Tabungan Rencana : Apa Dan Bagaimana Mengenal Jenisnya?

Hampir semua orang tahu apa itu tabungan. Setidaknya, kebanyakan orang mengerti bahwa tabungan berfungsi sebagai cadangan saat situasi darurat terjadi. Tabungan biasanya berupa uang dan kini lebih banyak disimpan dalam rekening di bank. Selain lebih terjamin keamanan, menyimpan tabungan di bank dipilih banyak orang karena ada iming-iming bunga dari pihak bank, meskipun berarti nasabah juga harus membayar biaya administrasi tiap bulannya. Selain sebagai dana cadangan untuk keperluan yang mendadak dan mendesak, banyak orang menabung untuk mempersiapkan masa depan ataupun guna memenuhi keinginan pada suatu hari kelak. Namun, sebagian orang merasa kecewa karena tabungan yang disimpannya pada suatu bank cenderung tidak mengalami pertumbuhan signifikan, bahkan terkadang nilainya malah menurun.

Harus dipahami, kondisi tidak bertumbuhnya nilai tabungan Anda di tabungan biasa di bank dipengaruhi oleh suku bunga untuk tabungan konvensional yang hanya berkisar 0,5-2 persen per tahun. Andaikan saja tabungan Anda di bank ada Rp6 juta, bunga per tahun yang Anda dapat dengan suku bunga tertinggi 2 persen cuma senilai Rp120.000. Itu per tahun. Anda harus membaginya dengan 12 untuk memperoleh nilai bunga tiap bulan, yakni Rp10.000. Padahal seperti diungkap di atas, ada biaya administrasi yang mesti Anda bayarkan untuk tabungan konvensional yang dimiliki di bank. Besarannya berbeda-beda tiap bank. Namun sebagai contoh, Mandiri mengenakan biaya administrasi Rp11.000 per bulan untuk tiap pemilik rekening tabungan konvensional. Dari angka tersebut saja telah terlihat, bukan untung yang Anda dapat. Anda bahkan merugi Rp1.000 per bulan dari tabungan senilai Rp6 juta.

Bagi Anda yang ingin menjadikan tabungan sebagai persiapan masa depan atau hari tua, ada baiknya mulai melirik ke arah tabungan rencana. Dari tabungan jenis ini, Anda bisa mulai berinvestasi untuk keinginan masa depan Anda sebab bunganya lebih besar dibandingkan tabungan konvensional. Sebagian orang menganggap tabungan rencana sama seperti deposito ataupun reksadana.  Memang ada persamaan perihal tidak mudahnya pengambilan dana sebelum jangka waktu yang telah ditetapkan. Namun dibandingkan deposito ataupun reksadana, bunga tabungan rencana cenderung lebih kecil. Meskipun demikian, tetap saja persentasenya lebih tinggi dibandingkan bungan tabungan konvensional biasa.

Jenis tabungan rencana ini bermacam-macam tergantung kebutuhan Anda. Tabungan rencana hari tua dan tabungan rencana pendidikan menjadi dua jenis tabungan rencana yang peminatnya membeludak. Selain itu, ada pula tabungan rencana pernikahan ataupun tabungan rencana kepemilikan rumah.

Baca Juga : 4 Manfaat Menabung dengan Tabungan Berjangka

Sebelum mulai membuka tabungan rencana, Anda harus mengerti mekanisme yang ada dalam jenis tabungan yang satu ini. Mekanisme tersebut perlu dipahami agar Anda mengerti bagaimana cara memenuhi target rencana dan tidak melanggar aturan main yang telah ditetapkan oleh bank. Anda dapat menanyakan kepada pihak bank mengenai mekanisme tabungan rencana.

Berikut mekanisme tabungan rencana yang harus Anda ketahui :

 

1.  Sistem Autodebet

  Sistem Auto debet

Sistem autodebet via selasar.com

 

Sebelum hendak membuat tabungan rencana, pastikan Anda sudah memiliki tabungan konvensional atau tabungan reguler di bank yang bersangkutan. Ini penting karena tabungan rencana bersistem autodebet alias dananya ditarik langsung tiap bulan secara otomatis dari tabungan konvensional di bank yang sama. Sistem ini dipilih karena tabungan rencana memaksa Anda untuk menyisihkan sebagian uang Anda tiap bulan guna memenuhi impian yang ingin diwujudkan. Dengan sistem penarikan otomatis ini, Anda tidak punya alasan lupa membayar.

Karena itu, jika Anda belum memiliki tabungan konvensional yang memiliki program tabungan rencana sesuai keinginan Anda, segera buatlah tabungan reguler tersebut. Pastikan pula bahwa dana untuk tabungan rencana Anda selalu tersedia dan mencukupi tiap bulannya dalam rekening konvensional tersebut. Jika dananya tidak ada, Anda dapat terkena sanksi berupa denda.

Baca Juga: Kenali 7 Jenis Tabungan Di Indonesia Ini Agar Tidak Salah Pilih

2. Setoran

Setoran

Setoran via cdn.yourarticlelibrary.com

 

Anda tidak perlu takut membayangkan nilai setoran yang harus besar untuk membuka tabungan rencana. Karena pada umumnya, setoran minimum untuk jenis tabungan yang satu ini hanya Rp100.000. Setoran ini akan diambil secara otomatis tiap bulannya dari tabungan konvensional Anda. Dalam setoran di tabungan rencana, Anda juga memiliki fleksibilitas untuk mengubah setoran tiap bulannya. Sebagai contoh, nilai setoran minimum Anda Rp100.000, dapat karena bulan ini Anda mendapat penghasilan lebih, Anda menyetorkan Rp300.000 ke rekening tabungan rencana. Namun pada bulan berikutnya, Anda boleh kembali menyetorkan uang senilai Rp100.000.

Pada intinya, Anda dapat mengubah-ubah nominal setoran dengan pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak bank. Konfirmasi ini penting karena jika nilai setorannya terus berubah-ubah, target tabungan rencana Anda akan dievaluasi. Ada bisa menyetor berapa saja yang diinginkan asalkan nilainya tidak kurang dari setoran minimum yang telah disepakati sebelumnya.

 

3. Memiliki Kontrak Jangka Waktu

Memiliki Kontrak Jangka Waktu

Memiliki Kontrak Jangka Waktu via flights.com

 

Ketika mengikuti program tabungan rencana, Anda tidak bisa seenaknya mengambil dana yang tersimpan dalam rekening. Anda juga tidak bisa tiba-tiba menghentikan setoran rutin Anda sebab telah tertuang perjanjian kontrak jangka waktu dengan pihak bank pada awal pembukaan tabungan jenis tersebut. Jangka waktu dari tabungan rencana berbeda-beda. Pada umumnya, kontrak tabungan ini berkisar 1-20 tahun. Bahkan ada juga yang menerapkan jangka waktu 50 tahun untuk tabungan rencana pensiun. Selama jangka waktu tersebut, Anda “dipaksa” untuk menyetor dana tiap bulan yang diambil secara otomatis dari tabungan konvensional Anda di bank tersebut. Selama kontrak berlangsung pula, Anda akan sulit mengambil dana yang telah terkumpul di rekening tabungan rencana Anda.

Sebagai contoh, Anda ingin membuat tabungan rencana pendidikan untuk buah hati Anda yang baru lahir. Sebelumnya Anda telah memperkirakan biaya masuk sekolah dasar (SD) dalam enam tahun ke depan sebesar Rp 18 juta. Untuk itu, Anda mengambil tabungan rencana dengan kontrak jangka waktu enam tahun. Berarti tiap bulannya setoran yang harus ada adalah Rp250.000.

Dalam enam tahun tersebut, setoran Anda yang tiap bulan ditarik secara otomatis dari rekening konvensional tidak dapat diambil. Ini agar hingga jangka waktu yang telah ditentukan, nilai tabungan ada bisa sesuai rencana, bahkan diharapkan lebih karena ada bunga. Keuntungan dari bunga ini berguna sebagai antisipasi jika perkiraan Anda meleset akibat inflasi yang tinggi.

Jika memaksa mengambil dana dalam tabungan rencana sebelum kontrak jangka waktu berakhir, Anda dapat terancam denda. Nilai denda ini berkisar 1-2 persen dari target yang ingin diraih. Jadi jika Anda menargetkan dana Rp 12 juta namun mengambil dana yang ada di tengah jalan, Anda harus membayar Rp120.000-240.000 kepada pihak bank.

Setelah periode kontrak jangka waktu berakhir, pihak bank akan mengalihkan dana tabungan rencana Anda ke tabungan konvensional. Biasanya pihak bank akan memberi tahu  terlebih dahulu perihal hal tersebut kepada Anda. Inilah alasan lain dibutuhkan tabungan konvensional saat hendak membuka tabungan rencana pada bank tertentu.

 

4. Bunga Lebih Besar

Bunga lebih besar

 

Bunga Lebih Besar via wordpress.com

 

Inilah yang membuat tabungan rencana lebih menguntungkan bagi Anda yang ingin menyusun masa depan. Bunganya yang lebih besar daripada bunga tabungan konvensional akan membuat nilai tabungan Anda sedikit bertumbuh. Persentase bunga tabungan rencana memang tidak lebih besar daripada deposito maupun reksadana, namun jangka waktunya yang lumayan lama membuat angka di rekening Anda lebih terkendali dan bertumbuh signifikan sebab ada konsep bunga-berbunga dari bank.

Bunga yang lebih besar ini juga membuat tabungan rencana Anda tidak tergerus biaya administrasi. Biaya tersebut memang akan tetap ada, namun  bunga tabungan Anda akan menutupinya. Lagipula, tidak dapat diambilnya uang yang ada di tabungan rencana membuat dana yang terkumpul kian lama kian besar. Bunganya pun akan semakin bertambah.

Mengenai penetapan bunga, tiap bank menerapkan aturan yang tidak serupa. Ada yang memberikan bunga dengan skema tetap, ada pula yang menetapkan skema bunga yang mengambang. Dengan skema tetap, bunga untuk tabungan rencana Anda akan terus sama hingga kontrak Anda berakhir. Namun dengan skema mengambang, bunga diberikan sesuai keadaan pasar dan persentasenya bisa saja berubah-berubah tiap bulannya.

 

5. Disertai Asuransi

Disertai asuransi

Disertai Asuransi via affairscloud.com

 

Hal menyenangkan lainnya dari tabungan rencana adalah tabungan ini pada umumnya memiliki proteksi kesehatan dan jiwa bagi Anda. Tepatnya, dengan memiliki tabungan rencana, secara tidak langsung Anda telah mengasuransikan kesehatan Anda. Jadi saat sakit menyerang, Anda bisa mengajukan klaim guna biaya pengobatannya. Nilainya tergantung dari pihak bank tempat Anda menabung.

Dengan asuransi jiwa pula, Anda bisa tenang merencanakan masa depan yang sebelumnya telah dipersiapkan. Melalui asuransi ini, Anda tidak perlu khawatir keberlanjutan tabungan rencana Anda andai kata Anda meninggal dunia. Apabila kondisi tersebut terjadi, pihak bank akan menanggung kewajiban setor yang masih tersisa.

 

Keuntungan Lainnya 

Meskipun bunganya lebih kecil daripada deposito maupun reksa dana, tabungan rencana tetap dapat mengantisipasi inflasi yang mungkin terjadi. Selain itu, adanya kontrak jangka waktu membuat tabungan jenis ini sangat cocok bagi Anda yang sulit mengendalikan neraca tabungan. Untuk itu tabungan rencana patut Anda pertimbangkan sebagai investasi dana Anda selanjutnya. Selama berinvestasi teman cermat.

Baca Juga : Kenali 7 Jenis Tabungan Di Indonesia Ini Agar Tidak Salah Pilih