Secured Credit Card, Kartu kredit dengan Persyaratan Mudah

Dalam dunia digital yang makin tak terbatas ini, membuka peluang bagi setiap orang untuk menjadi pebisnis atau pekerja tanpa harus datang ke kantor, namun tetap memiliki penghasilan. Penghasilan yang didapatkan para freelancer ini sejatinya tidak bisa dipastikan dalam bentuk bulanan. Namanya juga pekerja lepas alias freelance, mereka mempunyai ritme kerja dan penghasilan yang tidak teratur namun seringkali jauh di atas pekerja kantoran dengan gaji bulanan yang nominalnya selalu tetap setiap bulannya.

Kendala yang dihadapi para pekerja lepas ini adalah saat transaksi dengan klien atau buyer di luar negeri, mereka wajib mempunyai back up kartu kredit. Salah satunya adalah saat membuka akun paypal yang harus melampirkan verifikasi kartu kredit. Jadi pintu gerbang utama mereka untuk membuat paypal sebagai mata uang global untuk transaksi harus melalui kartu kredit. Sementara untuk mendapatkan kartu kredit syarat utamanya adalah mempunyai pekerjaan dan penghasilan tetap alias jelas bukan dalam bentuk status pekerja lepas. Pertanyaannya kemudian, bagamana untuk mengatasi kondisi seperti ini?

Rupanya bisnis kartu kredit ikut mengakomodir perubahan zaman dan perkembangan teknologi. Saat ini telah ada kartu kredit yang pengajuannya pasti disetujui dan nyaris tanpa proses analisa, produk ini dinamakan SCC (Secured Credit Card). Syaratnya hanya satu, yaitu nasabah pemegang SCC harus bersedia menjaminkan uang tunai yang dimasukkan dalam rekening tabungan mereka untuk mem-back up pemakaian SCC tersebut. Segala fitur, fungsi dan manfaat kartu kredit ada juga di SCC ini. Hampir semua bank mempunyai produk ini, namun yang paling proaktif dan terbuka dengan SCC ini adalah BCA dan Bank Sinarmas.

Jika Anda adalah pekerja lepas atau yang tidak punya gaji tetap atau punya masalah yang berpotensi menjadi kendala saat proses analisa kartu kredit maka SCC ini bisa jadi solusi bagi Anda. Seperti apa proses dan tata caranya? Ini dia!

Cara Mengajukan SCC

Cara Mengajukan SCC

Isi Formulir via credit.com

 

Secara umum formulir pengajuan kartu kredit dan SCC relatif sama yang dimulai dari mengisi formulir data pribadi yang meliputi nama, nomor identitas, tempat tanggal lahir (TTL), alamat tempat tinggal, nomor contact person (biasa yang tidak serumah dengan Anda, untuk keperluan darurat), nama gadis ibu kandung, status perkawinan, status pendidikan, status tempat tinggal, data pekerjaan/pendapatan si pemohon kartu kredit

Data lain yang harus Anda masukan adalah data pekerjaan yang meliputi data perusahaan dengan nama lengkap perusahaan, alamat, jabatan Anda, jenis usaha, jumlah karyawan di perusahaan, nomor telepon kantor (untuk verifikasi data), status pekerjaan, dan penghasilan per tahun. Dan juga data keluarga tidak serumah pemohon kartu kredit (untuk kepentingan cross-check data saat dibutuhkan).

Syarat pokok yang umumnya diminta bank dari pemohon kartu kredit antara lain:

  • KTP/dokumen identitas lain sebagai bukti bahwa pemohon punya alamat yang jelas
  • Slip gaji/laporan penghasilan

Baca Juga : Membuat Kartu Kredit: Apa Saja yang Harus Diperhatikan?

Perbedaan Kartu Kredit Biasa Dengan SCC

Perbedaan Dalam Hal Penjaminan Pembayaran

Perbedaan Dalam Hal Penjaminan Pembayaran via thefuntimesguide.com

 

Jika Anda mengajukan SCC, maka berkas slip gaji atau laporan penghasilan tidak dibutuhkan lagi, di mana sebagai gantinya bank cuma butuh jaminan uang dengan jumlah tertentu untuk menerbitkan kartu itu. Jika terjadi gagal bayar pinjaman, aset itu akan disita bank. Proses pengajuan mirip dengan produk kredit multiguna, bedanya jika kredit multiguna jaminan aset berupa barang non tunai, secure credit card sebaliknya, yaitu harus menjaminkan dana tunainya ke bank.

Perbedaan lainnya adalah jika tagihan kartu kredit biasa tidak dibayar, bank akan membawa masalah itu ke pihak otoritas, namun sebelum ke pihak otoritas seringkali ada debt collector yang datang menagih. Dan untuk produk secured credit card, penagihan tidak butuh debt collector, namun uang yang jadi jaminan akan diambil oleh bank.

Besarnya uang jaminan untuk SCC ini bervariasi tergantung jenis kartu yang diinginkan, misalnya silver sebesar 3 juta, gold  sebesar 10 juta dan seterusnya. Khusus di Sinarmas, jumlah dana yang ditentukan untuk dijadikan jaminan adalah minimal Rp2 juta dan maksimal Rp2 miliar. Kebijakan plafon maksimal 80 persen dari total jaminan. Sedangkan untuk BCA Secured jaminan berupa saldo Bank dari rekening Anda yang akan di kunci atau Lock sebagai jaminan pembuatan kartu kredit ini dengan jumlah minimal Rp3 juta sebagai batas limit kartu kredit Anda. Kedua produk SCC dari bank tersebut menjadi pilihan sebagian besar pekerja lepas yang ingin mendapatkan kartu kredit tanpa proses analisa yang rumit. Sebelum Anda melangkah lebih jauh untuk mengambil produk SCC ini, maka ada baiknya memperhatikan poin penting SCC berikut ini

Pertimbangan Penting Yang Harus Diperhatikan Saat Mengambil Produk SCC

Secured Credit Card

Secured Credit Card via sintelsystems.com

SCC mempunyai karakteristik yang mirip dengan kartu kredit pada umumnya. Beberapa poin penting saat mengajukan kartu kredit biasa juga berlaku pada SCC ini dengan sedikit penyesuaian misalnya di SCC tidak mengenal minimum payment dan beberapa syarat dan ketentuan yang berlaku dalam secured credit card lainnya yang perlu Anda ketahui.

Beberapa poin penting yang harus Anda ketahui sebagai berikut:

  • Bunga: berapa bunga tarik tunai dan belanja yang dikenakan
  • Biaya-biaya: berapa biaya keterlambatan bayar dan over limit
  • Iuran tahunan: apakah Anda mendapatkan bonus bebas iuran tahunan
  • Fitur manfaat: apakah termasuk rewards, cashback, bisa tarik tunai, diskon, dan lain- lain
  • Cara bayar tagihan: Metode apa yang digunakan apakah dengan autodebet dari rekening, bayar ke teller, atau dapat juga melalui ATM

Jika melihat proses di atas antara SCC dengan kartu kredit memang sama. Secured credit card dan kartu kredit konvensional sangat mirip. Yang membedakan hanya mekanisme pembuatan dan aturan saat tagihan gagal dibayar serta kebijakan tentang mekanisme pembayaran minimum payment yang ditiadakan pada fitur pembayaran SCC.

Baca Juga : Jenis Kartu Kredit yang Mesti Anda Ketahui

Pahami Betul Konsekuensinya

Jika Anda termasuk nasabah pemilik kartu pertama kalinya, sebaiknya baca dan pahami betul syarat dan ketentuan yang menyertai dan pertimbangan apakah kartu kredit atau SCC yang perlu Anda ambil. Hal terpenting adalah jangan hanya dilihat manfaatnya, tapi juga konsekuensi jika Anda tidak mampu membayar tagihan. Jangan sampai saat Anda ambil secured credit card jaminan Anda diambil bank akibat gagal bayar atau masuk black list BI karena tidak mampu membayar tagihan kartu kredit.

Baca Juga : Manfaat Kartu Kredit: Bagaimana Cara Memaksimalkannya?