Sejarah dan Fakta Perjalanan TVRI yang Penuh dengan Lika-liku

Belakangan ini, Televisi Republik Indonesia atau TVRI yang merupakan televisi milik Pemerintah RI ini sedang menjadi pembicaraan hanya di berbagai media baik cetak, online ataupun televisi lain. Bagaimana tidak? Santer terdengar perihal Helmi Yahya yang secara tiba-tiba jabatannya selaku Direktur Utama (Dirut) TVRI Pusat, Jakarta dinonaktifkan sementara oleh Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik (Dewas LPP) TVRI pada 5 Desember 2019, kemarin.

Hingga saat ini, belum ada satupun dari pihak TVRI yang buka suara untuk memberikan keterangan lebih lanjut kepada khalayak menyoal alasan menonaktifkan mantan presenter kondang tersebut sebagai Dirut. Untuk menangani masa ini, pihak Kementerian Komunikasi dan Indormasi (Menkominfo) masih dalam tahap mediasi antara Helmi dan Dewas TVRI.

Namun, sejak berdirinya hingga sekarang ini, memang pada kenyataannya perjalanan TVRI penuh dengan lika liku alias tak pernah lepas dari masalah, baik dari sistem, kualitas konten yang masih diragukan masyarakat dan sebagainya. Akan tetapi, TVRI masih terus mencoba untuk memberikan tayangan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia.

Lalu, bagaimana dengan perjalanan panjang TVRI? Simak ulasannya dalam beberapa kumpulan fakta TVRI yang telah Cermati.com rangkum dari berbagai sumber berikut ini.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

tvri
TVRI via republika.co.id

Menjadi Televisi Pertama di Indonesia

Pembentukan TVRI berawal dari rencana Pemerintah Indonesia pada 1961 yang ingin mengadakan media massa televisi ke dalam projek pembangunan Asian Games IV di tahun berikutnya. Selang beberapa bulan menunggu proses persetujuan Pemerintah, akhirnya Presiden Soekarno memerintahkan untuk menyegerakan proyek televisi tersebut, mulai dari membangun studio di Senayan, pemancar hingga mempersiapkan program hingga tenaga kerja.

Cukup satu tahun persiapan, barulah TVRI mengadakan siaran percobaan pada Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 17 di Istana Merdeka. Namun, bukan pada tanggal 17 Agustus 1962 TVRI diresmikan, melainkan pada tanggal 24 Agustus 1962 TVRI resmi mengudara pertama kalinya dengan menyiarkan upacara pembukaan Asian Games IV di Gelora Bung Karno secara langsung.

Melebarkan Sayap Jadi TV Nasional

View this post on Instagram

A post shared by TVRI Nasional (@tvrinasional) on

Melalui Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, TVRI ditetapkan sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang berbentuk badan hukum yang didirikan oleh negara. Adapun tugas TVRI berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2005, yaitu memberikan pelayanan informasi, pendidikan dan hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan penyiaran televisi yang menjangkau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Agar semua tugas ini berjalan dengan maksimal, TVRI pun mulai bertahap melebarkan sayapnya hingga ke setiap kota di Indoensia alias membentuk Stasiun-stasiun Produksi Keliling atau SPK. SPK inilah yang akan menjadi perwakilan TVRI di daerah. Hingga saat ini TVRI telah memiliki 30 Stasiun Daerah dan 1 Stasiun Nasional, antara lain:

  1. TVRI Stasiun Aceh
  2. TVRI Stasiun Sumatera Utara
  3. TVRI Stasiun Sumatera Selatan
  4. TVRI Stasiun Bangka Belitung
  5. TVRI Stasiun Jakarta
  6. TVRI Stasiun Jawa Barat
  7. TVRI Stasiun Jawa Tengah
  8. TVRI Stasiun Yogyakarta
  9. TVRI Stasiun Jawa Timur
  10. TVRI Stasiun Bali
  11. TVRI Stasiun Sulawesi Selatan
  12. TVRI Stasiun Kalimantan Timur
  13. TVRI Stasiun Sumatera Barat
  14. TVRI Stasiun Jambi
  15. TVRI Stasiun Riau dan Kepulauan Riau
  16. TVRI Stasiun Kalimantan Barat
  17. TVRI Stasiun Kalimantan Selatan
  18. TVRI Stasiun Kalimantan Tengah
  19. TVRI Stasiun Papua
  20. TVRI Stasiun Papua Barat
  21. TVRI Stasiun Bengkulu
  22. TVRI Stasiun Lampung
  23. TVRI Stasiun Maluku dan Maluku Utara
  24. TVRI Stasiun Nusa Tenggara Timur
  25. TVRI Stasiun Nusa Tenggara Barat
  26. TVRI Stasiun Gorontalo
  27. TVRI Stasiun Sulawesi Utara
  28. TVRI Stasiun Sulawesi Tengah
  29. TVRI Stasiun Sulawesi Tenggara
  30. TVRI Stasiun Sulawesi Barat

Kalah Saing dengan Hadirnya Televisi Swasta

Meski TVRI milik negara dan memiliki program acara yang bagus-bagus mulai dari pendidikan, anak-anak, olahraga hingga berita dan lainnya, bukan berarti televisi ini menjadi yang diutamakan oleh masyakarakat Indonesia. Buktinya saja, sejak kemunculan televisi-televisi swasta, nama TVRI mulai tenggelam sebab masyarakat lebih tertarik dengan program-program acara yang disuguhkan oleh televisi swasta.

Dikutip dari Tirto.id, Apni Jaya Putra, Direktur Program dan Berita TVRI mengungkapkan, terdapat beberapa hal yang menyebabkan TVRI kalah saing, di antaranya Sumber Daya Alamnya yang kurang memadai, teknologi yang digunakan sudah tua dan tidak mau mengikut revolusi digital. Alhasil program acara yang dihasilkan standar dan pastinya tidak ada nilai jual.

Baca Juga: MNC Play, Alternatif Penyedia Layanan Jaringan Internet dan TV Kabel Terbaik

Keuangan yang Tak Membaik dan Sarang Korupsi

Televisi milik pemerintah tak menjamin semua sistem berjalan dengan baik dan benar. Buktinya saja, pada sistem keuangan TVRI hingga saat ini dicap pengelolaan keuangannya tidak benar.

Dilansir dari dari tirto.id, Presiden Joko Widodo kecewa dengan TVRI yang terus disclamer selama bertahun-tahun. Bahkan, Jokowi sudah memperingatkan TVRI dengan tegas untuk tidak memainkan APBN.

Bahkan tak sedikit yang beranggapan TVRI menjadi sarang korupsi pada petingginya. Berikut kasus korupsi yang ketahuan sejak 2001 hingga 2016:

  1. Sumitha Tobing selaku Dirut TVRI 2001 melakukan korupsi senilai Rp12,4 miliar dalam pengadaan peralatan siar TVRI.
  2. Nelwan Yus, pada 2007 terbukti korupsi menaikkan harga satuan acara senilai Rp803 juta
  3. Eddy Machmudi Effendi, Direktur Keuangan TVRI, terbukti korupsi pada 2012 senilai Rp14 miliar
  4. Pada 2013, TVRI terbukti menggunakan dana Jasa Siaran dan Non Siaran yang seharusnya disetorkan ke kas negara senilai Rp162 miliar

Sempat Kena Teguran dari KPI

Namanya juga media televisi, pastinya tak luput dari pengawasan pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Demi menjaga tugas TVRI berjalanan sesuai dengan aturan yang berlaku, KPI pun sempat melakukan beberapa kali teguran kepada pihak TVRI karena siaran yang tidak sesuai. Berikut daftar teguran yang diterima TVRI oleh KPI yang dikutip tirto.id:

  1. September 2013, TVRI melakukan siaran konvesi Partai Demokrat selama 2,5 jam
  2. Mei 2016 – November 2017, Teguran 11 kali pada program Indonesia Siang dan Indonesia pagi karena telah 3 kali mendapat peringatan: teguran, peringatan tertulis dan teguran tertulis yang melanggar sejumlah kode etik jurnalistik, pasal dalam Pedoman Perilaku Penyiaran KPI dan Standar Program Siaran KPI 2012.

Baca Juga: 15 Perusahaan Terbesar di Indonesia

Helmi Yahya Mulai Trobosan Baru

View this post on Instagram

A post shared by TVRI Nasional (@tvrinasional) on

Siapa yang tidak geregetan melihat TVRI yang tak mengalami perubahan sepanjang tahun. Akhirnya, semenjak resmi sebagai Dirut TVRI, Helmy Yahya memberanikan diri untuk merombak TVRI. Ia tak berjalan sendiri, melainkan Helmy juga dibantu oleh Apni untuk menciptakan TVRI menjadi lebih baik dan menayangkan program-program siaran yang menarik.

Dikutip dari cnnindonesia.com, beberapa tayangan yang punya harapan lebih agar banyak masyarakat yang kembali menonton TVRI, di antaranya:

  1. Juli 2018, Dapat hak siar laga pra musim International Champions Cups
  2. November 2018, Dapat hak siar divici championship kompetisi kasta kedua tertinggi liga Inggris, English Football League Championship, Carabao Cup dan Piala EFL
  3. 10 turnamen bulutangkis
  4. Sirkuit Nasional hingga 2021
  5. Liga Utama Inggris
  6. Tim Nasional Sepak Bola Indonesia untuk Kualifikasi bersama Piala Dunia FIFA 2022 serta Piala Asia AFC 2023
  7. Kerja sama dengan Discovery Channel

Selain itu, di sisi lain juga mengalami berbagai perubahan, antara lain logo yang terlihat lebih kekinian, mulai merekrut tenaga kerja yang muda dan berpotensi khususnya untuk pembaca berita dengan tujuan menggaet milenial serta laporan keuangan 2019 yang mendapat predikat WTP atau Wajar Tanpa Pengecualian. Padahal sebelumnya, dilansir dari detik.com, sejak 2014 -2016 laporan keuangan TVRI dicap disclaimer, kemudian tahun 2017 diberikan wajar dengan pengecualian atau WDP.

Bangganya lagi, berkat memperhatikan anak-anak Indonesia, TVRI yang membuat program tayang anak mulai pendidikan hingga hiburan, TVRI mendapat anugerah televisi raman anak dari KPI.

Berubah Menjadi Lebih Baik

Siapapun berhak untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, termasuk TVRI. Memang sebelumnya, banyak catatan hitam yang TVRI gores tapi bukan berarti kesempatan menjadi televisi terbaik Indonesia tak ada lagi. Kesempatan menjadi lebih baik akan terus ada asalkan setiap tenaga kerjanya mau bergotong royong untuk kerja sesuai dengan aturan, terbuka, disiplin dan tentunya mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Selain itu, perubahan baik itu juga akan terwujud bila banyak pihak yang mendukung.

Baca Juga: Ssst, Ternyata Ini Rahasia Sukses Gudang Garam Jadi Produsen Rokok Raksasa di RI