Yuk, Kepoin Profil 7 Staf Khusus Jokowi dari Kalangan Milenial

Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan 13 nama anggota Staf Khusus Kepresidenan ditambah 1 asisten pribadi presiden yang baru untuk periode 2019 – 2024 secara langsung di depan Istana Kepresidenan, Jakarta 21 November 2019. Dari total 14 daftar nama tersebut, 7 nama baru di antaranya mendapatkan julukan khusus sebagai wajah milenial Staf Khusus Kepresidenan.

Staf Khusus Presiden sendiri adalah lembaga non struktural yang dibentuk untuk memperlancar pelaksanaan tugas presiden, yang melaksanakan tugas tertentu di luar tugas-tugas yang sudah dicakup dalam susunan Kementerian dan instansi pemerintah lainnya.

Ketujuh nama ini pun menarik banyak perhatian karena masing-masing dari mereka merupakan sosok yang cukup berpengaruh di antara para generasi milenial saat ini baik dalam dunia bisnis, pendidikan, sosial, politik hingga hukum.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Daftar Lengkap Anggota Staf Khusus Kepresidenan

  1. Fadjroel Rachman (Bidang Komunikasi merangkap Juru Bicara Presiden)
  2. Anggit Nugroho (Asisten Pribadi Presiden)
  3. Diaz Hendropriyono (Bidang Sosial)
  4. Sukardi Rinakit (Bidang Politik)
  5. Arif Budimanta (Bidang Ekonomi)
  6. Dini Shanti Purwono (Bidang Hukum)
  7. AAGN Ari Dwipayana (Bidang Komunikasi)
  8. Adamas Belva Syah Devara
  9. Putri Indahsari Tanjung
  10. Andi Taufan Garuda Putra
  11. Ayu Kartika Dewi
  12. Billy Mambrasar
  13. Angkie Yudistia
  14. Aminuddin Maruf

Jadi siapakah 7 sosok muda sekaligus wajah milenial dari Staf Khusus Kepresidenan?

Berikut Profil 7 wajah millenial Staf Khusus Kepresidenan Presiden Jokowi periode 2019-2024:

1. Andi Taufan Garuda Putra

. Andi Taufan Garuda Putra
Andi Taufan Garuda Putra via blog.amartha.com

  • Lahir: 24 Januari 1987, Jakarta
  • Usia: 32 tahun
  • Pendidkan: S1 Bisnis ITB, S2 Harvard Kennedy School
  • Karier: Founder dan CEO PT Amartha Mikro Fintek

Taufan mendirikan PT Amarthan Mikro Fintek pada tahun 2010 lembaga keuangan mikro konvesional yang akhirnya dirubah menjadi peer-to-peer lending yang menghubungkan investor dengan usaha mikro di pedesaan melalui pemanfaatan teknologi.

Baca Juga: Pendaftaran CPNS Diperpanjang hingga 4 Desember, Formasi ini Sepi Pelamar!

2. Ayu Kartika Dewi

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ayu Kartika Dewi (@ayukartikadewi) pada

  • Lahir: 4 November 1981
  • Usia: 38 tahun
  • Pendidikan: S1 FE Universitas Airlangga, S2 Duke University Fuqua School of Business
  • Karier: Staf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 2015 dan staf di Unit Kerja Presiden (UKP4).

Ayu banyak dikenal sebagai Perumus Gerakan Sabang Merauke. Ayu merupakan sosok yang cukup berpengaruh di dunia pendidikan Indonesia. Ayu juga dikenal sebagai seorang aktivis muda yang sering menyuarakan suaranya di sosial medianya, saat ini Ayu tengah memperjuangkan undang-undang untuk perlindungan hewan.

3. Adamas Belva Syah Devara

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Adamas Belva Syah Devara (@belvadevara) pada

  • Lahir: 30 Mei 1990
  • Usia: 29 tahun
  • Pendidikan: MBA Stanford University, MBA Public Policy Harvard University
  • Karier: Founder dan CEO Ruangguru

Pada tahun 2014 Belva mendirikan Ruangguru, startup teknologi dengan misi sosial pendidikan bersama dengan rekannya Muhammad Iman Usman. Belva membangun Ruangguru dengan tujuan untuk membantu indonesia dalam mentransformasi sistem pendidikan.

Sejak tahun 2016 Belva telah menjabat sebagai Direktur Utama dari Ruangguru. Di bawah kepemimpinan Belva Ruangguru berkembang pesat 5 kali lipat dan berhasil menjadi perusahaan teknologi pendidikan terbesar di Indonesia saat ini.

4. Gracia Billy Mambrasar

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Gracia Billy Mambrasar (@billymambrasar) pada

  • Lahir: Serui, Kepulauan Yapen, Papua
  • Usia: 30 tahun
  • Pendidikan: S1 ITB, MBA The Australian National University, MSc Oxford University
  • Karier: Pendiri Yayasan Kitong Bisa dan Direktur Utama PT Papua Muda Inspiratif

Biasa dipanggil dengan sebutan Billy Papua. Billy menjadi sosok yang cukup populer di antara 7 wajah milenial staf khusus kepresidenan karena merupakan satu-satunya milenial asli Papua. Pada 2009, dia mendirikan Yayasan Kitong Bisa untuk membantu pendidikan anak-anak Papua kurang mampu.

Kini Kitong Bisa punya 9 pusat belajar, 158 sukarelawan, dan 1.100 anak. Sebanyak 20 anak didiknya menempuh pendidikan tinggi di kampus ternama di dunia. Dia juga Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia.

5. Putri Indahsari Tanjung

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Putri Indahsari Tanjung (@putri_tanjung) pada

  • Lahir: 22 September 1996, Jakarta
  • Usia; 23 tahun
  • Pendidikan: S1 Academy of Art University, San Fransisco, AS
  • Karier: Founder dan CEO Creativepreneur Event Creato

Putri Tanjung adalah anak sulung dari 2 bersaudara pasangan pebisnis sukses dan konglomerat Indonesia Chairul Tanjung dan Inata Tanjung. Pada tahun 2011 Putri mendirikan El Paradiso yang sekarang dikenal dengan Creativepreneur Event Creator bertujuan menyelenggarakan acara yang menghibur sekaligus menginspirasi anak muda.

Putri Tanjung merupakan anggota termuda di Staf Khusus Kepresidenan Jokowi 2019. Benar-benar mencintai dunia bisnis kreatif, semasa kuliah, Putri Tanjung menjadi Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat Academy of Art University San Fransisco (Permias AAU).

6. Angkie Yudistia

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh AY • #womanwithdisability (@angkie.yudistia) pada

  • Lahir: 5 Mei 1987, Medan
  • Usia: 32 tahun
  • Pendidikan: S1 Londong School of Public Relation Jakarta
  • Karier: Founder Thisable Enterprise, kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)

Angkie mendirikan Thisable Enterprise pada tahun 2011, Angkie yang juga penyandang disabilitas tuna rungu mendirikan perusahaan ini sebagai bentuk misi sosial untuk memberikan kesempatan bekerja bagi para difabel tuna rungu dan disabilitas lainnya.

Baru-baru ini Angkie pun menjalin kerja sama dengan Gojek Indonesia untuk memperkerjakan orang-orang dengan disabilitas di Go-Auto dan Go-Glam.

7. Aminuddin Ma’Ruf

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Aminuddin Ma'ruf (@amaruf27) pada

  • Lahir: 27 Juli 1986, Karawang, Jawa Barat
  • Usia: 33 tahun
  • Pendidikan: S1 Universitas Negeri Jakarta dan S2 Universitas Trisakti Jakarta
  • Karier: Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014 – 2016, Sekertaris Jenderal Solidaritas Ulama Muda Jowowi (SAMAWI) pilpres 2019

Aminuddin terpilih menjadi Ketum PB PMII periode 2014-2016 lewat Kongres Jambi yang berlangsung pada 30 Mei-10 Juni 2014. Sebelumnya, dia pernah menjabat Ketua Biro Pemberdayaan Ekonomi.

Baca Juga: Ada ATM Dukcapil, Cetak e-KTP, KK, dan Akta Lahir Tak Sampai 2 Menit. Begini Caranya

Fakta Menarik Seputar Staf Khusus Kepresidenan Jokowi 2019

Banyak mendapatkan perhatian dari masyarakat dan media massa, ini dia fakta menarik seputar Staf Khusus Kepresidenan 2019:

1. Digaji Rp51 Juta

Dilansir dari kompas.com peraturan gaji staf khusus sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 144 Tahun 2015 tentang Besaran Hak Keuangan bagi Staf Khusus Presiden, Staf Khusus Wakil Presiden, Wakil Sekretaris Pribadi Presiden, Asisten, dan Pembantu Asisten. Berdasarkan beleid yang diterbitkan Jokowi pada 2015 itu, gaji Staf Khusus Presiden sebesar Rp51 juta.

Gaji itu merupakan pendapatan keseluruhan dan sudah termasuk gaji pokok, tunjangan kinerja, dan tunjangan pajak penghasilan.

2. Boleh Punya Asisten

Staf khusus diperbolehkan memiliki paling banyak lima asisten untuk mendukung kelancaran tugas mereka. Asisten yang dimaksud terdiri dari paling banyak dua pembantu asisten.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Perpres Nomor 39 Tahun 2018 tentang perubahan kedua atas Perpres Nomor 17 tahun 2012 tentang Utusan Khusus Presiden, Staf Khusus Presiden, dan Staf Khusus Wakil Presiden.

3. Tidak Diwajibkan Bekerja Full Time di Istana

Meski tetap mendapat gaji penuh sebagai seorang staf khusus Presiden. Khusus ketujuh staf khusus milenial ini nantinya juga tidak akan bekerja secara full time atau penuh waktu. Tujuh staf khusus milenial ini juga tak perlu datang ke Istana setiap harinya.

Staf khusus tidak harus setiap hari menghadap Presiden. Tapi staf khusus memberikan masukan kepada Presiden untuk pembangunan dan kemajuan Indonesia jika tidak setiap hari, seminggu sekali dan maksimal sekali dalam dua minggu.

4. Tidak Punya Bidang Kerja Khusus

Dilansir dari Liputan6.com Jokowi menyebut tujuh staf khusus dari kalangan milenial akan melakukan kerja bersama dalam membuat program serta terobosan baru dalam menyelesaikan masalah. Menurut dia, tujuh staf khusus tersebut tidak memiliki bidang kerja khusus.

Baca Juga: Tak Bebas Menggelinding, Pemerintah Terbitkan Aturan Skuter Listrik