Ternyata, 7 Hal Ini Harus Dihindari Saat Membangun Perumahan

Membangun Rumah

Banyak hal yang harus diperhatikan ketika membangun sebuah proyek, terutama perumahan. Kesalahan saat membangun akan mempengaruhi proses penjualan perumahan di masa depan.

Untuk meminimalisir terjadinya kesalahan, hindari hal-hal berikut ini saat membangun proyek perumahan:

Anda Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

1. Tidak memperhatikan karakter tanah

Sebelum membeli lahan, perhatikan karakter tanahnya. Proses pembangunan akan terhambat apabila tekstur tanah terlalu lunak. Untuk itu, pilih tanah yang memiliki tekstur padat, seperti tanah yang ada di daerah perkotaan.

Namun, harga tanah di perkotaan sangat mahal. Untuk menghemat biaya, Anda bisa melirik tanah yang ada di pedesaan atau daerah pedalaman. Pastikan lokasi tanah jauh dari daerah pantai, sungai, atau waduk karena tekstur tanahnya sangat lembek.

2. Mengabaikan kelengkapan dokumen tanah

Ternyata, tidak semua tanah dilengkapi dengan sertifikat. Masih ada beberapa tanah yang tidak bersertifikat, terutama tanah yang berada di daerah pedalaman. Tanah yang tidak bersertifikat terlalu berisiko untuk dijadikan perumahan. Bisa-bisa sebelum proyek selesai, tanah digugat oleh pemilik lama.

Belilah tanah yang sudah memiliki sertifikat karena lebih aman untuk dikelola. Menariknya lagi, sertifikat tanah bisa digunakan sebagai jaminan ketika membuka usaha. Itu artinya Anda tidak perlu menyediakan uang cash, kecuali saat membayar gaji karyawan.

Baca Juga: 8 Tips Hemat Membangun Rumah Sendiri

3. Lokasi perumahan kurang strategis

Lokasi menjadi poin yang tidak kalah penting saat membangun sebuah proyek. Bangunan yang terletak di lokasi strategis memang lebih mahal. Tetapi, masyarakat tidak keberatan membayar lebih demi mendapatkan akses lokasi yang nyaman.

Sebelum membangun, siapkan modal yang cukup agar proses pembangunan tidak terhambat dan selesai tepat waktu. Libatkan para investor untuk mempercepat proses pengumpulan modal sehingga pembangunan proyek dapat segera dimulai.

4. Memilih kawasan yang rawan banjir

Properti yang terletak di kawasan rawan banjir biasanya lebih sulit laku meskipun harga jualnya lebih murah dibandingkan properti yang terletak di pinggiran kota. Logikanya saja, pembeli manapun tidak mau kalau rumahnya digenangi air saat musim hujan tiba.

Untuk itu, cek kondisi tanah secara berulang kali. Kunjungi lokasi pada kondisi cuaca yang berbeda untuk memastikan kalau kawasan sekitar tidak rawan banjir. Agar lebih aman lagi, Anda bisa membangun parit pada setiap rumah sebagai upaya untuk mengantisipasi banjir.

5. Lupa membandingkan harga tanah

Harga tanah sangat bervariatif meskipun terletak di lokasi yang sama. Cari tahu harga tanah di beberapa wilayah, lalu bandingkan untuk mendapatkan harga tanah yang paling murah. Akan lebih baik lagi jika Anda menyesuaikan harga tanah dengan lokasi dan keadaan fisik tanah.

Jika harga tanah yang dicantumkan masih harga bruto, jangan ragu untuk meminta potongan harga. Berikan tawaran harga yang wajar agar tanah segera menjadi milik Anda.

Baca Juga: 11 Cara Cerdas Menabung untuk Beli Rumah

6. Kondisi lingkungan kurang memadai

Apakah kondisi lingkungan sekitar aman atau rawan terhadap tindak kriminalitas? Poin ini perlu dipertimbangkan secara matang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Minta bantuan ketua RT atau RW untuk memperkenalkan Anda kepada warga setempat. Mintalah izin kepada warga agar Anda diperkenankan untuk membangun proyek di wilayah tempat tinggal mereka.

Sebagai developer, Anda harus menjamin kenyamanan masyarakat setempat. Hindari membuat suara bising, terutama pada malam hari saat warga sedang tidur. Jika Anda ingin mengebor sesuatu, lakukan pada siang hari saat warga sedang beraktivitas.

7. Pembangunan tidak disetujui pihak berwenang

Jangan teruskan proyek apabila bangunan tidak memiliki sertifikat hak milik yang jelas. Pihak berwenang dapat membatalkan atau menghentikan proses pembangunan yang tidak memiliki izin yang sah. Tidak hanya itu, Anda juga bisa digugat dan diminta membayar denda dalam jumlah tertentu karena telah melanggar hukum.

Urus semua dokumen yang diperlukan sebelum proyek dimulai. Gunakan jasa notaris untuk melancarkan proses pembangunan. Anda harus mengeluarkan biaya tambahan saat menyewa jasa notaris. Namun, biaya yang dikeluarkan sebanding dengan apa yang diperoleh.

Tidak Semua Lokasi dapat Dijadikan Lokasi Pemukiman

Sebelum membangun, pastikan wilayah tersebut mendapatkan izin pelaksanaan pembangunan secara legal dari pihak yang berwenang. Sebab, ada beberapa wilayah yang tidak diperuntukkan untuk membangun pemukiman, seperti lahan pertanian, sungai, dan jembatan. Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya untuk melancarkan pembangunan proyek.

Baca Juga: Hitung-Hitungan Biaya Membangun Rumah Minimalis