Waktu yang Tepat Minta Bunga Cicilan KPR Turun

Keluhan naiknya bunga KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) tentu bukan hal yang asing lagi. Ini disebabkan berbagai faktor salah satunya yang pasti adalah naiknya suku bunga acuan BI (Bank Indonesia), yang mempengaruhi bunga pasar.

Perubahan cicilan bunga KPR ini terjadi juga karena skema KPR yang diipilih sejak awal pengajuan, yakni skema konvensional dengan ketentuan bunga berfluktuatif, atau skema Syariah yang umumnya sama rata (flat) selama jangka waktu KPR.

Nah, bagi Anda yang memilih KPR dengan skema bunga fluktuatif, maka tantangannya adalah harus siap bila sewaktu-waktu bunga naik. Tapi sisi baiknya adalah ketika ada potensi penurunan bunga cicilan karena suku bunga BI menurun.

Anda Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

Fakta Pola Bunga KPR yang Harus Diketahui

Bunga Cicilan KPR
Tren cicilan bunga KPR yang terus naik

Selama ini bunga cicilan KPR mengikuti bunga pasar. Apabila kondisi ekonomi maupun inflasi membaik, biasanya bunga pasar akan menurun. Sehingga otomatis bunga KPR juga akan ikut turun. Sebaliknya, di saat bunga pasar naik, otomatis bunga KPR juga akan ikut naik.

Namun sayangnya, tidak semua cicilan KPR ini serta-merta turun pada saat suku bunga BI turun karena berbagai faktor. Pada kenyataannya, saat bunga pasar turun, belum tentu bunga KPR ikut turun. Biasanya bunga KPR akan beranjak di angka yang sama.

Namun, saat bunga pasar naik, bunga KPR justru pasti ikut naik pula. Terdengar tidak adil memang. Nah, fakta inilah yang perlu diketahui, bahwa untuk memaksimalkan manfaat, kita harus bisa mensiasati.

Besaran bunga bank yang ditentukan sebenarnya sudah mempertimbangkan untung-rugi. Jadi kebanyakan bank tidak mau mengambil risiko menurunkan bunga KPR.

Mereka cenderung memberikan bunga yang sama, namun saat naik maka bunga KPR akan dinaikkan pula. Dengan demikian, sebenarnya ada selisih yang tidak diketahui nasabah. Ada margin dan faktor dari pihak bank yang tidak banyak dipahami para nasabah.

Faktor inilah yang dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk dijadikan peluang mendapatkan penurunan bunga cicilan KPR. Apa saja?

Baca Juga: Ragam Biaya Tambahan KPR yang Sering Terabaikan

1. Tren Penurunan Bunga KPR

Penurunan Bunga KPR
Perhatikan tren bunga KPR terbaru

Untuk bisa memperoleh penurunan bunga KPR, hal pertama yang harus Anda perhatikan dan jangan sampai terlewat adalah mengikuti tren suku bunga pasar yang ada. Jikalau suku bunga pasar menurun, maka ini adalah waktu yang tepat bagi Anda untuk mengajukan penurunan bunga cicilan KPR.

Bagaimana cara mengetahui tren bunga pasar? Caranya mudah, Anda bisa memperhatikan bunga KPR yang sedang diitawarkan para pengembang/bank pada saat pameran-pameran properti.

Pada saat tren bunga pasar rendah, biasanya bank menawarkan suku bunga yang kompetitif dan menggiurkan alias rendah bagi para calon nasabah yang akan membeli rumah secara KPR. Nah, ini bisa Anda manfaatkan untuk mengajukan penurunan bunga cicilan KPR.

Anda sebagai nasabah lama, berhak atas perlakuan yang sama dengan nasabah baru tersebut. Jangan takut atau merasa berlebihan minta penurunan bunga cicilan KPR Anda karena beranggapan akan merugikan bank. Jika peminjam baru mendapat bunga yang jauh lebih kecil, tidak ada salahnya Anda sebagai nasabah lama memperoleh hak atas penurunan bunga KPR.

2. Bila Mendapat Tawaran Take-Over Kredit

Take Over Kredit
Ilustrasi take over kredit

Akibat perang bunga antar bank, biasanya bank saling berebut untuk mendapatkan nasabah baru. Bank menawarkan berbagai keuntungan yang mampu menarik calon nasabah untuk pengajuan KPR, mulai dari cicilan flat 5 tahun hingga gratis biaya-biaya lain yang dibutuhkan.

Tentu ini menjadi daya tarik tersendiri bagi nasabah lama untuk beralih ke bank lain. Apalagi jika cicilan KPR di bank yang lama tidak pernah turun. Dengan tawaran take-over KPR tersebut, maka jangan pernah disia-siakan, karena cicilan KPR lama Anda bisa berkurang.

Hanya saja, yang juga perlu diperhatikan adalah biasanya biaya take over itu tidak sedikit. Jadi, sebaiknya membandingkan terlebih dahulu dengan baik antara bunga yang ditawarkan dengan biaya take over tersebut.

Bila biaya take over lebih besar, sebaiknya niat tersebut diurungkan. Jika biaya take over di bawah penurunan bunga KPR, tidak ada salahnya untuk mencoba berpindah ke bank lain.

Baca Juga: Mengenal SKMHT dan APHT Dalam Penggunaan KPR

3. Langsung Mengajukan Penurunan Bunga KPR ke Bank

Transaksi di Bank
Ilustrasi mengajukan ke kantor cabang bank

Jika tren bunga pasar sedang turun, sebelum Anda menerima tawaran take over dari bank lain yang menjanjikan bunga KPR rendah, ada baiknya mencoba untuk datang langsung ke bank yang Anda gunakan selama ini.

Sampaikan keinginan Anda untuk mengajukan penurunan bunga cicilan KPR karena tren suku bunga pasar yang sudah mulai turun dan ada bank yang menawarkan take over KPR Anda. Jika pihak bank tidak ingin kehilangan nasabahnya, biasanya mereka akan memberikan permintaan penurunan bunga cicilan KPR Anda.

Dengan demikian, Anda tidak perlu repot memindahkan cicilan KPR ke bank lain. Pihak bank akan mengirimkan surat penawaran penurunan bunga untuk Anda respons. Setelah proses persetujuan selesai, maka Anda bisa menikmati penurunan bunga KPR yang diturunkan sesuai harapan Anda.

Pantau Terus Tren Bunga Pasar dan Perekonomian

Jadilah nasabah yang pro aktif! Inilah kata paling tepat yang mewakili bahwa Anda sebagai nasabah harus pandai dan cermat melihat peluang yang ada. Jangan hanya menunggu dan bersikap pasif dalam melihat besaran bunga KPR dari tahun ke tahun.

Jangan pernah berharap bank akan memberi informasi detail pada nasabah, bahwa bunga akan turun dengan sendirinya. Jadilah nasabah yang aktif bertanya dan memantau tren pasar dan kondisi perekonomian nasional. Jika tidak, maka tidak aka nada informasi yang Anda peroleh dan yang seharusnya bisa Anda manfaatkan. Alih-alin diturunkan, bisa jadi bunga KPR Anda akan terus naik.

Baca Juga: Sukses Ajukan KPR Pertama Kali dengan Strategi Ini