Wujudkan Mimpi Keliling Dunia, Ini Tips bisa ‘Travelling’ Tiap Tahun

Selain keterbatasan waktu karena jatah cuti tahunan yang rata-rata hanya 14 hingga 18 hari kerja, para pekerja biasanya kerap dihadapkan masalah biaya, terutama bagi yang bergaji pas-pasan, saat ingin travelling ke luar negeri. Jadi, masalah waktu dan biaya ini memang jadi tantangan tersendiri.

Belum lagi bila mata uang Rupiah melemah. Tentu ini akan membuat biaya travelling ke luar negeri jadi lebih mahal.

Tapi, bukan berarti Anda mengurungkan hobi travelling ini karena kedua hal tersebut, bukan? Anda tetap bisa mewujudkan mimpi keliling dunia dengan merencanakan travelling ke luar negeri setiap tahun. Bagaimana bisa? Tentu tidak ada yang mustahil selama kita berusaha, bukan?

Lalu, bagaimana cara bisa travelling ke luar negeri setiap tahun dan mimpi keliling dunia pun terwujud? Simak tips-tips berikut ini.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Berani Travelling dengan Bujet Ketat

Tentu hal pertama yang harus menjadi komitmen Anda untuk bisa travelling tiap tahun bagaimanapun kondisinya, adalah berani jalan-jalan ke luar negeri secara hemat. Artinya, Anda siap dengan bujet pas-pasan alias minim, asalkan travelling tetap jalan terus.

Dengan demikian, Anda harus berani memangkas bujet-bujet travelling yang bisa dikurangi atau bahkan ditiadakan. Nah, apa saja bujet yang dikurangi? Tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan Anda sendiri. Sebagai contoh, menghilangkan bujet belanja oleh-oleh, dan lainnya.

2. Cara Menabung yang Tepat

Tabungan Travelling
Jangan lupa menabung dengan benar

Langkah berikutnya adalah menabung dengan cara yang tepat. Maksudnya? Anda harus tahu cara menabung untuk travelling. Ini penting agar rencana Anda travelling setiap tahun benar-benar bisa dicapi. Secara umum, rumus alokasi keuangan dari gaji adalah 50% untuk pengeluaran rutin, 30% membayar utang dan investasi, dan 20% ditabung.

Contoh,

Gaji Rp5 juta, maka jumlah yang ditabung Rp1 juta

Gaji Rp6 juta - Rp10 juta, ditabung Rp2,5 juta

Gaji Rp11 juta - Rp15 juta, ditabung Rp2,5 juta - Rp4

Gaji Rp16 juta – Rp20 juta, ditabung Rp4 juta – Rp6 juta

Gaji Rp21 juta – Rp25 jjuta, ditabung Rp6,5 juta – Rp9 juta

Gaji Rp26 juta – Rp35 juta, ditabung Rp10 juta – Rp15 juta, dan seterusnya

Pastikan Anda memiliki tabungan yang memadahi untuk masa depan. Selain itu, tabungan juga berguna sebagai syarat pengajuan visa yang mengharuskan punya bukti sejumlah uang di rekening bank, sebagai jaminan kemampuan finansial Anda untuk mengunjungi negara yang bersangkutan.

3. Pola Menabung Sesuai Negara Tujuan

Keliling Dunia
Pilih destinasi travelling Anda sesuai bujet

Anda juga bisa menabung dengan pola sesuai negara tujuan. Artinya, setiap negara memiliki biaya yang berbeda untuk travelling. Sebagai contoh, jika ke kawasan Asia seperti Thailand saja, Anda hanya membutuhkan bujet yang relatif sedikit. Namun jika Anda merencanakan ke Eropa di tahun depan, maka mau tak mau harus menyisihkan uang lebih besar lagi untuk tabungan travelling.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp14.000an, ini Tips Hemat ‘Travelling’ ke Luar Negeri

4. Solo Backpacker, Kenapa Enggak?

Jika Anda cukup berani menjadi solo traveller, keliling dunia dengan cara backpacker-an bisa menjadi salah satu jawaban yang tepat untuk memenuhi kebutuhan hobi travelling Anda dengan hemat. Sebab, travelling semacam ini benar-benar low budget, selama Anda juga bisa menyiasati segalanya, asalkan bisa sampai ke negara yang dituju dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.

Kuncinya, Anda harus benar-benar mempelajari dengan baik negara tujuan, termasuk akses angkutan umum, spot-spot murah untuk penginapan, makanan, dan lainnya. Sehingga Anda bisa menekan bujet semaksimal mungkin.

5. Ikut Open Trip

Open Trip Travelling
Ilustrasi open trip travelling

Sebagai pilihan, Anda juga bisa ikut program open trip. Saat ini cukup banyak jasa travelling dengan model open trip. Anda juga bisa berhemat karen bisa berbagi biaya-biaya selama travelling dengan peserta lainnya. Tentu Anda harus pandai-pandai mencari jasa open trip yang menawarkan harga paling murah.

6. Gabung Komunitas Backpacker

Di era serba terknologi seperti sekarang ini, berbagai macam komunitas mudah ditemukan, termasuk komunitas backpacker. Anda bisa keliling dunia bersama rekan-rekan backpacker lainnya dan dijamin akan jauh lebih hemat karena bisa sharing berbagai hal, mulai dari penginapan, makan, transportasi, dan masih banyak lagi.

Anda bisa gabung dengan komunitas backpacker melalui jejaring sosial, seperti Facebook, Instagram, Burufly, Backpacker Indonesia, atau aplikasi-aplikasi dengan fungsi serupa lainnya.

7. Cicilan Berjalan Kartu Kredit

Kartu Kredit Travelling
Manfaatkan cicilan kartu kredit untuk travelling

Nah, bila ternyata dana belum mencukupi untuk travelling ke negara tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya, jangan berputus asa. Anda tetap bisa travelling sesuai rencana sebelumnya dengan cara cicilan berjalan dari kartu kredit.

Artinya, Anda bisa memaksimalkan fasilitas kartu kredit untuk membeli tiket pesawat yang umumnya menelan bujet cukup besar. Lalu atur pembelian tiket pesawat tersebut dengan metode pembayaran cicilan untuk beberapa bulan ke depan.

Nah, Anda tetap bisa travelling sesuai jadwal yang ditentukan, bukan? Dan cicilan tersebut tetap bisa Anda bayar sepulang dari jalan-jalan ke luar negeri.

Tentu tidak hanya berlaku pada pembelian tiket pesawat, Anda juga bisa memanfaatkan cicilan kartu kredit ini untuk transaksi lainnya yang diperlukan. Bahkan, saat ini sudah banyak kartu kredit yang menawarkan cicilan 0% untuk berbagai transaksi, mulai dari belanja produk hingga jasa.

Tak jarang pula, tiket pesawat dijual lebih murah bila dengan pembayaran kartu kredit tertentu. Jadi, bagi Anda yang belum memiliki kartu kredit, segera apply, sehingga sewaktu-waktu menemukan promo tiket pesawat murah, bisa langsung membelinya.

Baca Juga: Panduan Mengajukan Aplikasi Kartu Kredit Melalui Cermati.com

8. Kumpulkan Poin Mileage

Agar bisa sering travelling ke luar negeri, setidaknya setahun sekali, Anda bisa mengumpulkan dan memanfaatkan poin penerbangan (mileage). Poin mileage bisa diperoleh dari maskapai penerbangan ataupun kartu kredit tertentu yang memberikan promo tersebut.

Tentu bagi Anda yang gemar travelling, untuk mengumpulkan poin mileage ini tidaklah sulit. Semakin sering travelling, otomatis makin sering pula membeli tiket pesawat. Maka, semakin banyak pula poin mileage yang Anda kumpulkan dan digunakan untuk perjalanan berikutnya, bukan?

9. Jangan Lupakan Asuransi Perjalanan

Mau hemat bukan berarti Anda harus mengabaikan membeli asuransi perjalanan. Justru, asuransi perjalanan sangat menguntungkan karena adanya jaminan dari berbagai risiko yang mungkin saja terjadi selama travelling. Jenis asuransi perjalanan ini pun bermacam-macam, mulai dari perlindungan kecelakaan, bagasi hilang, kesehatan, dan masih banyak lagi.

Untuk itu, jangan lupakan atau abaikan membeli asuransi perjalanan agar travelling Anda aman dan nyaman. Terlebih lagi, ada beberapa negara, terutama negara maju, yang mewajibkan membeli asuransi perjalanan saat mengajukan visa. Jadi, jangan remehkan asuransi perjalanan, ya?

10. Mengirit Jatah Cuti

Kalender Cuti Tahunan
Pastikan jumlah cuti tahunan cukup untuk travelling

Nah, mengirit jatah cuti ini tentunya tak kalah penting untuk diperhatikan. Mengingat, sebagai pekerja tidaklah seleluasa mereka yang bukan pekerja. Tentu ada aturan-aturan yang harus dipatuhi, termasuk jumlah hari kerja yang wajib dipenuhi dan hak cuti yang terbatas.

Agar rencana travelling Anda ke luar negeri berjalan lancar, bijaklah dalam menggunakan jatah cuti Anda. Jangan sampai saat waktu travelling tiba, jumlah cuti yang Anda punya tinggal sedikit atau beberapa hari saja. Sehingga tidak bisa leluasa menikmati travelling Anda karena waktu liburan yang mepet. Jadi, jangan ambil jatah cuti bila tidak sangat mendesak, tapi gunakan untuk rencana liburan Anda.

Jadikan Mimpi Keliling Dunia jadi Nyata

Jika mengacu PBB, jumlah negara di dunia sekitar 195 negara. Namun disebut-sebut setidaknya terdapat sekitar 204 negara yang ada di dunia ini. Nah, jika mengambil rata-rata usia manusia pada umumnya dengan jatah travelling sekali setahun, artinya separuh jumlah negara-negara di dunia ini pun tidak akan selesai dikunjungi. Artinya, tak mungkin mencapai mimpi keliling dunia, bukan?

Tapi setidaknya travelling ke negara-negara yang umumnya dikunjungi banyak orang tentunya sudah bisa dikategorikan keliling dunia. Nah, dengan waktu dan bujet pas-pasan, paling tidak keinginan keliling dunia dengan travelling ke luar negeri setiap tahun pun jadi nyata melalui tips-tips di atas. Selamat travelling dan taklukkan dunia!

Baca Juga: Cara Mengaktifkan Kembali Kartu Kredit yang Dinonaktifkan Bank