Visa Turis Arab Saudi Terbit, Apa Saja Destinasi Wisatanya?

Visa Turis Arab Saudi
Ilustrasi visa turis Arab Saudi

Cermati.com – Pertama kalinya dalam sejarah, Arab Saudi mengumumkan mengeluarkan visa turis. Seperti diketahui, selama ini kerajaan Arab Saudi hanya menerbitkan visa haji dan visa umroh saja.

Penawaran visa turis Arab Saudi bagi para traveller mancanegara ini disampaikan oleh Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional Saudi Arabia, Ahmad Al-Khateeb, seperti dikutip dari CNBC.

“Untuk pertama kalinya kami membuka petualangan, warisan, dan sejarah bagi orang-orang yang akan mengunjungi Kerajaan Arab Saudi sebagai turis,” kata Ahmad Al-Khateeb.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Tujuan Arab Saudi Keluarkan Visa Turis

Arab Saudi
Ilustrasi warga Arab Saudi

Arab Saudi selama ini dikenal sebagai negara penghasil minyak bumi dan pendapatannya memang bersumber dari kekayaan alam ini. Kini, Kerajaan Arab Saudi mendorong sektor pariwisata.

Sektor pariwisata asing di Arab Saudi sejauh ini masih berasal dari para jamaah haji dan umroh yang datang ke negara itu.

Dengan dibukanya visa turis, diharapkan ekonomi pariwisata dapat menyumbang 10% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Arab Saudi pada 2030, dari saat ini yang masih 3% terhadap PDB. Kunjungan pariwisata internasional dan domestik diharapkan mencapai 100 juta per tahun.

Di sisi lain, pemerintah kerajaan Arab Saudi juga ingin terus melakukan reformasi guna menarik investasi swasta dan menciptakan lapangan kerja baru. Mengingat populasi Arab Saudi sedang booming, dengan penduduk usia di bawah 30 tahun sebanyak 70%.

Melalui dibukanya wisata asing, diharapkan bisa menjawab kebutuhan lapangan kerja baru bagi penduduk usia produktif yang membeludak itu. Maka, pemerintah kerajaan Arab Saudi akan menyiapkan segala sesuatunya guna menunjang pertumbuhan sektor pariwisata.

“Kami tahu berapa banyak yang harus kami lakukan untuk memuaskan para tamu (turis asing) di masa depan. Kami tahu berapa banyak kursi pesawat yang perlu kami tambahkan, berapa banyak mobil, penyewaan mobil, dan lainnya,” kata Ahmad Al-Khateeb sebagaimana dilansir Cermati.com dari CNBC.

Ia melanjutkan,”Kami mempelajari seluruh ekosistem, kami mengisi kesenjangan dengan apa yang akan disediakan oleh pemerintah dan apa yang akan disediakan oleh sektor swasta. Sebut saja resort, hotel, mendirikan perusahaan penyewaan mobil, bandara lebih besar, pusat pelatihan, dan banyak hal. Untuk industri ini, akan menambah banyak menambah perekonomian kita".

Baca Juga: Tips Keliling Eropa Lancar dan Aman

Tempat Wisata di Arab Saudi

Penduduk Arab Saudi
Salah satu penduduk Arab Saudi dengan Untanya

Meski dikenal negara dengan tanah yang gersang karena sebagian besar luas wilayahnya ditutupi oleh gurun pasir, namun Arab Saudi menyajikan keindahan panorama yang layak dinikmati. Berikut beberapa destinasi wisata yang layak dikunjungi:

1. Gerbang Mekkah

Gerbang Mekkah
Penampakan gerbang ke Mekkah via wikipedia

Gerbang Mekkah dikenal sebagai Gerbang Al-Qur'an. Sebab gerbang perbatasan antara Jeddah dan Makkah ini di bagian atasnya berbentuk menyerupai kita suci Al-Qur'an dengan posisi terbuka.

Gerbang ini dibangun pada tahun 1979 yang didesain oleh Dia Aziz Dia dan seorang arsitek bernama Samir Elabd. Di bawah gerbang yang melengkung dengan ukuran besar ini terdapat dua jalan raya mengarah ke Mekkah dan satunya ke arah Jeddah.

2. Air Mancur King Fahd

Air Mancur King Fahd
Air mancur King Fahd via Agoda

Di Jeddah terdapat air mancur dengan ketinggian sekira 300 meter. Air mancur ini bernama water fountain King Fadh dan terletak di tepi pantai Jeddah.

Karena ketinggiannya itu pula, air mancur yang terletak di Corniche Street, Jeddah, menjadi air mancur tertinggi di dunia. Di waktu petang hingga tengah malam, air mancur ini disinari dengan lampu sorot yang memberikan kesan meriah dan unik.

3. Pusat Oleh-Oleh dan Kota Tua Al-Balad

Kota Tua Al Balad
Ilustrasi kota tua Al-Balad

Masih di area Jeddah, Balad jadi salah satu destinasi wisata bagi mereka yang ingin membeli berbagai macam oleh-oleh maupun barang-barang bermerek (branded).

Di Balad, juga dikenal dengan bagai macam tempat untuk wisata kuliner khas makanan Arab Saudi atau Timur tengah. Tak heran bila lidah semakin dimanjakan di tempat ini.

4. Oasis Al-Ahsa

Oasis Al Ahsa
Penampakan Oasis Al-Ahsa

Pengertian oasis adalah padang pasir yang memiliki cukup air untuk tumbuhan dan pemukiman. Nah, di Arab Saudi Timur, terdapat destinasi wisata yang disebut Oasis Al-Ahsa.

Oasis Al-Ahsa ini suatu wilayah dengan banyak tanaman, mata air, sumur, kanal, dan drainase yang areanya dikelilingi gurun pasir. Oasis Al-Ahsa ini juga terdapat bangunan bersejarah dan situs arkeolog.

Destinasi wisata ini dikenal salah satu tempat bersejarah, karena di area mata air Oasis Al-Ahsa tersebut dinilai sebagai tempat tinggal para manusia pra sejarah.

5. Situs Arkeologi Al-Hijr/Madain Saleh

Madain Saleh Arab Saudi
Madain Saleh di Arab Saudi

Situs Arkeologi Al-Hijr atau disebut Madain Saleh ini dikenal sebagai bangunan yang bersejarah di Arab Saudi. Situs ini memiliki sekira 50 prasasti dari periode Pranabatea dan beberapa lukisan di gua.

Di situs arkelogi al-Hijr ini juga terdapat monumen 111 makam pada peradaban Nabatea dan juga terdapat sumur air. Sejarahnya, Nabatean adalah sekelompok bangsa Arab kuno yang menetap di daerah Yordania.

6. Monumen Al-Turaif

Al Turaif
Kawasan monumen Al-Turaif di Riyadh

Monumen Al-Turaif merupakan salah satu situs bersejarah dunia yang diakui UNESCO. Monumen Al-Turaif ini berada di kawasan kota Diriyah, Saudi Arabia.

Al-Turaif yang didirikan pada abad ke-15 ini merupakan kawasan ibu kota pertama dari Dinasti Saudi, yang berada di pusat kota Arab, terletak di barat laut Riyadh. Di sini juga banyak terdapat kawasan dengan sisa-sisa istana dan ansambel perkotaan.

Baca Juga: 'Traveller' Wajib Punya Kartu Kredit ini, Kenapa?

Indonesia Tak Masuk Daftar Negara Visa Turis Arab Saudi

Paspor Indonesia
Ilustrasi paspor Indonesia

Saat ini, kebijakan penerbitan visa turis Arab Saudi itu masih berlaku untuk 49 negara. Dan sayangnya, Indonesia belum termasuk dalam daftar negara-negara yang bisa peroleh visa turis Arab Saudi tersebut.

Pengajuan visa dilakukan secara online melalui situs visa elektronik (eVisa), atau visa on arrival (VoA) setibanyak di bandara Arab Saudi.

eVisa ini berupa visa beberapa kali masuk ke Arab Saudi yang berlaku untuk 1 tahun. Sehingga memungkinkan turis asing menghabiskan 90 hari di Arab Saudi.

Berikut 49 negara yang bisa mengajukan visa turis Arab Saudi berdasarkan laman Visa Visit Saudi:

Amerika Utara:

  1. Kanada
  2. Amerika Serikat

Eropa:

  1. Swis
  2. Irlandia
  3. Liechtenstein
  4. Lithuania
  5. Monaco
  6. Andorra
  7. Rusia
  8. Malta
  9. Montenegro
  10. San Marino
  11. Ukraina
  12. Inggris Raya
  13. Portugal
  14. Polandia
  15. Austria
  16. Belgia
  17. Bulgaria
  18. Rumania
  19. Slovakia
  20. Kroasia
  21. Siprus
  22. Republik Ceko
  23. Spanyol
  24. Swedia
  25. Denmark
  26. Estonia
  27. Finlandia
  28. Norwegia
  29. Luksemburg
  30. Prancis
  31. Jerman
  32. Yunani
  33. Slovenia
  34. Belanda
  35. Hongaria
  36. Islandia
  37. Italia
  38. Latvia

Asia:

  1. Brunei Darussalam
  2. Jepang
  3. Singapura
  4. Malaysia
  5. Korea Selatan
  6. Kazakhtan
  7. China (termasuk Hong Kong dan Macau)

Oseania:

  1. Australia
  2. Selandia Baru

Karena Indonesia belum masuk dalam daftar negara yang bisa memperoleh visa turis Arab Saudi, maka sabar aja dulu bila ingin travelling ke negeri petrodolar ini. Tunggu Arab Saudi membuka pintunya bagi turis Indonesia, ya?

Baca Juga: Wujudkan Mimpi Keliling Dunia, Ini Tips bisa ‘Travelling’ Tiap Tahun