Tipe-Tipe Konsumen yang Suka Belanja Online, Anda Termasuk yang Mana?

Anda berniat untuk menjalankan bisnis online atau sedang menjalankannya saat ini? Berbagai strategi tentu wajib untuk Anda ketahui dan lakukan dengan baik agar bisnis berjalan lancar. Penerapan strategi yang tepat di dalam bisnis online akan membantu Anda untuk bisa lebih mudah mencapai angka penjualan yang maksimal.

Penting bagi Anda untuk memahami dengan baik bisnis yang tengah dijalankan, termasuk berbagai hal yang bisa dimaksimalkan untuk menambah daya jual. Di luar semua itu, Anda juga wajib mengenal dan memahami dengan baik konsumen yang akan disasar di dalam bisnis ini.

Mengenal dan memahami konsumen akan membantu Anda untuk bisa lebih mudah menangani mereka dengan baik. Cara Anda menangani konsumen secara langsung akan berpengaruh terhadap angka penjualan.

Inilah yang menjadi alasan utama mengapa sangat penting untuk mengenal dan menangani konsumen sebaik mungkin. Untuk itu, simaklah beberapa karakter konsumen berikut ini serta cara penanganannya yang tepat.

Baca Juga: 10 Tips Aman Belanja Online dengan Kartu Kredit

1. The Window Shopper: Melihat-Lihat yang Diinginkan, tapi...

The Window Shopper

Ilustrasi The Window Shopper via shutterstock.com

 

Konsumen yang satu ini sukar ditebak karena sekadar melihat-lihat barang yang disukainya. Jangan salah sangka. Karena sukar ditebak, tanpa diduga-duga, tipe ini bisa saja membeli barang yang telah dilihatnya.

Terasa akrab dengan tipe ini, bukan? Terus bagaimana caranya agar the window shopper tergerak untuk membeli? Tarik perhatian mereka dengan tampilan atau gambar barang yang jelas dan benar-benar hasil pemotretan Anda sendiri.

Tampilkan deskripsi barang yang dijual dengan penjelasan yang menyakinkan. Cara terbaik ialah menceritakan barang yang Anda jual sedetail-detailnya. Tambahkan testimoni agar the window shopper makin yakin kalau mereka tidak salah memilih penjual. Berikan iming-iming berupa hadiah atau potongan harga bila melakukan pembelian sekarang.

2. The Seeker: Sudah Tahu Apa Keinginannya, Hanya...

The Seeker

The Seeker Selektif dalam Belanja via shutterstock.com

 

Tipe konsumen ini sudah tahu barang apa yang ingin dibelinya. Namun, bukan berarti ketika the seeker mengunjungi atau melihat barang di toko Anda, the seeker akan membeli.

Penting bagi the seeker untuk mengunjungi beberapa toko, melihat, dan membandingkan beberapa produk serupa dan harganya. Tipe ini mengerti dengan jelas apa yang dibutuhkannya. Karena itu, tipe ini terlihat selektif dalam berbelanja.

Untuk menarik perhatian the seeker, buatlah barang yang Anda dagangkan di puncak pencarian. Memang terlihat sulit, tapi bukan berarti mustahil. Labeli secara spesifik mungkin barang yang Anda jual. Sebab the seeker mengetikkan keyword yang spesifik dalam pencariannya di mesin pencarian.

Karena the seeker merupakan pembeli yang selektif, tawarkan harga yang kompetitif kepada mereka. Tak perlu khawatir seandainya toko sebelah menawarkan harga lebih murah daripada yang Anda tawarkan. The seeker akan memasukkan toko Anda ke dalam daftar pilihannya.

3. The Researcher: Mengumpulkan Informasi Barang yang Ingin Dibelinya

The Researcher

The Researcher Mencari Informasi Sebanyak-Banyaknya via shutterstock.com

 

Boleh dibilang mirip-mirip dengan the seeker. Bedanya, lamanya pencarian yang dilakukannya. Dalam mencari barang yang ingin dibeli, the researcher akan melakukannya lebih lama ketimbang the seeker.

The reseacher benar-benar mencari tahu dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya barang yang ingin dibelinya. Terkadang the researcher akan mengajukan pertanyaan seputar barang yang dijual demi mendapatkan informasi yang lengkap agar nantinya bisa dipelajari dan dilakukan perbandingan.

Tampak merepotkan memang menghadapi the researcher. Sudah bertanya-tanya, tapi akhirnya tidak jadi membeli. Untuk menjaring the researcher agar mau membeli barang Anda, hindari hanya menyajikan informasi barang secara umum. Sajikan sedetail-detailnya dan selengkap-lengkapnya barang yang Anda jual.

Di samping itu, buatlah informasi yang Anda sajikan sungguh-sungguh bermanfaat dan mengedukasi. Hindari penyajian informasi yang terkesan sok tahu. Sematkan referensi atau rujukan agar the researcher percaya akan informasi yang barang yang Anda jual.

4. The Discount Lover: Suka Membeli Barang Diskonan

The Discount Lover

Ilustrasi The Disount Lover via shutterstock.com

 

Hampir semua konsumen akan menyukai diskon, bahkan tidak seorang pun bisa menolak godaan yang satu ketika sedang berbelanja. Namun, Anda tetap butuh trik khusus dalam menangani konsumen tipe ini. Sebab mereka memang begitu gesit dalam mencari informasi mengenai penawaran diskon.

Sebelum membeli barang, the discount lover akan melihat dan membandingkan berbagai penawaran diskon yang ada, termasuk menghitung keuntungan yang didapatkannya atas pembelian barang tersebut. Karena itu, tawarkan diskon yang menggiurkan supaya mereka tertarik membeli barang yang Anda jual.

Baca Juga: Tips Belanja Online yang Aman dan Nyaman

Kenali dan Tangani dengan Tepat

Menjalankan bisnis online memerlukan berbagai strategi agar dapat meningkatkan penjualan kemudian mendatangkan keuntungan. Di luar semua itu, Anda harus memiliki kemampuan untuk mengenali konsumen dengan baik.

Ini akan membantu Anda lebih mudah dalam memberikan penanganan yang tepat bagi konsumen. Kenali konsumen Anda dengan baik dan tangani dengan tepat sehingga angka penjualan barang bisa maksimal.

Baca Juga: Tips Pintar Belanja Reksa Dana Online