Sebelum Mengajukan KTA, Ketahui Dulu Biaya-Biaya Ini

Pinjaman Kredit Tanpa Agunan (KTA) menjadi pilihan banyak orang sebagai sumber dana untuk berbagai kebutuhan. Persyaratan pengajuannya yang terbilang mudah merupakan salah satu alasan mengapa KTA menjadi begitu populer dan banyak dipilih untuk dijadikan sebagai solusi ketika membutuhkan pinjaman.

Bukan hanya itu, KTA juga menjanjikan proses yang terbilang cepat. Berbagai kelebihan yang dimiliki produk KTA dibarengi dengan penggunaan dana yang fleksibel. Artinya, KTA bisa dialokasikan untuk berbagai kebutuhan dan untuk beragam kepentingan. Namun, benarkan semua fitur di dalam KTA memang benar-benar menguntungkan bagi nasabah?

Baca Juga: Takut KTA Konvensional Haram? Pakai KTA Syariah Saja!

Berbagai Biaya yang Ada dalam KTA

Ketika berbicara mengenai pinjaman bank, kurang lengkap rasanya jika tidak membahas besaran bunga yang dikenakan. Pada kenyataannya, sebagai besar orang beranggapan bahwa bunga yang diterapkan dalam KTA terbilang cukup kecil.

Bunga yang kecil dan flat ini menjadi daya tarik dari KTA. Sering kali banyak yang mengajukan pinjaman melupakan sejumlah biaya lainnya yang terdapat dalam KTA. Inilah yang membuat nasabah kaget ketika biaya-biaya tersebut ditagihkan kepadanya.

Jika sudah begini, sejumlah masalah bisa saja terjadi. Apalagi kalau debitur menunggak pembayaran selama beberapa bulan, bisa-bisa yang terjadi nantinya gagal bayar. Hindari masalah-masalah tersebut dengan memahami sejumlah biaya di dalam KTA berikut ini.

1. Biaya Provisi Lebih dari 3%

Biaya Provisi KTA

Ilustrasi Biaya Provisi via shutterstock.com

Biaya provisi merupakan biaya administrasi yang akan dipotong secara langsung dari pinjaman yang dicairkan pihak bank bagi nasabah KTA. Jumlahnya akan disesuaikan dengan besaran dana pinjaman yang didapatkan nasabah tersebut sehingga nasabah tidak akan menerima sejumlah dana yang sesuai dengan plafon pinjamannya.

Setiap bank memiliki kebijakan sendiri terkait dengan biaya provisi, yakni dengan menentukannya dalam jumlah tertentu. Atau bahkan memotongnya dalam persentase tertentu dari total pinjaman yang dicairkan tersebut.

Biaya provisi ini perlu dipahami sejak awal. Jangan sampai nasabah terkejut saat mendapati pinjaman KTA-nya telah terpotong sekian persen akibat adanya pemotongan biaya yang tidak dipahami dengan baik sejak awal.

2. Biaya Penalti Lebih dari 6%

Biaya Penalti KTA

Ilustrasi Biaya Penalti via shutterstock.com 

Biaya penalti merupakan sejumlah biaya yang muncul akibat adanya pelunasan awal yang dilakukan debitur terhadap sisa utang KTA yang dimilikinya. Hal ini merupakan konsekuensi atas dilanggarnya perjanjian tenor awal yang telah dipilih dan disepakati kedua pihak pada awal perjanjian (debitur dan bank).

Jumlah biaya/denda penalti ini ditentukan bank penyedia KTA sesuai kebijakan yang berlaku. Pada umumnya, bank akan menentukan jumlah denda penalti sekian persen dari sisa pokok utang pinjaman yang dimiliki nasabah yang bersangkutan atau yang akan dilunasi. Misalnya, denda penalti sebesar 6% dari total pokok utang yang tersisa (tidak disertai dengan sejumlah biaya bunga di dalamnya).

3. Biaya Keterlambatan Lebih dari 4%

  Biaya Keterlambatan

Ilustrasi Biaya Keterlambatan via shutterstock.com 

Bank pemberi KTA juga akan menerapkan sejumlah biaya keterlambatan kepada nasabahnya yang terlambat melakukan pembayaran cicilan bulanan KTA miliknya. Sebagaimana biaya keterlambatan pada berbagai jenis pinjaman lainnya, jumlah biaya keterlambatan yang dikenakan dalam KTA terbilang cukup besar.

Karena itu, ada baiknya untuk selalu disiplin dalam membayar cicilan bulanan sehingga denda keterlambatan bisa dihindarkan. Biaya keterlambatan bisa saja ditetapkan dalam jumlah tertentu atau dalam persentase (misalnya 4% dari jumlah cicilan).

4. Biaya Tahunan

Biaya Tahunan

Ilustrasi Biaya Tahunan via shutterstock.com  

Jika pada awal pencairan pinjaman, debitur akan dipungut sejumlah biaya provisi, tahun-tahun berikutnya nasabah akan dipungut sejumlah biaya tahunan oleh pihak bank. Tidak semua bank menyertakan biaya ini dalam produk KTA yang mereka sediakan. Namun, biaya tahunan ini tetap patut diketahui sejak awal oleh orang yang akan mengajukan KTA

5. Biaya Asuransi

  Biaya Asuransi

Ilustrasi Biaya Asuransi via shutterstock.com 

Bank penyedia KTA juga memberlakukan sejumlah biaya asuransi dalam produknya. Debitur diwajibkan untuk membayar sejumlah biaya tersebut. Penggunaan asuransi ini bertujuan untuk melindungi ahli waris pengguna KTA. Bila sewaktu-waktu debitur meninggal dunia, sejumlah utang yang tersisa akan diselesaikan perusahaan asuransi tanpa membebani ahli waris nasabah tersebut.

Baca Juga: Pilih Mana, KTA Konvensional atau KTA Online?

Pahami dan Perhitungkan dengan Baik

Berbagai kemudahan yang diberikan KTA akan dibarengi dengan sejumlah biaya di dalamnya. Bukan hanya biaya bunga saja, melainkan sejumlah biaya administrasi yang cukup besar juga bisa saja diterapkan bank.

Pahami dan perhitungkan sejumlah biaya ini dengan baik sejak awal. Dengan begitu, pengajuan KTA tersebut akan memiliki manfaat yang maksimal di dalam keuangan.

Baca Juga: Modal Nikah Kurang? Pakai KTA Saja!