Uang Muka Beli Mobil Kini Semakin Ringan? Perhatikan Ini Dulu

Ada kabar baik bagi Anda yang sudah lama memimpikan untuk memiliki mobil sendiri tapi terhalang dengan penghasilan, karena sekarang Anda bisa beli mobil tanpa harus menguras dompet untuk uang muka atau DP. Bagaimana bisa?

Sekarang Anda bisa menikmati DP murah untuk cicilan mobil karena Bank Indonesia sudah menerbitkan peraturan baru dalam hal penentuan uang muka untuk kredit mobil dengan meringankan biayanya.

Hal ini sudah disahkan sejak Juni tahun lalu dan sudah tercantum di dalam PBI atau Peraturan Bank Indonesia. Jadi, Anda patut berbahagia karena akhirnya ada solusi yang bisa membantu Anda punya mobil baru dengan DP yang ringan.

Penurunan uang muka kredit untuk kendaraan roda empat diturunkan dari 30 persen menjadi 25 persen dari harga keseluruhan. Dengan kata lain, lembaga keuangan memiliki kewajiban yang lebih besar untuk menambal kekurangan dari uang muka yang sudah dibayarkan.

Artinya, ini menguntungkan untuk para konsumen, namun merugikan untuk para lembaga keuangan. Apakah benar demikian? Cek beberapa hal berikut ini.

Penerbitan Surat Edaran OJK, Bagaimana Isinya?

Isi Surat Edaran dari OJK

Isi Surat Edaran dari OJK via vibiznews.co

OJK atau Otoritas Jasa Keuangan diterbitkan berkenaan dengan perubahan peraturan BI yang meringankan biaya uang muka kredit kendaraan baik motor maupun mobil. Sejalan dengan peraturan baru tersebut, OJK juga memberikan keringanan pada pembayaran uang muka untuk kredit motor dengan persyaratan 15% jumlah uang muka untuk kredit motor dengan pembayaran non syariah, 19% untuk pembayaran syariah serta 20% untuk kredit mobil baik syariah maupun non syariah.

Akan tetapi, perbedaan peraturan dengan BI ada pada persyaratan yang diajukan oleh OJK di mana pihaknya hanya memperbolehkan uang muka ringan untuk perusahaan keuangan yang memiliki reputasi baik dalam hal kinerjanya. 

Untuk mengukur apakah suatu perusahaan memiliki kinerja baik atau tidak bisa dilihat dari tingkat NPF atau Non Performing Finance nya yang rendah atau setara dengan minimalnya kemacetan dalam pembiayaan yang persentasenya kurang dari 5%. Nah, kalau Anda tertarik dapat uang muka ringan saat beli mobil, carilah perusahaan keuangan yang reputasinya baik dengan menggali informasi tersebut dari OJK.

Baca Juga: Mau Kredit Mobil Bekas? Ini Cara Memilih yang Terbaik

Uang Muka Murni dan Total Uang Muka, Apa Bedanya?

Penjelasan Dua Jenis Uang Muka

Penjelasan Dua Jenis Uang Muka via bestcarinsurancefinder.com

Sudah cukup girang dengan berita baik mengenai ringannya biaya uang muka mobil? Tunggu dulu! Jangan buru-buru senang sebelum mengetahui perbedaan antara uang muka murni dengan total uang muka. Mungkin Anda sudah senang dengan tawaran uang muka murah untuk membeli mobil impian Anda selama ini, tapi apa sudah yakin uang muka yang ditawarkan itu total uang muka, atau cuma uang muka murni?

Nah, hal tersebut perlu dipertimbangkan kembali. Jangan kira membeli mobil itu yang perlu dilunasi pada awalnya hanya uang mukanya saja. Ada banyak hal yang perlu ditambahkan pada total uang muka murni, meliputi asuransi dan administrasi. Jadi, jangan senang dulu dapat DP murah yang Cuma 20% dari harga mobil.

Pada akhirnya, total yang harus dibayarkan bisa bertambah hingga 11 juta jika administrasi dan asuransi sudah diikutsertakan. Selain itu, masih ada cicilan pertama dan biaya provisi yang menambah bengkaknya biaya uang muka sehingga yang awalnya ringan dan terjangkau pada akhirnya pun sama saja.

Solusinya adalah jangan langsung percaya saat sales menawarkan DP murah sebelum Anda bertanya total uang muka yang harus dibayarkan beserta dengan biaya-biaya tambahan lainnya.

Baca Juga: Beli Mobil Secara Kredit Rugi, Benarkah?

Pahami dengan Seksama Harga Mobil

Jadi, beli mobil itu bukan hanya masalah berapa yang mukanya, berapa cicilannya dan berapa lama tenornya. Tapi Anda juga perlu pertimbangkan biaya-biaya tambahan lain yang harus ditutupi bersamaan dengan pembayaran uang muka. Terlebih lagi, cicilan yang murah biasanya memerlukan tenor yang cukup lama.

Semakin murah, jangka waktu yang diperlukan untuk membayarnya pun semakin panjang. Bayangkan kalau Anda harus bergelut dengan cicilan mobil setiap bulan selama delapan tahun. Yakin kuat? Yakin keuangan bakal stabil dalam kurun waktu tersebut? Jika memang tidak yakin maka lebih baik jangan dipaksakan, karena mobil bukanlah kebutuhan primer.

Baca Juga: Kredit Mobil Macet? Ini Dia Solusinya!