Selamat Hari Konsumen: Ini lho, Hak Konsumen saat Belanja Online!

Pernahkah saat belanja online, bukannya 'seneng', tapi malah 'nyesek'?

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) yang berada di bawah naungan Kementerian Perdagangan (Kemendag), mengingatkan masyarakat untuk menyadari hak-haknya sebagai konsumen, secara serentak melalui pesan singkat ke seluruh nomor pelanggan telekomunikasi.

Pesan singkat itu berisi: Bijaklah Bertransaksi Online, Lindungi Hak Anda Sebagai Konsumen. Selamat Hari Konsumen Nasional 20 April. Call Center 153.

Tak sedikit memang, orang merasa kecewa dengan barang dan jasa yang didapatkan dari belanja, baik secara offline maupun online.

Namun di era serba digital sekarang ini, transaksi online cukup banyak jadi pilihan untuk berbelanja. Tak ayal, potensi terbesar konsumen dirugikan adalah dari transaksi online.

Kerugian yang didapat konsumen dari belanja online pun beragam, mulai dari dari kondisi produk yang tak sesuai dengan tampilan di gambar, kualitas yang rendah bahkan buruk, hingga penipuan, dan masih banyak lagi.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Sadar Memiliki Hak sebagai Konsumen

Hak Konsumen
Kenali hak-hak konsumen

Untuk itu, kita sebagai konsumen, haruslah cerdas dengan mengetahui hak-hak yang kita miliki apabila memperoleh barang tidak sesuai atau pelayanan jasa yang tidak menyenangkan.

Bahkan hak-hak kita sebagai konsumen ini telah dilindungi oleh Undang-Undang No.8/1999 tentang Perlindungan Konsumen (UU PK).

Jadi, jangan abai akan hak-hak yang Anda miliki sebagai konsumen, ya? Jangan sampai Anda diam saja meski sudah dirugikan. Anda hanya perlu mengetahui hak-hak apa saja yang dimiliki oleh konsumen, dan bertindak untuk mengambil hak tersebut saat dirugikan.

Apa saja hak konsumen?

Secara umum, hak-hak konsumen terdiri dari:

  1. Hak memilih barang/jasa
  2. Hak mendapat informasi yang benar, jelas, dan jujur atas barang/jasa yang akan dikonsumsi
  3. Hak dilayani, diperlakukan dengan baik dan tidak diskriminasi
  4. Hak atas keamanan, kenyamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang
  5. Hak mendapat kompensasi dan ganti rugi
  6. Hak didengar pendapat dan keluhannya
  7. Hak mendapat barang/jasa sesuai nilai tukar dengan kondisi terjamin
  8. Hak mendapat advokasi dan perlindungan hukum, serta upaya penyelesaian sengketa

Nah, itulah hak-hak yang dimiliki konsumen secara umum. Tapi, sekarang ini yang namanya belanja bukan hanya belanja di toko secara langsung (offline) saja, tapi juga marak adanya belanja secara online. Lalu, bagaimana hak-hak bagi konsumen yang berbelanja online?

Baca Juga: Bingung Mau Usaha Apa? Jadilah Pebisnis Online

Hak Konsumen saat Belanja Online

Belanja Online
Ilustrasi belanja online

Secara garis besar, perlindungan atau hak-hak bagi konsumen yang melakukan belanja online dengan belanja offline itu sama saja. Namun, ada sejumlah pendekatan hukum perlindungan konsumen dalam transaksi jual beli/belanja secara online.

Artinya, transaksi atau belanja online ini ditambah mengacu pada Peraturan Pemerintah No.82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE), yang merupakan turunan dari UU No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Peraturan ini dibuat mengingat konsep dari transaksi atau belanja online cukup berbeda dengan belanja offline. Meski hukum yang berlaku dalam transaksinya sama, tapi yang membeda pada belanja online adalah penggunaan internet atau sarana telekomunikasi lainnya pada belanja online.

Maka, konsumen berhak tahu kewajiban-kewajiban apa saja yang harus dipenuhi oleh penjual atau produsen.

Lalu, apa saja kewajiban penjual online?

  1. Punya itikad baik dalam berbisnis
  2. Memberikan informasi yang benar, jelas, jujur mengenai kondisi dan jaminan barang/jasa, serta penjelasan penggunaan, perbaikan, dan pemeliharaan
  3. Melayanai dengan baik, jujur, dan tidak diskriminatif
  4. Jaminan mutu barang/jasa sesuai standar yang berlaku
  5. Memberi kesempatan konsumen untuk menguji, mencoba, dan memberi jaminan atau garansi
  6. Memberi kompensasi, ganti tugi, dan penggantian atas kerugian akibat penggunaan
  7. Memberi kompensasi, ganti rugi dan penggantian bila barang tidak sesuai dengan perjanjian

Berdasarkan UU PK, bila pelaku usaha tidak melakukan kewajiban atau melanggar, maka pidana paling lama 5 tahun atau pidana denda maksimal Rp2 miliar.

Nah, jika pelaku usaha/penjual ternyata menggunakan identitas palsu atau melakukan penipuan dalam jual beli online, maka pidana sesuai KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) tentang penipuan bisa dipidana paling lama 4 tahun penjara, dan UU ITE tentang menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik, dengan pidana paling lama 6 tahun penjara atau denda maksimal Rp1 miliar.

Baca Juga: Sering Bertransaksi Online? Simak Tips Aman Transaksi Internet Banking

Di Mana Bisa Melapor bila Konsumen Dirugikan?

Customer Komplain
Laporkan jika dirugikan saat belanja

Bila Anda mengalami atau merasa dirugikan dari kegiatan belanja, baik secara offline maupun online, ada beberapa pilihan yang bisa dilakukan untuk mengadukannya. Pelaporan juga bisa dilakukan dengan mendatangi langsung kantor layanan pengaduan konsumen, maupun secara online yang tentunya lebih praktis dan mudah.

Berikut layanan pengaduan konsumen yang ada di Indonesia, diantaranya:

1. YLKI

Alamat Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI):

Jl. Pancoran Barat VII No.1 Duren Tiga, Jakarta Selatan 12760

Pengaduan secara online dengan cara:

  • Buka situs resmi YLKI di http://pelayanan.ylki.or.id/
  • Klik kolom Buka Tiket Baru
  • Buat akun bila Anda belum terdaftar dengan klik Buat Akun Baru
  • Setelah terdaftar, Anda bisa melakukan Login
  • Masukkan Alamat E-Mail atau Nama Anda
  • Ketikkan Kata Sandi
  • Selanjutnya ikuti petunjuk yang ada untuk bisa melaporkan dan mengecek status tiket atau pengaduan Anda

2. BPKN

Alamat Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN):

Gedung I Lantai 8, Gedung Kementerian Perdagangan, Jl. M.I Ridwan Rais No.5, Jakarta Pusat 10110

Pengaduan secara online dengan cara:

3. Satu Layanan

Anda bisa memanfaatkan layanan ini untuk pelaporan, caranya:

  • Buka situs resmi pemerintah di http://satulayanan.id/
  • Pilih kategori layanan yang Anda inginkan
  • Klik icon jenis layanan yang dipilih
  • Anda akan diberikan panduan untuk langkah selanjutnya

4. LAPOR!

Anda bisa memilih langsung pengaduan ke layanan konsumen di Layanan Aspirasi dan pengaduan Online Rakyat (LAPOR!), dengan cara:

  • Buka situs resmi LAPOR! di https://www.lapor.go.id/
  • Anda bisa langsung login menggunakan akun Facebook atau Twitter yang tertera pada kolom akses LAPOR!
  • Atau bisa mendaftar/membuat ID LAPOR! terlebih dahulu dengan mengisi kolom E-Mail, Konfirmasi E-Mail, Nama Depan, Nama Belakang, Passowrd, Konfirmasi Password
  • Klik Daftar Lapor
  • Dan ikuti petunjuk yang ada untuk melaporkan pengaduan

5. Media Sosial

Anda juga bisa mengadukan ke media sosial institusi terkait sesuai dengan kategori keluhan, salah satunya misalnya: Twitter dan Facebook Kementerian Perdagangan di @KEMENDAG

Nikmati Transaksi Belanja dan Jadilah Konsumen Cerdas

Saat berbelanja, tak selamanya mendapatkan produk yang sesuai dengan harapan. Pun demikian ketika menggunakan jasa yang tak selalu menyenangkan. Nah, kesalahan itu bersumber dari pemilik usaha, maka sudah sepatutnya sebagai konsumen untuk memperjuangkan hak-hak kita. Jadilah konsumen cerdas dan nikmati transaksi belanja Anda.

Baca Juga: Harga Beras Makin Mahal, Simak Tips Belanja Hematnya!