agar niat untuk memiliki rumah idaman ini bisa diwujudkan dengan tepat.

Terkait dengan pengadaan perumahan ini, Pemprov DKI membangunnya dengan mengunakan Fasilitas Likuiditas Pembangunan Perumahan (FLPP) serta kerjasama dengan Kementerian PUPR yang memiliki program hunian ber DP 1%. Dalam hal ini DP 1% tersebut tidak akan dibebankan kepada pembeli, namun Pemprov DKI membiayai sendiri DP tersebut dengan menggunakan anggaran APBD. Artinya, pembeli tidak perlu mengeluarkan sejumlah DP untuk mendapatkan rumah DP 0% ini, sebab DP tersebut ditanggung oleh Pemprov DKI sendiri.

Untuk pembiayaan perumahan ini, Pemprov DKI menerapkan bunga cicilan yang flat sebesar 5% dengan tenor yang terbilang panjang, yakni maksimal selama 20 tahun. Pembiayaan ini dilakukan dengan bekerja sama dengan bank nasional yang telah ditunjuk oleh Pemprov DKI.

Anda Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

Cara Pengajuan Rumah DP 0%

Pengajuan Rumah DP 0%
Pengajuan Ruman DP 0%

Sebagaimana program pengadaan perumahan lainnya di Indonesia, program pembelian rumah dengan DP 0% ini juga akan membutuhkan sejumlah syarat pengajuan kredit yang telah diterapkan oleh pihak bank selaku penyedia kredit dan bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta. Namun di luar syarat standar perbankan tersebut, pembelian rumah dengan DP 0% ini juga wajib memenuhi syarat pengajuan yang ditetapkan oleh Pemprov DKI sendiri.

Pembeli haruslah memenuhi semua syarat, terutama 4 syarat utama seperti di atas, yang telah ditetapkan oleh Pemprov DKI sejak jauh-jauh hari. Jika pembeli telah memenuhi syarat utama tersebut, maka proses pengajuan pembelian rumah dengan DP 0% ini bisa diproses sebagaimana pengajuan kredit perumahan pada umumnya. Biasanya dalam pengajuan akad kredit ini, pihak bank akan meminta beragam persyaratan standar, seperti: KTP, KK, Slip Gaji, Surat Keterangan Kerja, Buku tabungan, dan yang lainnya.

Beragam syarat di atas wajib dipenuhi dengan baik oleh calon pembeli, sehingga proses pengajuan kredit rumah 0% ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. Untuk calon pembeli yang bermasalah dengan beragam dokumen pendukung yang dibutuhkan dalam proses ini, ada baiknya untuk segera mengurus dokumen-dokumen tersebut secepatnya.

Baca Juga: Mau Biaya Renovasi Rumah Murah? Ikuti 7 Cara Ini!

Pahami, Hitung dan Siapkan Persyaratan dengan Baik

Mengajukan pembelian rumah DP 0% akan membuat pembeli memiliki sejumlah tagihan tetap bulanan (cicilan) dalam kurun waktu yang panjang. penting untuk memahami semua aturan terkait dengan rumah DP 0% ini, sehingga beragam masalah dan potensi kerugian di masa yang akan datang bisa dihindari. Selain itu, pembeli juga harus melakukan perhitungan keuangan terlebih dahulu, agar pembelian rumah ini tidak menimbulkan masalah keuangan di masa yang akan datang.

Baca Juga: 8 Tips Hemat Membangun Rumah Sendiri