UMP 2019 Naik: Berapa Besar Gaji yang Bisa Ditabung?

Hidup serba ngepas memang tak enak. Jangankan bersenang-senang, bisa terpenuhi semua kebutuhan pokok saja sudah bersyukur! Begitulah kira-kira gambaran hidup dengan hanya mengandalkan gaji di batas minimum atau UMP.

Tak dimungkiri, dengan gaji UMP rasanya tak bisa melakukan banyak hal. Berbagai keinginan sangat terbatas. Tapi setidaknya, berbagai kebutuhan utama setiap bulannya bisa dipenuhi. Bukan tanpa syarat, kita harus rela menahan segala keinginan dan mengencangkan ikat pinggang agar tak gali lubang tutup lubang.

Jadi, ingat ya? Bergaji UMP, maka harus siap dengan upaya ekstra untuk mengatur keuangan agar bisa cukup buat hidup sebulan ke depan.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

UMP 2019 Ditetapkan Naik 8,03%

UMP 2019
UMP 2019 via liputan6.com

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Kemenakertrans) telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2019 naik 8,03%. Kenaikan ini dinilai layak karena sesuai dengan formula kebutuhan hidup yang didasarkan pada pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi nasional.

Naiknya UMP ini berlaku untuk seluruh provinsi di Indonesia. Namun berapa besar nominal upah minimum pekerja di setiap provinsi itu ditentukan dan umumkan oleh masing-masing gubernur di setiap daerah.

Artinya, UMP yang ditetapkan Kemenakertrans adalah sebagai patokan atau acuan minimal kenaikan yang berlaku secara nasional. Nah, sebagai pekerja, berapa besar gaji yang bisa Anda tabung dengan kenaikan UMP tersebut?

Sebelum itu, sebaiknya pahami terlebih dahulu keterkaitan upah minimum dengan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi.

Baca Juga: Orang Kaya dan Pura-Pura Kaya: Ini Bedanya!

UMP Naik: Gaji Bertambah, Tapi Biaya Hidup Juga Makin Besar!

Biaya Hidup
Ilustrasi menghitung biaya hidup sebulan

Tentu saja, dengan kenaikan UMP, biasanya perusahaan juga akan menyesuaikan atau menaikkan gaji para pekerjanya sesuai dengan besar persentase kenaikan upah minimum masing-masing daerah.

Maka gaji pun secara nominal juga akan bertambah. Tapi bagaimana dengan nilainya? Artinya, dengan uang yang sama, apakah tetap bisa sama juga untuk membeli sesuatu?

Ini penting diperhatikan, sebab harga-harga barang dan jasa dipengaruhi oleh besarnya inflasi. Sebagai gambaran, jika sepotong tahu dahulu harganya Rp1.000, karena inflasi naik, maka harganya menjadi -katakanlah- Rp1.500.

Jika gaji tetap sama, maka daya beli pun akan terasa semakin berat. Tapi, dengan kenaikan UMP inilah akan menjadi ringan. Nah, kalaupun gaji naik karena menyesuaikan kenaikan UMP, maka jangan serta-merta beranggapan jadi punya uang lebih banyak sehingga bisa berfoya-foya.

Tetaplah berhemat karena sejatinya besar gaji Anda masih sama saja nilainya dengan sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan, jika kenaikannya tidak signifikan alias sesuai persentase kenaikan UMP.

Baca Juga: Waspadai Inflasi 2018 Naik, Atur Keuangan dengan Cara ini!

UMP Naik, Berapa Uang yang Bisa Ditabung?

Infografik UMP 2019
Infografik kebutuhan hidup sebulan dari UMP 2019

Jika ternyata kenaikan gaji Anda hanya menyesuaikan besaran kenaikan UMP, artinya tidak ada ruang buat gaya hidup hedon. Tetap saja Anda harus berhemat agar upah yang diterima bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menabung untuk masa depan.

Lalu, berapa uang yang bisa ditabung setelah UMP Naik?

Sebagai contoh, Cermati.com akan mengulas berapa gaji yang bisa ditabung dari kenaikan UMP di Provinsi DKI Jakarta menjadi Rp3.940.973 pada 2019 atau naik Rp292.938 dari UMP 2018 yang sebesar Rp3.648.035, agar keuangan aman.

1. Biaya Kebutuhan Hidup Sebulan Rp1,57 Juta

Rumus yang lazimnya digunakan dalam mengatur keuangan adalah 40% dari gaji untuk memenuhi biaya kebutuhan hidup selama 1 bulan. Nah, jika gaji UMP, maka uang yang dialokasikan untuk kebutuhan hidup sebulan seperti biaya makan, listrik, transportasi, dan lainnya itu sekitar Rp1,57 juta.

Hitungan ini berasal dari 40% x Rp3.940.973 juta = Rp1.576.388. Jadi, uang belanja untuk memenuhi kebutuhan hidup sebulan itu jangan sampai melebihi dari hitungan yang sudah ditetapkan tersebut.

Tentu saja, untuk urusan makan saja Anda juga harus mau sedikit bersusah-payah untuk memasaknya sendiri agar lebih irit. Jika mengandalkan makan di luar, sehari 3 kali dengan harga menu sederhana rata-rata Rp15.000 per porsi saja, Anda harus merogoh kocek Rp45.000 setiap harinya. Sehingga bujet biaya kebutuhan sehari-hari yang dipatok tersebut tidak akan cukup.

2. Cicilan atau Utang Produktif Rp1,18 Juta

Cicilan KPR
Ilustrasi cicilan KPR

Dengan gaji yang sebesar UMP di DKI Jakarta, jika ingin memiliki hunian misalnya, maka jalan yang ditempuh adalah dengan cara KPR. Besaran utang produktif ini adalah 30% dari gaji. Tentu ini juga berlaku untuk cicilan produktif lainnya, seperti motor, dan lainnya.

Berdasarkan rumus keuangan tersebut, maka jumlah uang yang disisihkan setiap bulannya sesaat setelah gajian tiba untuk membayar cicilan adalah 30% x Rp3.940.973 = Rp1.182.291, atau dibulatkan menjadi Rp1,18 juta.

3. Dana Darurat dan Asuransi Rp591 Ribu

Nah, berapa gaji yang disisihkan untuk dana darurat dan asuransi dengan gaji UMP 2019? Rumusnya adalah 15% dari gaji harus dialokasikan buat dana darurat dan asuransi. Maka, besarnya adalah 15% x Rp3.940.973 = Rp591.145, atau dibulatkan menjadi Rp591 ribu.

4. Tabungan atau Investasi Rp492 Ribu

Investasi
Jangan lupa menabung dan berinvestasi

Sekarang giliran uang yang harus ditabung atau diinvestasikan bila gaji Anda UMP. Besar uang yang dimasukkan dalam alokasi ini adalah 12,5% dari gaji. Maka hitungannya adalah 12,5% x Rp3.940.973 = Rp492.621 atau dibulatkan menjadi Rp492 ribu.

5. Untuk Kebaikan Rp98 Ribu

Agar hidup semakin bermakna, sisihkan sebagian gaji Anda untuk hal kebaikan atau sedekah bagi mereka yang membutuhkan. Alokasikan 2,5% dari gaji untuk berbagi ke sesama. Dengan demikian uang kebaikan yang harus dianggarkan setiap bulannya bila bergaji UMP 2019 adalah 2,5% x Rp3.940.973 = Rp98.524 atau dibulatkan menjadi Rp98 ribu.

Gaji Naik, Jangan Lantas Boros

Hidup dengan gaji pas-pasan memang tak mudah. Maka, bijak dalam mengalokasikan upah yang diperoleh setiap bulannya sangat penting untuk diperhatikan. Walaupun gaji naik, tetap saja Anda perlu memperhitungkan seberapa besar kebutuhan yang harus dipenuhi dan berapa besar gaji yang harus disisihkan untuk ditabung. Ingat ya, UMP naik bukan berarti waktunya untuk berfoya-foya. Hitung dengan cermat kesesuaian antara kenaikan gaji dan biaya kebutuhan hidup. Jadi, gaji naik jangan lantas boros, ya?

Baca Juga: Uang Rp100 Ribu Sekarang Dapat Apa, Sih?