Waspadai Pencurian Data Melalui ATM dan Ketahui Tips untuk Menghindarinya

Semakin canggih teknologi perbankan, maka makin canggih pula modus operandi kejahatan di perbankan tersebut. Salah satu yang diincar oleh penjahat di bidang perbankan adalah mesin ATM. Mengapa mesin ATM yang diincar? Karena mesin ini jumlahnya banyak dan tersebar di mana-mana. Mesin ini juga relatif tidak terjaga dan hanya mengandalkan kamera CCTV.

Sehingga makin menguatkan keyakinan bahwa Mesin ATM merupakan sarana mudah bagi para penjahat untuk mengeruk uang dari rekening Anda. Salah satu Cara paling umum dilakukan penjahat ATM adalah dengan menempatkan alat sederhana di lubang tempat memasukkan kartu ATM. Berdasarkan penyelidikan kasus yang pernah terjadi di negara tetangga Australia bentuk alat tersebut disesuaikan dengan model masing-masing ATM sehingga bisa saja berbeda dari satu ATM ke ATM lain. Dengan bantuan alat tersebut, para penjahat dengan mudah mengorek data perbankan Anda termasuk PIN yang seharusnya sangat dirahasiakan. Sedemikian canggihkah alat tersebut bekerja? Sebenarnya prinsip kejahatan dengan mencuri data (phising) melalui alat ini relatif sederhana, namun sangat efektif jika tidak terdeteksi oleh pengguna ATM maupun kamera CCTV.

Baca Juga: Transaksi Internet Banking Akan Semakin Aman dengan Cara Ini

Waspadai Kejahatan Pencurian Data melalui Mesin ATM

Kejahatan Melalui Mesin ATM

 Kejahatan Melalui Mesin ATM via bitcoinist.net

 

Di Indonesia sendiri, kasus kejahatan pencurian data melalui mesin ATM belum sebanyak di negara tetangga seperti Australia. Walaupun kasus rekening nasabah yang tiba-tiba berkurang memang sempat muncul di media beberapa waktu yang lalu. Hasil pengembangan lebih lanjut terungkap beberapa modus dengan teknik skimming yang akan dijelaskan dalam uraian di bawah ini. Namun demikian ada baiknya belajar dari kasus yang terjadi di negara lain untuk menambah wawasan kita tentang kejahatan perbankan ini karena secara prinsip model dan transaksi bisnis melalui ATM relatif sama sehingga kita bisa mengantisipasi agar tidak terjadi di sini.

Di negara tetangga modus pencurian data melalui mesin ATM menggunakan fasilitas Alat perekam berbentuk bulat dan warna hijau untuk meniru lubang ATM yang lazim di Australia. Untuk mendapatkan data yang diincar, Alat tersebut dilengkapi dengan chip yang akan merekam data pribadi Anda (phising). Proses pencurian data menggunakan sebuah kamera kecil diletakkan di salah satu sisi untuk merekam saat tangan Anda memencet kode PIN. Tahap selanjutnya pencuri akan mengkopi semua data pribadi pemilik rekening, lalu dengan mudah mengakses data perbankan Anda.

Pahami Cara Kerja Skimming dalam Mencuri Data Nasabah Melalui ATM

Cara Kerja Skimming

Cara Kerja Skimming via dfi.wa.gov

 

Kejahatan perbankan ini tergolong canggih dan profesional karena menggunakan sejumlah peralatan, seperti alat pemindai magnetis yang disebut skimmer, dudukan slok kartu di mesin ATM, serta kamera. Ada tim khusus dengan pembagian tugas yang spesifik sesuai bidangnya masing-masing. Saat nasabah bertransaksi, otomatis data yang dimiliki korban tercatat melalui alat pindai tersebut. Pelaku bisa dengan mudah mengakses data ATM nasabah. Sebelum aksi kejahatan dilakukan, penjahat sudah menyiapkan kartu palsu untuk transaksi dengan data yang sudah di ambil dari kartu asli nasabah. Data itu kemudian dimasukkan ke dalam kartu palsu dan kemudian digunakan untuk bertransaksi.

Kasus kejahatan perbankan ini merupakan temuan tim ID-SIRTII dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri). Tim detektif Polri itu menemukan modus kejahatan perbankan dengan menggunakan alat perekam data magnetis seperti personal identification number (PIN) ATM dan i-banking (router). Kejahatan ini relatif susah di deteksi secara kasat mata sehingga membuatnya lebih aman untuk dipasang di ATM.

Penjahat rupanya komplotan profesional dan sempat memasang router di sebuah ATM di Bali. Kemudian pada mesin ATM dipasang alat berukuran sebesar modem itu di antara kabel server dan tombol serta layar. Dengan begitu, data berupa pin dan data yang tersimpan dalam pita magnetis (garis hitam di ATM) bisa terekam dengan mudah.

Teknik pencurian data melalui router ini bekerja dengan cara menduplikat semua data nasabah bank yang bertransaksi di ATM terbaca. Sedikit beda dengan metode skimming yang memerlukan alat pembaca data elektromagnetik dan kamera tersembunyi untuk melihat pin nasabah, lalu mencetaknya di kartu baru, teknik dengan router ini  mengambil semua data dan menyimpannya. Setelah router terpasang pelaku kejahatan pembobolan rekening tersebut tinggal mengambil router itu kemudian data yang terekam di dalamnya akan dimasukkan dalam kartu ATM yang kosong dan proses pencurian dana nasabah bisa dilakukan dengan mudah. Masyarakat harus waspada dengan modus baru ini.

Baca Juga: Waspada Tindakan Phishing yang Mengincar Uang di Rekening Anda

Tips Menghindari Penipuan ATM

Hindari Penipuan ATM

Hindari Penipuan ATM via aiircdn.com

 

Setelah mengetahui beberapa modus di atas, nasabah mesti waspada terhadap teknik kejahatan seperti ini. Pastikan di setiap ATM biasanya terdapat kamera yang diletakkan oleh pihak bank untuk merekam kejadian di dalam bilik ATM dan CCTV dalam kondisi normal, tidak tertutup atau terhalang media apapun dalam merekam aktivitas nasabah. Kamera ini tentu bermanfaat bila terjadi tindak kejahatan dan sebagainya. Nasabah perlu waspadai adalah kamera tersembunyi atau kamera lain yang dipasang penjahat untuk merekam PIN Anda.

  • Pastikan Anda menutupi tangan Anda saat memasukkan kode PIN. Saat ini hampir semua tombol mesin ATM sudah ditutup alat bantu pengaman.
  • Jangan lupa untuk memeriksa lubang ATM sebelum memasukkan kartu ATM Anda. Kalau perlu goyang bagian tersebut dan pastikan alat menempel kuat. Beberapa modus kejahatan ATM terungkap bahwa mesin perekam yang dipasang penjahat biasanya Cuma direkatkan dengan selotip atau lem sehingga mudah lepas. Jika Anda menemukan alat seperti itu, jangan melakukan transaksi apapun. Segera laporkan kondisi tak normal tersebut kepada satpam bank atau polisi.
  • Sekali lagi pastikan Anda tidak pernah memberitahukan data perbankan Anda kepada orang lain. Perlu diingat bahwa petugas bank sekalipun tidak pernah ditugaskan untuk meminta data member melalui telepon, email atau mendatangi nasabah untuk meminta data-data rahasia. Jika ini anda alami segera laporkan ke bank tempat anda menyimpan uang.

Periksa Segala Bentuk Kejanggalan

Makin canggihnya modus kejahatan perbankan membuat nasabah harus selalu waspada. Tak ada salahnya untuk selalu memantau buku atau laporan rekening Anda. Anda harus paham keluar masuk dana di rekening anda. Jika ada transaksi yang tidak Anda pahami, segera konsultasikan dengan bank Anda untuk mendapat penjelasan lebih lanjut.

Baca Juga: Nomor PIN Anda Tidak Ingin Dibobol? Perhatikan Hal Ini