Sedih, Hasil Survei: 95 Juta Netizen RI Belum Pernah Belanja Online

Kalau dulu ada slogan “Buku adalah Jendela Dunia,” kini eranya sudah berubah seiring perkembangan teknologi menjadi “Internet adalah Jendela Dunia.” Begitulah kondisinya sekarang, mau cari informasi apapun, tinggal akses internet dari ponsel atau gadget, semua beres. 

Internet sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat saat ini. Dengan internet, kita bisa browsing, chatting, berkirim email, berbagi foto dan video, sampai belanja online tanpa dibatasi waktu, jarak, dan tempat. Internet membuat hidup kita serba mudah, praktis, dan cepat.

Jika diperhatikan, anak dulu kalau minta uang jajan ya buat beli makanan atau minuman. Beda dengan kids zaman now, minta duit ke orangtua tapi untuk jajan paket data alias kuota internet. Susah banget lepas dari yang namanya internet, bikin candu. Semoga saja candunya ke arah positif, bukan yang aneh-aneh.

Di Indonesia sendiri, pengguna internet meningkat setiap tahun. Profil pengguna bermacam-macam, baik dari sisi lokasi, tingkat pendidikan, pekerjaan, hingga penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari.

Data-data tersebut akan dirangkum Cermati.com berdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tentang Penetrasi dan Profil Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2018.

Baca Juga: Internet di Indonesia Mahal atau Malah Murah? Baca Ini Dulu

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Pengguna Internet Capai 171,17 Juta Orang

Pengguna Internet
Pengguna Internet di Indonesia Capai 171,17 Juta Orang

Survei ini melibatkan 5.900 sampe dengan margin of error (MoE) 1,28%. Data dikumpulkan menggunakan metode wawancara dengan bantuan kuesioner pada 9 Maret-14 April 2019. Hasil survei menunjukkan:

  • Basis pengguna internet di Indonesia menembus 171,17 juta orang atau 64,8% dari total penduduk 264,16 juta jiwa
  • Angka tersebut bertambah 27,92 juta pengguna dalam setahun (2017-2018)
  • Wilayah yang sudah melek internet, yakni Bengkulu (85%), Sumatera Barat (84,2%), DKI Jakarta (80,4%) dari jumlah penduduk
  • Wilayah yang masih buta internet, yaitu Sulawesi Barat (30%), Lampung (39,5%), dan Gorontalo (50%), dan Aceh (50%) dari jumlah penduduk
  • Penduduk kota lebih melek internet 74,1% ketimbang penduduk desa 61,6%.

Generasi Milenial Paling Keranjingan Main Internet

Internet
Pengguna Internet Didominasi Generasi Milenial

Dari 171 juta pengguna internet atau netizen di Indonesia, paling banyak didominasi generasi milenial berusia 19-35 tahun.

  • Usia 15-19 tahun sebanyak 91% pengguna
  • Usia 20-24 tahun sebanyak 88,5% pengguna
  • Usia 25-29 tahun sebanyak 82,7% pengguna
  • Usia 30-34 tahun sebanyak 76,5% pengguna
  • Usia 35-39 tahun sebanyak 68,5% pengguna.

Berdasarkan tingkat pendidikan, pengguna internet paling banyak lulusan S3 dan berstatus pernah kuliah tapi tidak tamat dengan masing-masing mencapai 100%. Sementara paling sedikit menggunakan internet adalah mereka yang belum atau tidak pernah sekolah hanya 13%.

Kalau dilihat dari pekerjaannya, profesi ini merupakan pengguna internet terbanyak, yakni:

  • Pengusaha besar 100%
  • Guru 100%
  • Pedagang toko online 100%
  • Jasa konsultan 94,7%
  • Mahasiswa 92,1%

Sedangkan pengguna internet yang kurang melek internet berprofesi sebagai:

  • Petani penggarap dengan jumlah penetrasi 20,3%
  • Buruh tani 25,7%
  • Petani lahan sendiri 33,5%
  • Pensiunan PNS 39,3%, dan
  • Ibu rumah tangga 48,2%.

Favorit Netizen Pakai Internet untuk Chatting

Internet
Pengguna Internet Paling Senang Chatting

  • Sebanyak 19,6% pengguna menghabiskan lebih dari 8 jam dalam sehari untuk mengakses internet
  • Sebanyak 24,7% atau 42,3 juta orang menggunakan internet untuk chatting, sosial media sebanyak 18,9%, mencari lowongan kerja sebanyak 11,5%, mencari data terkait sekolah atau kuliah sebanyak 6,5%, serta untuk mengisi waktu luang 6,5%.
  • Sedangkan untuk belanja online, jumlahnya hanya 0,9% pengguna. Jualan online sebanyak 2,4%.

Baca Juga: 26 Bisnis Online Menjanjikan

95 Juta Netizen Belum Penah Belanja Online

Belanja Online
Masih Banyak Netizen RI Belum Pernah Belanja Online

Saat belanja online jadi alternatif berburu barang secara mudah dan cepat, ternyata masih banyak pengguna internet yang kurang update alias kudet.

  • Dalam laporan APJII, sebanyak 56% atau 95,8 juta orang dari total pengguna internet di Indonesia belum pernah belanja online
  • Sebanyak 18,8% pengguna beralasan karena mereka lebih suka membeli langsung dan barang langsung sampai di tangan
  • Sebanyak 12,2% pengguna mengaku belum bisa menggunakan aplikasi e-commerce
  • Sebanyak 9,5% pengguna khawatir barang tidak sampai
  • Sebanyak 9% pengguna beralasan belanja online rumit karena harus transfer.

“Jadi bayangkan belum pernah belanja online. Potensi ini, tentu bisa di convert jadi e-commerce shoppers," kata Sekjen APJII, Henri Kasyfi Soemartono, seperti dikutip Liputan6.com.

Sementara bagi netizen yang sudah pernah belanja daring paling banyak membeli sandang, buku, aksesoris, tas, dan barang elektronik. E-commerce favorit netizen saat berbelanja online, antara lain Shopee (11,2%), Bukalapak (8,4%), Lazada (6,7%), Tokopedia (4,3%), dan Traveloka (2,3%).

Facebook Jadi Sosmed Paling Sering Dikunjungi Netizen

Facebook
Facebook, Sosmed Paling Sering Diakses 

Dilihat dari konten internet, baik hiburan maupun sosial media (sosmed), Netizen Indonesia punya pilihannya sendiri. Untuk konten hiburan, pengguna internet paling senang:

  • Menonton film atau video sebanyak 45,3%
  • Main game sebanyak 17,1%
  • Mendengarkan musik sebanyak 14,6%
  • Menonton pertandingan sebanyak 5,9%
  • Karaoke sebanyak 1,6%

Tapi untuk sosmed, netizen paling kecanduan mengunjungi:

  • Facebook sebanyak 50,7% atau 86,8 juta orang
  • Instagram sebanyak 17,8% pengguna
  • Youtube sebanyak 15,1% pengguna.

Tingkatkan Literasi Penggunaan Internet

Meski sudah separuh penduduk Indonesia tercatat sebagai pengguna internet, namun kita perlu meningkatkan literasi penggunaan internet, terutama untuk akses keuangan kepada para petani dan buruh yang masih kurang melek. Kemajuan teknologi ini harus dirasakan manfaatnya bersama demi kesejahteraan rakyat Indonesia. 

Baca Juga: 25 Situs Populer untuk Anda yang Gemar Belanja Online