Yuk, Kenali Macam Akad dan Keunggulan Kartu Kredit Syariah

Masyarakat kini, semakin dimanjakan oleh hadirnya berbagai produk perbankan yang bisa menjadi solusi di tengah kondisi perkeonomian yang tidak menentu. Salah satu produk perbankan yang paling diminati oleh banyak orang ialah kartu kredit. Kehadirannya memang sangat memudahkan bagi para pengguna dalam memenuhi pelbagai kebutuhan hidup, mulai dari yang sifatnya primer, sekunder, hingga tersier sekalipun.

Menariknya, jika selama ini kita mengenal kartu kredit hanya sebagai produk bank konvensional, kini bank syariah pun menerbitkan kartu kredit untuk para nasabah maupun non nasabahnya.

Pada umumnya, bank syariah merupakan lembaga perbankan berlandaskan hukum syariat Islam, lalu bagaimana dengan produk kartu kredit? apakah masih menggunakan bunga? Agar tidak bingung, simak penjelasannya berikut ini:

Akad Pengganti Bunga

persen
Akad pengganti bunga

Namanya sama-sama kartu kredit, tentunya memiliki fungsi yang sama juga yaitu sebagai alat pembayaran nontunai. Akan tetapi, kartu kredit syariah tidak mengenal yang namanya sistem bunga layaknya kartu kredit bank konvensional. Sebagai gantinya, produk kartu kredit yang dikeluarkan bank syariah ini menggunakan sistem akan dengan berbagai macamnya yang telah diatur sesuai ketentuan hukum syariat.

Nah, Anda yang berencana memiliki kartu kredit syariah, ada baiknya ketahui terlebih dahulu jenis-jenis akad dalam kartu kredit syariah sehingga mengetahui mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

1. Akad Kafalah

Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, kafalah memiliki arti Penjamin Transaksi. Artinya, dalam sistem kartu kredit syariah disini pihak bank syariah penerbit akan bertindak sebagai penjamin daripada nasabah pemegang kartu kredit atas semua transaksi yang dilakukan oleh nasabah yang bersangkutan. Perannya tersebut, pihak bank akan memperoleh fee yang disebut sebagai Ujrah dari si nasabah.

2. Akad Qardh

Akad qardh merupakan layanan dengan pemberian pinjaman yang dilakukan oleh bank syariah kepada nasabah selaku pemegang kartu kredit. Namun, semua ini tentu dengan ketentuan antara pihak bank syariah dan nasabah telah menyepakati tanggal pengembalian dana. Jika dilihat, akad qardh ini layaknya fitur pinjaman uang tunai pada kartu kredit syariah.

Baca Juga: Jenis Kartu Kredit yang Paling Tepat untuk Hidup Anda

3. Akad Ijarah

Akad ijarah mengacu pada biaya keanggotaan yang wajib dibayarkan per tahun kepada nasabah selaku pemegang kartu kredit syariah. Ijarah ini bisa disebut juga sebagai biaya atas jasa pihak bank syariah atas layanan yang telah diberikan kepada pihak nasabah dalam bentuk kartu kredit syariah itu sendiri.

Atau dengan kata lainnya, akad ijarah ini dikenal dengan member fee yang biayanya bersifat tetap serta sudah ditentukan di awal saat Anda hendak mengajukan kepemilikan kartu kredit syariah.

4. Akad Sharf

Akad ini memungkinkan nasabah untuk dapat melakukan transaksi non-tunai dengan menggunakan mata uang asing. Disini, pihak bank syariah akan memfasilitasi para nasabah kartu kredit syariah agar bisa bertransaksi menggunakan currency asing tersebut. Bisa dibilang akad ini mirip dengan fitur transaksi luar negeri yang dimiliki oleh kartu kredit konvensional.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Keunggulan Kartu Kredit Syariah

kartu kredit

Jika dilihat secara umum, kartu kredit pada produk perbankan konvensional dan syariah memiliki fungsi yang sama. Namun, pastinya memiliki keuntungan yang jelas berbeda, di antaranya:

1. Sesuai dengan Nilai Islami

Namanya juga kartu kredit syariah, otomatis penggunaannya pun akan berpedoman pada nilai-nilai islam. Pengguna kartu kredit syariah akan terbebas dari biaya-biaya yang bersifat riba tau lainnya. Selain itu, kartu kredit syariah juga membatasi sejumlah transaksi yang tidak mencerminkan nilai islam seperti membeli minuman keras, hingga pergi ke club dan sebagainya.

2. Memakai Sistem Akad Bukan Bunga

Seperti yang telah disebutkan, dalam menjalankan perannya, kartu kredit syariah tidak mengenal istilah bunga, melainkan akad. Jadi, seluruh pendapatan bank syariah dari produk kartu kredit syariah tersebut murni didapatkan dari akad tersebut.

Baca Juga: Mengenal Kartu Kredit Syariah dan Bank-Bank yang Menerbitkannya

 

3. Denda yang Dijadikan Amal

Dalam kartu kredit syariah juga memiliki sistem pembayaran biaya denda yang dibebankan kepada nasabah bila mengalami keterlambatan saat pembayaran iuran bulanan. Namun, biaya denda ini tidak akan diambil oleh pihak bank melainkan seluruh biaya denda akan disalurkan ke lembaga-lembaga amal.

Rasakan Manfaatnyanya

Setiap penawaran kartu kredit yang diberikan perbankan syariah maupun konvensional memang memiliki beberapa kebijakan yang berbeda tapi tetap dengan fungsi yang sama. Namun, sebelum memutuskan untuk memiliki kartu kredit, sebaiknya pahami terlebih dahulu menyoal kartu kredit manakah yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda. Dengan begitu, Anda sebagai pengguna bisa merasakan dan menikmati manfaat sepenuhnya dalam menggunakan kartu kredit.

Baca Juga: Kelebihan Kartu Kredit Syariah dan Perhitungan Tagihannya