Tips Mengatasi Masalah Keuangan bagi Wanita Muda yang Baru Bercerai

Semua orang pasti memiliki masalah, dan salah satu masalah yang paling membuat kita pusing adalah soal keuangan. Uang menjadi barang yang begitu penting karena inilah alat tukar resmi kita sehingga kita bisa mendapat produk yang memenuhi kebutuhan dan keinginan kita. Rasanya, jika tidak memiliki uang sama dengan tidak bisa bertahan hidup. Seolah tanpa uang, kita tidak bisa apa-apa lagi.

Permasalahan keuangan bisa saja muncul pada semua orang tanpa kecuali, termasuk perempuan yang baru saja mengubah status perkawinan dari menikah menjadi janda. Bertahan hidup seorang diri paling tidak untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri saja bisa jadi persoalan berat. Apalagi bagi perempuan yang mungkin selama ini memiliki pemikiran bahwa biaya hidup seharusnya ditanggung oleh laki-laki sebagai kepala keluarga.

Hal yang sangat disayangkan, terkadang perceraian ini membawa dampak tekanan bagi pihak-pihak yang bercerai dan perempuan bisa jadi mendapat tekanan yang paling besar. Apalagi jika kondisi saat berpisah sudah memiliki anak. Mendapatkan kenyataan harus berpisah belum lagi mengurus hak asuh anak. Terkadang, hal yang bisa menghibur perempuan ketika menghadapi kenyataan seperti ini adalah menghabiskan uangnya untuk mendapatkan kebahagiaan meski sifatnya temporer.

Jika Anda seorang perempuan yang sedang mengalami kejadian serupa, waspadalah dan mulai berhati-hati dalam mengatur keuangan Anda. Bisa jadi peristiwa ini menjadi salah satu sumber pikiran yang akhirnya membuat Anda bertindak tidak wajar apalagi karena merasa memiliki uang. Ada beberapa hal yang menjadi permasalahan janda secara umum mengenai keuangan mereka. Coba perhatikan beberapa masalah berikut dan sebisa mungkin hindari supaya Anda tidak menambah beban pikiran dari sumber masalah yang lain.

1. Boros

Ketika sudah berpisah, Anda harus menyadari bahwa pemasukan yang harus Anda kelola bukan lagi pemasukan dari dua orang seperti ketika masih menikah. Hal ini terkadang masih belum bisa disadari dan ditanggapi secara baik oleh sebagian perempuan yang baru menikah. Anggaran belanja yang direncanakan terkadang masih menggunakan anggaran pemasukan dan pengeluaran untuk dua orang (tidak termasuk anak) sehingga nominalnya tentu lebih besar.

Masalah lain terkait boros adalah perempuan kerap membeli berbagai barang mewah yang tentu tidak murah dengan alasan untuk mengobati sakit hati pasca perceraian. Beruntung bila Anda masih memiliki pekerjaan dan pemasukan sehingga paling tidak Anda akan memangkasnya hingga 50 persen. Namun hal ini menjadi masalah bagi perempuan yang tidak bekerja.