Kemudahan penggunaan bagi user merupakan salah satu prioritas kami dalam menyajikan website. Tidak terbatas ketika menampilkan halaman formulir. Diharapkan formulir yang diberikan ke user cukup ekspresif dalam menjelaskan apa yang seharusnya mereka isi.

Salah satu cara yang umum dilakukan adalah menampilkan placeholder. Kami menggunakan konsep ini pada formulir pengajuan aplikasi.

form with placeholder

Halaman Pengajuan Kartu Kredit

Developer yang mengerjakan halaman formulir ini kelihatannya cukup imajinatif (atau nasionalis?), sehingga nama dan email yang dijadikan placeholder berirama dengan nama perusahaan kami. Diharapkan dengan keberadaan placeholder, user langsung paham dan mengikuti contoh yang diberikan.

Hasilnya cukup mengejutkan. Sejak keberadaan placeholder ini, Customer Service banyak menemukan aplikasi dengan nama mengandung kata “Cermat” dan email ber-domain cermati.com, seperti:

Nama: Cermat Sukma Asri
Email: sukma@cermati.com

Ternyata placeholder yang kami berikan membuat sebagian kecil user yang notabene kurang mengerti teknologi bingung. Mungkin saja user ini tidak mengerti konsep email, sehingga menuliskannya dengan meniru contoh yang ada.

Untuk menghindari kebingungan ini, kami memutuskan untuk mencoba menghilangkan placeholder pada salah satu formulir. Setelah berjalan dua bulan, ditemukan bahwa kemunculan aplikasi dengan nama atau email user mengandung kata “cermat” berkurang drastis. Kami melanjutkan dengan menghapus seluruh placeholder yang ada.

chart with 2 drops

Dua titik penghapusan placeholder.

Jika Anda perhatikan diagram di atas, masih terdapat kemunculan user “cermat” sesudah seluruh placeholder dihapuskan. Tidak masalah, karena ternyata user tersebut memang adalah karyawan Cermati :)

Moral dari kejadian ini adalah selalu amati perkembangan dari desain Anda dan lakukan eksperimen. Hal kecil sekalipun dapat mempengaruhi perilaku user yang tidak terduga.