Reksadana Campuran, Kenali Cara Kerja, Keuntungan dan Risikonya Berikut Ini

Menyiapkan dana untuk masa depan lewat berbagai instrumen investasi menjadi sangat penting karena tingkat kebutuhan yang semakin meningkat dan ketidakpastian jangka panjang. Melakukan investasi sejak dini menjadi salah satu cara supaya bisa cepat mencapai kebebasan finansial terutama untuk kaum milenial yang sedang sibuk-sibuknya berkarir. Tidak hanya itu, seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, berbagai layanan atau platform investasi semakin mudah diakses oleh masyarakat luas lewat aplikasi pada smartphone.

Di antara sekian banyak instrumen investasi yang tersedia di tengah masyarakat, reksadana menjadi salah satu pilihan yang cukup umum digunakan oleh banyak orang. Alasan utamanya adalah karena pengelolaan dana investasi sebagian besar dilakukan oleh manajer investasi, sehingga investor cukup menempatkan dana saja dan akan dikelola secara otomatis. Hal ini tentu saja membuat investasi reksadana semakin digandrungi oleh berbagai jenis investor baik pemula sampai yang sudah berpengalaman.

Dari berbagai jenis reksadana yang tersedia, reksadana campuran menawarkan keuntungan yang cukup kompetitif dengan risiko sedang sehingga cukup populer di kalangan investor. Untuk mengetahui lebih jelas tentang reksadana campuran, simak pembahasan lengkapnya pada artikel Cermati.com berikut ini ya.

Apa Itu Reksadana Campuran?

loader

Kinerja Reksadana Campuran

Reksadana campuran adalah sebuah jenis reksadana yang alokasi dana investasinya ditempatkan di berbagai instrumen saham, obligasi, atau pasar uang. Sebagian besar alokasi dana investasi pada reksadana campuran umumnya ditempatkan pada instrumen saham (50-75%) dan sisanya baru ditempatkan pada obligasi atau pasar uang sesuai kebutuhan dan tujuan investasi.

Mayoritas alokasi dana ditempatkan pada instrumen saham bertujuan agar investor tetap bisa mendapatkan tingkat keuntungan/imbal hasil yang kompetitif. Sementara, sisa alokasi dana pada instrumen obligasi atau pasar uang bertujuan untuk meminimalisir risiko agar jumlahnya tidak terlalu besar.

Bagaimana Cara Kerja Reksadana Campuran?

Berikut ini adalah cara kerja reksadana campuran secara umum:

  • Pihak investor menyerahkan dana investasi ke manajer investasi.
  • Manajer investasi kemudian menyusun portofolio dari kumpulan dana para investor.
  • Portofolio investasi yang telah disusun oleh manajer investasi ini akan dialokasikan ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, dan pasar uang.
  • Manajer investasi kemudian akan mengelola portofolio investasi tersebut untuk mendapatkan keuntungan secara berkala.
  • Pihak investor akan menerima laporan performa portofolio investasi yang telah dikelola oleh manajer investasi secara berkala.

Apa Saja Keuntungan Reksadana Campuran?

Ada beberapa keuntungan yang ditawarkan jika memilih reksadana campuran:

  • Tingkat Keuntungan Kompetitif: Reksadana campuran menawarkan tingkat keuntungan yang cukup kompetitif (umumnya 10-20% per tahun). Keuntungan yang kompetitif pada reksadana campuran biasanya didapat dari mayoritas alokasi dana investasi (50-75%) yang ditempatkan pada instrumen saham. Jenis reksadana ini juga secara umum memiliki tingkat keuntungan di atas reksadana pasar uang dan pendapatan tetap.
  • Diversifikasi yang Baik: Alokasi dana investasi pada reksadana campuran dibagi ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, dan pasar uang sehingga bisa meminimalisir risiko apabila penempatannya tepat. Dengan begitu, tingkat keuntungan pada portofolio reksadana bisa tetap terjaga dengan risiko seminim mungkin.
  • Modal Awal Kecil: Investasi reksadana campuran bisa dimulai dengan nominal kecil yaitu 100 ribu Rupiah saja. Hal ini mungkin dilakukan karena diversifikasi investasi yang dilakukan di berbagai instrumen sehingga modal awal investasi bisa lebih fleksibel.
  • Jangka Waktu Investasi Fleksibel: Investasi bisa dilakukan dengan jangka waktu pendek (<=1 tahun) hingga jangka panjang (=> 5 tahun). Berinvestasi lewat reksadana campuran cukup fleksibel karena instrumen investasi yang beragam, sehingga bisa menyesuaikan dengan target investasi berbagai macam investor.
  • Dana Investasi Cepat Cair: Proses pencairan dana investasi dalam reksadana campuran bisa dilakukan relatif cepat sesuai dengan instrumen investasi yang dipilih. Untuk reksadana pasar uang memakan waktu maksimal 1-3 hari, obligasi 3-5 hari, dan saham maksimal 7 hari setelah penjualan dilakukan.
  • Investasi Bebas Pajak: Keuntungan atau imbal hasil yang didapat dari proses jual beli reksadana campuran tidak termasuk dalam objek pajak sehingga bisa diterima secara penuh oleh investor.
  • Pengelolaan Dana Diawasi OJK: Semua proses transaksi dan pengelolaan dana investasi pada reksadana campuran diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terutama untuk reksadana yang sudah terdaftar. Kamu tidak perlu khawatir jika ingin menempatkan dana dalam jumlah besar karena keamanannya terjamin.

Apa Saja Kerugian dan Risiko Reksadana Campuran

Perlu dipahami bahwa berinvestasi di reksadana campuran memiliki beberapa risiko seperti:

  • Manajer Investasi Kurang Kompeten: Dalam investasi reksadana, ada kemungkinan dimana seorang manajer investasi kurang kompeten mengelola dana yang dialokasikan pada sebuah portofolio investasi. Hal ini menjadikan performa portofolio investasi menjadi tidak maksimal, bahkan bisa menimbulkan kerugian secara terus-menerus.
  • Kerugian Investasi Tidak Dijamin oleh Pemerintah: Reksadana campuran termasuk dalam produk pasar modal, sehingga seluruh kerugian yang dalam proses pengelolaan dana tidak dijamin oleh pemerintah atau Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
  • Reksadana Bisa Dibubarkan: Apabila sebuah reksadana memiliki performa yang tidak baik dalam jangka waktu tertentu, maka ada kemungkinan reksadana tersebut bisa dibubarkan oleh pemerintah.
  • Risiko Terlambat Bayar (Likuidasi): Risiko keterlambatan pembayaran karena manajer investasi sulit mempersiapkan dana yang harus dibayarkan ke investor saat proses pencairan dana berlangsung.
  • Penurunan Nilai Instrumen Investasi dalam Jumlah Besar: Karena sebagian besar alokasi reksadana campuran ditempatkan pada instrumen saham yang fluktuatif, maka jika terjadi penurunan nilai akan cukup berpengaruh terhadap portofolio investasi yang dikelola.

Bagaimana Menentukan Komposisi Alokasi Dana yang Tepat untuk Reksadana Campuran?

Menawarkan fleksibilitas alokasi dana sesuai kebutuhan, berikut komposisi alokasi dana yang tepat sesuai dengan tipe investor pada reksadana campuran

Profil RisikoAlokasi Dana Investasi*
Tipe Investor Sangat Konservatif 90-100% Alokasi dana ditempatkan pada instrumen pasar uang
Tipe Investor Konservatif 80% Alokasi dana ditempatkan pada instrumen pasar uang dan sisanya ke obligasi (surat berharga)
Tipe Investor Moderat

70% alokasi dana ditempatkan pada instrumen saham

20% alokasi dana ditempatkan pada instrumen obligasi

10% alokasi dana sisanya ditempatkan pada instrumen pasar uang

Tipe Investor Agresif 80& alokasi dana ditempatkan instrumen saham dan sisanya ke obligasi.

* Alokasi dana ini hanya sebagai ilustrasi sesuai tipe investor. Penempatan atau alokasi dana sebaiknya disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi dari masing-masing investor.

Tipe Investor Seperti Apa yang Cocok untuk Reksadana Campuran?

Dalam dunia investasi ada beberapa tipe investor yang pada umumnya dikelompokkan berdasarkan tingkat toleransi risiko. Reksadana campuran ini cocok untuk para investor dengan tipe moderat. Hal ini dikarenakan reksadana campuran menawarkan tingkat keuntungan atau imbal hasil yang cukup tinggi dengan risiko menengah.

Investor dengan tipe moderat biasanya memiliki tingkat toleransi risiko menengah dengan tujuan investasi mendapatkan keuntungan dengan jumlah cukup besar. Sehingga jangka waktu investasi yang dilakukan juga biasanya tidak terlalu panjang (3-5 tahun) dan reksadana campuran yang memiliki jangka waktu investasi cukup fleksibel bisa menjadi pilihan utama untuk investor jenis ini.

Reksadana Campuran Tawarkan Keuntungan Kompetitif dalam Jangka Menengah

Reksadana campuran menawarkan keuntungan yang kompetitif terutama untuk kamu para investor yang ingin berinvestasi dalam jangka menengah. Namun supaya alokasi dana investasi bisa ditempatkan dengan baik, ada baiknya mengetahui cara kerja, kelebihan, dan kekurangannya dari informasi di atas. Pastikan juga agar kamu selalu melakukan diversifikasi ke instrumen investasi yang tepat agar keuntungan yang diperoleh bisa maksimal dengan risiko seminim mungkin.

Baca   Juga Artikel  Reksadana Lainnya: