Tips Cerdas Menjalankan Resolusi Keuangan

Awal tahun biasanya identik dengan sebuah resolusi. Dalam KBBI, arti resolusi adalah putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan. Biasanya berupa pernyataan tertulis yang berisi tuntutan mengenai suatu hal. Umumnya, resolusi berisi hal-hal yang harus dilakukan agar dapat mencapai suatu tujuan, seperti resolusi pendidikan, keuangan, karir, keluarga, percintaan, belajar hal baru, mengurangi kebiasaan buruk, dan masih banyak lainnya.

Salah satu resolusi yang cukup penting bagi kehidupan seseorang ialah resolusi keuangan. Resolusi yang satu ini memang wajib dibuat, pasalnya masalah finansial juga cukup memengaruhi seseorang dalam menjalankan kehidupannya. Dibutuhkan sebuah resolusi keuangan agar keberhasilan finansial bisa tercapai. Jika masalah keuangan sudah bisa berjalan dengan baik dan lancar, maka seluruh kebutuhan manusia bisa terpenuhi.

Namun terkadang menjalankan sebuah resolusi keuangan memang bukan perkara yang mudah. Tidak semudah mengucapkan serta menuliskannya saja. Banyak orang yang gagal menjalankan resolusi keuangannya. Gagal dalam artian resolusi tersebut hanya menjadi sebuah pajangan saja. Diperlukan sebuah komitmen dan kemauan yang keras agar bisa berhasil menjalankannya. Setelah membuat sebuah resolusi keuangan, sebaiknya Anda melakukan beberapa cara cerdas yang dapat mewujudkan resolusi tersebut. Berikut ini merupakan beberapa cara yang bisa dilakukan.

1. Membuat Tujuan Secara Rinci dan Spesifik

Membuat Tujuan dan Meraihnya

Membuat Tujuan dan Meraihnya via naturessunshine.com

 

Dapat dikatakan sia-sia jika Anda hanya menuliskan sebuah tujuan saja tanpa menuliskan tujuan tersebut secara detail dan spesifik. Misalnya, Anda hanya menuliskan bahwa Anda ingin memiliki tabungan. Seharusnya Anda menuliskan secara spesifik, seperti ‘Tahun ini saya ingin memiliki tabungan sebanyak Rp12.000.000 di bank. Tabungan tersebut untuk cicilan sewa gedung pernikahan saya. Oleh karena itu, saya harus menabung sebanyak Rp1.000.000 tiap bulan’. Agar lebih memotivasi lagi, Anda tempelkan saja gambar gedung untuk resepsi pernikahan yang ingin Anda sewa.

Tujuan yang tidak ditulis secara detail dan spesifik kemungkinan besar adalah harapan yang sia-sia dan kemungkinan besar tidak akan terwujud. Mengapa demikian? Tujuan yang ditulis secara detail dan spesifik membuat Anda semakin terpacu untuk mewujudkannya. Selain itu, Anda juga sudah memiliki gambaran untuk melangkah. Jika tidak dituliskan secara detail dan spesifik, maka Anda akan merasa kebingungan sendiri dalam melangkah.

2. Berikan Alasan Kuat untuk Setiap Resolusi

Anda perlu membuat beberapa alasan yang kuat mengenai mengapa seluruh impian yang telah direncanakan tersebut harus terwujud tahun ini. Jangan sampai tujuan yang diinginkan tersebut tidak beralasan. Sebenarnya tujuan dari hal ini juga masih sama, yaitu agar Anda bisa lebih bersemangat dalam menjalankan resolusi tersebut tersebut. Misalnya saja, Anda ingin menabung sebanyak Rp300 juta untuk membeli rumah. Alasannya karena Anda ingin memiliki rumah secepat mungkin dan tidak ingin terus-terusan mengontrak.

3. Tujuan Harus Realistis

Membuat Tujuan dengan Realistis

Membuat Tujuan dengan Realistis via pixel.brit.co

 

Walaupun semua hal di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, Anda harus tetap membuat sebuah tujuan yang realistis dengan kondisi Anda. Sebagai contoh, Anda ingin membeli rumah seharga Rp1 miliar tahun ini. Sementara gaji Anda setiap bulannya hanya Rp4 juta. Cukup sulit untuk diwujudkan, bukan? Mungkin Anda perlu menurunkan ekspektasi harga rumah yang ingin dibeli, atau membuat perencanaan yang lebih panjang lagi. Tujuan yang tidak realistis dapat menghambat Anda untuk mewujudkannya. Oleh karena itu sebaiknya periksa terlebih dahulu sebelum membuat sebuah tujuan.

Baca Juga: Simulasi KPR Bagi Masyarakat Berpenghasilan di Bawah 5 Juta

4. Membagi Tujuan Menjadi Beberapa Tahapan

Setelah tujuan dibuat secara detail, spesifik,dan realistis, kini Anda bisa membagi tujuan tersebut menjadi beberapa tahapan. Dalam arti dibagi menjadi beberapa tujuan yang kecil-kecil terlebih dahulu. Mengapa hal ini penting? Karena hal ini tentunya akan memacu Anda lebih termotivasi lagi. Misalnya, Anda ingin menargetkan tabungan sebesar Rp12.000.000 untuk membeli motor. Anda bisa membaginya menjadi beberapa tahapan. Pada bulan Maret, tabungan yang sudah terkumpul harus sejumlah Rp3.000.000, bulan Juni Rp6.000.000, dan seterusnya hingga akhir tahun sesuai perjanjian.

5. Belajar Dari Masa Lalu

Pelajari Kesalahan dan  Instrospeksi

Pelajari Kesalahan dan  Instrospeksi via ajr.org

 

Belajar dari masa lalu yang dimaksud ialah mencoba mengingat-ingat kembali kegagalan apa saja yang sudah terjadi di tahun 2015 kemarin. Coba ingat bagaimana cara Anda mengelola keuangan di masa lalu. Apa saja kesalahan yang dilakukan hingga Anda gagal mencapai tujuan keuangan. Setelah mengetahui kesalahan-kesalahan tersebut, Anda harus segera melakukan perubahan berupa perbaikan usaha agar bisa berhasil di tahun ini. Tuliskan saja kesalahan-kesalahan yang harus dihindari tersebut. Misalnya, ‘Tahun ini saya harus lebih selektif dalam menerima ajakan teman untuk makan dan nongkrong di luar. Saya hanya akan makan di luar atau nongkrong pada hari Sabtu dan Minggu saja saat libur. Jika ada teman yang mengajak di hari biasa, Senin sampai Jumat, saya harus berani menolaknya’.

6. Melakukan Evaluasi Berkala

Anda perlu melakukan evaluasi secara berkala untuk melihat kemajuan tujuan yang telah ditetapkan. Jangan hanya melihat kemajuan di awal dan di akhir saja. Jika masih seperti itu, tentu saja semua rencana Anda bisa-bisa akan gagal begitu saja. Misalnya saja Anda harus menabung sebanyak Rp10.000.000 untuk modal usaha kuliner. Maka Anda harus memeriksa setiap bulan, sejauh mana sudah terlaksana dan mengetahui jumlah tabungan Anda.

7. Memiliki Partner untuk Saling Mengingatkan

Miliki Partner untuk Selalu Mengingatkan Anda

Miliki Partner untuk Selalu Mengingatkan Anda via cdn.com

 

Agar Anda bisa selalu ingat mengenai resolusi yang telah dibuat, sebaiknya Anda memiliki partner yang bisa memberikan semangat sekaligus mengingatkan Anda saat menjalankannya. Pilih partner yang bisa dikatakan telah berhasil dalam mengelola keuangannya, sehingga Anda bisa banyak belajar dari dia. Misalnya saja, pilih rekan Anda yang tidak memiliki hutang. Tanyakan kepadanya bagaimana caranya agar bisa menghindari hutang, dan juga pertanyaan lainnya seputar resolusi keuangan. Anda bisa memilih salah satu anggota keluarga atau rekan di kantor. Sebisa mungkin cari orang yang bisa benar-benar dipercaya dan mau membimbing Anda.

8. Membuat Anggaran Setiap Bulan

Resolusi ini dibuat untuk mensukseskan kondisi keuangan Anda. Itu berarti Anda harus melakukan hal-hal lain yang berhubungan dengan keuangan seperti membuat rencana anggaran serta rincian pengeluaran tiap bulannya. Tuliskan apa saja keperluan yang dianggarkan tiap bulan, sekaligus dengan rincian jumlah biaya yang harus dikeluarkan. Setelah itu, buat rincian pengeluaran tiap bulannya secara detail dan terperinci juga. Kemudian cocokan, apakah keduanya sesuai atau tidak. Dengan cara ini Anda bisa mengetahui apakah selama ini pengeluaran Anda lebih banyak atau tidak daripada pemasukan. Anda juga bisa mengetahui pengeluaran apa saja yang tidak terlalu penting. Sehingga diharapkan bulan depannya Anda tidak mengulang kesalahan yang sama.

Baca Juga: 5 Cara Jitu Mengatur Gaji Bulanan

9. Miliki Dana Darurat

Sediakan Dana untuk Keadaan Darurat

Sediakan Dana untuk Keadaan Darurat via elementalstore.com

 

Anda perlu membuat anggaran sendiri untuk dana darurat. Dana darurat memang sangat berguna ketika hal-hal yang tidak diinginkan dan diharapkan tiba-tiba muncul, misalnya kecelakaan. Tentu saja dengan adanya dana darurat, keuangan Anda yang disimpan untuk tujuan tertentu tidak akan terganggu.

10. Memberikan Hadiah untuk Diri Sendiri

Agar Anda bisa lebih bersemangat dalam menjalankan resolusi-resolusi keuangan yang telah dibuat, sebaiknya Anda memberikan self rewards atau hadiah kepada diri sendiri ketika berhasil mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Bisa saja tujuan-tujuan yang masih kecil dalam tahap-tahap tertentu. Misalnya, Anda berhasil mengumpulkan uang sesuai target pada bulan Maret. Anda bisa memberikan penghargaan pada diri sendiri dengan melakukan pijat dan spa di salon. Namun ingat, budget untuk hal ini jangan terlalu banyak dan sesuaikan dengan target yang telah dibuat.

Bulatkan Tekad

Kesepuluh cara di atas merupakan cara cerdas untuk menjalankan resolusi keuangan Anda. Jangan lupa untuk memberitahukan serta mendiskusikan seluruh rencana keuangan yang Anda miliki kepada orang terdekat di keluarga yang Anda percaya. Anda juga bisa mencari konsultan keuangan Anda untuk membantu masalah keuangan yang sedang dihadapi. Untuk mewujudkan keberhasilan dalam sebuah resolusi memang tidak mudah. Diperlukan keras keras serta tekad yang kuat untuk tertib menjalankannya. Namun bukan tidak mungkin kan semuanya akan terwujud? Tidak ada yang mustahil jika Anda benar-benar berusaha. Jangan sampai resolusi Anda hanya menjadi sekedar wacana, namun wujudkan seluruh resolusi tersebut dengan seluruh kemampuan yang Anda miliki. Selamat mewujudkan resolusi keuangan tahun 2016.

Baca Juga: 10 Resolusi Tahun 2016 untuk Membuat Keluarga Semakin Harmonis