Investasi Reksadana Saham, Pengertian, Keuntungan dan Kerugiannya

Di dalam dunia investasi, reksadana menjadi salah satu jenis investasi yang cukup populer di kalangan masyarakat akhir-akhir ini. Menawarkan keuntungan yang kompetitif serta modal investasi yang terjangkau, reksadana menjadi pilihan investasi jangka pendek maupun jangka panjang untuk banyak orang. Investasi reksadana sekarang ini bisa dilakukan lewat berbagai macam aplikasi online yang tersedia di smartphone, sehingga semakin mudah dilakukan oleh masyarakat.

Di antara banyaknya jenis reksadana yang tersedia, reksadana saham menjadi sebuah produk yang tidak lepas dari pilihan masyarakat. Salah satu alasan utamanya adalah menawarkan return atau imbal hasil dalam jumlah besar yang tidak ditawarkan oleh reksadana jenis lain. Selain itu, reksadana saham bisa dijadikan pilihan utama untuk para investor yang ingin berencana melakukan investasi jangka panjang.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang reksadana saham, simak penjelasan lengkapnya yang telah dirangkum oleh tim Cermati.com pada artikel di bawah ini.

Apa Itu Reksadana Saham

Reksadana saham adalah sebuah jenis reksadana yang sebagian besar alokasi dananya ditempatkan pada instrumen saham. Pada reksadana saham, setidaknya 80% dari alokasi dana investasi pada portofolio investor ditempatkan pada instrumen saham dan sisanya ditempatkan pada instrumen lain yang mampu memberikan imbal hasil atau keuntungan yang tinggi.

Keuntungan Reksadana Saham

loader
Reksadana Saham

Reksadana saham memiliki beberapa keuntungan tersendiri sebagai sebuah pilihan instrumen investasi seperti:

  • Return atau Imbal Hasil Tinggi: Reksadana saham menawarkan tingkat return atau imbal hasil yang tinggi dibandingkan jenis reksadana lainnya (umumnya lebih dari 20% per tahun).
  • Bisa Mulai dengan Modal Kecil: Memulai investasi reksadana saham bisa dilakukan dengan modal kecil. Bahkan beberapa jenis reksadana saham bisa dibeli dengan nominal Rp100.000,- saja.
  • Fleksibel dan Cocok untuk Jangka Panjang: Reksadana saham menawarkan jangka waktu investasi yang fleksibel mulai dari 1 tahun hingga lebih dari 5 tahun. Sehingga, jenis investasi ini cocok untuk para investor yang ingin berinvestasi secara jangka panjang karena tingkat keuntungan yang cenderung meningkat.
  • Dana Cukup Mudah Dicairkan: Waktu pencairan dana reksadana saham cukup cepat sehingga bisa digunakan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan. Biasanya waktu pencairan ke rekening memakan waktu paling lambat 7 hari kerja setelah proses penjualan dilakukan.
  • Keuntungan Bebas Pajak: Semua keuntungan atau imbal hasil dari penjualan reksadana saham tidak termasuk objek pajak sehingga bisa diterima sepenuhnya oleh investor.
  • Transaksi Aman: Segala aktivitas transaksi dan pengelolaan dana pada reksadana pasar uang sudah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga dana yang ditempatkan terjamin keamanannya.

Bagaimana Cara Kerja Reksadana Saham?

Seperti pengelolaan reksadana jenis lain, berikut cara kerja investasi reksadana saham:

  • Investor melakukan penyetoran dana ke pihak manajer investasi.
  • Pihak manajer investasi menyusun sebuah portofolio investasi dari dana investor yang terkumpul.
  • Portofolio investasi yang disusun berisikan berbagai instrumen saham yang kemudian dikelola oleh manajer investasi untuk mendapatkan keuntungan.
  • Pihak investor secara berkala akan menerima laporan performa dari portofolio reksadana saham yang telah dikelola.

Kerugian dan Risiko Reksadana Saham

Meskipun menawarkan berbagai macam keuntungan, ada beberapa keuntungan dan risiko yang perlu diketahui tentang reksadana saham seperti:

  • Tingkat Risiko Tinggi: Secara umum instrumen reksadana saham memiliki fluktuasi tinggi sehingga risiko penurunan nilai investasinya juga sangat besar jika dibandingkan dengan jenis lain. Karena itu, jenis reksadana ini tidak cocok untuk jenis investor dengan toleransi risiko rendah yang menginginkan investasi dengan tingkat pengembalian yang stabil.
  • Kinerja Manajer Investasi Kurang Baik: Risiko dimana pengelolaan portofolio reksadana saham bisa dikelola dengan tidak baik oleh manajer investasi. Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya kompetensi manajer investasi dalam mengelola portofolio investasi sehingga mengalami kerugian terus menerus.
  • Nilai Investasi Tergantung Performa Perusahaan: Sebagian besar dana investasi reksadana saham dialokasikan ke saham-saham berbagai perusahaan di bursa efek, dimana apabila performa perusahaan tersebut buruk, maka akan langsung mempengaruhi nilai investasi. Hal ini tentu berdampak negatif pada saham yang termasuk dalam portofolio investasi karena akan memberikan return/imbal hasil negatif.
  • Kerugian Investasi Tidak Dijamin Pemerintah: Investasi reksadana saham merupakan produk pasar modal dan bukan tergolong sebagai produk perbankan, sehingga kerugian dalam investasi tidak dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
  • Risiko Penutupan Reksadana: Risiko dimana reksadana saham dinilai memiliki performa yang buruk dan ditutup oleh pemerintah atau OJK.

Tipe Investor yang Cocok untuk Reksadana Saham

Menurut tipe investor yang dikelompokkan berdasarkan tingkat toleransi risiko dan tujuan investasi, reksadana saham cocok untuk para investor dengan tipe agresif. Alasannya adalah karena reksadana saham menawarkan tingkat return dan imbal hasil yang tinggi bersamaan dengan risiko yang tinggi.

Investor bertipe agresif adalah tipe investor dengan tingkat toleransi risiko yang tinggi dengan tujuan investasi mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, walaupun instrumen investasi yang digunakan memiliki risiko tinggi. Tipe investor ini juga pada umumnya memiliki rencana investasi untuk jangka panjang (lebih dari 5 tahun), sehingga cocok dengan reksadana saham yang sebagian besar dana investasinya dialokasikan pada instrumen saham.

Tips Memilih Reksadana Saham yang Tepat

Untuk Anda yang ingin mulai berinvestasi di reksadana saham, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Tentukan Tujuan Awal Investasi: Sebagai investor tentukan terlebih dahulu tujuan investasi Anda sebelum mulai berinvestasi. Hal ini penting untuk dilakukan supaya target dana investasi yang diinginkan lebih jelas dan bisa memilih jenis reksadana yang tepat. Sebagai contoh, jika target dana cukup besar hingga ratusan juta Rupiah, reksadana saham bisa menjadi pilihan karena menawarkan tingkat keuntungan yang tinggi. Semakin tinggi tingkat keuntungan yang ditawarkan, maka tujuan investasi bisa cepat tercapai.
  • Tentukan Jangka Waktu Investasi: Setelah mengetahui tujuan dan target dana investasi yang akan dikumpulkan, penting untuk menentukan target berapa lama dana tersebut bisa terkumpul. Setiap investor memiliki rencana investasi dengan jangka waktu yang beragam tergantung target dan tujuan investasinya. Apabila Anda berencana untuk mencapai tujuan investasi dalam jangka panjang (di atas 5 tahun), maka reksadana saham bisa menjadi pilihan yang tepat.
  • Pilih Platform Investasi Reksadana Terpercaya: Cermati dan pilih platform investasi yang resmi dan terdaftar usahanya di Otoritas Jasa Keuangan. Dari sekian banyak layanan atau platform reksadana offline maupun online, penting untuk memilih yang sesuai dengan kebutuhan berdasarkan layanan yang ditawarkan. Pertimbangkan kemudahan layanan dan fitur yang sesuai supaya proses investasi bisa dilakukan secara rutin dengan mudah dan hasilnya bisa dipantau secara berkala dengan praktis.
  • Pastikan Manajer Investasi Terpercaya: Apabila ingin berinvestasi langsung lewat manajer investasi, pastikan rekam jejak dan pengalamannya dalam mengelola portofolio investasi yang sedang berjalan. Perhatikan juga perusahaan yang terafiliasi dengan manajer investasi tersebut memiliki histori dan laporan yang baik dalam menjalankan layanannya. Hal ini penting dilakukan supaya Anda mendapatkan manajer investasi yang kompeten, dan mampu mengolah portofolio reksadana dengan tepat untuk mendapatkan keuntungan secara berkala sesuai dengan target investasi yang direncanakan.
  • Pelajari Performa dan Laporan Keuangan Perusahaan Reksadana: Dalam berinvestasi penting untuk memiliki pengetahuan dalam menganalisa dan memahami performa sebuah perusahaan reksadana serta berbagai aset yang dikelolanya. Untuk menganalisa hal-hal tersebut, Anda bisa mulai membaca prospektus dan laporan fakta bulanan (fund fact sheet) yang diterbitkan secara berkala. Hal ini sangat penting dilakukan supaya Anda bisa memilih perusahaan yang tepat untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan dan jangka waktu investasi yang ditentukan.

Reksadana Saham Tawarkan Keuntungan Tinggi dalam Jangka Panjang

Reksadana saham merupakan pilihan reksadana yang tepat untuk Anda para investor yang ingin berinvestasi dalam jangka panjang dan ingin mendapatkan keuntungan yang besar. Namun, agar investasi reksadana saham bisa tepat sasaran, pastikan Anda mengetahui kelebihan dan kekurangannya terlebih dahulu agar tidak salah pilih. Pastikan untuk selalu melakukan diversifikasi investasi dan lakukan alokasi dana yang tepat supaya hasilnya bisa maksimal. Selamat berinvestasi Sobat Cermat!

Baca Juga Artikel Reksadana Lainnya: