Waspada, Ibu Hamil Memiliki Risiko Tinggi Terkena Stroke! Ini Penjelasannya

Penyakit stroke merupakan salah satu penyakit dengan angka kematian yang cukup tinggi di Indonesia, bahkan angka tersebut terus meningkat setiap tahunnya. Penyakit stroke umumnya memang menyerang orang yang sudah berusia lanjut. Namun siapa sangka jika ibu hamil pun memiliki risiko yang cukup tinggi juga untuk terkena penyakit stroke ini.

Stroke yang diderita oleh ibu hamil tentunya akan sangat berbahaya. Hal ini dikarenakan dapat mengancam keselamatan pada si ibu dan anak yang ada di dalam kandungannya. Bukan hal yang tidak mungkin jika keduanya tidak dapat terselamatkan karena telatnya penanganan yang diberikan.

Untuk itu, betapa pentingnya semua wanita khususnya ibu hamil mengetahui penyebab dan pencegahan penyakit stroke tersebut. Simak penjelasannya berikut ini:

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Penyebab Penyakit Stroke

tekanan darah
Tekanan darah tinggi salah satu penyebab penyakit stroke

Penyebab penyakit stroke yang paling utama pada ibu hamil adalah adanya riwayat dari keluarga. Jika di dalam keluarga Anda terdapat penderita stroke, maka kemungkinan besar untuk mengalami hal serupa sangat besar.

Sehingga bagi wanita sangat penting menjalankan pola hidup yang sehat sedari muda, sehingga dapat terhindar dari resiko penyakit-penyakit berbahaya seperti stroke. Terdapat tiga poin penting lainnya yang dapat menyebabkan wanita hamil mengalami stroke, di antaranya:

  • Peningkatan tekanan darah setelah mengalami preeclampsia dan eklampsia
  • Peningkatan frekuensi sakit kepala yang cukup parah
  • Peningkatan kecenderungan pembekuan darah di dalam tubuh

Bukan hanya itu saja, jika wanita hamil sudah memiliki gejala penyakit seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung bawaan, dan obesitas maka resiko penyakit stroke dapat berisiko berkali-kali lipat.

Umumnya penyakit stroke yang dialami oleh ibu hamil memang lebih sulit diobati. Mengapa? Hal ini karena dikhawatirkan dapat berdampak buruk bagi janin yang ada di dalam kandungan. Apalagi belum banyak informasi yang menjelaskan terkait pengaruh obat-obatan stroke bagi ibu hamil.

Maka sangat dianjurkan untuk melakukan usaha-usaha yang dapat mencegah penyakit stroke bisa menyerang wanita yang sedang hamil. Pencegahan ini bisa dimulai dari hal yang kecil, seperti menghindari stres, tetap melakukan kegiatan aktif, hingga seringlah berkonsultasi pada dokter kandungan untuk menghindari terjadinya preeclampsia atau eklampsia.

Baca Juga: Mau Kesehatan Tetap Terjaga? Inilah 7 Tes Kesehatan yang Harus Anda Lakukan

Gejala-Gejala yang Muncul Selama Kehamilan

hamil
Konsultasi mengenai gejala yang muncul saat hamil

Selain mengetahui penyebab atau faktor pemicu, penting pula untuk mengenali gejala-gejala yang mungkin diperlihatkan selama masa kehamilan apabila penyakit stroke datang menyerang antara lain adalah:

1. Sakit Kepala

Rasa sakit kepala yang terus datang dan lama tidak hilang selama masa kehamilan mungkin saja menjadi tanda-tanda penyakit stroke. Hal ini bisa disebabkan karena thrombosis vena serebral. Biasanya rasa sakit akan lebih terasa bila dibandingkan dengan gejala sakit kepala biasa pada umumnya.

2. Penglihatan Ganda

Gejala lainnya yang dirasakan adalah penglihatan ganda. Gejala ini mungkin saja menjadi salah satu gejala stroke yang langka, namun bisa saja terjadi diakibatkan trombosis bena seberal ataupun aunerisma otak.

3. Vertigo

Memiliki tekanan darah tinggi akan mempengaruhi fungsi dari pembuluh darah yang ada di belakang otak, dimana pembuluh darah ini berfungsi untuk mengendalikan keseimbangan.

Wanita yang mengalami tekanan darah tinggi selama masa kehamilan memiliki resiko yang tinggi terkena penyakit stroke. Gejala yang sering dirasakan adalah pusing atau vertigo, bahkan dapat menyebabkan mual atau muntah.

4. Penglihatan Mulai Kabur

Hal ini karena lobus oksipital bekerja untuk memproses sensor penglihatan yang ada di dalam otak. Letak syaraf ini berada di bagian belakang otak. Jika wanita hamil mengalami kenaikan tekanan darah, maka bisa menyebabkan pandangan menjadi tidak jelas alias pandangan buram. Hal ini mungkin saja diakibatkan sindrom posterior leukoencephalopathy reversibel.

5. Kejang-kejang

Kejang-kejang merupakan gejala yang mungkin dapat terjadi pada jenis stroke apapun. Bahkan gejala ini menjadi gejala utama yang sering terjadi pada penderita stroke. Namun bisa jadi kejang-kejang ini menjadi pertanda dari penyakit posterior leukoencephalophaty reversible serta stroke hemoragik. Keduanya dapat terjadi jika tekanan darah seseorang cukup tinggi.

Baca Juga: Pilihan Asuransi yang Wajib Dimiliki Wanita Modern

Jangan Meremehkan, Segera Periksa ke Dokter

Masa kehamilan adalah masa yang cukup penting untuk dijaga dengan baik hingga masa kelahiran tiba. Sebab, selama proses mengandung sembilan bulan lamanya, kandungan amat sangat rentan apalagi di tiga semester pertama. Bila selama kehamilan mengalami gejala-gejala stroke seperti ulasan di atas, jangan diabaikan terlalu lama yang nantinya bisa saja akan berdampak buruk bagi kondisi si ibu dan janin yang ada dikandungan. Segeralah periksakan kondisi lebih lanjut ke dokter kandungan agar mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.

Baca Juga: 4 Layanan untuk Ibu Hamil yang Ditanggung BPJS Kesehatan