Seberapa Pentingkah EQ (Emotional Quotient) untuk Anak?

Setiap orang tua pasti ingin anak mereka cerdas. Hal inilah yang melatarbelakangi mengapa mereka rela mengeluarkan banyak biaya untuk keperluan pendidikan si anak. Akan tetapi, sebagian besar orang tua masih terfokus tentang bagaimana caranyanya untuk meningkatkan IQ (Intellegence Quotient) anak mereka. Padahal masih ada EQ (Emotional Quotient) yang tidak kalah penting daripada IQ.

Pendidikan di sekolah tentunya lebih banyak mengajarkan IQ daripada EQ terhadap anak. Di sekolah mereka belajar penalaran dan hal lainnya yang bersifat kognitif. Sebagai orang tua, tentunya Anda juga harus mengambil peran dalam menyeimbangkan IQ dan EQ anak. Hal ini karena EQ sangat berpengaruh ketika anak menggunakan IQ nya dalam memecahkan masalah. Di bawah ini akan dipaparkan lebih lanjut mengenai EQ.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Makna EQ

Makna dari EQ (Emotional Intelligence)
Makna dari EQ (Emotional Quotient)

Seorang psikologi Harvard menyatakan bahwa EQ (Emotional Quotient) sangat penting bagi anak agar dapat memanfaatkan IQ nya dengan cara yang tepat. Pemanfaatan hasil IQ yang salah tentunya dapat membawa dampak buruk bagi anak juga lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, setiap orang tentu harus mampu melakukan suatu penalaran dengan tetap memperhatikan keadaan lingkungan sekitar jika penalaran tersebut diterapkan.

Secara umum, EQ berbicara mengenai kepribadian dimana anak yang memiliki EQ yang baik akan memiliki rasa empati yang baik juga. Selain itu, anak tersebut tentunya juga mampu menempatkan diri mereka dalam keadaan maupun lingkungan yang ekstrim. Hal inilah yang membuat anak dengan EQ tinggi akan dengan sangat mudah berbaur di lingkungan yang baru, karena pada dasarnya mereka bersifat terbuka dan mampu mengendalikan kepribadian mereka. Dengan begitu, kegiatan mereka yang berbau akademis tentunya akan lebih baik daripada anak yang hanya mengandalkan IQ. Ini karena dengan EQ, anak tersebut bisa memperoleh informasi lain dari temannya atau orang lain, melalui pergaulan.  

Berbeda halnya dengan anak yang hanya mengandalkan IQ. Mereka hanya mampu belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan itu sendiri, tanpa bantuan orang lain. Bahayanya jika ilmu tersebut digunakan untuk merusak lingkungannya karena pada dasarnya orang yang memiliki IQ tinggi tanpa dibarengi EQ yang seimbang, akan kesulitan menentukan apakah sesuatu layak dilakukan dan apakah sesuatu tersebut baik untuk dirinya dan orang lain. Tidak bisa dipungkiri bahwa mereka yang hanya mengandalkan IQ akan memiliki ego yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang menyeimbangkan IQ dengan EQnya. Inilah yang harus Anda perhatikan agar anak tumbuh dengan cerdas, baik secara penalaran maupun kepribadian.

Nutrisi

Lengkapi Nutrisi Anak Penting untuk Pertumbuhannya
Lengkapi Nutrisi Anak Penting untuk Pertumbuhannya

Tidak dapat dipungkiri bahwa gen orang tua juga mempengaruhi IQ dan EQ anak. Hal ini terjadi karena anak bertumbuh dan berkembang mengikuti lingkungan yang mempengaruhinya. Lingkungan akan mengajari anak tentang ilmu pengetahuan baik yang sifatnya kognitif maupun pembentukan karakter berdasarkan pengalaman yang pernah dilaluinya. Oleh karena itu, sebagai orang tua, Anda harus sadar diri akan ini jika ingin anak Anda tumbuh dengan IQ dan EQ yang seimbang.

Selain memenuhi kebutuhan pendidikannya, Anda juga harus memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Anda harus memperhatikan kebutuhan vitamin dan mineralnya. Selain itu, juga harus memperhatikan kebutuhan kalsium dan zat besinya. Oleh sebab itu, berikanlah asupan makanan bagi anak Anda dengan tetap memperhatikan kadar kebutuhan tersebut. Anda juga dapat memenuhinya dengan memberikan anak susu yang mengandung nutrisi tersebut.

Baca Juga: 7 Tips Sukses Untuk Anak Agar Lebih Termotivasi untuk Belajar

Cara Meningkatkan EQ anak

Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk meningkatkan EQ anak Anda.

1. Biarkan Anak Mencari Tahu Jati Dirinya, Jangan Terlalu Memaksakan Kehendak Anda ke Anak

Pertama dan yang paling penting, Anda harus bisa membuat anak tahu siapa dirinya. Buat dia tahu identitasnya juga kemampuan yang bisa dicapainya.

2. Memberikan Pengertian kepada Anak bahwa Semua Orang Juga Memiliki Kelemahan

Ajarkan pada anak agar bisa menerima kelemahannya. Banyak orang akan merasa frustasi karena mendapati kelemahannya menjadi kelebihan orang lain.

3. Menghargai Diri Sendiri Lebih Penting dan akan Membuat Anak juga Belajar Menghargai Orang Lain

Berikan pemahaman pada anak bahwa menghargai diri sendiri sangat penting. Hal ini tentu berkaitan dengan kemampuannya untuk menerima kelemahannya.

4. Kepercayaan Diri yang ada Pada Anak akan Mempengaruhi Kepribadiannya

Terakhir, tanamkan sisi positif pada kepribadian anak dengan menanamkan rasa percaya diri padanya.

Baca Juga: Cara Sukses Mendidik Anak Agar Memiliki Masa Depan Cerah

IQ yang Baik adalah IQ yang Seimbang dengan EQ

Mengingat pentingnya EQ, sebagai orang tua, Anda harus terus mengontrol keseimbangan IQ dan EQ anak Anda. Dalam penerapan IQnya, pasti akan ditemukan kesulitan dan masalah. Oleh karena itu, tanamlah EQ yang baik pada diri anak agar dia bisa berbaur dengan lingkungannya.

Baca Juga: 6 Cara Menanamkan Kesadaran Atur Uang untuk Anak-Anak