UMR Terbaru Dinaikkan, 5 Dampak Ini yang Akan Terjadi

Selamat Hari Buruh Sedunia. Hari ini bertepatan dengan Hari Buruh Internasional yang selalu dirayakan setiap 1 Mei. Menurut sejarahnya, pada 1 Mei 1886, para buruh di Amerika Serikat melakukan aksi massa menuntut pengurangan jam kerja menjadi 8 jam sehari. Hasilnya, jam kerja yang berlaku dan sesuai aturan resmi hingga kini tidak lebih dari 8 jam sehari.

Biasanya pada Hari Buruh pula, para buruh atau pekerja merayakannya dengan pawai di jalan-jalan seraya menyuarakan aspirasinya. Salah satu aspirasinya adalah tuntutan upah minimum yang layak bagi para pekerja.

Jika Anda mengikuti berita-berita soal penentuan Upah Minimum Regional atau UMR, tentunya sudah tidak asing dengan berita mengenai kenaikan UMR yang ditetapkan Pemerintah Daerah. Sebagai contoh UMR DKI Jakarta, yang tahun 2017 Rp3.355.750, tahun ini menjadi Rp3.648.035.

Dalam menetapkan UMR, Pemerintah Daerah mempertimbangkan inflasi dan aspirasi yang disuarakan para pekerja. Meskipun demikian, pro dan kontra selalu muncul karena keputusan ini. Sebab kalangan perkerja sendiri beranggapan besaran kenaikan tersebut jauh dari kata layak.

Namun, Pemerintah Daerah berpendapat jika jumlah tersebut dirasa sudah adil. Bicara soal kenaikan upah, apa saja dampak dari kenaikan UMR? Untuk mengetahuinya, simak ulasan dampak kenaikan upah berikut ini.

Baca Juga: Gaji UMR Terkini yang Pekerja Wajib Tahu

1. Beberapa Kebutuhan Hidup Layak Terpenuhi

Kebutuhan Hidup Layak UMR
Dengan Naiknya UMR, Beberapa Kebutuhan Pokok Bisa Terpenuhi

Tujuan utama dinaikannya UMR adalah untuk meningatkan penghasilan. Tentu saja hal ini akan menimbukan dampak positif. Salah satunya adalah mewujudkan kesejahteraan hidup yang layak dari karyawan dan keluarganya.

Angka yang telah ditentukan tersebut dianggap cukup untuk memenuhi Kebutuhan Hidup Layak atau KHL sehingga diharapkan ke depannya kehidupan masyarakat jauh lebih baik daripada sebelumnya.

Karena ini pula lah, tingkat UMR di setiap daerah berbeda satu sama lainnya. Misalnya, kota-kota besar memiliki UMR yang jauh lebih tinggi dibandingkan kota-kota berkembang.

2. Daya Beli Meningkat

Daya Beli Meningkat
Naiknya UMR Juga Jadi Pemicu Daya Beli Meningkat

Kenaikan UMR juga akan berdampak pada peningkatan daya beli masyarakat. Dunia usaha menjadi penyokong terbesar untuk perekonomian daerah. Namun, jika daya beli masyarakat rendah, akan menyebabkan dunia usaha menjadi lemah.  

Dengan meningkatnya penghasilan masyarakat, secara tidak langsung akan membuat konsumsi domestik meningkat. Tentu saja ini berdampak positif untuk perekonomian daerah dan nasional. Tak hanya itu, peningkatan daya beli ini juga mendorong munculnya usaha-usaha baru dalam lingkup masyarakat.

3. Pelaku Usaha Memperbarui Upah Tiap Tahun

Pelaku Usaha Perbarui Upah
Karena Adanya Pembaruan UMR, Tiap Tahun Perusahaan Perbarui Gaji

Jika UMR dinaikan, para pelaku usaha akan memperbarui gaji karyawannya secara menyeluruh, bahkan untuk mereka yang bergaji di atas UMR. Pembaruan UMR ini tentunya sebagai wujud patuhnya pelaku usaha terhadap peraturan dan hukum yang berlaku.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

4. Harga Barang Cenderung Naik

Harga Barang Naik
Harga Barang Cenderung Naik Setelah Kenaikan UMR

Seiring dengan meningkatnya UMR, harga-harga barang cenderung dinaikkan. Tentunya kenaikan ini sama sekali tidak diharapkan para pekerja. Namun, kecenderungan yang kebetulan atau tidak terjadi setelah kenaikan UMR ini sepertinya sulit diantisipasi Pemerintah. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kenaikan UMR umumnya membuat daya beli meningkat.

5. Beberapa Pelaku Usaha Terpaksa Melakukan PHK

PHK UMR Naik
Tak Jarang Efek dari Naiknya UMR Adalah PHK

Kenaikan UMR memang tidak selamanya berdampak positif, bahkan dapat menimbulkan risiko-risiko yang tidak diinginkan. Misalnya, terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK. Kenaikan upah tentunya akan membuat pengeluaran perusahaan menjadi meningkat.

Setiap perusahaan tentunya berupaya agar profitnya tidak berkurang. Kenaikan gaji ini jelas akan merugikan jika tidak diiringi dengan kenaikan profit. Tak heran jika banyak perusahaan yang melakukan PHK untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Baca Juga: Tabungan dan Investasi dari Gaji UMR, Cukupkah untuk DP Rumah?

Perlu Dilakukan Pengulasan Lebih Lanjut Sebelum Kenaikan UMR

Kenaikan UMR memang banyak memberikan dampak positif, bahkan sebagian besar masyarakat menganggap jika ini akan memberikan dampak positif untuk kesejahteraan hidup.

Namun, tak selamanya kenaikan UMR memberikan dampak positif. Untuk itu, pentingnya melakukan pengulasan ulang sebelum memutuskan menaikkan UMR. Dengan begitu, kebijakan tersebut dapat menguntungkan semua pihak.

Baca Juga: Punya Gaji UMR Bisa Berangkatkan Orang Tua Naik Haji? Begini Caranya