Team Rokok atau Vape? Lebih Buruk yang Mana, Sih?

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, rokok, baik dalam bentuk ‘konvensional’ maupun elektrik seolah sudah menjadi bagian dari kebutuhan hidup mereka. 

Berdasarkan laporan yang disusun oleh Southeast Asia Tobacco Control Alliance dengan judul The Tobacco Control Atlas, Asean Region di tahun 2016 lalu, ternyata 65 juta populasi masyarakat Indonesia adalah perokok aktif.

Lalu, di tahun 2018 lalu, perokok aktif yang memiliki vape atau versi elektrik dari rokok biasa tercatat sejumlah kurang lebih 1 juta orang. Angka yang fantastis, bukan? Jika demikian, bukankah hal tersebut sangat mengkhawatirkan?

Ketika Anda ditanya, ‘lebih bahaya manakah, rokok atau vape?’, Anda mungkin akan menjawab bahwa keduanya sama-sama buruk untuk kesehatan karena adanya kandungan yang berbahaya, seperti tar dan nikotin.

Namun, selain buruk bagi kesehatan, Anda tentu sadar bahwa merokok juga membuat finansial Anda menjadi tidak sehat, bukan? Sekalipun berpenghasilan lebih dari cukup, faktanya, pengeluaran untuk konsumsi zat adiktif tersebut tidak bisa dikatakan sedikit, loh.

Nah, jika Anda adalah seorang perokok ataupun sekadar ingin mengetahui seberapa besarnya pengaruh konsumsi rokok terhadap kondisi tubuh maupun finansial, yuk simak ulasannya berikut ini!

1. Orang-Orang di Usia Produktif: Penyumbang Terbesar Jumlah Perokok di Indonesia

Sebagian besar golongan yang merupakan perokok aktif di Indonesia yakni para kawula muda nya yang saat ini berada pada masa produktif. 

Berdasarkan hasil penelitian Riset Kesehatan Dasar dari Kementrian Kesehatan, dari 65 juta perokok, ada 6 jangkauan usia dengan persentase tertinggi yakni 55,4% untuk usia 15-19 tahun, 18% untuk usia 10-14 tahun, 16,4% untuk usia 20-24%, dan 10,2% untuk rentang usia lain, mulai dari 5 hingga lebih dari 30 tahun.

Kemudian, mayoritas pengguna vape yakni orang yang berusia 10 – 14 tahun dan 15 – 19 tahun, dengan persentase 10,6% dan 10,5%. Adapun pengguna rokok elektrik yang berusia antara 20 – 24 tahun yaitu sebesar 7%, serta untuk pengguna berusia 0 – 9 tahun yaitu 2,8%. Untuk 69, 1% sisanya yakni pada usia lain.

Baca Juga: 10 Makanan Lezat ini Bisa Bantu Anda Berhenti Merokok

2. Perkiraan Konsumsi Rokok per Harinya

Untuk mengetahui lebih boros rokok atau vape, mari kita buat perhitungannya terlebih dahulu. Sebagai contoh, bagi pengguna rokok Sampoerna Mild, dalam satu harinya perlu mengeluarkan 22.000 rupiah untuk satu pak rokok. Jika diakumulasi, maka dalam 30 hari atau satu bulannya, uang yang dikeluarkan untuk pembelian rokok yakni 660.000.

Sekarang bandingkan dengan vape. Kini, vape sudah bisa dimiliki hanya dengan mengeluarkan uang sekitar 300.000 rupiah saja untuk brand Rincoe Mantoe. Selain vapornya, Anda juga perlu mengeluarkan sekitar 125.000 rupiah untuk liquid 60ml, 35.000 untuk kawatnya, serta 60.000 untuk kapasnya. Jika ditotal, maka pengeluaran per bulan untuk vape yakni sekitar 220.000 rupiah.

Selain vape, satu jenis rokok elektrik yang kini kian digemari yaitu pods. Estimasinya, pods sudah bisa didapatkan dengan harga sekitar 450.000 rupiah dan sudah termasuk cartridge untuk brand JUUL. Pengeluaran untuk pods sendiri yaitu sekitar 100.000 untuk cartridge serta 60.000 untuk kapasnya, sehingga per bulannya hanya memerlukan sekitar 160.000 rupiah.

Dari segi keuangan, sudah jelas bahwa pengeluaran untuk rokok biasa jauh lebih banyak ketimbang untuk penggunaan vape maupun pods. Namun, meski demikian, semua kembali pada selera masing-masing, bukan?

Baca Juga: Kenali Evali, Penyakit Infeksi Paru-Paru Akibat Vape

3. Bagaimana Dampaknya Bagi Kesehatan?

Topik mengenai lebih berbahaya rokok atau vape seringkali menjadi bahan perdebatan masyarakat saat ini. Sebagian orang mungkin mengatakan bahwa rokok lebih berbahaya. Namun, hal tersebut bukan berarti vape tidak membahayakan kesehatan, ya.

Pasalnya, berdasarkan penelitian dari Public Health England menyebutkan bahwa kandungan berbahaya penyebab penyakit yang ada pada rokok memang ada pada vape, namun dengan efek yang terbatas.

Meski demikian, risiko timbulnya penyakit seperti kanker dan masalah kehamilan tetap ada jika Anda menggunakan vape. Vape pun bisa menjadi lebih berbahaya dari rokok jika Anda jauh lebih sering menggunakan vape, dan justru jarang mengonsumsi rokok. Jadi, istilah rokok lebih berbahaya dari vape tidak valid, ya.

Merokok Memang Pilihan, tapi Kesehatan Wajib Diprioritaskan

Nah, dari paparan di atas, sudahkah Anda mendapat gambaran mengenai besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk merokok? Walaupun sudah jelas bahwa pengeluaran untuk rokok lebih besar ketimbang vape atau pods, selera orang-orang tentu tidak sama. 

Walaupun sudah jelas berbahaya, merokok adalah pilihan, dimana setiap orang bebas untuk melakukannya atau tidak. Akan tetapi, satu hal yang perlu diingat yaitu tubuh Anda adalah aset, dan menjaga kesehatan adalah hal sebuah keharusan. 

Untuk itu, dibandingkan memperdebatkan antara mana yang lebih boros atau berbahaya antara rokok dengan vape, bukankah jauh lebih baik jika Anda menghindarinya saja?

Baca Juga: Perokok Pasif Lebih Berbahaya, ini Dampaknya Bagi Kesehatan!