Siap-Siap! Selebgram dan Youtubers juga Dikenakan Wajib Bayar Pajak

Internet dan sosial media saat ini sudah sangat canggih, tidak hanya mempermudah kegiatan sehari-hari tapi juga bisa menghasilkan uang. Kepopuleran platform online dan sosial media saat ini tidak hanya bisa mempermudah kita mendapatkan informasi dan hiburan tapi juga menciptakan beberapa pekerjaan baru yang sedang banyak diminati saat ini yaitu selebgram dan youtuber.

Berawal hanya dari sekedar hobi mengupload foto-foto menarik atau vlogging tutorial makeup atau travelling sekarang telah menjadi sebuah pekerjaan profesional yang bahkan memiliki agensi khusus dan penjadwalan yang rapih layaknya sebuah tayangan resmi untuk sebuah media televisi dengan hasil yang menjanjikan bahkan untuk para influencer yang sudah sangat populer pun bisa mendapatkan keuntungan hingga puluhan juta rupiah hanya dari satu endorsement.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Sumber Uang para Selebgram dan Youtuber

Sumber Uang para Selebgram dan Youtuber

Jadi pekerjaan impian banyak orang saat ini, selebgram dan youtuber pun dinilai sebagai pekerjaan dengan penghasilan yang lumayan tinggi. Ada beberapa sumber uang yang jadi ladang uang untuk para influencer ini, terutama yang sudah sangat populer. Ini dia sumber uang para influencer media online yang jadi alasan kenapa pekerjaan ini jadi pekerjaan impian banyak orang:

1. Endorsement

Ini adalah tipe sumber uang yang paling umum untuk para influencer media online saat ini. Dimana para produsen akan membayar para youtuber untuk menggunakan barang-barangnya kedalam video atau akun sosial media mereka.

2. Google Adsense

Google Adsense adalah sejenis banner yang muncul di bawah video secara random saat video berlangsung.

3. Youtube

Youtube pun memberikan uang kepada pengisi konten youtube (youtubers) dengan menaruh pop-up iklan pada awal video, tengah video dan akhir video tergantung dari berapa lama durasi video tersebut. Iklan pop-up dari youtube ini biasanya hanya diperuntukan untuk video populer atau video dari akun youtube populer.

4. Patreon

Patreon adalah salah satu platform lain yang bekerja sama dengan youtube sebagai sumber uang lain untuk para Youtuber. Di platform ini para penggemar akan diharuskan membayar perbulannya untuk setiap akun youtube atau influencer online yang mereka sukai jika ingin menonton video eksklusif lain dari artis favoritnya yang tidak bisa ditonton secara langsung di akun youtubenya atau sosial medianya.

Dari semua tipe penghasilan untuk Youtuber, endorsement adalah sumber uang paling besar dan paling sering diterima. Bahkan banyak dari para Youtuber saat ini yang tadinya hanya berawal dari kontrak endorsement menjadi bintang iklan sungguhan dengan nilai kontrak ratusan hingga miliaran rupiah.

Berdasarkan fakta ini pemerintah pun memutuskan bahwa mulai saat ini untuk yang berprofesi sebagai influencer online seperti selebgram dan youtuber yang telah memiliki penghasilan diatas PTKP berkewajiban melapor dan membayar pajak setiap tahunnya.

Baca Juga: Ingin Jadi Influencer Sukses? Kenali Dulu Influencer Marketing dan Ikuti Tipsnya

Kewajiban Influencer Online Bayar Pajak Diatur dengan Pph 21 atau Pph 23

Bayar Pajak

Pph yang dikenakan oleh para selebgram dan youtuber ini sama dengan Pph yang dikenakan oleh para pekerja seni (artis) lain. Menurut Ditjen Pajak para influencer online terbagi menjadi 2 kategori yang berada dibawah agensi (pembayaran melalui pihak ketiga) dan yang indpendent. Kedua kategori ini pun memiliki pasal Pph yang berbeda juga.

Pph 23 dikenakan untuk para selebgram dan youtuber yang memiliki agensi yang menaunginya. Pph 23 adalah Pph yang ditunjukan kepada karyawan yang bekerja pada perusahaan. Pasal ini dikenakan untuk para influencer online yang memiliki agen yang mengurus dan mengatur endorsement dan transaksi pembayar sebagai pihak ketiga bisa mengikuti aturan pasal Pph 23 untuk melapor dan membayar pajak penghasilan tahunan.

Sedangkan untuk para influencer online yang tidak memiliki agensi alias independent dikenakan Pph 21. Pph 21 biasa digunakan untuk para pekerja seni yang memang tidak memiliki agensi bahkan manajer dan Pph 21 pun biasa digunakan juga untuk para freelancer dan karyawan swasta.

Untuk melancarkan kebijakan baru ini, para influencer online yang diperkirakan telah memiliki penghasilan minimal diatas Rp67.500.000 (PTKP 2019) diwajibkan memiliki NPWP untuk kepentingan membayar pajak.

Baca Juga: Tips Mendulang Uang Lewat YouTube

Tujuan Dikeluarkannya Peraturan Influencer Populer Wajib Bayar Pajak

influencer bayar pajak

Bisa memiliki penghasilan diatas rata-rata, pemerintah pun ingin membuat peran seorang influencer sebagai salah satu penyokong ekonomi di Indonesia. Dengan mengeluarkan kebijakan dan peraturan mengenai kewajiban ini para selebgram dan youtubers yang sudah memiliki penghasilan ratusan juta hingga miliaran rupiah pertahunnya untuk berkewajiban melapor dan membayar pajak setiap tahunnya.

Pengenaan pajak ini pun bertujuan untuk memberikan rasa keadilan terhadap para  jasa promosi di media konvensional seperti televisi, koran, majalah dan radio yang telah dikenakan pajak. Dari undang-undang pajak untuk Youtuber dan selebgram ini, pemerintah ingin menekankan bahwa bayaran iklan atau penghasilan yang didapat dari sosial media tetaplah penghasilan yang wajib dilaporkan layaknya artis yang bekerja untuk media tv atau media lainnya.

Tidak hanya Berkarya tapi juga Taat Bayar Pajak

Sebagai warga negara yang baik tentu saja kewajiban membayar pajak adalah tuntutan yang harus dipenuhi terutama yang sudah berpenghasilan di atas rata-rata.

Apakah kamu juga merupakan salah satu influencer online yang juga berpenghasilan lumayan? Maka pastikan kamu juga wajib bayar pajak. Jangan hanya jadi panutan dan inspirasi di dunia maya tapi juga dikehidupan sehari-hari. Bantu bangsa berkembang tidak hanya dengan menyuguhkan content yang positif dan mendidik tapi juga menjadi warga negara yang baik dan taat bayar pajak.

Baca Juga: Berpenghasilan Ratusan Juta per Bulannya, Ini dia Youtubers Paling Kaya di Indonesia