Seperti Cinta, Mau Naik Haji Juga Butuh Komitmen dan Perjuangan

Setiap umat Islam pasti mendambakan pergi ke Tanah Suci untuk berhaji. Menunaikan rukun Islam ke-5, mulai dari niat ihram, menjalankan tawaf, sa’i, wukuf, tahalul sampai dengan tertib. Sehingga sempurnalah ibadahnya dan menjadi haji mabrur.

Menunaikan ibadah haji tidak seperti umroh. Butuh persiapan matang, bukan saja soal fisik, tapi juga dananya. Kalau biaya umroh mulai dari Rp20 juta, biaya haji reguler mulai dari Rp31 juta (tergantung embarkasi).

Belum lagi antrean atau daftar tunggu haji sampai belasan tahun lamanya. Paling cepat 11 tahun, dan paling lama hingga 30 tahun. Oleh karena itu, jika Anda betul-betul punya niat berhaji, ikhtiar saja dulu dengan cara menabung atau mengumpulkan uang di bank. Membuka rekening khusus atau tabungan haji.

Begitu sudah mencapai Rp25 juta, Anda sudah bisa mendaftar haji ke kantor Kementerian Agama (Kemenag) untuk mendapatkan kepastian berangkat atau nomor porsi haji reguler. Bila ingin merencanakan anggaran ibadah haji, baik sendiri maupun bersama pasangan atau keluarga, ikuti tahapan berikut ini:

Baca Juga: Cara dan Syarat Buka Tabungan dan Daftar Haji di Kemenag

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

1. Hitung biaya haji

haji
Hitung biaya haji 

Setelah ada niat untuk naik haji, hal pertama yang harus Anda pikirkan adalah soal biaya. Bedanya haji reguler dengan haji khusus, paling mencolok ada di biayanya. Ongkos Naik Haji (ONH) atau Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) reguler tahun 2019 sebesar Rp35.235.602 per jemaah.

Biasanya biaya haji reguler akan naik setiap tahun tergantung keputusan pemerintah dan DPR. Sedangkan ONH plus dipatok minimal USD8.000 atau setara Rp112 juta (kurs Rp14.000 per USD).

Biayanya 3 kali lebih mahal ya daripada haji reguler. Untuk setoran awal haji reguler sebesar Rp25 juta, dan haji khusus sekitar USD4.000 atau setara Rp56 juta. Anda juga nih Haji Furoda, berangkat haji tanpa antre yang biayanya mulai dari USD14.000-an atau sekitar Rp196 jutaan.

Lama program haji reguler 40 hari, sedangkan haji khusus sekitar 30-40 hari. Atau yang VIP yang menawarkan lama perjalanan sekitar 14 hari. Nah jika sudah tahu kisaran biaya haji, maka pilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial Anda. Jangan memaksakan diri, karena berhaji itu ditujukan bagi yang mampu.

2. Kumpulkan uang dan daftar haji

haji
Kumpulkan uang untuk biaya haji dan daftar haji via Website OJK

Tahap selanjutnya adalah mengumpulkan biaya haji. Jika Anda memilih dengan cara menabung di bank, pilih bank syariah terpercaya dan sudah menjadi partner Kemenag. Buat rekening khusus tabungan haji agar dana tidak bisa diganggu gugat.

Kalau membuat rekening biasa atau konvensional, khawatirnya Anda akan menarik uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan. Bisa jadi malah untuk sesuatu yang tidak penting. Jadi agar lebih aman, pilih tabungan khusus haji.

Dalam hal ini, Anda harus komitmen menabung sesuai kemampuan. Misalnya kemampuan Anda menabung Rp300 ribu atau Rp500 ribu per bulan. Tak apa, asalkan rutin. Taruhlah Anda menabung Rp500 ribu per bulan, maka untuk mencapai Rp25 juta sebagai syarat setoran pendaftaran haji reguler ke Kemenag, berarti Anda perlu waktu 50 bulan (4 tahun 2 bulan).

Bila ingin haji khusus dengan setoran awal sekitar Rp56 juta, artinya lama menabung 112 bulan (9 tahun 4 bulan). Begitu tabungan Anda mencukupi untuk membayar setoran awal haji, maka pihak bank akan menawari Anda supaya mendaftar haji agar segera mendapatkan nomor porsi haji.

Baca Juga: Daftar Paspor Online? Ini Cara Buat Paspor Online yang Perlu Anda Tahu

3. Lunasi sisa biaya haji dengan terus menabung atau investasi

haji
Lunasi sisa biaya haji dengan menabung atau investasi

Kalau sudah memperoleh nomor porsi haji, jangan berhenti menabung. Karena Anda masih punya kewajiban untuk melunasi sisa biaya haji. Bila biaya haji reguler sekitar Rp35 juta, berarti kekurangan Anda sekitar Rp10 juta. Sedangkan untuk haji khusus, kekurangan ONH Plus sekitar Rp56 juta.

Jadi teruskan menabung. Dengan menyisihkan uang Rp500 ribu per bulan, artinya Anda dapat melunasi sisa biaya haji dalam kurun waktu 20 bulan (1 tahun 8 bulan). Sedangkan sisa biaya haji khusus, Anda butuh waktu lagi 112 bulan untuk bisa melunasinya.

Itu baru pelunasan biaya haji bila tak terjadi kenaikan setiap tahun. Jika biayanya naik, tentu saja Anda harus memiliki dana lebih untuk berjaga-jaga. Belum untuk kebutuhan selama di sana, misalnya jajan atau belanja oleh-oleh, pasti butuh duit lagi yang harus dipersiapkan dari sekarang.

Selain menabung, Anda punya cara lain untuk melunasi biaya haji dan kebutuhan lainnya, yakni berinvestasi. Sambil menunggu antrean haji yang panjang, Anda dapat menyisihkan uang Rp500 ribu ke instrumen investasi, seperti logam mulia maupun reksadana. Pilih saja yang menurut Anda aman, memberikan imbal hasil baik, dan pastinya tidak tergerus inflasi.

4. Menulis surat wasiat sebelum berangkat haji

warisan
Menulis surat wasiat sebelum berangkat haji

Sebelum berangkat haji, Anda perlu memikirkan bahwa saat berhaji nanti akan meninggalkan aktivitas duniawi dalam waktu lama. Oleh karenanya, Anda harus memikirkan siapa yang akan mengerjakan pekerjaan Anda, serta mengatur harta atau aset yang dimiliki.

Usia tidak ada yang tahu. Berhaji pun ada risikonya. Salah satunya risiko kematian. Jadi, sebelum berangkat haji, sebaiknya Anda menulis surat wasiat. Harta-harta Anda akan jatuh ke tangan siapa saja, misalnya anak-anak atau keluarga yang lain.  

Perlu diingat, saat membuat surat wasiat, jangka waktu berlakunya surat tersebut hanya sampai masa ibadah haji Anda selesai. Begitu ibadah selesai dan berjalan lancar, Anda kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat wal’afiat, maka Anda dapat menarik kembali surat wasiat terus.

Ibadah Juga Butuh Komitmen dan Ikhtiar

Punya banyak uang, kalau Allah belum mengizinkan, maka tidak akan pernah menginjakkan kaki ke Tanah Suci. Tapi begitu ada niat beribadah haji, maka tugas manusia adalah berikhtiar atau berusaha.

Salah satunya mengumpulkan biaya haji. Jalankan saja ikhtiar tersebut sejauh kemampuanmu. Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Bukan cuma cinta yang butuh komitmen dan perjuangan, ibadah haji pun demikian. Semangat mencari ridho-Nya.

Baca Juga: Informasi Terbaru: Biaya Haji, Lama Antrean, dan Cara Persiapkan Dana Haji