Tips Menghemat Belanja Listrik

Biaya listrik semakin hari terasa kian memberatkan. Sejak pemerintah menghapus subsidi listrik pada sebagian pelanggan daya 900 VA secara bertahap mulai awal 2017, pengeluaran belanja kebutuhan pokok bertambah besar untuk listrik. Sebab kenaikannya pun tak tanggung-tanggung, hampir dua kali lipat.

Kenaikan tarif listrik ini tentunya mempengaruhi pos-pos anggaran yang sudah ditentukan selama ini. Alhasil, membuat keuangan jadi kedodoran. Ditambah –bagi pekerja- bila tidak ada penyesuaian dari pendapatan bulanan alias gaji.

Apakah Anda merasakan hal ini? Nah, mau tidak mau Anda harus menyiasati pos pengeluaran bulanan untuk listrik ini.

Bagaimana cara menghemat pengeluaran dari belanja listrik ini? Berikut tips yang bisa Anda coba untuk mengamankan keuangan Anda:

Baca Juga: Cara Pembayaran Listrik Online

1. Pilih Daya Listrik yang Sesuai Kantong

Daya listrik tak sesuai kantong akan membuat Anda terkejut dengan tagihan listrik
Daya listrik tak sesuai akan membuat Anda terkejut dengan tagihanya

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menyesuaikan daya listrik dengan dengan kemampuan, sesuai dengan bujet atau kantong. Bila kemampuan bayar kita hanya termasuk golongan yang 900 VA, jangan memaksakan diri untuk memasang daya listrik yang batasnya 1.300 VA.

Bagi Anda yang baru memiliki rumah baru dibangun, Anda cukup mendaftarkan pembelian daya yang sesuai dengan kebutuhan. Namun untuk rumah lama yang baru Anda beli, biasanya sudah terpasang listrik dengan daya yang terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan. Anda bisa mendaftarkan kembali perubahan batas daya listrik yang diinginkan.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Baca Juga: Cara Tambah Daya Listrik PLN dan Biaya yang Dibutuhkan

2. Gunakan Elekstronik Berdaya Listrik Rendah

Anda bisa pilih elektronik yang hemat listrik
Anda bisa menggunakan elektronik yang hemat listrik

Penggunaan barang elektronik yang membutuhkan listrik dengan kapasistas yang bisa ditampung listrik ini penting diperhatikan. Sebab beberapa orang kerap memaksakan rumahnya memiliki barang-barang yang tanpa disadari banyak memakan daya listrik. Sementara itu, daya yang ada di rumah  sebenarnya tidak memenuhi atau mencukupinya.

Untuk itu hindari barang yang mungkin memakan listrik banyak seperti kulkas dengan ukuran besar, lalu menggunakan perlengkapan dapur lainnya seperti teko dan juga kompor listrik. Selain itu juga hindari penggunaan kontak untuk charging atau pengisian baterai ponsel dan komputer secara berlebihan.

3. Hindari AC yang Berkapasitas Besar

Pilih penyejuk ruangan yang mendukung Anda untuk berhemat
Pilih penyejuk ruangan yang membantu Anda untuk berhemat

Bagi anda yang tinggal dikota besar, cuaca dan polusi kerap kali membuat badan kegerahan. Maka penyejuk ruangan (air conditioner/AC) juga menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan. Namun Anda juga perlu cermat memilih AC yang sesuai. Jangan menggunakan AC yang berkapasitas tinggi jika tidak ingin tagihan listrik Anda melonjak, atau pulsa listrik token Anda habis di tengah bulan.

Semakin tinggi daya AC, makin banyak juga ia mengonsumsi listrik. Jika memang Anda tetap ingin menggunakan AC maka gunakan dengan ukuran 1/2 atau 3/4 PK (Paard Krach-ukuran khusus untuk daya AC). Jika tidak terlalu memaksa, Anda bisa menggantinya dengan kipas angin yang memakan listrik lebih kecil dan juga lebih hemat.

4. Gunakan Lampu Hemat Energi                 

Lampu hemat energi
Gunkan lampu hemat energi

Zaman sekarang semua hal sudah sangat canggih dan hebat. Tentunya tugas Anda untuk menjadi konsumen yang pintar dan bisa memilah mana yang baik atau sebaliknya juga semakin mudah. Sehingga membuat pengeluran Anda menjadi lebih ekonomis. Begitu juga dengan memilih jenis lampu mana yang lebih irit memakan daya listrik.

Ada berbagai jenis lampu yang bisa kita temui. Mulai dari lampu dengan daya (watt) yang tinggi hingga rendah. Namun dengan inovasi, sudah banyak kita temua lampu dengan daya rendah namun memiliki tingkat pencahayaan yang tinggi. Ini biasa disebut dengan jenis lampu LED (light-emitting diode).

Lampu jenis LED ini dinilai memiliki daya yang ramah. Dengan LED, selain membantu kampanye ramah lingkungan (go green) yang  digalakkan beberapa tahun terakhir, juga bisa menghemat keuangan Anda. Untuk itu siasati dengan lampu yang hemat energi.

5. Bijak Gunakan Pengering

Mesin cuci pengering baju
Mesin cuci pengering baju

Mesin cuci memang dikenal multi fungsi. Selain fungsi aslinya sebagai pencuci, kegunaan lainnya juga bisa sebagai pengering pakaian. Ini semakin memudahkan pekerjaan rumah Anda. Namun kemudahan ini juga punya harga yang dibayar. Semakin banyak fungsi, makan mahal pula biayannya. Jadi sebaiknya Anda lebih bijak meggunakannya.

Jika tidak, tagihan listrik Anda pun akan membengkak atau pulsa listrik (prabayar) habis sebeum waktunya. Ada baiknya Anda memanfaatkan cuaca pada musim kemarau. Jangan gunakan pengering bila bukan pada saat musim peghujan. Cukup manfaatkan panasnya matahari untuk mengeringkan cucian Anda.

6. Gunakan Model Listrik Token

Listrik token
Gunakan listrik token untuk mempermudah mengontrol penggunaan

Bagi yang menempati rumah baru dan belum terpasang listrik, Anda bisa memasang meter listrik yang pra bayar (token/listrik pintar). Atau bagi Anda yang menempati rumah lama yang sudah terpasang meter listrik sebelumnya model pasca bayar, Anda juga bisa menggantinya dengan mengajukan perubahan ke jenis meter listrik pra bayar.

Sebab listrik token dikenal memiliki kelebihan yakni dibandingkan listrik pasca bayar. Dengan listrik token atau model pulsa, maka Anda bisa menentukan seberapa banyak uang yang dibelanjakan untuk listrik tiap bulannya. Dengan demikian Anda akan disiplin dalam penggunaannya bila tidak ingin tiba-tiba listrik di rumah padam atau merogoh kocek lagi sebelum waktunya.

7. Patok Anggaran Listrik

Listrik hemat
Poskan anggaran belanja listrik dan disiplinlah

Selanjutnya yang terpenting adalah membatasi anggaran listrik. Anda juga harus tahu berapa banyak kebutuhan listrik Anda setiap bulannya.  Setiap bulannya dipatok akan mengabiskan seberapa banyak anggaran beli pulsa ini. Dengan demikian, Anda akan lebih berhati-hati dalam menggunakan listrik.

Misalnya ketika Anda hanya menyiapkan listrik sebulan sebanyak Rp400 ribu saja. Maka bila ada kelebihan pemakaian, sisanya Anda anggap tidak akan ditanggung. Sehingga mau tidak mau Anda harus disiplin dan lebih berhati-hati menggunakan barang-barang elektronik.

Sehatkan Keuangan dari Hemat Energi

Pemerintah telah memberikan pilihan jenis listrik pra bayar alias token PLN. Tujuannya agar kita bisa tahu seberapa besar kebutuhan listrik tiap bulannya, dan membebankannya pada masing-masing pengguna. Diharapkan kita bisa lebih menghargai listrik yang tersedia. Jadi, mau belanja listrik boros atau irit ada di tangan kita. Mau sehatkan keuangan, disiplinkan diri dari belanja energi ini.

Baca Juga: Tips Menjaga Keuangan Supaya Terus Stabil untuk Jangka Panjang