Saham Blue Chips: Saham Incaran yang Menguntungkan

Menempatkan dana di pasar saham menjadi salah satu pilihan untuk berinvestasi. Seorang investor yang berpengalaman bisa meraup keuntungan dari puluhan hingga ratusan juta rupiah. Menjalankan investasi di pasar saham memang dapat mendatangkan banyak uang.

Namun, sebelum benar-benar terjun ke investasi ini, Anda sebaiknya perlu memahami saham unggulan di bursa efek, yakni saham blue chips. Apakah itu saham blue chips? Berikut ini ulasannya.

Baca Juga: Tertarik Berinvestasi Saham? Ini Tips dan Cara Aman Investasinya

Apa Itu Saham Blue Chips?

Saham Blue Chips

Ilustrasi Saham Blue Chips via shutterstock.com

 

Berbicara tentang saham blue chips, Anda perlu mengetahui sejarah dari saham blue chips itu sendiri. Saham blue chips atau Saham Lapis Satu merupakan jenis saham dengan kapitalisasi pasar tertinggi di atas Rp10 triliun. Perusahaan yang sahamnya masuk kategori ini memiliki reputasi ditinjau dari sisi fundamental.

Penggunaan istilah blue chips sendiri berasal dari salah satu permainan di dunia judi, yakni poker. Dalam permainan ini, taruhan yang digunakan menggunakan tiga keping koin dengan warna merah, putih, dan biru. Warna biru umumnya memiliki nilai yang paling besar.

Istilah ini pertama kali diperkenalkan pada 1923 oleh Oliver Gingold. Saat itu ia sedang mengamati pergerakan saham di pasar modal. Ada beberapa transaksi menarik yang terjadi saat itu dengan saham-saham berharga USD200-USD250. Saham-saham tersebut menjadi saham yang banyak menarik minat investor.

Sepulang dari pasar saham ia meminta rekannya untuk menulis tentang blue chips stock (saham blue chips). Hingga kini istilah tersebut masih digunakan.

Karakteristik Saham Blue Chips

Saham Blue Chips di Indonesia

Ketahui Karakteristik dari Jenis-Jenis Saham via shutterstock.com

 

Ada beberapa karakteristik yang terdapat pada saham blue chips, di antaranya:

1. Saham Blue Chips Memiliki Kapitalisasi Besar

Saham bisa dikatakan sebagai saham blue chips apabila saham perusahaan tersebut memiliki kapitalisasi pasar yang cukup besar. Nilainya hingga triliunan rupiah. Besarnya nilai kapitalisasi pasar ini akan membuat pemain saham atau investor sulit untuk memanipulasi harga.

2. Saham Blue Chips Punya Likuiditas Bagus

Selain nilai kapitalisasi yang besar, perlu dilihat seberapa besar saham perusahaan tersebut dimiliki publik atau beredar di bursa. Jika kepemilikan publik terlalu sedikit, besar kemungkinan harga saham mudah untuk dimanipulasi sehingga menjadikan saham tersebut tidak likuid di pasar saham. Sebaliknya jika saham tersebut mempunyai tingkat kepemilikan yang tinggi, itu artinya saham itu terbilang likuid.

3. Makin Lama Berada di Bursa, Sahamnya Memungkinkan untuk Masuk Saham Blue Chips

Makin lama saham perusahaan berada di bursa juga menjadi kategori yang penting dalam penentuan saham tersebut bisa dikatakan sebagai saham blue chips atau bukan. Biasanya patokan yang diambil adalah minimal lima tahun.

4. Kinerja Perusahaan adalah Tolok Ukur dari Saham Blue Chips

Kategori keempat adalah bagaimana kinerja dari perusahaan yang menjual sahamnya di bursa. Apakah bisa menghasilkan laba setiap tahunnya? Apakah bisa mencetak laba yang selalu meningkat setiap tahunnya? Apakah nilai laba yang dihasilkan bisa cukup besar dibandingkan dengan modal perusahaan?

Dengan mengambil patokan jangka waktu lima tahun, perlu diketahui bagaimana stabilitas kinerja perusahaan tersebut. Perusahaan yang selalu berhasil mencetak laba setiap tahunnya apabila satu tahun mengalami penurunan, tahun berikutnya harus bisa naik. Hal ini bisa menjamin pemegang saham untuk tetap bisa mendapatkan dividen setiap tahunnya. Saham perusahaan seperti ini bisa dikatakan sebagai saham blue chips.

Fenomena Window Dressing: Keuntungan bagi Saham Blue Chips

Window Dressing

Fenomena Window Dressing Meningkatkan Harga Saham via shutterstock.com

 

Memasuki bulan Desember atau bertepatan dengan akhir tahun biasanya akan ada peningkatan pada harga-harga saham, terutama saham blue chips. Fenomena inilah yang biasa disebut sebagai window dressing atau kondisi di mana harga-harga saham yang diperdagangkan cenderung mengalami penguatan menjelang penutupan akhir tahun, yakni bulan Desember.

Fenomena yang tidak hanya terjadi di Indonesia ini juga bisa terjadi di seluruh dunia. Tidak hanya pasar saham yang mengalami window dressing, tetapi juga reksa dana saham. Berikut penyebab terjadinya fenomena window dressing yang membuat harga-harga saham mengalami penguatan.

  1. Aksi korporasi untuk menggenjot target penjualan pada akhir tahun secara signifikan agar laporan akhir tahun perusahaan bisa mencatat laba di luar ekspektasi.
  1. Aksi spekulatif profit taking (ambil untung) yang dilakukan para investor yang ingin mengejar keuntungan dalam jangka pendek karena perkiraan harga saham yang selalu naik pada akhir tahun.
  1. Aksi manajer investasi borong saham untuk mendongkrak kinerja reksa dana yang dikelolanya agar kinerja keseluruhan terlihat bagus di mata investor.

Keuntungan Investasi Saham Blue Chips

Keuntungan Saham Blue Chips

Investasi Saham Blue Chips Lebih Untung daripada Saham Lainnya via shutterstock.com

 

Apakah investasi di saham blue chips apakah akan selalu mendapatkan untung? Jawabannya adalah tidak. Karena bila memang selalu dan pasti memberikan keuntungan, tidak akan ada investor yang akan berinvestasi di saham perusahaan kecil atau Saham Lapis Tiga. Yang akibatnya perusahaan kecil menjadi sulit untuk berkembang dan mustahil untuk masuk menjadi saham blue chips.

Dalam bursa  saham, setiap saham perusahaan memiliki potensi untuk memberikan keuntungan kepada pemiliknya. Bukan tidak mungkin Saham Lapis Tiga lebih banyak menyumbangkan keuntungan daripada saham blue chips.

Meskipun begitu, banyak investor yang sudah berpengalaman dan manajer investasi yang menyarankan kepada investor pemula untuk mulai berinvestasi di saham blue chips saja. Kenapa? Saham blue chips biasanya memiliki nilai saham yang lebih stabil. Selain itu, risikonya cenderung kecil daripada Saham Lapis Dua apalagi Lapis Tiga.

Perlu diperhatikan saat akan berinvestasi di saham blue chips adalah kendala harganya yang biasanya lebih tinggi daripada saham lainnya. Akan dibutuhkan modal yang cukup besar untuk memulai investasi pada jenis saham ini.

Baca Juga: Jenis-Jenis Saham yang Wajib Diketahui Investor Pemula

Ingin Aman? Investasikan ke Blue Chips

Dari artikel di atas bisa disimpulkan bahwa dana investor pemula akan lebih aman di saham blue chips ketimbang saham-saham lainnya. Sementara investor yang sudah kenyang dengan pengalaman, biasanya bermain lebih fleksibel dengan membeli saham blue chips dan saham second liner (Lapis Dua). Risiko berinvestasi di saham blue chips terbilang minim. Walaupun begitu, harganya mahal dan perlu modal besar untuk memulai investasi.

Baca Juga: Pengertian Saham Gorengan dan Tips Mengelolanya