Sebelum Ambil Pinjaman Dana Cepat, Perhatikan Dulu Hal Berikut

Butuh dana cepat untuk kebutuhan darurat? Kamu bisa daftar dan ajukan pinjaman dana ke Kredivo sekarang. Proses daftarnya mudah, pinjaman cair cepat, dan suku bunganya paling rendah, hanya 2,95% per bulan.

Demi keamanan data-data pribadi dan kondisi keuanganmu di masa depan, sebaiknya jangan mudah tergiur dengan tawaran pinjaman dana cepat yang sering muncul melalui SMS, telepon marketing, hingga iklan di media sosial. Ditambah lagi, saat ini, tawaran pinjaman dana juga datang dengan suku bunga yang sangat tinggi, bisa mencapai 1% per hari. Kalau nggak hati-hati dan dicek lebih dulu, bisa-bisa malah bikin susah dan menyesal di kemudian hari.

Dari sekian banyak tawaran pinjaman dana yang beredar, ada tiga poin utama yang wajib kamu cek sebelum memutuskan untuk apply, di antaranya:

dana cepat

Asal & izin perusahaan yang bersangkutan

Asal yang dimaksud di sini adalah asal negara dari perusahaan pinjaman dana yang bersangkutan. Jika berasal dari luar negeri, pastikan dulu apakah perusahaan tersebut memiliki izin dan sudah punya cabang kantor di Indonesia. Karena bergerak di sektor keuangan, perusahaan pinjaman dana online atau fintech wajib mendaftarkan diri dan melewati serangkaian uji kelayakan di Otoritas Jasa Keuangan. Dengan terdaftarnya sebuah fintech di OJK sama artinya dengan fintech tersebut layak dan aman untuk digunakan masyarakat. Plus, ada payung hukum yang jelas jika sewaktu-waktu terjadi masalah dalam proses transaksi.

Apabila kamu tidak menemukan informasi yang jelas terkait dengan perusahaan fintech yang ingin digunakan, baik di situs OJK ataupun di laman fintech itu sendiri, sebaiknya hindari menggunakan jasa fintech tersebut. Per April 2018, ada 106 fintech yang sudah dirilis dan terdaftar resmi di OJK. Jadi, kamu nggak akan kehabisan pilihan, yang penting, jangan malas untuk riset demi keamanan.

Salah satu fintech legal dari 106 tersebut adalah Kredivo yang bekerja sama dengan BFI Finance untuk menyediakan layanan pinjaman dana cepat berbasis online bagi masyarakat. Yang menarik, Kredivo bisa memberikan limit kredit maksimal hingga Rp 30 juta yang disesuaikan dengan profil/besaran penghasilan calon nasabah. Limit kredit nontunai ini nantinya bisa digunakan untuk kredit barang di e-commerce tanpa kartu kredit ataupun dicairkan menjadi pinjaman tunai dengan tenor pengembalian mulai 30 hari, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan, dan suku bunga hanya 2,95% per bulan.

Cara pengajuan pinjaman beserta biaya-biaya yang menyertai

Hati-hati apabila menemui penyedia jasa pinjaman dana cepat yang dokumen persyaratan dan cara pengajuannya terbilang sangat mudah, apalagi hanya mengandalkan KTP atau KK. Sebab, ketika meminjam sejumlah dana, baik di bank atau di aplikasi fintech, dibutuhkan juga dokumen yang menyatakan bahwa kamu memiliki penghasilan tetap, baik berupa slip gaji, akun internet banking, ataupun surat keterangan usaha apabila kamu wirausahawan.

Dengan Kredivo misalnya, selain butuh foto KTP, isi form data diri, foto selfie, Kredivo juga akan meminta kamu menghubungkan akun internet banking sebagai bukti dan validasi penghasilan serta 1 akun e-commerce kamu yang sudah ada riwayat transaksinya sebagai bukti domisili. Ini terkait dengan persyaratan daftar akun Kredivo yang meliputi: usia pendaftar wajib berusia 18 tahun ke atas, berpenghasilan minimal Rp 3 juta per bulan, dan berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi.

Selain itu, dari sisi cara pengajuan pinjaman, apabila berbasis digital, maka seharusnya pendaftaran dan pengajuan dilakukan secara online melalui situs atau aplikasi perusahaan terkait. Hindari memberikan data-data pribadimu ke pihak lain yang tidak dikenal dan tidak jelas kredibilitasnya. Apabila menggunakan aplikasi, pastikan kamu hanya mengupload data-datamu ke aplikasi tersebut. Jangan memberikan apalagi meminjamkan data pribadi ke orang lain.

Yang nggak kalah penting selain dokumen dan cara pengajuan pinjaman adalah biaya-biaya yang menyertai pinjaman tersebut. Nggak cuma suku bunga, tapi juga biaya provisi dan biaya keterlambatan. Sebab, biaya-biaya ini yang nantinya akan menentukan besar kecilnya angsuran yang harus kamu bayar. Hindari menggunakan fintech dana cepat yang tidak secara transparan memberi informasi soal suku bunga dan simulasi cicilan. Karena di kemudian hari bisa saja bunga berubah-ubah dan muncul biaya tambahan lain yang membuat jumlah angsuran bulanan menjadi membengkak.

Kebijakan privasi dan keamanan data

Dibandingkan dengan mengajukan pinjaman ke bank atau lembaga konvensional, pinjam ke aplikasi fintech yang berbasis online bisa dibilang lebih berisiko dari sisi keamanan data. Untuk itulah pentingnya mengecek teknologi yang digunakan fintech beserta kebijakan privasi yang ada pada situs atau aplikasi fintech terkait.

Kredivo adalah salah satu fintech yang bisa jadi contoh ideal. Dalam aplikasinya, Kredivo menggunakan teknologi enkripsi data yang mengamankan semua data yang diinput pengguna agar tidak terbaca pihak lain. Begitu juga dalam kebijakan privasinya, Kredivo menjamin bahwa data-data nasabah tidak akan disebarkan, disewakan, atau diperjualbelikan.

Sebaiknya, jangan gunakan fintech yang di dalam situs atau aplikasinya tidak ada informasi yang jelas tentang Kebijakan Privasi dan Keamanan Data. Kalau pun ada, pastikan kamu membacanya dengan teliti, sebab beberapa fintech menyatakan secara jelas dalam kebijakan privasinya bahwa fintech berhak atau akan menggunakan data-data pribadimu untuk kebutuhan terkait penagihan dan aktivitas marketing lainnya.

 

Artikel ini merupakan kerja sama antara Kredivo dan Cermati.com