Sakit Tenggorokan atau Tenggorokan Sakit? Cari Tahu Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahannya

Sakit Tenggorokan bisa terjadi akibat berbagai sebab, yang paling umum sakit tenggorokan muncul bersamaan dengan kondisi saat batuk atau demam. Demam terjadi akibat infeksi sedangkan batuk biasanya akibat radang tenggorokan. Dalam beberapa hari suara biasanya juga akan terasa serak atau bahkan menghilang.

Beberapa penyebab sakit tenggorokan berdasarkan sumber penyakitnya (disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus pada saluran pernapasan)bisa dibagi menjadi menjadi dua yaitu:

  • Terjadi infeksi yaitu masuknya bakteri dan berkembang di bagian tenggorokan
  • Terjadi reaksi alergi atas makanan yang kita makan atau cuaca di jalur menelan yaitu tenggorokan

Saat sakit ini menunjukkan gejala awal, penderita mulai merasakan sakit yang terjadi di bagian atas leher atau tenggorokan hingga bagian bawah tulang dada. Banyak kasus muncul sesak nafas akibat kondisi ini yang disertai dengan rasa panas terbakar (perih), atau dada seolah terkena beban berat pada bagian tenggorokan yang atas dan biasa menyerang anak kecil dan remaja.

Baca Juga: Kanker Serviks: Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan yang Perlu Diketahui

Gejala Sakit Tenggorokan

sakit tenggorokan
Ilustrasi Sakit Tenggorokan

Rasa nyeri pada tenggorokan membuat penderita susah menelan makanan merupakan gejala awal dari penyakit ini. Biasanya gejala ini akan diikuti gangguan kesehatan yang lain seperti:

Pusing akibat adanya kelenjar pada leher yang bengkak atau dalam istilah medis biasa dikenal dengan istilah Tonsil/amandel

  • Amandel ini timbul akibat radang disertai dengan batuk dan otot terasa sakit
  • Flu kadang menyertai gangguan tenggorokan ini dan biasanya muncul iritasi dan gatal di tenggorokan
  • Dampak lanjutan adalah susah menelan makanan

Secara umum sakit tenggorokan ada kaitannya dengan beberapa sebab berikut ini.

Penyebab Paling Umum dari Sakit Tenggorokan yang Harus Diantisipasi

Infeksi akibat virus atau bakteri yang menimbulkan flu biasanya ikut berperan menjadi penyebab sakit tenggorokan. Biasanya jenis virus berikut ini adalah biang keladi sakit tersebut: Virus influenza,  campak dan cacar air serta Mononukleosis. Sedangkan untuk bakteri beberapa jenis bakteri penyebab flu seperti Streptococcus pyogenes, pertusis dan difteri bisa jadi jadi penyebab lainnya.Awal mula gejala rasa gatal tenggorokan dan jika tidak segera diobati akan timbul infeksi dan radang pada tonsil tenggorokan penderita yang bisa merembet ke bagian lain seperti faringitis.

Secara detil, berikut ini penyebab yang muncul dan mengakibatkan seseorang sakit tenggorokan:

  • Radang tenggorokan akibat infeksi bakteri, infeksi virus
  • Alergi lingkungan dan makanan misalnya udara yang kering, merokok, debu.
  • Penyakit asam lambung kronis  akibat tegang, kegemukan, dan banyak makan minum soda atau yang lainnya yang bisa memicu asam lambung berlebih
  • Radang amandel akibat bakteri dan berbagai virus yang membuat sakit tenggorokan
  • Difteri akibat bakteri Corynebacterium diphtheriae yang mengganggu selaput lendir hidung dan tenggorokan.
  • Kanker ganas misalnya saja kanker esofagus, esofagitis, dan esofagitis CMV.

Penyebab Lain Sakit Tenggorokan yang Bukan Akibat Virus atau Bakteri

Jika bukan karena virus dan bakteri, sakit tenggorokan bisa disebabkan oleh kondisi gangguan kesehatan seperti berikut ini:

  • Otot tegang dan tertarik serta lama tidak diobati
  • Gejala awal tumor dan kanker, biasanya terjadi dan menyerang tenggorokan dan lidah
  • Sensitif terhadap beberapa zat seperti spora tanaman
  • Gangguan asam lambung berlebih dan naik ke tenggorokan.
  • Sensitif terhadap minuman alkohol serta rokok dan juga cuaca kering dan panas

Dengan mengetahui penyebab dan gejala sakit tenggorokan di atas, maka untuk menentukan pengobatan yang tepat dibutuhkan diagnosa sebagai berikut:

Diagnosa Sakit Tenggorokan

Diagnosa Sakit pada Tenggorokan
Diagnosa Sakit pada Tenggorokan

Beberapa diagnosa berikut ini akan dilakukan oleh dokter untuk menentukan pengobatan yang tepat pada pasien:

  • Cek fisik dan laboratorium untuk melihat sejauh mana gangguan timbul dan komplikasi serta penyebabnya
  • Cek fisik secara visual menggunakan senter kecil ke arah tenggorokan untuk cek gejala infeksi (biasanya muncul bercak warna kemerahan atau bercak putih)
  • Cek kondisi fisik leher apakah ada pembesaran kelenjar atau tidak
  • Cek suara pernapasan menggunakan stetoskop untuk melihat gangguan abnormal apakah ada atau tidak

Setelah cek fisik, tahap lanjutan adalah tes apusan tenggorokan dan tes darah dengan mengambil sampel cairan di belakang tenggorokan. Pemeriksaan medis akan bisa melacak keberadaan bakteri Streptocoocus.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Komplikasi Sakit Tenggorokan Jika Tidak Segera Berobat ke Dokter

Masyarakat sering membeli obat bebas untuk menyembuhkan sakit tenggorokan yang ada seperti misalnya ibuprofen dan parasetamol di apotek.  Parasetamol biasanya diminum jika sakit tenggorokan yang tidak membaik sejak 7 hari lalu yang diikuti demam di atas 39°C.

Sakit tenggorokan perlu diwaspadai dan jangan diabaikan karena bisa berdampak pada komplikasi penyakit sebagai berikut:

  • Bengkak bernanah pada bagian dalam tenggorokan dan bagian belakang tonsil.
  • Radang pada jaringan atas dan belakang tenggorokan
  • Radang pada bagian bawah lidah (epiglotis)
  • Gangguan nafas akut dan sesak
  • Infeksi yang berakibat kelenjar getah bening bengkak serta demam, dan nyeri tenggorokan

Jika sakit belum terlalu parah, ada baiknya anda coba mengobati sakit tenggorokan dengan cara alami seperti berikut ini:

Pengobatan Sakit Tenggorokan dan Pencegahannya

Jika tubuh kondisi fit, sakit tenggorokan biasanya bisa sembuh sendiri. Namun jika tidak kunjung sembuh juga, beberapa pengobatan berikut ini biasa diresepkan oleh dokter:

  • Pemberian  analgesik atau obat-obatan pereda sakit misalnya saja ibuprofen dan parasetamol dan sering juga untuk beberapa kondisi penderita diberikan resep antibiotik
  • Pemberian obat Aspirin tidak boleh dikonsumsi anak berusia di bawah 16 tahun.
  • Penggunaan antibiotik diberikan jika sakit  disebabkan oleh bakteri dan harus hati-hati jika penyebab sakit adalah bakteri Streptocoocus karena berisiko muncul efek samping demam reumatik dan peradangan serius pada ginjal.

Untuk meredakan sakit atau menghindari kambuh kembali, beberapa terapi pasca pengobatan bisa anda lakukan sendiri di rumah:

  • Banyak minum air hangat, menu tidak pedas serta lunak
  • Jangan merokok baik aktif maupun pasif, jika tergoda bisa diganti dengan permen pelega tenggorokan
  • Jangan makan menu terlalu panas yang berisiko iritasi, serta beristirahatlah yang cukup
  • Kurangi begadang atau terlalu banyak bicara dan bersenda gurau.

Jika sakit tenggorokan karena virus, hal utama yang dilakukan penderita adalah menjaga stamina tubuh agar tetap bugar karena biasanya akan sembuh sendiri setelah seminggu.

Obat Herbal dan Cara Alami Redakan Sakit Tenggorokan dan Batuk

Mengobati Sakit pada Tenggorokan dengan Cara Alami
Mengobati Sakit pada Tenggorokan dengan Cara Alami

Sakit tenggorokan dan batuk bisa dicoba untuk disembuhkan dengan cara alami seperti berikut ini:

  • Banyak makan buah yang mengandung vitamin C seperti, belimbing atau lemon
  • Konsumsi multivitamin C sebagai obat untuk obati sakit tenggorokan
  • Konsumsi bawang putih yang kaya akan senyawa allicin untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan virus
  • Rutin minum teh jahe atau campuran madu dan lemon.
  • Redakan sakit tenggorokan dengan air garam sebagai antiseptik penghilang lendir di tenggorokan.

Cara alami dan praktis di atas bisa dicoba selama sakit tenggorokan belum terlalu parah dan sakit tidak berlangsung lama.

Kondisi Darurat akibat Komplikasi Sakit Tenggorokan yang Tidak Segera Diobati

Sakit tenggorokan sebenarnya bukan termasuk penyakit fatal layaknya jantung, ginjal atau yang lainnya. Namun jika sudah diikuti dengan beberapa gejala kompliaksi seperti berikut ini, artinya kondisi sakit penderita sudah masuk ke fase darurat dan butuh penanganan segera:

  • Banyak keluar air liur dan muncul suara berisik layaknya tidur mendengkur
  • Sesak nafas dan susah menelan makanan
  • Muncul bercak merah dan ruam serta rasa sakit menyengat pada sendi
  • Keluar darah di air liur serta benjolan pada leher seperti amandel
  • Sakit pada telinga dan diiringi demam tinggi

Segera bawa ke UGD terdekat jika penderita sudah mengalami gejala darurat seperti di atas.

Baca Juga: Demam Bedarah: Penyebab, Pertolongan Pertama, dan Pengobatannya

Agar Tidak Kambuh atau Terkena Sakit Tenggorokan, Lakukan Cara Sederhana Berikut Ini

Sakit tenggorokan bukanlah penyakit kambuhan, namun jika anda tidak mengerti siklus dan mekanisme pencegahannya, sakit ini bisa saja kambuh kembali. Untuk menghindari hal tersebut, beberapa langkah sederhana bisa dilakukan seperti hal nya berikut ini:

  • Rajin cuci tangan dan menjaga kebersihan anggota tubuh
  • Kurangi menggunakan fasilitas umum jika tidak terpaksa dan jangan lupa senantiasa membawa cairan antiseptik untuk mencegah kuman jika harus menggunakan layanan umum
  • Jaga kebersihan perkakas dan alat bantu kita misalnya gagang telepon, gagang pintu, pengendali TV.

Inti dari pencegahan penyakit tenggorokan adalah rajin menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan kita.

Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Penyakit Diabetes Mulai dari Gejala, Penyebab dan Pengobatannya