Indikasi Penting saat Investasi, Ini Arti Istilah Drawdown yang Wajib Dipahami Investor

Dalam menjalani aktivitas investasi, terlepas dari seberapa besar peluang keuntungan yang mungkin didapatkan, investor tidak bisa sepenuhnya mengabaikan risiko kerugian. Terlebih, dengan adanya prinsip high risk high return, investasi akan selalu memiliki risiko kerugian yang sebanding dengan peluang keuntungannya. Oleh karena itu, ketika menanam modal, investor wajib memahami apa saja risiko yang mungkin menghadang kedepannya. 

Salah satu indikasi penting ketika berinvestasi, khususnya di instrumen reksa dana, yang menggambarkan potensi kerugian adalah drawdown. Dalam produk reksa dana, istilah ini wajib dipahami oleh setiap investor sebelum memutuskan mulai investasi. Sebab, drawdown adalah salah satu hal yang mampu mempengaruhi keputusan investor dalam memilih produk reksa dana. 

Yang menjadi pertanyaan, apa sih yang sebenarnya dimaksud dengan drawdown dalam aktivitas investasi reksa dana ini? Nah, jika kamu ingin tahu lebih lanjut seputar penjelasan drawdown dalam investasi reksa dana, termasuk cara hitung, fungsi, dan beragam hal penting lain tentangnya, simak rangkuman berikut ini. 

Bingung cari investasi Reksa Dana yang aman dan menguntungkan? Cermati solusinya!

Mulai Berinvestasi Sekarang!  

Pengertian Istilah Drawdown di Reksa Dana

loader

Dalam dunia investasi, khususnya di instrumen reksa dana, pengertian drawdown adalah indikasi yang dapat digunakan untuk mengetahui besarnya risiko kerugian dari sebuah produk reksa dana. Nilai drawdown di produk reksa dana bisa diketahui dengan cara menghitung persentase dari penurunan nilai sebuah produk dari titik yang tertinggi ke titik terendahnya dalam 1 periode. 

Umumnya, pada sebuah produk reksa dana, ada tulisan drawdown 1Y yang mengacu pada besaran penurunan atau drawdown terbesar selama setahun terakhir. Dalam kata lain, semisal nilai drawdown sebuah produk reksa dana adalah sejumlah 30 persen per tahun, artinya selama 1 tahun masa periode, produk ini pernah mengalami drawdown atau penurunan nilai maksimal dari titik paling tinggi ke paling rendah sebesar 30 persen. 

Berdasarkan penjelasan tersebut, bisa dipahami jika semakin rendah nilai persentase dari drawdown, artinya nilai dari produk reksa dana yang bersangkutan juga dianggap lebih stabil. Sehingga, hal ini bisa menjadi bahan pertimbangan penting bagi investor untuk menanamkan modalnya di produk reksa dana tersebut. 

Walaupun begitu, angka drawdown tak selalu mengindikasikan jaminan kesuksesan dari kinerja reksa dana. Melainkan, nilai dari reksa dana menjadi salah satu indikasi yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum membeli sebuah produk tertentu. Biasanya, tingginya nilai drawdown terjadi di jenis reksa dana saham dan campuran karena nilainya yang lebih fluktuatif. 

Karenanya, tidak sedikit investor reksa dana jenis saham atau campuran yang memperhatikan tingkat drawdown sebuah produk sebelum memutuskan untuk membelinya. Sedangkan untuk jenis reksa dana lainnya, seperti pasar uang, umumnya mempunyai nilai drawdown relatif rendah, bahkan di kisaran kurang dari 1 persen. Beberapa produk reksa dana pasar uang pun tidak jarang memiliki nilai penurunan yang mencapai angka 0 persen. 

Baca Juga:  Money Management dalam Investasi Reksa Dana

Cara Hitung Drawdown di Reksa Dana

Secara umum, nilai dari drawdown tercantum di detail atau informasi setiap produk tanpa perlu dihitung oleh investor secara manual. Akan tetapi, jika ingin mengecek sendiri cara menghitung drawdown tersebut, kamu bisa mencari tahu cara hitungnya secara manual dengan memperhatikan grafik nilai sebuah produk selama kurun waktu tertentu.

Sebagai contoh, kamu ingin mengecek berapa besaran drawdown pada produk reksa dana campuran tertentu. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melihat grafik di mana menggambarkan pergerakan nilai reksa dana campuran selama setahun.

Selanjutnya, lihat titik mana nilai reksa dana campuran berada di angka paling tingginya, lalu catat besarannya. Kemudian, lihat pula di mana titik nilai reksa dana campuran yang paling rendah dan catat juga besarannya. 

Contohnya, sebuah reksa dana campuran mempunyai titik tertinggi di bulan September dengan angka 5 ribu. Sedangkan untuk titik terendahnya terjadi di bulan Mei dengan nilai 4 ribu. Berdasarkan informasi tersebut, maka perhitungan dari drawdown di reksa dana campuran tersebut adalah sebagai berikut.

Selisih Angka / nilai tertinggi X 100 persen 

1000 / 5000 X 100 persen = 20 persen

Sehingga, pada contoh tersebut, nilai drawdown dari produk reksa dana campuran selama periode waktu 1 tahun adalah 20 persen. 

Baca Juga:  Reksa Dana Indeks dan Reksa Dana Saham, Apa Bedanya? Begini Penjelasannya!

Pentingnya Memahami Dampak Drawdown bagi Investor

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pada reksa dana, nilai drawdown adalah indikasi yang sejatinya tak serta-merta dijadikan tolok ukur maupun jaminan keberhasilan sebuah produk. Walaupun begitu, nilai tersebut menjadi salah satu indikasi penting bagi investor agar mampu mempertimbangkan layak atau tidaknya produk reksa dana untuk dipilih. Pasalnya, drawdown bisa menjadi indikasi terkait risiko kerugian yang mungkin dialami oleh produk reksa dana di masa mendatang. 

Karena itu, guna menghindari risiko kerugian yang serupa, ada baiknya kamu selaku investor memahami serta memperhatikan lebih dulu besaran dari nilai drawdown sebuah produk reksa dana sebelum memilihnya. Intinya, jika nilai drawdown dari sebuah produk reksa dana tergolong tinggi, biasanya investor akan menghindarinya dan tak akan membelinya. 

Tidak hanya itu, drawdown di reksa dana juga dapat menjadi indikasi untuk membandingkan sebuah produk dengan yang lainnya. Sebagai contoh, kamu merasa bimbang untuk menanam modal di reksa dana Y atau reksa dana Z. Nah, dengan membandingkan nilai drawdown dari kedua produk tersebut, kamu bisa mengetahui produk mana yang cenderung lebih baik untuk dipilih. 

Meski begitu, akan lebih bijak jika nilai drawdown ini tak dijadikan sebagai satu-satunya indikasi ketika mempertimbangkan sebuah produk reksa dana. Pastikan untuk membandingkan beragam aspek lainnya pula agar mampu meningkatkan peluang memilih produk reksa dana dengan potensi kinerja yang terbaik. 

Indikasi Penting Lain Terkait Kinerja Reksa Dana Selain Drawdown

Ketika mempertimbangkan apakah sebuah produk reksa dana layak untuk dijadikan sebagai pilihan menanam modal, informasi terkait nilai drawdown memang menjadi salah satu indikasi penting untuk diperhatikan. Namun, selain itu, ada beragam indikasi penting lainnya yang juga harus diperhatikan oleh investor dalam mempertimbangkan peluang kinerja sebuah produk reksa dana. 

Jika sekadar menggunakan nilai drawdown dalam mempertimbangkan kinerja reksa dana, kemungkinan besar investor tidak bisa mengetahui peluang atau risikonya dengan akurat. Untuk itu, kenali indikator penting lain terkait kinerja reksa dana selain drawdown yang juga wajib diperhatikan oleh investor

Jenis Indikator Penjelasan
 Total Imbal Hasil 1 Tahun Total imbal hasil atau return 1 tahun merupakan indikasi yang mencerminkan berapa besar nilai keuntungan yang didapatkan reksa dalam kurun waktu 1 tahun belakangan. Hal ini tentu bisa menjadi bahan pertimbangan oleh investor dalam mengecek kinerja produk reksa dana selama periode waktu tersebut dan apakah positif atau negatif, termasuk besarannya dibanding produk lainnya. 
Expense Ratio

Indikasi lainnya adalah expense ratio, yaitu informasi terkait ukuran seberapa besar tingkat pengeluaran biaya dalam proses pengelolaan reksa dana oleh pihak Manajer Investasi. Ketika mengecek indikasi ini, investor umumnya memahami jika semakin kecil nilainya, artinya Manajer Investasi piawai dalam mengelola portofolio reksa dana dengan efektif dan efisien. Hal tersebut secara tidak langsung turut mempengaruhi potensi keuntungan yang mungkin didapatkan oleh investor.  

Total Nilai AUM

Selain itu ada total nilai AUM atau Assets Under Management. AUM sendiri bisa dipahami sebagai jumlah modal investasi yang dikelola pada sebuah produk reksa dana. Sehingga, semakin besar total nilai AUM, artinya banyak investor yang menanamkan modalnya di produk tersebut dan sekaligus mengindikasikan tingkat kepercayaan pemilik modal terhadapnya. 

CAGR 1 Tahun

Indikasi yang terakhir adalah CAGR 1 tahun. CAGR sendiri adalah singkatan dari Compounded Annual Growth Rates, yaitu besaran kenaikan rerata reksa dana setiap tahun berdasarkan dari pergerakan nilai 1 tahun belakangan. 

Jadikan Nilai Drawdown Sebagai Salah Satu Dasar Pertimbangan Produk Reksa Dana

Intinya, drawdown adalah salah satu indikasi yang bisa dicermati oleh investor dalam mempertimbangkan kinerja sebuah produk reksa dana. Drawdown mengacu pada tingkat kerugian tertinggi di setiap produk reksa dana dan bisa menjadi pertanda terhadap potensi penurunan performanya di masa depan.

Meski begitu, agar bisa mengetahui dengan lebih akurat terkait potensi reksa dana dan mampu memilih produk yang terbaik, pastikan untuk mempertimbangkan pula indikasi lain selain drawdown sesuai yang telah dijelaskan di atas, ya!  

Baca Juga: Cara Membaca Laporan Keuangan Perusahaan, Investor Wajib Tahu