Seperti Apa Peran Manajer Investasi dalam Mengelola Reksa Dana? Cek di Sini

Di Indonesia beberapa jenis investasi sedang berkembang. Salah satunya adalah reksa dana. Sebagaimana namanya, reksa dana merupakan wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal kemudian diinvestasikan ke dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.

Dalam reksa dana, peran Manajer Investasi ini begitu penting karena tidak hanya menentukan kinerja, tetapi memastikan dana yang diinvestasikan terkelola dengan baik. Karena itu, sebagai investor atau pemilik dana investasi, kita perlu benar-benar memahami tugas, fungsi, dan kewajiban Manajer Investasi dengan baik.

Baca Juga: Lebih Untung Investasi Emas atau Reksa Dana? Ini Penjelasannya

Apa Tugas dan Kewajiban Manajer Investasi?

Manajer Investasi Reksa Dana Terbaik

Manajer Investasi Membantu Menjelaskan Reksa Dana pada Investor via shutterstock.com

 

Manajer Investasi dalam mengelola dana investasi berpedoman pada poin-poin yang terdapat di prospektus reksa dana. Prospektus ini merupakan ringkasan kontrak investasi. Manajer Investasi akan memilih instrumen investasi tempat dana akan ditempatkan, seperti saham, obligasi, produk deposito, ataupun surat berharga, sesuai pilihan reksa dana. Karena itu, kinerja dan keberhasilan investasi reksa dana dipengaruhi kepiawaian Manajer Investasi.

Kewajiban Manajer Investasi pada investor ialah menghitung dan melaporkan nilai investasi reksa dana. Sebab investor perlu mengetahui setiap saat berapa posisi nilai investasinya pada reksa dana.

Perhitungan yang dilakukan Manajer Investasi ini berdasarkan tata cara yang sudah menjadi kesepatakan agar hasil perhitungannya akurat dan fair. Nah, dari laporan manajer investasi ini, para investor dapat mengevaluasi kinerja reksa dana.

Atas tugas dan kewajiban manajer investasi, para investor ini akan membayarnya melalui pemotongan biaya. Besarnya pemotongan untuk fee Manajer Investasi ini dihitung berdasarkan persentase yang telah ditentukan dari nilai aset yang harus dikelola dan dicantumkan terbuka pada prospektus reksa dana yang dapat dibaca semua calon investor saat atau sebelum membeli reksa dana.

Cek Ini Dahulu Sebelum Memulai Investasi Reksa Dana

Reksa Dana Indonesia

Salah Satu Investasi yang Kini Dilirik adalah Reksa Dana via shutterstock.com

 

Untuk memulai kegiatan operasionalnya, Manajer Investasi harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  Izin ini digunakan sebagai verifikasi secara sah dari OJK sekaligus untuk mengawasi Manajer Investasi selama menjalankan tugasnya.

Tujuan OJK melakukan hal tersebut ialah untuk menghindari terjadinya kerugian yang nantinya ditanggung investor atau penipuan berkedok investasi. Dengan begitu, penyelewengan dana investor dapat dihindari.

Meskipun memiliki peranan yang sangat penting, kerap ditemui investor reksa dana tidak memverifikasi dan mengevaluasi latar belakang Manajer Investasi. Mereka yang ingin berinvestasi biasanya akan tergiur dengan return yang ditawarkan sehingga kurang memberi perhatian.

Untuk itulah, sebagai investor kita perlu melakukan beberapa hal sebelum benar-benar memulai investasi reksa dana ini.

1. Pastikan Perizinannya Sah dan Legal

Hal yang paling penting dan utama dalam menentukan Manajer Investasi reksa dana adalah dengan mengecek izin yang diberikan OJK. Cek dan teliti keabsahannya. Untuk memastikan Manajer Investasi yang hendak dipilih itu terdaftar dan memiliki izin dari OJK, bisa dilihat di dalam prospektus reksa dana.

2. Cari Tahu Latar Belakang dan Pengalaman Manajer Investasi

Mengenali bagaimana track record dan pengalaman Manajer Investasi mengurangi risiko kerugian investasi yang akan dilakukan. Dengan memilih Manajer Investasi, kita tidak perlu khawatir. Setidaknya, ada jaminan atas dana investasi yang ditaruh dalam reksa dana.

Cara mengetahui informasi mengenai Manajer Investasi, investor dapat melihatnya di prospektus reksa dana. Di bagian tersebut dijelaskan cukup mendetail mengenai pemilik, lama beroperasi, pengalaman mengelola reksa dana, dan keahlian serta pengalaman tim pengelola investasi.

3. Pengecekan Silang ke Sumber Terpercaya

OJK sebagai lembaga independen memiliki informasi yang cukup lengkap mengenai Manajer Investasi yang akan dipilih. Bisa dengan cara mengakses website resmi OJK. Pengecekan silang ini dapat dilakukan dengan membandingkan informasi di prospektus dengan informasi yang ada di website OJK.

Website OJK juga menyajikan data Manajer Investasi yang pernah mendapat peringatan atau sanksi karena melakukan pelanggaran terhadap aturan pasar modal. Ini dapat menjadi catatan penting bahwa Manajer Investasi yang dipilih bersih dari pelanggaran.

Baca Juga: Investasi Reksa Dana: Manfaat dan Risiko yang Harus Dihindari

Jangan Sampai Salah Memilih Manajer Investasi

Dengan mengacu pada tugas dan kewajiban Manajer Investasi, apabila salah menentukan Manajer Investasi bukannya untung yang diraih, melainkan kerugian karena kurang piawai dalam mengelola dana investasi. Bahkan, lebih parahnya bisa saja menjadi korban penipuan investasi palsu.

Baca Juga: Antara Reksa Dana Saham dan Pasar Uang, Mana yang Lebih Menguntungkan?