Tentang Zakat Profesi

Zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh umat Muslim untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerima, seperti fakir miskin dan semacamnya, sesuai dengan yang ditetapkan oleh syariah.

Zakat termasuk rukun Islam yang ke-4, selain syahadat, salat, puasa dan haji. Zakat merupakan kewajiban bagi seorang muslim yang mampu. Dari sisi bahasa, zakat memiliki arti bersih, suci, berkat, subur, dan berkembang.

Zakat profesi adalah bagian dari zakat maal yang wajib dibayarkan dimana sumbernya berasal dari harta/penghasilan rutin dari pekerjaan tanpa melanggar aturan-aturan syariah yang berlaku. Nisab zakat penghasilan dihitung sebesar 85 gram emas per tahun dengan kadar penghasilan senilai 2,5%.

Fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan bahwa penghasilan tersebut termasuk setiap pendapatan seperti gaji, upah, honor, dll yang diperoleh dengan metode halal sesuai profesi dan jenis pekerjan yang dilakukan.

Dengan menunaikan kewajiban membayar zakat, ada beragam kebaikan dan manfaat yang akan Anda peroleh. Berikut manfaat zakat bagi diri sendiri dan orang lain:

  • Membersihkan harta dan jiwa.
  • Pengendali diri seseorang dari sifat tamak harta dan kufur nikmat.
  • Membersihkan dan mengikis perilaku/akhlak buruk seseorang.
  • Ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah SWT.
  • Memberikan kemudahan seseorang untuk menerima kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.
  • Salah satu bentuk dukungan moral bagi orang yang baru masuk agama Islam.
  • Sarana mengurangi kesenjangan sosial antara masyarakat yang berkecukupan dengan golongan yang kekurangan.

Melakukan pembayaran zakat profesi online di cermati.com memiliki beberapa keuntungan tersendiri seperti:

  • Proses Bayar Online: Nikmati pembayaran zakat tanpa ribet cukup dari aplikasi smartphone atau website cermati saja. Modal internet saja Anda sudah bisa menyalurkan dana zakat kapan saja.
  • Metode Pembayaran Beragam: Salurkan dana zakat lewat berbagai macam metode pembayaran seperti virtual account, e-money, dan instant payment.
  • Bebas Pilih Lembaga Penyalur Zakat: Salurkan zakat Anda lewat berbagai lembaga favorit zakat terbaik di Indonesia.
  • Simulasi Perhitungan Zakat Gratis: Masih bingung harus berapa jumlah zakat yang harus dibayarkan? Cermati.com menyediakan simulasi perhitungan Zakat untuk Anda gratis!

Untuk melakukan pembayaran zakat profesi di cermati.com, Anda bisa melakukannya lewat 2 cara yaitu melalui website atau aplikasi:

Pembayaran Zakat Profesi via website cermati.com:
  • Buka situs cermati.com (https://www.cermati.com).
  • Pilih menu zakat profesi (https://www.cermati.com/zakat-profesi).
  • Masukkan nominal jumlah zakat yang akan diberikan*.
  • Pilih lembaga penyalur zakat yang diinginkan. Apabila ingin berdonasi tanpa nama, centang pilihan "Donasi sebagai Anonim" lalu klik lanjutkan
  • Pastikan informasi pembayaran sudah benar,pilih metode pembayaran yang diinginkan dan lakukan konfirmasi.
  • Lakukan proses pembayaran dan lakukan verifikasi transaksi pembayaran.
Pembayaran Zakat Profesi via aplikasi cermati.com:
  • Unduh aplikasi cermati di play store.
  • Pilih menu zakat profesi.
  • Masukkan nominal jumlah zakat yang akan diberikan*.
  • Pilih lembaga penyalur zakat yang diinginkan. Apabila ingin berdonasi tanpa nama, centang pilihan "Donasi sebagai Anonim" lalu klik lanjutkan
  • Pastikan informasi pembayaran sudah benar,pilih metode pembayaran yang diinginkan dan lakukan konfirmasi.
*Apabila Anda ingin mengetahui berapa jumlah zakat profesi yang harus dibayarkan, coba gunakan simulasi perhitungan zakat dengan mengklik pilihan "Hitung Zakat Anda" dan ikuti langkah-langkah berikut:
  • Masukkan perkiraan Penghasilan per Bulan Anda.
  • Masukkan perkiraan Penghasilan Tambahan per Bulan Anda.
  • Masukkan perkiraan Utang atau Cicilan Jatuh Tempo Anda Tahun Ini.
  • Perhitungan jumlah zakat yang harus didonasikan kemudian akan muncul di layar. Apabila ingin menggunakan jumlah ini pilih klik tombol gunakan jumlah zakat.

Bagi para pengguna yang menggunakan layanan pembayaran zakat profesi di Cermati.com, kami menganggap bahwa Anda telah menerima, memahami, dan menyetujui seluruh syarat dan ketentuan penggunaan layanan dibawah (syarat dan ketentuan layanan di cermati.com ini bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu). Apabila tidak setuju, cermati.com mempersilahkan Anda untuk tidak lagi menggunakan layanan ini.

Syarat dan ketentuan layanan pembayaran zakat profesi di cermati:
  • Pastikan Anda sudah memiliki akun cermati.com. Pembayaran zakat hanya bisa dilakukan oleh pengguna akun cermati.com.
  • Apabila Anda belum memiliki akun cermati.com bisa langsung melakukan proses registasi dan verifikasi agar bisa langsung digunakan.
  • Cermati.com tidak akan bertanggung jawab apabila terjadi kesalahan pengisian jumlah zakat atau informasi lainnya.
  • Pengguna hanya bisa melakukan pembayaran zakat 1 kali dalam 1 transaksi sebelum melakukan proses pembayaran berikutnya. Apabila ingin melakukan pembayaran kembali, Anda harus menyelesaikan transaksi dan pembayaran sebelumnya sampai selesai.
  • Cermati.com tidak pernah meminta informasi e-mail dan password akun Anda. Jangan pernah beritahukan informasi akun Anda ke pihak manapun.

Hukum zakat adalah wajib bagi setiap Muslim yang mampu secara finansial dan telah mencapai batas minimal bayar zakat atau nisab.

Bagi mereka yang mampu secara ekonomi diwajibkan menyisihkan sebagian harta yang dimiliki untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya, baik melalui panitia zakat maupun didistribusikan sendiri.

Berikut syarat-syarat seseorang yang wajib hukumnya membayar zakat:
  1. Islam.
  2. Merdeka.
  3. Berakal dan baligh.
  4. Hartanya memenuhi nisab.

Nisab adalah batas terendah yang telah ditetapkan secara syar’i yang menjadi pedoman untuk menentukan kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang memiliki harta dan telah mencapai ukuran tersebut.

  • Harta yang akan dizakati di luar kebutuhan yang harus dipenuhi seseorang, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dan alat yang digunakan untuk mata pencaharian.
  • Harta yang akan dizakati telah berjalan selama 1 tahun (haul), terhitung dari hari kepemilikan nisab. Kecuali zakat pertanian dan buah-buahan yang diambil ketika panen, serta zakat harta karun yang diambil ketika menemukannya. Sehingga, kalau nisab tersebut berkurang pada satu ketika dari haul, maka terputuslah hitungan haul. Dan kalau sempurna lagi nisab tersebut, maka dimulai lagi perhitungannya.

Misalnya: Nisab tercapai pada bulan Muharam, lalu bulan Rajab pada tahun itu ternyata hartanya berkurang dari nisabnya, maka terhapuslah perhitungan nisabnya. Kemudian pada bulan Ramadhan tahun itu, hartanya bertambah hingga mencapai nisab, maka dimulai lagi perhitungan pertama dari bulan Ramadhan tersebut. Demikian seterusnya sampai mencapai 1 tahun sempurna, lalu dikeluarkan zakatnya.

Terdapat beberapa macam nisab dengan rumus pengeluaran yang berbeda sebagai berikut:
  • Nisab Emas: Nisab emas sebanyak 20 dinar. 1 dinar = 4,25 gram emas. Jadi 20 dinar = 85 gram emas murni. Dari nisab tersebut, diambil 2,5%. Jika lebih dari nisab dan belum sampai ukuran kelipatannya, maka diambil dan diikutkan dengan nisab awal. Contoh: Rani memiliki emas 87 gram yang disimpan. Jika telah sampai haulnya, wajib untuk dikeluarkan zakatnya, yaitu 2,5% x 87 gram = 2,175 gram atau uang seharga emas tersebut.
  • Nisab Perak: Nisab perak adalah 200 dirham. 1 dirham = 595 gram, dari nisab tersebut diambil 2,5% dengan perhitungan sama dengan emas.
  • Nisab Binatang Ternak: Syarat wajib zakat binatang ternak sama dengan atas, ditambah 1 syarat lagi, yaitu binatangnya lebih sering digembalakan di padang rumput yang mubah daripada dicarikan makanan. nisab binatang ternak sebagai berikut:
    • Unta: Nisab unta adalah 5 ekor.
    • Sapi: Nisab sapi adalah 30 ekor. Perhitungannya sebagai berikut:
      Jumlah SapiJumlah yang Dikeluarkan
      30-39 ekor 1 ekor tabi’ atau tabi’ah*
      40-59 ekor 1 ekor musinnah*
      60 ekor 2 ekor tabi’ atau 2 ekor tabi’ah*
      70 ekor 1 ekor tabi dan 1 ekor musinah*
      80 ekor 2 ekor musinnah*
      90 ekor 3 ekor tabi’*
      100 ekor 2 ekor tabi’ dan 1 ekor musinnah*

      *Tabi’ dan tabi’ah adalah sapi jantan dan betina yang berusia setahun. Musinnah adalah sapi betina yang berusia 2 tahun.

    • Kambing: Nisab kambing adalah 40 ekor. Perhitungannya sebagai berikut:
      Jumlah KambingJumlah yang Dikeluarkan
      40 ekor 1 ekor kambing
      120 ekor 2 ekor kambing
      40-59 ekor 1 ekor musinnah*
      201- 300 ekor 3 ekor kambing
      Di atas 300 ekor Setiap 100, 1 ekor kambing dst
  • Nisab Hasil Pertanian: Nisab hasil pertanian adalah 5 wasaq. 1 wasaq = 60 sha’. 1 sha’ = 3 kg. nisab zakat hasil pertanian adalah 300 sha’ x 3 kg = 900 kg. Bila pertanian itu menggunakan alat penyiram tanaman, maka zakatnya sebanyak 5%. Jika pertanian itu diairi dengan hujan, maka zakatnya sebanyak 10%. Misalnya: Seorang petani hasil panennya sebanyak 1.000 kg. Maka zakat yang dikeluarkan bila dengan alat siram tanaman adalah 1.000 x 5% = 50 kg, bila tadah hujan, sebanyak 1.000 x 10% = 100 kg
  • Nisab Barang Dagangan: Nisab dan ukuran zakat barang dagangan sama dengan nisab dan ukuran zakat emas. Syarat zakat perdagangan sama dengan syarat zakat yang lain ditambah dua syarat lainnya:
    • Memilikinya dengan tidak dipaksa, seperti membeli dan menerima hadiah.
    • Memilikinya dengan niat untuk perdagangan.

    Seorang pedagang harus menghitung jumlah nilai barang dagangan dengan harga beli, lalu digabungkan dengan keuntungan bersih setelah dipotong hutang. Misalnya: Seorang pedagang menjumlah barang dagangannya pada akhir tahun dengan total Rp200.000.000, laba bersih Rp50.000.000, dan memiliki hutang Rp100.000.000. Maka perhitungannya sebagai berikut: Modal – Hutang: Rp200.000.000– Rp100.000.000= Rp100.000.000 Jumlah harta zakat adalah: Rp100.000.000 + Rp50.000.000 = Rp150.000.000 Zakat yang harus dibayarkan: Rp150.000.000 x 2,5% = Rp3.750.000

  • Nisab Harta Karun: Tidak hanya harta milik sendiri yang harus dizakatkan, harta yang ditemukan seperti harta karunpun wajib dizakatkan. Harta karun yang ditemukan, wajib dizakati secara langsung tanpa mensyaratkan nisab dan haul, sebesar 20%.
Ada 3 cara menghitung zakat profesi/pekerjaan:
  • Diqiyaskan dengan zakat uang sepenuhnya.
  • Diqiyaskan dengan zakat hasil tani sepenuhnya.
  • Memakai qiyas kemiripan dengan zakat uang dan hasil tani.

Berikut tabel perhitungannya:

<tdHaul
QiyasZakat UangZakat Hasil TaniZakat Uang Hasil Tani
Nisab 85 gram emas 653 kg emas 653 kg beras
Kadar Zakat 2,5% 5% atau 10% 2,5%
1 tahun Setiap menerima penghasilan Setiap menerima penghasilan
Pemotongan Dipotong keperluan asasi dan pembayaran utang Tidak dipotong Dipotong keperluan asasi dan pembayaran utang

Contoh Perhitungan Zakat dengan Menggunakan Qiyas ke-3:

Pak Indra adalah karyawan sebuah perusahaan swasta, setiap bulan mendapat gaji Rp6.000.000. Dari gaji tersebut, Pak Indra mengeluarkan biaya keperluan pokok rumah tangga Rp3.000.000, bayar sekolah 2 orang anak Rp1.000.000, bayar cicilan rumah Rp750.000 dan bayar telepon dan tagihan listrik Rp500.000,-.

Nisab: Setara dengan 653 kg beras. Jika harga beras Rp5.000 per kg, maka nisab dalam rupiah adalah Rp3.265.000. Kadar zakat: 2,5%.

Haul: Setiap menerima gaji.

Total keperluan asasi dan membayar utang: Rp3.000.000 + Rp1.000.000 + Rp750.000 + Rp500.000 = Rp5.250.000

Jadi penghasilan bersih: Rp6.000.000 – Rp5.250.000 = Rp750.000

Oleh karena hasil hitungan penghasilan bersih pak Indra sebesar Rp750.000 dan nilai ini tidak mencapai syarat nisab yaituRp3.265.000. Jadi pak Indra tidak perlu membayar zakat penghasilan.

Jika penghasilan pak Indra sebesar Rp9.000.000 per bulan. Maka penghasilan bersihnya setelah dipotong keperluan asasi dan hutang jatuh tempo: Rp9.000.000 – Rp5.250.000 = Rp3.750.000. Nilai ini sudah melebihi nisab yang sebesar Rp3.265.000. Sehingga pak Indra wajib mengeluarkan zakat profesi sebesar: 2,5% x Rp3.750.000 = Rp93.750

Keperluan asasi adalah pengeluaran bagi diri sendiri, istri dan anak. Seperti: makanan, pakaian, kesehatan, pendidikan, cicilan rumah, dan bayar utang.

Contoh pengeluaran yang bukan keperluan asasi: kursus atau les tambahan, membeli TV baru padahal TV lama masih bagus, jalan-jalan ke luar kota dan makan di luar bersama keluarga, membeli hadiah untuk acara pernikahan, dan keperluan tidak penting lainnya.

Siapa saja yang berhak menerima zakat? Mereka yang berhak menerima zakat menurut kaidah Islam dibagi menjadi 8 golongan, yaitu:
  1. Fakir: Mereka yang tidak memiliki harta atau hampir tidak memiliki apapun sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
  2. Miskin: Mereka yang memiliki sedikit harta, tetapi penghasilannya tidak bisa mencukupi kebutuhan dasar untuk hidupnya. Mereka yang memiliki sedikit harta, tetapi penghasilannya tidak bisa mencukupi kebutuhan dasar untuk hidupnya.
  3. Amil: Mereka yang mengumpulkan dan membagikan zakat.
  4. Mu'allaf: Mereka yang baru masuk/ memeluk agama Islam dan memerlukan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan baru.
  5. Hamba Sahaya: Mereka yang ingin memerdekakan dirinya.
  6. Gharimin: Mereka yang berutang untuk memenuhi kebutuhannya, dengan catatan bahwa kebutuhan tersebut adalah halal, akan tetapi tidak sanggup untuk membayar utangnya.
  7. Fisabilillah: Mereka yang berjuang di jalan Allah. Misalnya, dakwah, perang dan lain sebagainya.
  8. Ibnus Sabil: Mereka yang kehabisan biaya dalam perjalanannya dalam ketaatan kepada Allah.
Cermati.com juga melayani pembayaran zakat lain seperti: