Seberapa Mahalkah Biaya Hidup Di Jakarta Tahun 2017? Ini Perkiraannya

Dalam beberapa tahun belakangan, posisi Jakarta sebagai salah satu dari 10 kota dengan biaya hidup termahal di Indonesia tampaknya tak akan tergeser. Tapi, meski menyandang predikat ini, pamor Ibu kota sampai dengan hari ini belum meredup bagi para pencari peruntungan. Eksodus kaum urban tetap saja terjadi, bedanya hanya modusnya saja yang berganti dari masa ke masa.

Pemerintah DKI Jakarta menetapkan untuk tahun 2017, upah minimum provinsi adalah sebesar 3.350.000 naik dari tahun sebelumnya yang sebesar 3.100.000. Dengan adanya perubahan ini, maka ada kenaikan UMP sebesar 8,25% dari tahun 2016 yang lalu. Tapi, yang jadi pertanyaan berikutnya bukan soal besaran kenaikan tarif UMP, tetapi pertanyaannya apakah dengan UMP sebesar ini, maka masyarakat Jakarta yang berprofesi sebagai buruh dapat mengalami kenaikan taraf hidup? Di sisi lain, kira-kira berapa mahalkah biaya hidup di Jakarta tahun 2017 ini?

Menjawab dua pertanyaan di atas, serta mengingat betapa ibu kota masih menjadi magnet bagi para pendatang dan kaum urban. Pembahasan kali ini, khusus ditujukan untuk menjadi panduan serta membedah seluk beluk dibalik pertanyaan seputar biaya hidup di Jakarta tahun 2017 ini.

Baca Juga : Nilai UMR Terkini yang Pekerja Wajib Tahu

Ragam Biaya Hidup Standard Warga Ibukota, Perlu Tahu Sebelum Memutuskan Tinggal Di Sana

Bagi yang sudah berstatus warga Ibu kota, atau memang telah puluhan tahun tinggal di Jakarta tentu bisa membayangkan dan bahkan mengalami secara langsung pahit manisnya gejolak ekonomi di Jakarta. Kebutuhan hidup di Ibu kota tak sekedar perkara makan atau konsumsi saja, biaya lain-lain seperti untuk bersosialisasi juga menjadi bagian dari pengeluaran rutin setiap orang yang sudah pernah merasakan hidup di Jakarta.

Berikut ini adalah gambaran rincian biaya hidup di kota Jakarta terkini:

Baca Juga : Hidup di Jakarta dengan 2 Juta Rupiah, Apa Bisa?

1. Kebutuhan Tempat Tinggal

tempat tinggal
Tempat Tinggal via shutterstock.com

Tempat tinggal adalah kebutuhan pokok yang harus jadi daftar pertama dalam list pengeluaran bulanan sebelum menguji nasib dan peruntungan di Ibu kota Jakarta. Luasnya wilayah menawarkan beragam pilihan tempat tinggal mulai dari apartemen yang megah di jantung ibukota yang tentu sewanya tak murah hingga, kost-kostan di gang-gang kampung perkotaan dengan harga wajar. Tabel berikut bisa berikan gambaran berapa biaya kebutuhan tempat tinggal di Jakarta.

 

Jenis

Apartemen

Kost

Rumah Kontrakkan

Fasilitas

Kamar atau Apartemen Saja / Kamar Full Perabotan

Kamar Kost Saja / Dengan Pelengkap Ruangan, Perabotan, dan Kamar Mandi Dalam

Rumah Tanpa Perabotan / Dengan Perabotan

Harga

13-50 juta/tahun

1-2 juta/bulan

10-50 juta/tahun


Dengan memperhatikan tabel di atas maka dapat diketahui berapa kemungkinan harga terendah, menengah, sampai yang paling tinggi. Harga ini dipengaruhi oleh, lokasi, fasilitas, akses transportasi dan lingkungan.

Solusinya, pastikan sesuai kebutuhan, termasuk pertimbangan apakah akan datang dan hidup di Jakarta dengan keluarga atau lajang. Agar lebih ringan, ada baiknya mencari partner, bagi yang masih lajang, seperti teman atau saudara, nantinya membayar sewa dapat ditanggung secara patungan.

2.Kebutuhan Transportasi

transportasi
Transportasi via blogspot.com

Setelah kebutuhan tempat tinggal adalah transportasi. Berikut ini adalah tabel yang merangkum perhitungan biaya transportasi di Jakarta.

Ojek Online

Bus Transjakarta

Sepeda Motor (Pribadi)

Faktor Biaya

15.000

3.500

15.000 (BBM)

Tarif

-

-

10.000

Parkir

22

22

22

Hari Kerja

528.000/bulan

154.000/bulan

1.100.000/bulan

Estimasi Penggeluaran


Dari data dalam tabel di atas maka dapat diperhatikan bahwa kendaraan pribadi malahan menjadi satu faktor pengeluaran yang cukup besar. Ini mengapa, belakangan semakin banyak warga ibu kota yang memilih model transportasi umum (terutama ojek online, atau transportasi berbasis aplikasi lainnya) sebagai pilihan untuk mobilitas sehari-hari.

3. Kebutuhan Konsumsi

makan
Konsumsi via shutterstock.com

Untuk yang ketiga dan harus masuk dalam daftar tentunya adalah yang terkait dengan makan dan minum, apalagi jika Anda memang tidak berencana memasak sendiri. Karena Jakarta punya standar harga yang lebih tinggi ketimbang kota-kota lainnya.

Contohnya, Yogyakarta  (di sana kita bisa mendapatkan sepiring nasi lengkap dengan minumannya untuk 15.000) sedangkan di Jakarta setidaknya kita siapkan dana 2 kali lipat bila hendak makan di warung di Jakarta atau sebesar 20-30 ribuan untuk sekali makan. Agar lebih murah, ada baiknya untuk memasak sendiri, menu makan pagi dan siang. Paling tidak bisa mengurangi biaya jajan di warung.

4. Biaya Entertain dan Biaya Tak Terduga

biaya entertain
Biaya Entertain via shutterstock.com

Mencari hiburan semisal nonton bioskop, jalan ke Mal atau lainnya, mungkin mengasyikkan. Apalagi Jakarta punya banyak pilihan tempat semacam ini. Tapi berhati-hatilah, karena bisa jadi kantong kering sebelum gajian berikutnya mengingat banyaknya godaan hiburan di kota metropolis ini.

Sebagai gambaran simak tabel berikut untuk tahu seberapa besar biaya entertain di Jakarta

Kegiatan

Asumsi Biaya

Nonton Bioskop

150.000

Pulsa HP/Internet

100.000

Nongkrong Di Cafe, Jajan Di Mall

250.000

Total Keseluruhan

500.000


Dana hiburan ini bisa Anda kelola sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Perhitungan ini adalah perhitungan perorangan terendah yang mungkin tercapai, dan bisa saja membengkak bila bersama teman, kerabat atau saudara.

Pada satu sisi, kebutuhan bisa saja berubah manakala berhadapan dengan salah satu kondisi darurat, semisal kebutuhan gadget baru karena yang lama rusak, atau mungkin juga kerusakan terjadi pada kendaraan dan lainnya.

Untuk perhitungan ini maka, lakukanlah persiapan dana total keseluruhan dari 4 pos biaya di atas  dengan melakukan estimasi biaya makan dan minum selama 30 hari). Kemudian sisihkan 10%, yang mana jumlah ini adalah dana darurat bila ada satu kebutuhan mendesak yang harus didanai saat itu juga).

Berdasarkan empat pos tadi maka dapat disimpulkan rumusan sebagai berikut. Rumusan ini bersifat asumsi yang tentu hanya sebagai bagian dari simulasi untuk tinggal dan menetap di ibu kota selama jangka waktu 1 tahun.

  • Tempat Tinggal

    1.000.000 x 12 = 12.000.000

    Transportasi

    154.000 x 12 = 18.480.000

    Konsumsi

    1.500.000 x 12 = 18.000.000

    Entertain

    500.000 x 12 =   6.000.000

    Lain-Lain

    12.000.000 + 18.480.000 + 18.000.000 +6.000.000) x 10% = 5.448.000

    Total

    59.928.000/tahun

Selanjutnya, mari kita cek total kemungkinan pendapatan yang bisa diperoleh berdasar UMP Jakarta terbaru :

  • 350.000/bulan x 12 bulan = 40.200.000/tahun

Jumlah ini bisa saja pendapatan utama, bisa saja Anda mendapatkan tunjangan dan pemasukan dari usaha lainnya. Tapi kita tidak memasukkan di sini agar dapat menemukan selisih kebutuhan secara realistis.

Hindari Besar Pasak Daripada Tiang

Dari simulasi di atas terdapat selisih besar pengeluaran daripada pendapatan. Besarnya selisih kebutuhan ini yang harus dicermati. Karenanya jika Anda adalah seorang pendatang baru di Ibu kota, maka harus sedapat mungkin melakukan penghematan agar bisa memenuhi kebutuhan hidup secara layak. Solusi lain adalah memperbesar pendapatan dengan mencari penghasilan tambahan.

Baca Juga : Daftar Investasi yang Bisa Dilakukan Pada Masa Krisis