Tertarik Jadi Driver Transportasi Online, Pilih Grab, Gojek, atau Uber?

Maraknya perkembangan transportasi berbasis aplikasi jadi satu peluang tersendiri. Bukan hanya untuk pengguna saja, tapi peluang kerja dengan menjadi driver ojek online adalah sisi lain yang menarik dan berdampak terbukanya lapangan kerja baru.

Tapi, beberapa orang yang ingin bergabung menjadi driver transportasi online kadang bingung. Ini tentu beralasan, pasalnya, saat ini penyedia jasa layanan transportasi berbasis aplikasi online sangatlah beragam. Sebut saja setidaknya nama-nama seperti, GOJEK dan Grab yang notabene berasal dari Jakarta, ada juga pemain baru yang datang dari Amerika dengan nama Uber.

Bagi yang hendak mencoba peruntungan sebagai driver moda angkutan transportasi berbasis aplikasi online tersebut, artikel kali ini jangan sampai Anda lewatkan.

Sejarah Kemunculan dan Perbandingan Skema Pendapatan  

Sekira tahun 2010, Nadiem Makarim, merasa bahwa transportasi publik di Jakarta perlu untuk diperbaiki. Selain karena sistem layanan angkutan umumnya yang acak-acakan, ditambah dengan tarif Ojek konvensional yang terkadang sangat tidak bersahabat membuat masyarakat berada pada posisi dilema yaitu terpaksa menggunakan layanan mahal dengan sistem yang tidak memiliki standar. Hal ini berlaku untuk layanan ojek maupun taksi yang membuat Nadiem fokus untuk mendirikan GO Jek.

Senada dengan GOJEK, seputaran tahun 2014 munculah Grab, yang merupakan aplikasi penyedia platform untuk menghubungkan antara taksi offline dengan pengguna dengan nama layanan GrabTaxi. Dalam perkembangan, Grab menjadi pesaing kuat GOJEK, apalagi setelah GrabTaxi memperluas skema layanan karena melihat besarnya potensi pasar pengguna layanan angkutan non taksi (mobil dan sepeda motor) tersebut.

Terbaru dan bahkan sempat menuai kontroversi, hadir lagi layanan yang lainnya yaitu Uber. Perusahaan PMA asal Amerika ini, tadinya menggunakan moda transportasi dengan kendaraan berpelat hitam, yang memang tidak seharusnya dipergunakan sebagai angkutan umum. Protes keras kemudian menjadikan Uber berbenah terus berbenah dengan mengikuti aturan bisnis di Indonesia seperti merubah statusnya sebagai PMA, dan juga bisa menerima pembayaran tunai.

Diluar ketiga nama besar tersebut, sebenarnya juga ada nama-nama lain seperti misalnya, Blu-Jek, dan Ladyjek, yang mengkhususkan bagi segmen penumpang wanita, sesuai dengan namanya.

Banyaknya aplikasi transportasi online semacam ini, tentu sangat baik bagi siapa saja yang ingin mencari penghasilan tambahan sebagai pengemudi. Bagi yang masih rancu atau bingung, ulasan berikut ini akan membahas sistem pembayaran honor, untuk beberapa aplikasi transportasi online yang perlu untuk diketahui sebelum terjun ke bidang ini.

Baca Juga : 5 Fakta GoJek Dalam Membangun Perekonomian Masyarakat

1. GOJEK

gojek
Logo GOJEK via amazonaws.com

GOJEK menerapkan perhitungan bagi hasil 80-20, 80% untuk pengemudi dan 20% untuk penyedia layanan. Dengan tarif 3000 rupiah per km, maka kemungkinan seorang pengendara GOJEK mendapat Rp 2400/km, belum termasuk poin bonus yang bisa diuangkan.

Poin ini berasal dari, setiap pekerjaan sesuai basis layanan yang ada dalam aplikasi, semisal GO Food, GO Send dan sejenisnya. Untuk lebih jelasnya simak tabel-tabel berikut.

Perhitungan Poin GO Jek Sesuai Wilayah

Jabodetabek

Luar Jabodetabek

Rp. 40.000 = 20 Poin

Rp. 30.000 = 16 Poin

Rp. 25.000 = 14 Poin
Rp. 5.000  = 12 Poin

Rp. 40.000 = 20 Poin

Rp. 30.000 = 16 Poin

Rp. 20.000 = 14 Poin


Tabel diatas adalah perhitungan konversi antara jumlah poin yang mungkin didapat oleh seorang pengendara GOJEK. Perolehan poin yang akan dikonversi dengan rupiah didasarkan pada jenis layanan yang diorder pelanggan, area operasi dari pengendara itu sendiri, apakah berada di area Jabodetabek atau Non Jabodetabek, serta prasyarat lain sesuai dengan ketentuan penyedia aplikasi.

2. Grab

grab
Logo Grab via vulcanpost.com

Bagi seorang pengendara atau driver Grab, perhitungan pendapatan juga menggunakan sistem sharing. Dengan persentase bagi hasil 90-10, 90% untuk driver atau pengendara, dan 10% untuk penyedia layanan atau aplikasi.

Untuk sistem bonus Grab tidak menggunakan poin seperti GOJEK melainkan dengan sistem insentif, persentasenya berkisar 30%. Insentif ini diberikan bila seorang pengendara atau drivernarik” di waktu-waktu berikut ini :

  • Jam 00 sampai 23.59, di hari Senin
  • Jam 00.00 sampai 23.59, pada hari Selasa-Kamis
  • Jam 00.00 sampai 15.59, khusus hari Jum’at

Grab juga masih menyediakan tambahan bonus bagi hasil dengan skema “jauh-dekat”. Besaran persentasenya adalah, 10% untuk jarak dekat dan 15% untuk jarak jauh. Sebagai contoh, dalam sebuah perjalanan dari titik A ke titik B, tarifnya 150.000 ribu. Maka seorang pengendara Grab mengantongi 120.000, dan 30.000 sisanya masuk ke penyedia layanan.

Baca Juga : Mengenal GoPay dari GoJek dan Cara Pengisian Saldonya

3. Uber

logo uber
Logo Uber via cloudfront.net

Layanan uber motor, menganut sistem bagi hasil berdasar waktu dan perhitungan jumlah order yang telah diselesaikan oleh seorang pengendara. Pembagiannya kira-kira seperti tabel berikut ini.

Hari

Besaran Bagi Hasil

Jam

Jumlah Order Minimal

Senin - Jumat

18.000/Jam

10.00 – 16.00

4

20.00 – 22.00

1

Sabtu - Minggu

18.000/Jam

07.00 – 11.00

2

11.00 – 15.00

15.00 – 19.00

Senin - Jumat

30.000/Jam

05.00 – 09.00

2

16:00 – 20:00


Sementara itu, Uber juga menyediakan sistem bagi hasil dengan skema perkalian. Skema ini berlaku sebagai jumlah penambahan bagi pengendara Uber bike pada jam tertentu dan hari tertentu, skemanya kira-kira sebagaimana tabel berikut ini.

Hari

Jam

Besarnya Perkalian Tarif

Jumat

09.00 – 16.00

1,3 x

Senin - Jumat

05.00 – 09.00
16.00 – 20.00

1,5 x


Maksud dari skema perkalian tarif ini adalah, Uber akan menambahkan pada jumlah tarif yang   tertera dari besaran yang harus dibayarkan pengguna layanan. Sebagai contoh, bila seorang pengendara mendapatkan order pada skema perkalian tarif 1,5 dan yang tertera pada tarif aplikasi sebesar 15.000 maka, 1,5 x 15.000 = 22.500, jumlah yang ditambahkan uber adalah sebesar 7.500 atau setengah dari tarif yang tertera, ini berlaku untuk besaran lainnya.   

Dari ketiga penyedia layanan aplikasi berbasis transportasi online tadi selanjutnya adalah memilih mana yang paling mungkin menguntungkan. Tentu saja ini kembali pada kemauan masing-masing pengendara. Maksudnya adalah karena, sifatnya yang berbasis aplikasi online pastinya tiap-tiap penyedia layanan punya kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri.

Secara garis besar, untuk masing-masing layanan ojek online, kesimpulannya adalah sebagai berikut:

  • GO Jek

Jumlah pengguna aplikasi banyak, dengan sistem poin yang bisa menguntungkan bagi siapa saja yang memang hendak menjadikannya sebagai pekerjaan utama.

  • Grab

Dari segi poin tidak ada tapi masih ada sistem komisi, sehingga tentu perlu untuk mengejar lebih banyak jarak tempuh. Spesifikasi layanan hampir sama seperti GOJEK, seperti adanya Grab Express dan Grab Food. Dari beberapa sumber, pengguna menyukai aplikasi bawaan Grab karena jarang sekali bermasalah atau harus melakukan re login.

  • Uber

Sebagai pemain baru, saat ini Uber terus berusaha memperluas jaringan driver maupun pengendaranya. Karena itu, kemungkinan untuk segera bekerja sebagai seorang pengendara online berbasis aplikasi juga lebih besar. Dari segi pendapatan juga bisa menyaingi Go Jek meski tidak terdapat sistem poin, dengan catatan menambah jumlah Rides perhari.

Pilih yang Sesuai dengan Kemampuan

Menjadi seorang pengendara transportasi online atau drivers berbasis aplikasi hari ini adalah salah satu peluang kerja yang cukup menjanjikan. Tekad dan kerja keras tidaklah cukup agar membuahkan hasil yang maksimal, Anda juga harus menyesuaikannya dengan kemampuan Anda. Jangan hanya tergoda dengan keuntungan-keuntungan yang akan di dapat sehingga memaksakan diri dalam bekerja. Bekerjalah sesuai porsinya dan kebutuhannya.

Baca Juga : Pekerjaan Alternatif untuk Mencari Penghasilan Tambahan: Gojek VS GrabBike