Tips Mudah untuk Berinvestasi Properti bagi Pemula

Masa muda ialah masa berjuang untuk meraih cita-cita, salah satunya properti baik itu berupa rumah, kendaraan dan sebagainya. Keberhasilan meraih properti pertama mereka adalah momen paling dinanti. Oleh karena itu, perlu mengatur strategi yang tepat untuk berjuang mencapai impian.

Sebagai pemula, Anda jangan mengambil langkah terburu-buru karena banyak hal yang harus dipelajari sebelum membeli suatu properti. Belum lagi Anda harus tahu banyak proses pembelian properti tidaklah mudah, terkadang ada proses panjang yang harus dilewati. Perhatikan juga cara pembayaran yang akan dipilih.

Jadi, ada sekian pelajaran yang harus dikuasai terlebih dahulu sebelum meraih properti pertama kali. Untuk memudahkan Anda, berikut ini 10 langkah jitu berinvestasi properti bagi pemula.

Baca Juga: Sudah Siapkah Anda Membeli Rumah?

1.  Pemilihan Lokasi

Mencari Lokasi yang Tepat
Mencari Lokasi yang Tepat

Lokasi adalah salah satu penentu ketika hendak membeli rumah. Banyak orang yang memutuskan untuk membeli rumah karena lokasinya strategis. Karena itulah, lokasi menjadi faktor utama oleh sebagian orang ketika membeli rumah. Lokasi juga mempengaruhi harga jual suatu rumah karena lokasi merupakan akses ke berbagai tempat, misalnya transportasi, pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit dan sebagainya.

2. Ketersediaan Dana

Dana yang Cukup
Dana yang Cukup

Biaya juga menjadi salah satu faktor penentu orang dalam membeli properti. Selain biaya pokok, ada biaya ekstra yang menjadi kewajiban. Terkadang jumlahnya yang tidak sedikit membuat kaget orang awam baru pertama kali membeli.

Biaya pembelian properti yang menjadi kewajiban pembeli, antara lain:

  • Uang Tanda Jadi – biasanya ditentukan oleh para pengembang. Namun jika membeli properti tidak melalui pengembang, melainkan pasar sekunder, maka uang tanda jadi ini dapat ditentukan oleh penjual properti. Uang tanda jadi merupakan bentuk kejelasan Anda membeli rumah, seperti halnya biaya booking atau pemesanan.
  • Uang Muka – Kewajiban selanjutnya jika memang jadi membeli rumah, ialah melunasi uang muka jika membeli kepada pengembang. Sedangkan jika melalui pasar sekunder, besarnya uang muka berkisar antara 20 - 50% dan ini umumnya ditentukan oleh pihak bank yang bersangkutan.
  • Angsuran – idealnya besar tiap angsuran tidak lebih dari sepertiga gaji Anda sendiri atau bersama pasangan.

3. Pengembang Terbukti Terpercaya

Broker Terpercaya
Broker Terpercaya

Jangan lantas percaya begitu saja dengan pengembang yang sudah terkenal namanya, kredibel dan bonafit. Anda tetap harus menyelidikinya dengan menemukan informasi yang benar adanya. Pengalaman merupakan salah satu tingkat kemahiran suatu pengembang, setidaknya pilihlah yang sudah berpengalaman minimal 5 tahun dalam bidang properti.

Periksa juga track record pengembang tersebut, apakah tepat waktu pada saat serah terima? Apakah perumahan sebelumnya berkualitas? Informasi tersebut dapat Anda dapatkan melalui website terkait atau orang-orang terdekat yang sudah mengenalnya dengan baik.

4. Cek Harga Pasar

Cek Harganya Terlebih Dahulu
Cek Harganya Terlebih Dahulu

Jangan buru-buru dalam membeli properti pertama. Banyak hal yang harus ditinjau lebih dulu, seperti harga pasar. Anda harus tahu harga pasaran rumah yang akandibeli tersebut. Ini bisa dicari melalui online atau riset pasar secara langsung. Dengan begitu, Anda dapat menentukan harga terbaik dari properti pertama yang akan dibeli.

 

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

5.  Ketersediaan Fasilitas

Ketersediaan Fasilitas
Ketersediaan Fasilitas

Ketahui juga fasilitas apa saja yang disediakan oleh pengembang. Sebaiknya Anda juga melakukan survei lokasi ke daerah perumahan yang ingin dibeli. Perhatikan dengan baik fasilitas internal dan fasilitas eksternal yang ada.

Fasilitas internal antara lain tempat ibadah, arena olahraga, kawasan bermain, standar infrastruktur yang ada, gerbang perumahan dan sebagainya. Sedangkan fasilitas ekstern merupakan fasilitas yang ada di sekitar perumahan tersebut, seperti pusat perbelanjaan, kantor, sekolah, rumah sakit dan lain-lain.

6. Persetujuan KPR

Persetujuan KPR
Persetujuan KPR

Banyak orang berusaha mendapatkan persetujuan KPR supaya lebih ringan dalam membeli rumah. Kepemilikan persetujuan KPR, membuat agen real estate serta vendor lebih yakin tentang minat dan keseriusan dalam membeli rumah yang bersangkutan. KPR akan memperbesar kekuatan dalam menawar dan mencegah kegagalan transaksi atas dasar finansial.

7. Pilihlah Tenor yang Sesuai

Tenor yang Sesuai Kemampuan
Tenor yang Sesuai Kemampuan

Bank menawarkan berbagai macam tenor, berkisar antara 5 hingga 10 tahun. Ketersediaan tenor didasarkan pada kemampuan tiap debitur yang berbeda-beda. Pilihlah tenor yang sesuai dengan kemampuan Anda. Jangan memaksakan diri bila memang belum mampu mengambil tenor pendek! Selain cicilan rumah, ada beragam kebutuhan hidup lainnya yang perlu dipenuhi dan pertimbangkan dengan cermat.

8. Pastikan Surat Pembelian Tanah

surat pembelian tanah
Surat Pembelian Tanah

Jangan lupa untuk mengamati sertifikat tanah pengembang dengan teliti! Tanyakan hal tersebut melalui notaris yang mengurus akta tanah.

Surat-surat tersebut menentukan status tanah yang akan dikembangkan. Tidak cukup hanya memastikan status satu kavling tanah, tetapi semua kavling pada perumahan tersebut harus dipastikan dengan teliti.

9. Persiapkan Dana Tambahan

Dana Tambahan
Dana Tambahan

Ada beberapa biaya tambahan yang perlu dipenuhi saat membeli properti, antara lain:

1. Biaya untuk Bank

Pembelian dengan KPR berarti harus melalui tahap pengecekan dan kelengkapan berkas yang pasti berbayar. Utamanya ialah biaya survei aset properti (appraisal) sebelum membeli rumah. Pada umumnya pengecekan sertifikat tanah dan harga jual properti berdasarkan harga pasar yang sedang berlaku saat itu. 

Dana yang perlu dipersiapkan untuk melewati tahap ini sebesar Rp300.000 hingga Rp750.000. Ada pula biaya provisi bank yang berkisar antara 0,5 – 1 % dari total pinjaman. Belum lagi biaya administrasi bank antara Rp250.000 – Rp500.000 atau bisa juga ditentukan berdasarkan persentase total pinjaman.

2. Biaya Asuransi 

Biaya untuk asuransi, yaitu Asuransi Jiwa (sebesar 1 – 2 % dari total pinjaman) dan Asuransi Kebakaran (1 % dari total pinjaman).

3. Biaya Notaris

Notaris adalah pihak yang banyak berkontribusi dalam membantu Anda mengurus beragam akta serta sertifikat jual beli. Biaya jasa notaris ini menjadi kewajiban sepenuhnya. Besarnya biaya tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pembeli. Jasa notaris yang bisa digunakan antara lain pemeriksaan sertifikat, perjanjian kredit, biaya balik nama dan AJB (Akta Jual Beli), dan terakhir APHT (Akta Pembebanan Hak Tanggungan).

4. Biaya Pajak

Pajak ialah kewajiban yang pasti tidak bisa dilewatkan dalam transaksi jual beli properti, baik dengan KPR ataupun tunai (cash). Pajak tersebut disebut dengan BPHTB atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Besarnya dihitung dengan rumus sebagai berikut:

5 % x (harga transaksi – Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak / NJOPTKP). Nilai NJOPTKP ditentukan berdasarkan peraturan pemerintah setempat.

10. Pastikan Waktu Serah Terima Unit

Serah Terima Unit
Serah Terima Unit

Pastikan waktu serah terima rumah atau properti lain yang Anda beli. Ketahui juga jika mungkin ada keterlambatan atau ketidaksesuaian, kebijakan dan konsekuensi apa yang dikenakan pada pengembang. Waktu yang jelas juga merupakan faktor penting dalam membeli properti.

Baca Juga: Syarat Serta Prosedur Jual Beli Tanah dan Bangunan  

Jangan Sampai Buntung bukan Untung

Hal-hal yang telah diuraikan di atas wajib dipahami terlebih dahulu sebelum membeli properti. Jangan lantas membeli tanpa berpengetahuan! Jadilah pembeli yang cerdas agar mendapatkan barang yang sesuai dengan keinginan dan terhindar dari berbagai tindak penipuan. Selamat membeli properti!

Baca Juga: Beli Rumah dengan KPR atau Tunai? Simak Dulu Perbedaannya