Savings Bond Ritel SBR004, Pilihan Investasi Menguntungkan Buat Anak Milenial

Di tengah morat maritnya pasar uang dan pasar modal dalam negeri, mungkin sebagian dari Anda bingung mau menempatkan dananya di instrumen investasi apa. Savings Bond Ritel atau SBR seri 004 bisa menjadi jawaban. Ingin tahu banyak mengenai obligasi negara yang menawarkan keuntungan menggiurkan ini? Simak, penjelasannya berikut.

Baca Juga: Apa Itu Obligasi? Inilah Penjelasan Lengkapnya

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Pengertian SBR

SBR merupakan salah satu portofolio investasi yang diterbitkan pemerintah dalam hal ini melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Jadi semacam surat utang yang dijual ritel atau ketengan kepada individu yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI). Sasaran pembelinya tentu saja harus perorangan, bukan badan usaha, seperti pegawai swasta, pegawai negeri sipil (PNS), ibu rumah tangga, sampai generasi milenial juga bisa lho.

Obligasi negara ini diterbitkan untuk menambal defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang bersumber dari pembiayaan atau utang. Tahun ini saja, kebutuhan pembiayaan anggaran yang sudah ketok palu di DPR mencapai Rp325,9 triliun.

Sekarang ini, penawaran SBR sudah memasuki seri 004. Masih ada kesempatan untuk membeli SBR karena masa penawaran akan berakhir pada 13 September 2018 pukul 10.00 WIB. Kalau Anda membeli SBR004, berarti sama saja berkontribusi untuk pembangunan nasional dan menambah basis investor di dalam negeri.

Kupon 8,05% Lebih Tinggi Dari Deposito

SBR004
SBR004 via Web Kemenkeu

Kenapa kok SBR004 menguntungkan? Lihat deh bunga atau istilah kerennya kupon yang ditawarkan sebesar 8,05% per tahun. Kupon SBR004 sudah menyesuaikan kenaikan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin menjadi 5,5%. Imbal hasil ini dibayarkan setiap bulan pada tanggal 20.

Tingkat kupon tersebut lebih tinggi jika dibandingkan bunga deposito bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Rata-rata bunga deposito rupiah bank mengacu pada benchmark Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar 5,61% di Juli 2018. Rata-rata bunga minimum di periode yang sama sebesar 4,76%.

Menariknya lagi, keuntungan lain jika Anda menempatkan dana pada instrumen investasi ini ditetapkan kupon mengambang dengan kupon minimal. Apa itu maksudnya? Jadi pengertian kupon mengambang artinya, besaran kupon SBR akan disesuaikan dengan perubahan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) setiap 3 bulan sekali.

Sedangkan kupon minimal artinya tingkat kupon pertama yang telah ditentukan akan menjadi kupon minimal yang berlaku sampai dengan jatuh tempo 20 September 2020 (2 tahun).

Simulasi kupon:

  • Kupon minimal ditetapkan 8,05% (BI 7DRR 5,50% ditambah spread 255 bps/2,55%)
  • Jika pada Desember 2018 ini BI menaikkan suku bunga acuan lagi 25 bps menjadi 5,75%, maka Anda bisa memperoleh bunga 8,30% (5,75% plus spread 255 bps) pada periode Januari-Maret 2019.
  • Namun sebaliknya jika BI 7DRR turun 25 bps menjadi 5,25%, maka kupon yang berlaku bukan 7,80% (5,25% plus spread 255 bps), melainkan tetap 8,05% yang merupakan kupon minimal. Enak kan, tetap tidak rugi.

Minimum Pembelian Rp1 Juta, Maksimum Rp3 Miliar

Inilah keunggulan lain SBR004, cukup bermodal Rp1 juta sudah bisa jadi investor surat utang negara. Maklum target pasarnya masyarakat ritel, termasuk anak-anak milenial yang mau untung cepat, modal minim, dan risiko kecil. Sementara pemesanan paling besar dipatok Rp3 miliar. Jadi tidak boleh lebih dari itu.

Meski tenor 2 tahun, tapi ada fasilitas pencairan atau early redemption mengingat karakteristik SBR004 yang tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder atau hanya bisa dipegang pembeli pertama.

Dengan kata lain, ini adalah fasilitas pencairan awal apabila Anda ingin mencairkan dana lebih cepat sebelum masa jatuh tempo. Mencairkannya tidak bisa suka-suka Anda, karena ada periodenya yakni 7-15 Oktober 2019.

Syarat lain untuk investor yang mau memanfaatkan early redemption adalah minimal kepemilikan SBR004 Rp2 juta di setiap mitra distribusi. Jumlah maksimal pencairan pun tidak bisa semuanya, hanya 50% dari total kepemilikan SBR investor.

Simulasi Perhitungan Keuntungan

SBR004
Simulasi Perhitungan Keuntungan

Contoh I:

  • Jumlah pembelian SBR004 senilai Rp2.000.000
  • Kupon 8,05%
  • Imbal hasil kotor yang diterima per tahun: Rp2.000.000 x 8,05% = Rp161.000
  • Per bulannya: Rp161.000 : 12 = Rp13.420
  • Kena pajak kupon 15% per bulan : Rp13.420 x 15% = Rp2.013
  • Maka keuntungan bersih yang diperoleh per bulan : Rp13.420 – Rp 2.031 = Rp11.389

Contoh II:

  • Investasi SBR004 senilai Rp500.000.000
  • Kupon 8,05%
  • Imbal hasil kotor per tahun: Rp500.000.000 x 8,05% = Rp40.250.000
  • Per bulannya: Rp40.250.000 : 12 = Rp3.354.170
  • Pajak 15% : Rp3.354.170 x 15% = Rp503.125
  • Keuntungan bersih per bulan : Rp3.354.170 – Rp503.125 = Rp2.851.045.

Baca Juga: Utang Indonesia Membengkak: Bahayakah?

Minim Risiko

  • Keunggulan lain dari berinvestasi SBR004 adalah dijamin oleh negara. Tidak ada risiko gagal bayar seperti investasi lain. Kenapa? Karena investasi dalam bentuk SUN sudah dilindungi dalam Undang-undang (UU). Dalam UU SUN, negara menjamin pembayaran kupon dan pokok SUN termasuk SBR004 sampai masa jatuh tempo. Ketersediaan dananya sudah dialokasikan di APBN setiap tahun
  • Risiko tingkat bunga pun tidak ada mengingat nilai pokok tidak berubah seiring penyesuaian tingkat bunga di pasar. Apalagi kalau suku bunga acuan BI naik, kupon SBR004 akan naik, tapi kalau turun, yang berlaku tetap kupon minimal. Investor tetap untung kan.
  • Namun demikian, SBR004 memiliki risiko likuiditas karena tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga investor diharapkan melakukan diversifikasi untuk mengurangi risiko ini. Tapi tenang, Anda bisa memanfaatkan fasilitas early redemption.

Agen Penjual SBR004 

Jika berminat investasi di SBR004, Anda dapat menghubungi 11 mitra distribusi yang sudah ditunjuk pemerintah. Lakukan pemesanan atau pembelian secara langsung via elektronik (online) karena saat ini pemerintah pun menggandeng perusahaan fintech untuk menjual SBR004.

Adapun 11 agen SBR004, antara lain:

1. PT Bank Central Asia Tbk atau Bank BCA

2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

3. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BNI

4. PT Bank Permata Tbk

5. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI

6. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BNI

7. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk

8. PT Bareksa Portal Investasi

9. PT Star Mercato Capitale atau Tanamduit

10. PT Investree Randhika Jaya

11. PT Mitrausaha Indonesia Grup atau Modalku.

Untuk sistem elektronik para mitra distribusi, Anda bisa kunjungi http://www.djppr.kemenkeu.go.id/page/load/2218/pembukaan-masa-penawaran--launching--sbr-seri-sbr004-yang-ditawarkan-secara-online.

Cara Membeli SBR004 

Cara Membeli SBR004
Cara Membeli SBR004 via Web Kemenkeu

Ada 4 tahapan yang harus dilalui jika ingin membeli SBR004:

1. Registrasi

Proses pendaftaran calon investor melalui sistem elektronik yang disediakan oleh agen. Contohnya lewat Bank BCA di https://ibank.klikbca.com/. Selanjutnya masukkan data-data antara lain, data diri, nomor SID (Single Investor Identification), nomor rekening dana, dan nomor rekening surat berharga. 

Calon investor yang belum memiliki nomor SID, rekening dana, dan/atau rekening surat berharga, akan dibantu oleh agen. SID adalah kode tunggal dan khusus yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai lembaga penyimpanan dan penyelesaian.

 2. Pemesanan

Setelah registrasi berhasil, calon investor melakukan pemesanan SBR004 dengan sebelumnya membaca ketentuan dalam memorandum informasi. Pemesanan hanya dapat dilakukan pada saat masa penawaran SBR004.

3. Pembayaran

Setelah pemesanan diverifikasi (verified order), calon investor mendapatkan kode pembayaran (billing code) melalui email/sms sesuai kebijakan masing-masing agen. Kode pembayaran digunakan untuk penyetoran dana investasi melalui bank persepsi (teller, ATM, internet bankingmobile banking) dalam batas waktu yang ditentukan.

4. Konfirmasi

Setelah pembayaran, calon investor akan memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi completed order, serta akan memperoleh alokasi SBR004 pada tanggal setelmen.

Anda bisa mengunjungi website https://www.kemenkeu.go.id/sbr untuk mendapatkan informasi lebih jauh mengenai pembelian SBR004.

Timeline SBR004

1. Masa penawaran SBR004 :

  • Pembukaan 20 Agustus 2018 pukul 09.00 WIB
  • Penutupan 13 September 2018 pukul 10.00 WIB

2. Penetapan hasil penjualan : 17 September 2018

3. Tanggal Setelmen (proses penyelesaian transaksi) : 19 September 2018

4. Masa Pengajuan Early Redemption :

  • Pembukaan 7 Oktober 2019 pukul 09.00 WIB
  • Penutupan 15 Oktober 2019 pukul 15.00 WIB

5. Tanggal Setelmen Early Redemption : 21 Oktober 2019

Tentukan Masa Depan Anda Dari Sekarang

Setelah mengetahui keuntungan investasi SBR004, tunggu apalagi. Buruan pesan sebelum kehabisan, karena kesempatan tidak datang dua kali. Daripada duit Anda cuma habis untuk hura-hura, belanja konsumtif, coba deh investasikan ke obligasi negara tersebut. Bagi investor pemula juga tidak perlu khawatir mengingat instrumen ini rendah risiko, sehingga potensi rugi sangat kecil.

SBR004 sangat cocok bagi Anda yang ingin berinvestasi dalam jangka pendek. Minim modal, untung cepat, dan aman di tengah gejolak ketidakpastian ekonomi saat ini. Yuk, mulai berpikir soal masa depan, selamat berinvestasi.

Baca Juga: Mau Berinvestasi Obligasi? Ketahui Ini Terlebih Dahulu