Umat Non-Muslim Juga Bisa Merasakan Manfaat Asuransi Syariah, Cek Yuk!

Asuransi Syariah
Asuransi Syariah

Nama asuransi syariah mungkin belum sepopuler nama asuransi konvensional, tapi asuransi syariah semakin banyak dilirik oleh masyarakat karena manfaat yang didapat oleh nasabah tidak kalah menguntungkannya dari asuransi konvensional.

Meski berbasis syariah, manfaat asuransi syariah juga bisa dirasakan oleh umat non-Muslim yang sudah terdaftar menjadi nasabah pada salah satu perusahaan asuransi. Adapun manfaat yang didapat seperti:

1. Bisa Dicairkan Sebelum Jatuh Tempo

Asuransi konvensional memiliki aturan yang sangat ketat terkait dengan pencairan premi, dimana premi hanya bisa dicairkan pada saat jatuh tempo saja. Hal sebaliknya terjadi pada asuransi syariah. Premi yang sudah dibayarkan bisa dicairkan kapanpun sesuai dengan kebutuhan tanpa potongan apapun.

Begitu juga pada saat nasabah tidak sanggup melanjutkan pembayaran, nasabah akan diberi dua opsi, ingin menarik premi atau melanjutkan tapi membayar di kemudian hari. Intinya uang yang sudah disetorkan nasabah tetap akan menjadi milik nasabah meski dalam kondisi apapun.

Baca Juga: Tidak Hanya Bangunannya, Ternyata Isi Rumah Juga Bisa Diasuransikan! Begini Caranya

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

2. Dana Tetap Diproteksi Meskipun Telat Bayar

Meski pembayaran premi asuransi menunggak, nasabah tetap mendapat proteksi penuh sama seperti nasabah lainnya. Misalnya nasabah mengalami kecelakaan, maka asuransi akan mengcover sebagian biaya perawatan di rumah sakit meskipun nasabah tersebut menunggak.

Uang yang dipakai pihak asuransi untuk membiayai kejadian ini bisa dilunasi di kemudian hari jika nasabah sudah mempunyai uang. Manfaat ini sesuai dengan hukum syariah dimana nasabah harus selalu diuntungkan.

3. Polis Dibebaskan dari Kontributor Dasar

Apabila kondisi kesehatan nasabah sedang terganggu, misalnya sedang kecelakaan atau penyakit parah, nasabah tersebut akan dibebaskan dari biaya kontribusi dasar. Selain itu, nasabah juga berhak mendapat biaya perawatan penuh selama proses penyembuhan tanpa harus ikut berkontribusi membayar biaya rumah sakit.

4. Sistem Bagi Untung yang Tinggi

Dalam asuransi syariah, satu orang nasabah pun tidak boleh dirugikan secara finansial. Saat premi sudah jatuh tempo, pihak asuransi akan membagikan pokok premi beserta bunga sesuai dengan yang telah dijanjikan sebelumnya. Agar nasabah tidak salah paham mengenai sistem bagi untung, petugas asuransi akan menjelaskan mekanisme bagi untung secara detail untuk memastikan kalau nasabah benar-benar paham, sehingga nasabah tidak merasa dirugikan di kemudian hari.

 

Apabila nasabah kurang yakin mengenai sistem bagi untung, nasabah bisa meminta detail pengelolaan premi untuk menghindari adanya penyelewengan dana yang tidak sesuai dengan hukum Islam.

5. Satu Polis untuk Satu Keluarga

Satu asuransi syariah bisa digunakan oleh seluruh anggota keluarga dengan syarat polis yang bersangkutan harus menggunakan sistem kartu atau cashless. Meski nama polis yang terdaftar adalah nama ayah, sang istri dan anak juga berhak merasakan manfaat asuransi dan mendapat perlindungan saat dirawat di rumah sakit. Fasilitas ini tentu semakin mempermudah polis saat membayar premi, apalagi biaya premi yang dibayar juga semakin murah.

6. Berlaku Secara Universal Tanpa Terkecuali

Asuransi syariah bisa dimanfaatkan oleh siapapun tanpa terkecuali, termasuk umat non-Muslim. Yang paling penting adalah taat pada seluruh aturan dan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan itu sendiri sehingga nasabah bisa merasakan manfaat asuransi secara maksimal.

Tidak dapat dipungkiri, aturan dan ketentuan yang dimuat tetap berbasis hukum Islam dan menggunakan beberapa istilah dalam Bahasa Arab. Apabila umat non-Muslim tidak memahami istilah yang tercatat, petugas asuransi akan dengan senang hati menjelaskan istilah tersebut sampai nasabah benar-benar memahaminya dengan jelas.

Baca Juga: Pilihan Asuransi yang Wajib Dimiliki Wanita Modern

7. Tujuan Penggunaan Dana Disampaikan secara Terbuka

Prinsip asuransi syariah adalah mensejahterahkan nasabah, perusahaan, dan masyarakat luas. Artinya dana syariah yang terhimpun suatu saat akan dipakai untuk membantu masyarakat yang kesusahan, tapi masih dalam konteks hal-hal yang sifatnya religius, seperti menolong korban bencana alam dan memberi sumbangan untuk membangun tempat ibadah.

Informasi mengenai pengelolaan dana bantuan akan disampaikan secara terbuka melalui laporan keuangan tahunan yang bisa diakses oleh semua nasabah.

Selektif saat Memilih Perusahaan Asuransi Syariah

Keuntungan yang didapat dari asuransi syariah ternyata tidak kalah hebatnya kalau dibandingkan dengan asuransi konvensional. Meski memiliki sederet kelebihan, nasabah tetap harus selektif saat memilih perusahaan asuransi syariah karena keuntungan yang ditawarkan oleh perusahaan berbeda-beda. Sesuaikan dengan kebutuhan agar program dan keuntungan yang ditawarkan oleh perusahaan lebih bermanfaat.

Berikut Nama-Nama Perusahaan Asuransi Syariah yang Terdaftar di OJK

Daftar Perusahaan Asuransi Umum Syariah:

1. PT Asuransi Takaful Umum
2. PT Jaya Proteksi Takaful
3. PT Maskapai Asuransi Sonwelis

Daftar Izin Unit Syariah Perusahaan Asuransi Umum

1. PT Asuransi Adira Dinamika
2. PT Asuransi Allianz Utama Indonesia
3. PT Asuransi Astra Buana
4. PT Asuransi Bangun Askrida
5. PT Asuransi Bintang, Tbk
6. PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur
7. PT Asuransi Central Asia
8. PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero)
9. PT Asuransi Jasa Indonesia - Takaful
10. PT Asuransi Jasa Raharja Putera
11. PT Asuransi Parolamas
12. PT Asuransi Ramayana Tbk.
13. PT Asuransi Sinar Mas
14. PT Asuransi Staco Mandiri (d/h PT Staco Jasa Pratama)
15. PT Asuransi Tri Pakarta
16. PT Asuransi Umum Bumiputera Muda
17. PT Asuransi Umum Mega
18. PT AIG Insurance Indonesia (d/h PT Chartis Insurance Indonesia)
19. PT Tugu Pratama Indonesia
20. PT Asuransi Bina Dana Arta Syariah
21. PT Asuransi Mitra Maparya
22. PT Asuransi Wahana Tata
23. PT Pan Pacific Insurance

Daftar Perusahaan Asuransi Jiwa Syariah

1. PT Asuransi Jiwa Syariah Al-Amin
2. PT Asuransi Takaful Keluarga
3. PT Asuransi Jiwa Amanahjiwa Giri Artha

Daftar Izin Unit Syariah Perusahaan Asuransi Jiwa

1. Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912
2. PT AIA Financial
3. PT Asuransi Allianz Life Indonesia
4. PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera
5. PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya
6. PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
7. PT Asuransi Jiwa Mega Life
8. PT Asuransi Jiwa Sinar Mas MSIG
9. PT Avrist Assurance
10. PT Axa Financial Indonesia
11. PT Axa Mandiri Financial Services
12. PT BNI Life Insurance
13. PT Great Eastern Life Indonesia
14. PT Panin Daichi Life (d/h PT Panin Life)
15. PT Prudential Life Assurance
16. PT Sun Life Financial Indonesia
17. PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia (d/h PT MAA Life Assurance)
18. PT ACE Life Assurance

Baca Juga: Pentingnya Asuransi Rumah Kontrakan, untuk Pemilik dan Penyewa