Tinggal di Daerah Rawan Bencana? Lindungi Rumah Anda dengan Asuransi Gempa Bumi

Belum kering luka akibat gempa di Lombok, Indonesia kembali dirundung bencana. Gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) dan tsunami telah menyapu wilayah Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Dalam kondisi siaga bencana ini, asuransi gempa bumi menjadi sangat penting untuk melindungi rumah dan harta benda lain.

Rentetan bencana, seperti gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami di negara ini mengingatkan kita bahwa Indonesia masuk dalam kawasan cincin api pasifik atau ring of fire. Indonesia berada di jalur gempa teraktif di dunia karena dikepung deretan gunung berani yang ada di bumi. Letaknya pun berada di atas tiga tumbukan lempeng benua, yakni Indo-Australia dari sebelah Selatan, Eurasia dari Utara, dan Pasifik dari Timur.

Kondisi geografis ini membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang rawan bencana gempa, letusan gunung api, dan tsunami. Seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke harus tetap waspada dengan bencana alam yang sewaktu-waktu bisa datang kapan saja, tanpa isyarat.

Sebetulnya daerah atau wilayah mana saja di Indonesia yang menjadi titik rawan bencana alam atau gempa? Berikut yang dirangkum dari berbagai sumber:

Baca Juga: Asuransi Rumah: Apa itu, dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Bingung cari asuransi mobil terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Beli Asuransi Mobil Terbaik Sekarang!  

Cek Wilayah Indonesia yang Rawan Gempa

Cek Wilayah Indonesia yang Rawan Gempa
Cek Wilayah Indonesia yang Rawan Gempa

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merilis data peta gempa 2017, terjadi penambahan titik rawan gempa di seluruh wilayah Indonesia menjadi 295 titik. Padahal peta gempa 2010, titik rawan gempanya baru 81 titik. Jadi ada penambahan sebanyak 241 titik rawan gempa dalam kurun waktu 7 tahun.

Ini bukan menakut-nakuti loh, tapi memang risiko terjadinya gempa di Tanah Air semakin besar. Cincin api makin aktif sepertinya. Titik rawan lindu terbanyak ada di wilayah Indonesia bagian Timur, teridentifikasi 154 titik.

1. Maluku-Papua

Data 2010 dibandingkan 2017, titik rawan gempa meningkat signifikan dari 12 titik menjadi 79 titik. Ini terjadi karena penambahan sesar aktif. Sesar aktif adalah hasil dari aksi gaya lempeng tektonik yang merupakan salah satu sumber pemicu gempa. Daerah yang berpotensi terkena gempa dan tsunami, yaitu:

  • Maluku Utara (Ternate)
  • Maluku Selatan
  • Biak
  • Yapen
  • Fak-fak
  • Manokwari

2. Nusa Tenggara-Banda

Begitupula dengan wilayah Nusa Tenggara-Banda yang masuk kawasan Indonesia Timur ini. Awalnya nihil atau tidak teridentifikasi titik rawan gempa, menjadi 75 titik dalam waktu 7 tahun. Sumbawa, Sumba Timur, dan Lombok belum lama ini dihajar gempa besar.

3. Sumatera

Titik rawan gempa di Sumatera juga melonjak dari 19 titik menjadi 55 titik. Tak heran, bila beberapa daerah di wilayah tersebut dilanda gempa. Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), daerah di Sumatera yang rawan dilanda bencana alam, di antaranya:

  • Padang
  • Aceh
  • Medan
  • Bengkulu
  • Lampung

4. Sulawesi

Wilayah ini memang memiliki titik rawan gempa cukup banyak 49 titik. Sebelumnya hanya 12 titik pada 2010. Risiko gempa dan tsunami di wilayah ini, ada di:

  • Mamuju
  • Palu
  • Gorontalo
  • Manado

5. Jawa

Di Jawa pun mengalami hal yang sama. Titik rawan gempa bertambah dari 10 titik di 2010 menjadi 37 titik pada 2017. Data BNPB menyebut wilayah di Jawa yang rawan bencana, yakni:

 
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat (Serang)
  • Yogyakarta
  • Banten

6. Bali

Bali termasuk daerah wisata yang rawan terkena gempa karena berada di kawasan cincin api pasifik. Risiko diterjang tsunami pun ada lantaran memiliki pantai dataran yang rendah.

Anda bisa mengetahui peta kawasan rawan bencana gempa bumi maupun tsunami dengan mengunjungi situs Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM, http://vsi.esdm.go.id/gallery/index.php?/category/18 dan http://vsi.esdm.go.id/gallery/index.php?/category/19.

Asuransi Gempa Bumi

Asuransi Gempa Bumi

Gempa Palu dan Donggala tidak hanya merenggut nyawa ribuan orang, tapi juga meluluhlantakkan bangunan rumah maupun kendaraan warga. Harta benda ludes akibat peristiwa memilukan itu. Di sinilah, selain pentingnya asuransi jiwa, kamu juga harus tahu manfaat asuransi gempa bumi.

Berdasarkan beleid Polis Standar Asuransi Gempa Bumi Indonesia (PSAGBI)-Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), asuransi gempa bumi menjamin risiko kerugian atau kerusakan harta benda akibat:

  • gempa bumi
  • letusan gunung berapi
  • tsunami, dan
  • kebakaran atau ledakan yang mengikuti terjadinya gempa bumi dan/atau letusan gunung berapi

Akan tetapi tidak mengganti rugi kerusakan lantaran kerusuhan, pencurian, reaksi nuklir, tertabrak kendaraan, angin topan dan badai, serta banjir kecuali sebagai akibat dari bahaya yang dipertanggungkan.

Polis asuransi gempa bumi pada dasarnya merupakan perluasan jaminan asuransi lain, yakni asuransi harta benda (properti) dan asuransi kendaraan bermotor yang tertuang pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI).

Jadi rumah tinggal maupun kendaraan Anda bisa mendapatkan perlindungan dari risiko bencana alam, dengan membeli dulu asuransi dasar harta benda dan kendaraan bermotor, kemudian diperluas dengan polis asuransi gempa bumi.  Tentunya dengan tambahan premi.

Baca Juga: Asuransi Mobil All Risk atau TLO: Pilih yang Mana Ya?

Premi dan Produk Asuransi Gempa Bumi

Besaran premi asuransi gempa bumi untuk harta benda dan kendaraan bermotor diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tertuang dalam Surat Edaran OJK Nomor 6/SEOJK.05/2017 tentang Penetapan Tarif Premi atau Kontribusi Pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor Tahun 2017. 

Detail tarif preminya dapat dicek di https://www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/regulasi/asuransi/surat-edaran-ojk/Pages/Surat-Edaran-Otoritas-Jasa-Keuangan-Nomor-6-SEOJK.05-2017.aspx dan https://www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/regulasi/asuransi/surat-edaran-ojk/Documents/SAL%20-%20Lampiran%20III%20-%20Property%20Amandemen.pdf.  

Beberapa perusahaan asuransi yang menawarkan perluasan jaminan asuransi gempa bumi untuk harta benda (properti) dan kendaraan bermotor, antara lain:

1. Avrist General Insurance dengan asuransi gempa bumi

2. ACA dengan produk Asuransi Rumah Idaman (ASRI) dan perluasanjaminan gempa bumi

3. AXA lewat produk asuransi properti

4. Adira dengan paket Autocillin Comprehensive Plus

5. Asuransi MAG dengan produk MAGNA Mobil dengan peluasan jaminan gempa bumi

6. Dan lainnya.

Perhitungan tarif premi asuransi gempa = Harga pertanggungan atau Jumlah Nilai Pertanggungan (JNP) x tarif premi (sesuai zona gempa). JNP merupakan nilai bangunan dan harta benda yang akan diasuransikan, tidak termasuk harga tanah.

Contoh I:

  • Anda memiliki rumah dengan nilai pertanggungan Rp400 juta dan membeli polis ASRI standar dengan tarif premi 0,088%. Kemudian Anda menambah jaminan risiko asuransi gempa bumi. Rumah Anda berada di wilayah Palu, Sulteng yang masuk dalam zona 5, berdasarkan SE OJK Nomor 6 Tahun 2017.
  • Setelah perluasan jaminan ASRI + Gempa Bumi Zona 5, maka Anda akan dikenakan tarif premi sebesar 0,250%
  • Jadi menghitungnya = Rp400 juta x 0,250% = Rp1 juta per tahun.

Contoh II:

Si A memiliki mobil Toyota Innova dengan harga kendaraan atau nilai pertanggungan Rp300 juta. Dia tinggal di DKI Jakarta yang masuk dalam wilayah 2, berdasarkan SE OJK. Ada 2 jenis asuransi kendaraan, yakni komprehensif atau all risk dan Total Loss Only (TLO). Maka simulasi tarif premi asuransi mobilnya dengan mengambil tarif batas bawah:

1. Komprehensif

  • Tarif premi dasar 2,08% x Rp300 juta = Rp6,24 juta
  • Diperluas dengan asuransi gempa bumi = 0,10% x Rp300 juta = Rp300 ribu
  • Total premi yang harus dibayar pemegang polis Rp6,24 juta + Rp300 ribu = Rp6,54 juta per tahun

2. TLO

  • Tarif premi dasar 0,38% x Rp300 juta = Rp1,14 juta
  • Diperluas dengan asuransi gempa bumi = 0,075% x Rp300 juta = Rp225 ribu
  • Total premi yang harus dibayar pemegang polis Rp1,14 juta + Rp225 ribu = Rp1,365 juta per tahun.

Pengajuan Klaim

Anda akan mendapakan uang pertanggungan atau ganti rugi satu kali atas gempa bumi yang terjadi dalam waktu 72 jam atau 3 hari. Perusahaan asuransi akan membayar ganti rugi dalam waktu 30 hari sejak adanya kesepakatan tertulis antara penanggung dan tertanggung mengenai jumlah ganti rugi yang harus dibayar. 

Adapun dokumen pendukung untuk klaim asuransi gempa bumi seperti tertera di PSAGBI http://aaui.or.id/gempa-bumi-indonesia/, antara lain:

1. Formulir laporan klaim

2. Fotokopi polis

3. Berita acara dari kepala kepolisian setempat atau surat keterangan dari kepala desa atau kepala kelurahan mengenai peristiwa tersebut

4. Laporan rinci dan selengkap mungkin tentang hal ikhwal yang menurut pengetahuannya menyebabkan kerugian atau kerusakan itu

5. Keterangan-keterangan dan bukti lain yang relevan yang wajar dan pantas diminta oleh penanggung.

Jangan Sampai Terlambat

Di balik keindahan alam dan kekayaan sumber daya yang berlimpah, Indonesia menyimpan potensi bencana alam yang cukup besar. Gempa bumi dan tsunami tidak pernah ada yang tahu kapan akan terjadi. Jadi segera lindungi aset rumah, kendaraan, dan harta benda Anda lainnya sebelum musibah menerjang.

Baca Juga: Jenis-Jenis Asuransi Di Indonesia, Apa Saja?