Rupiah Tembus Rp14.000an, ini Tips Hemat ‘Travelling’ ke Luar Negeri

Semakin lemah nilai tukar rupiah, makin mahal pula biaya travelling yang harus di keluarkan saat berada di luar negeri, terutama untuk destinasi negara-negara yang menggunakan mata uang dolar.

Kenyataannya, sejak enam bulan terakhir, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cukup agresif. Tak tanggung-tanggung, pelemahannya mencapai sekitar Rp1000. Apakah Anda khawatir hobi travelling ke luar negeri kali ini terganggu?

Bagaimana pergerakan rupiah di paruh pertama tahun ini? Jika melihat kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, nilai tukar rupiah bulan Januari 2018 masih di kisaran Rp13.300an per USD, namun hingga akhir Juni sudah melemah ke level Rp14.400an.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Rupiah Melemah hingga Akhir Tahun ini

Rupiah Melemah
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Bahkan sejumlah pengamat ekonomi dan pihak BI sendiri belum lama ini mengakui bahwa potensi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih akan berlangsung hingga akhir tahun 2018. Tentu saja, hal ini semakin mengkhawatirkan para traveller yang hobi travelling ke luar negeri, terutama yang bujetnya pas-pasan.

Seperti halnya yang disampaikan Ekonom Institute for Development on Economic and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, kepada Cermati.com, bahwa ada beberapa faktor yang membuat rupiah masih akan tertekan terhadap dolar AS, yaitu:

  • Kenaikan Fed Fund Rate

Rencana kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (Fed Fund Rate) mau tidak mau akan menekan rupiah. Bahkan rencana kenaikan suku bunga dimungkinkan dilakukan sebanyak 2 kali. Tentu saja, hal itu memicu pelarian dana asing alias investor asing memindahkan investasinya dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, ke negara-negara yang mata uangnya menguat karena akan lebih menguntungkan.

  • Efek Perang Dagang

Faktor berikutnya yang membuat nilai tukar rupiah masih akan melemah terhadap dolar AS adalah pengaruh dari kondisi perdagangan internasional selama ini. Adanya perang dagang juga akan membuat investor lebih memilih investasi di aset yang aman, seperti surat utang.

  • Sentimen Domestik

Tak terkecuali, faktor domestik juga telah memengaruhi pelemahan rupiah terhadap dolar AS selama ini. Sentimen domestik seperti defisit neraca perdagangan, melebarnya defisit transaksi berjalan, dan menurunnya daya beli masyarakat yang membuat risiko investasi semakin meningkat, cukup menentukan bagaimana rupiah ke depan.

Bahkan Bhima memperkirakan, skenario terburuk akibat tekanan ganda dari faktor eksternal dan domestik tersebut, nilai tukar rupiah bisa melemah ke angka Rp14.800 per dolar AS. Artinya, lagi-lagi Anda harus merogoh kocek lebih banyak dari perkiraan awal saat travelling ke luar negeri.

Lalu, bagaimana jika bujet untuk travelling ke luar negeri jadi membengkak? Apakah Anda menyerah begitu saja dan menunda serta mengurungkan niat untuk melakukan hobi yang satu ini?

Baca Juga: Travelling Sendiri? Siapa Takut! Ini Caranya

Tips Hemat Travelling saat Rupiah Melemah

Travelling
Ilustrasi travelling

Selalu ada cara selama kita mau berusaha. Sepertinya nasihat lama ini tidak pernah usang dimakan waktu. Ya, selama Anda mau tahu bagaimana cara menyiasatinya, pelemahan rupiah tidak akan jadi penghalang untuk melakukan hobi travelling ke luar negeri.

Terlebih lagi liburan akhir tahun sudah ada di depan mata. Setidaknya Anda harus mempersiapkannya dari jauh-jauh hari atau dari sekarang, bukan? Berikut tips hemat travelling ke luar negeri saat nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS:

1. Ubah Destinasi Travelling

Bila Anda sebelumnya sudah menentukan tujuan travelling menjelang akhir tahun ini, dan ternyata mata uang negara tersebut mahal, maka jangan ragu untuk mengubah destinasi Anda. Jika tidak, tak menutup kemungkinan keuangan Anda akan kedodoran jika memaksakan, atau lebih parah lagi jika batal travelling ke luar negeri karena ternyata tabungan jalan-jalan tidak mencukupi.

2. Pilih Negara-Negara Berkembang

Setelah Anda memutuskan untuk mengubah destinasi travelling, selanjutnya adalah memilih negara-negara berkembang sebagai tujuan liburan Anda. Kenapa negara berkembang? Meski tidak semua, namun umumnya negara-negara berkembang (sama seperti Indonesia) adalah memiliki mata uang yang juga melemah dengan dolar AS. Dengan demikian, biaya travelling Anda tetap terjangkau.

3. Jangan Bingung Pilih Negara Destinasi Travelling

Tentu saja, Anda tak perlu bingung mencari dan memilih negara-negara berkembang mana saja yang layak masuk dalam daftar destinasi travelling. Sebab, ada banyak negara-negara berkembang di dunia ini, mulai dari benua Eropa, Asia, Afrika, bahkan benua Amerika.

Setidaknya, ada beberapa negara yang layak dijadikan tujuan liburan karena mata uangnya juga cukup lemah terhadap dolar AS, seperti Argentina (peso), Turki (lira), India (rupee), Brasil (real), Filipina (peso), dan lainnya.

4. Cari Destinasi Negara Maju yang Mata Uangnya Melemah

Jika tidak semua negara berkembang mata uangnya melemah terhadap dolar AS, maka juga tidak semua negara maju mata uangnya menguat. Nah, jika Anda memang sangat menginginkan travelling ke sejumlah negara maju di benua Eropa, kenapa tidak mengunjungi negara-negara yang mata uangnya belakangan ini juga turut serta melemah terhadap dolar AS, seperti Swedia (krona), Hongaria (forint), dan lainnya.

5. Ikuti Perkembangan dan Pergerakan Kurs Terbaru

Ini penting. Sebab dengan mengikuti perkembangan dan pergerakan nilai tukar terbaru, maka Anda bisa dengan mudah menentukan rencana travelling nantinya dan mengambil keputusan dengan tepat. Jangan lupa untuk mengikuti update berita-berita ekonomi dalam negeri maupun luar negeri agar tidak ketinggalan informasi terbaru yang mungkin sangat memengaruhi rencana travelling Anda.

Jadi, jangan hanya update soal gosip-gosip selebriti saja, ya? Karena pasti tidak akan ada manfaatnya bagi rencana travelling Anda.

6. Cari Promo Tiket Pesawat

Banyak cara untuk mendapatkan tiket pesawat murah agar bujet travelling Anda ke luar negeri tetap hemat meski rupiah melemah. Anda bisa mengunjungi travel fair yang acaranya digelar secara langsung di tempat, maupun berselancar tanpa lelah mencari tiket pesawat promo di internet atau aplikasi-aplikasi maskapai penerbangan juga agen perjalanan.

7. Gunakan Kartu Kredit

Tidak asing lagi, ada banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan dari kartu kredit. Sekarang ini, cukup banyak kartu kredit yang memberikan privilege pada penggunanya untuk menikmati berbagai fasilitas untuk penerbangan, seperti promo pembelian tiket pesawat dan lainnya, atau sekedar bertransaksi di luar negeri. Jadi, jangan ragu gunakan kartu kredit guna menghemat saat Anda travelling ke luar negeri.

Baca Juga: Panduan Mengajukan Aplikasi Kartu Kredit Melalui Cermati.com

8. Manfaatkan Jejaring Sosial

Di era teknologi ini, tak ada yang sulit dilakukan untuk berinteraksi dengan orang lain, bahkan yang baru dikenal sekali pun, atau ingin mencari teman. Anda bisa memanfaatkan jejaring sosial yang berisi komunitas para traveller, seperti couchsurfing, dan lainnya.

Sesama traveller, tentunya tahu hal yang dibutuhkan, seperti tempat menginap, dan lainnya. Anda bisa minta tumpangan dengan harga murah atau bahkan gratis di tempat tinggal mereka. Tentu ini bisa menghemat biaya selama Anda travelling di negara tujuan, bukan?

9. Bawa Uang Tunai dan Cari Penukaran Uang yang Tepat

Di mana destinasi travelling, di situ pula Anda harus memiliki mata uangnya. Ini sangat diperlukan untuk memudahkan Anda bertransaksi di negara tersebut. Maka dari itu, bawalah uang tunai yang sudah ditukarkan dengan mata uang negara tujuan secukupnya. Jangan lupa mencari tempat penukaran uang yang harganya tidak terlalu mahal. Anda bisa membandingkan antara money changer yang satu dengan lainnya hingga menemukan yang memberikan harga murah.

10. Cari Wifi dan Atur Mode Ponsel

Tentu tak asing lagi biaya yang tinggi penggunakan ponsel untuk menelpon ataupun berinternet saat berada di luar negeri. Oleh karena itu, manfaatkan semaksimal mungkin penggunaan internet dengan cara mencari wifi gratis, aktifkan airplane mode dan mematikan mobile data serta roaming tak lama setelah mendarat di negara tujuan.

Berikutnya adalah unduh peta yang dibutuhkan sesampainya di negara tersebut. Sehingga Anda bisa membukanya sewaktu-waktu tanpa harus terkoneksi dengan internet. Beli kartu prabayar di negara tujuan itu.

Bebas Cemas meski Rupiah Melemah

Kecukupan bujet saat merencanakan liburan ke luar negeri memang penting. Jika ternyata bujetnya berubah tidak mencukupi, maka bukan tidak mungkin keinginan travelling ke luar negeri pun tinggal rencana. Nah, jangan sampai rencana travelling Anda batal hanya karena rupiah melemah. Ada banyak yang bisa dilakukan untuk tetap bisa merealisasikan keinginan Anda, bukan? Dengan memperhatikan tips-tips di atas, Anda pun akan bebas cemas saat merencanakan travelling ke luar negeri meski rupiah melemah.

Baca Juga: 5 Kartu Kredit Bagi Anda yang Suka Travelling