Apa Itu Average Down? Ini Pengertian dan Cara Hitungnya saat Investasi Saham

Saham, dibandingkan dengan instrumen investasi lain, menawarkan potensi imbal hasil yang paling menjanjikan bagi para investornya. Tapi, dibalik peluang keuntungan yang menggiurkan tersebut, investasi saham memiliki risiko kerugian yang tak kalah tingginya. Oleh karena itu, sebagai investor saham, kamu perlu memahami berbagai strategi dan teknik investasi untuk mengoptimalkan imbal hasilnya. 

Salah satu teknik investasi saham yang penting untuk kamu ketahui adalah average down. Secara umum, average down adalah suatu teknik investasi saham di mana investor melakukan pembelian secara bertahap ketika harga saham sedang turun. Dengan begitu, potensi keuntungan investasi saham bisa didapatkan dengan lebih maksimal sekaligus meminimumkan biaya. 

Lalu, bagaimana cara menerapkan strategi ini? Nah, untuk memahami lebih lanjut tentang teknik investasi saham average down, termasuk keuntungan, cara hitung, dan tipsnya, simak penjelasan berikut ini. 

Bingung cari investasi Reksa Dana yang aman dan menguntungkan? Cermati solusinya!

Mulai Berinvestasi Sekarang!  

Pengertian Average Down

loader

Merupakan salah satu strategi investasi saham, average down adalah teknik yang dilakukan investor dengan membeli saham ketika harganya turun secara bertahap. Meski sekilas terlihat sederhana, tapi cara hitung average down perlu dilakukan dengan akurat dan berdasarkan analisis yang matang.

Hal tersebut dilakukan dengan tujuan investor mengetahui saham seperti apa yang harganya turun dan bisa meningkatkan nilainya dalam waktu dekat di masa depan. Walaupun begitu, karena durasi peningkatan harga saham tak bisa diprediksi, strategi ini lebih ideal dilakukan jika investor memiliki tujuan investasi jangka panjang dan membeli secara berkala. 

Keuntungan Metode Average Down

Dengan menerapkan strategi ini, investor bisa mendapatkan beragam keuntungan average down dan bisa disesuaikan dengan profil serta tujuan investasinya, yaitu:

  • Meningkatkan potensi mendapat keuntungan menjanjikan saat investasi saham. 
  • Memudahkan investor memilih saham yang murah, namun mempunyai prospek menjanjikan di masa depan. 
  • Menjadi alat analisis dalam mengidentifikasi waktu average down dan harga saham secara optimal. 

Cara Hitung Average Down 

Agar bisa memaksimalkan keuntungan saat investasi, investor perlu memahami kapan waktu terbaik membeli saham melalui teknik average down. Itulah mengapa penerapan strategi ini harus dihitung dulu dengan rumus sebagai berikut. 

((Harga1xLot1)+ (Harga2xLot2)+ (Harga3xLot3)+...+(HarganxLotn))/n

Keterangan: 

- n adalah total lot

- Harga lot 1 mempunyai harga lebih tinggi dibanding lot 2 dan begitu seterusnya.  

Contoh Perhitungan Average Down

Untuk lebih mudah memahami cara hitung average down, kamu bisa mencermati contoh berikut ini. 

Anggap saja kamu membeli saham sejumlah 1 lot di harga 4 ribu per lembar dengan total modal 400 ribu. Lalu, pada pembelian kedua, saham tersebut mengalami penurunan harga menjadi 3.900 per lembar, dan di pembelian selanjutnya kembali turun ke angka 3.800 per lembar. Karena meyakini jika harga saham tersebut akan naik, kamu akhirnya memutuskan untuk melakukan averaging down.

Dari contoh tersebut, maka perhitungan average down adalah:

Average Down = (400 ribu + 390 ribu + 380 ribu) / 3

= 1.170.000 / 3 = 390 ribu

Dalam kata lain, dari seluruh transaksi saham tersebut, rerata harga saham yang kamu beli adalah 3.900 per lembar. Sehingga, untuk bisa mendapatkan keuntungan, kamu harus menjual saham ketika harganya melebihi nilai tersebut. 

Tips Mengaplikasikan Teknik Average Down

Tak kalah pentingnya, kamu juga perlu mempelajari tentang bagaimana tips agar bisa mengaplikasikan teknik average down dengan tepat. Agar menyukseskan aktivitas investasi dengan strategi average down, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan. 

1. Mencermati Fluktuasi Nilai Saham

Tips yang pertama adalah pastikan kamu rajin mencermati perubahan harga saham ketika menerapkan strategi average down. Hal ini dilakukan dengan tujuan kamu mempunyai gambaran terkait persentase fluktuasi harga saham yang diincar. Dengan begitu, kamu mampu lebih mudah dalam memahami tingkat perubahan harga saham, baik ketika menurun ataupun naik. 

2. Analisis Fundamental Perusahaan

Selain itu, ketika berinvestasi saham, melakukan analisis terhadap fundamental perusahaan penerbitnya merupakan hal yang sangat krusial. Sebab, berdasarkan analisis fundamentalnya, kamu bisa mengetahui tentang potensi sebuah perusahaan untuk berkembang di masa depan dan memahami kelayakan sahamnya untuk dibeli. 

3. Batasi Jumlah Lot Maksimal dan Harga Minimumnya

Tips ketiga agar metode average down bisa berjalan sukses adalah memiliki batasan terkait jumlah maksimal saham yang dibeli. Dengan begitu, kamu bisa menghindari risiko over trading yang mampu memicu kerugian investasi fatal bagi keuanganmu. 

Memang, apabila harga saham terus menurun kamu dapat membeli sahamnya dengan jumlah saham agar bisa meningkatkan potensi capital gain di masa depan. Tapi, ingat jika tidak ada hal yang mampu menjamin harga saham akan meningkat setelah mengalami beberapa kali penurunan. 

Sehingga, alih-alih menggunakan seluruh modal investasi untuk membeli saham yang harganya menurun, tetap pasang batasan jumlah lot maksimal ketika melakukan average down. Selain itu, tentukan pula harga saham terendah yang bisa dibeli dengan strategi ini guna meminimalkan risiko kerugian. Dengan begitu, kamu tetap memiliki dana untuk diinvestasikan ke instrumen lain sebagai langkah diversifikasi. 

4. Pastikan Jika Harga Saham Akan Kembali Naik

Ketika memutuskan untuk menerapkan average down, kamu wajib meyakini dan memastikan jika penurunan harga saham hanya akan berlangsung untuk sementara waktu. Dalam kata lain, berdasarkan hasil analisis dan pertimbangan, kamu menyadari jika saham yang dibeli dengan metode ini memiliki potensi kenaikan dalam waktu dekat. 

Pasalnya, jika menerapkan average down pada saham yang harganya terus menurun dan belum tentu meningkat di waktu mendatang, kamu hanya akan menelan kerugian nantinya. Walaupun tak ada cara akurat dalam memprediksi pergerakan harganya, tapi kamu bisa mencari tahu tanda saham akan kembali menguat melalui analisis teknikal dan fundamental. 

Sebagai contoh, dengan analisis teknikal, kamu bisa mengetahui potensi arah pergerakan harga saham melalui grafik nilainya. Begitu pula melalui analisis fundamental, potensi kenaikan harga saham bisa dilihat melalui kondisi perusahaan penerbitnya. 

Jika memang penurunan harga saham terjadi karena suatu hal yang sifatnya sementara, kemungkinan besar metode average down masih layak untuk dilakukan. Sebaliknya, jika fundamental perusahaan terlihat kurang menjanjikan dan tak ada indikasi kenaikan harga dari analisis teknikal, jangan ragu untuk melakukan exit strategy guna menghindari kerugian lebih lanjut. 

5. Tetapkan Penurunan Harga Saham Tak Melebihi 20 Persen

Tips yang terakhir, hindari melakukan teknik average down ketika harga saham mengalami penurunan hingga 20 persen atau lebih. Bukan tanpa alasan, biasanya saham dengan tingkat penurunan tersebut terjadi karena faktor fundamental perusahaan. Tapi, jika disinyalir penyebab melandainya harga saham adalah karena isu lain yang dapat diatasi perusahaan dan nilainya bisa kembali naik, tidak ada salahnya untuk tetap menerapkan strategi ini. 

Cocok untuk Jangka Panjang, Tetap Cermati Potensi Saham saat Terapkan Average Down

Pada dasarnya, average down adalah strategi investasi yang ideal diterapkan untuk tujuan jangka panjang. Meski begitu, tetap cari tahu potensi saham di masa depan agar mampu memastikan kenaikan harganya. Dengan begitu, penerapan strategi ini mampu memberi keuntungan dan hasil yang optimal terhadap aktivitas investasi.