Reksadana Pendapatan Tetap, Kenali Pengertian, Cara Hitung, Serta Kelebihannya

Di tengah perkembangan zaman yang pesat, memiliki perencanaan keuangan yang matang untuk masa depan menjadi sangat penting dikala ketidakpastian ekonomi. Dalam sebuah rencana keuangan yang baik, investasi menjadi salah satu komponen penting untuk menjamin masa depan keuangan yang lebih baik. Seiring dengan perkembangan teknologi, kesadaran dan edukasi tentang pentingnya investasi juga semakin dirasakan oleh masyarakat yang diimbangi dengan ketersediaan platform investasi yang mumpuni.

Salah satu instrumen investasi yang sudah cukup lama dikenal oleh masyarakat adalah reksadana. Instrumen investasi ini juga cukup populer di kalangan masyarakat karena cocok untuk investor awam maupun yang sudah berpengalaman. Kemudahan investasi yang ditawarkan oleh reksadana ini juga dipengaruhi oleh peran manajer investasi yang mengelola portofolio investasi para investor sehingga lebih praktis. Selain itu, sekarang ini sudah banyak tersedia platform investasi reksadana via aplikasi yang semakin memudahkan para investor untuk mengalokasikan dana.

Di antara banyaknya pilihan jenis reksadana yang tersedia, reksadana pendapatan tetap adalah salah satu yang cukup banyak dijadikan pilihan investasi. Menawarkan keuntungan yang stabil dan risiko yang cukup minim adalah 2 alasan utama mengapa reksadana pendapatan tetap cocok untuk banyak orang. Untuk mengetahui lebih jelas tentang jenis reksadana ini, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini ya.

Apa Itu Reksadana Pendapatan Tetap?

loader

Kinerja Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap adalah sebuah jenis reksadana yang alokasi dananya sebagian besar ditempatkan pada instrumen obligasi (surat utang). 80% alokasi dana pada reksadana pendapatan ditempatkan pada instrumen obligasi (surat utang) dan sisanya ke pasar uang. Secara umum, instrumen obligasi memberikan tingkat keuntungan/return yang stabil setiap tahun dengan fluktuasi rendah, sehingga cocok untuk investasi jangka pendek (1-3 tahun).

Bagaimana Cara Kerja Reksadana Pendapatan Tetap

Secara umum, reksadana pendapatan tetap memiliki cara kerja sebagai berikut:

  • Pihak investor menyerahkan dana investasi ke manajer investasi yang dipilih.
  • Manajer investasi kemudian membuat dan menyusun portofolio investasi yang tepat dari dana yang telah disetorkan oleh investor.
  • Portofolio investasi yang telah disusun ini berisi instrumen obligasi (surat utang) yang diplih/direkomendasikan oleh manajer investasi untuk dikelola.
  • Manajer investasi mengelola portofolio investasi secara berkala supaya mendapatkan keuntungan secara berkala.Pihak investor selanjutnya akan mendapatkan laporan performa portofolio investasi yang dikelola tersebut secara berkala.

Apa Saja Keuntungan Reksadana Pendapatan Tetap?

Memilih berinvestasi lewat reksadana pendapatan tetap bisa memberikan beberapa keuntungan menarik seperti:

  • Fluktuasi Cukup Stabil: Fluktuasi instrumen investasi pada reksadana pendapatan tetap cenderung stabil karena sebagian besar dana ditempatkan pada instrumen obligasi (surat utang) atau pasar uang.
  • Return Kompetitif: Tingkat keuntungan atau imbal hasil yang ditawarkan reksadana pendapatan tetap cukup kompetitif yaitu mulai dari 6-10% per tahun. Tingkat keuntungan dan imbal hasil ini tentunya secara umum lebih besar dari deposito bank dan reksadana pasar uang.
  • Fleksibilitas Tinggi: Investasi reksadana pendapatan tetap bisa diperjualbelikan kapan saja. Sebagai investor, kamu juga bisa memilih untuk menjual sebagian atau seluruh dana yang ditempatkan pada portofolio reksadana sesuai dengan kebutuhan.
  • Dana Cair Cepat: Proses pencairan dana pada reksadana pendapatan tetap bisa selesai dalam kurun waktu 4-5 hari kerja yang dihitung setelah penjualan unit reksadana mulai diproses sampai masuk ke rekening. Sehingga, kamu sebagai investor tidak perlu waktu lama untuk menikmati hasil investasi dibandingkan dengan investasi jenis lain atau produk deposito yang umumnya tidak bisa dicairkan kapan saja.
  • Keuntungan Bebas Pajak: Semua keuntungan atau imbal hasil yang didapat dari penjualan reksadana pendapatan tetap tidak dipotong pajak apapun dikarenakan reksadana bukan merupakan objek pajak. Sehingga para investor bisa mendapatkan jumlah keuntungan secara penuh dibandingkan dengan produk perbankan atau investasi jenis lain.
  • Modal Awal Sangat Terjangkau: Modal awal yang dibutuhkan untuk mulai berinvestasi pada reksadana pendapatan tergolong sangat kecil yaitu mulai dari 10 ribu Rupiah saja, terutama untuk pembelian secara online.
  • Aman Diawasi OJK: Seluruh kegiatan pengelolaan dana pada reksadana pendapatan tetap dijamin aman karena sudah diawasi oleh pemerintah lewat Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Apa Saja Risiko atau Kerugian Reksadana Pendapatan Tetap?

Walaupun menawarkan berbagai macam keuntungan, ada beberapa risiko atau potensi kerugian yang perlu kamu ketahui sebelum berinvestasi di reksadana pendapatan tetap seperti:

  • Wanprestasi Manajer Investasi: Manajer investasi yang dipercayakan untuk mengelola portofolio investasi dinilai tidak kompeten sehingga bisa menyebabkan kerugian. Pada umumnya, hal ini disebabkan karena manajer investasi gagal memenuhi kewajiban yang sudah disetujui di dalam kontrak, sehingga nilai investasi akan cenderung berkurang pada jangka waktu tertentu.
  • Risiko Penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB): Aset atau instrumen yang dialokasikan pada portofolio investasi reksadana pendapatan tetap bisa mengalami penurunan yang disebabkan oleh beberapa faktor:
    • Turunnya kinerja emiten/perusahaan.
    • Kondisi ekonomi dan politik yang tidak menentu.
    • Inflasi atau fluktuasi suku bunga acuan.
    • Bencana alam.
  • Kerugian Tidak Dijamin Pemerintah: Seluruh kerugian yang dialami investor pada reksadana pendaptan tetap tidak dijamin oleh pemerintah karena reksadana bukan termasuk produk perbankan, melainkan pasar modal. Jadi, apabila terjadi kerugian, tidak akan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) seperti produk perbankan lainnya.
  • Risiko Keterlambatan Pembayaran: Risiko dimana manajer investasi sulit mempersiapkan dana yang perlu dibayarkan ke pihak investor saat proses pencairan dana.
  • Risiko Pembubaran: Jika sebuah reksadana dinilai memiliki performa yang tidak baik, maka bisa sewaktu-waktu dibubarkan oleh pemerintah.

Bagaimana Cara Hitung Keuntungan Reksadana Pendapatan Tetap?

Dalam investasi reksadana pendapatan tetap, keuntungan yang didapatkan oleh investor berasal dari selisih kenaikan Nilai Aktiva Bersih (NAB) saat unit reksadana dijual dan NAB saat pembelian dilakukan. Reksadana pendapatan tetap biasanya diperjualbelikan dalam pada satuan unit penyertaan. Jadi, NAB yang dihitung juga per unit (NAB/unit) saat proses beli dan jual dilakukan.

Rumus Menghitung Jumlah Unit Reksadana:

Jumlah Unit Reksadana
Jumlah Dana Investasi : NAB/unit

Misalnya, harga jual reksadana ABBCC adalah Rp1.200,-/unit pada tanggal 2 Februari 2022. Joni sebagai seorang investor kemudian menginvestasikan dana senilai Rp1.200.000,- untuk melakukan pembelian reksadana tersebut di hari yang sama. Saat pembelian selesai dilakukan Joni kemudian akan mendapatkan 1.000 unit reksadana AABBCC.

Jumlah Unit Reksadana AABBCC yang dimiliki Joni
Jumlah Dana Investasi Joni : NAB/unit reksadana AABBCC
Rp1.200.000 : Rp1.200 = 1.000 unit

Sehingga, per tanggal 2 Februari 2022, Joni telah memiliki 1.000 unit reksadana AABBCC dengan nilai NAB sebesar Rp1.200.000,-

Berselang 2 minggu, Joni kemudian menjual seluruh unit reksadana AABBCC tersebut pada tanggal 2 April 2022 untuk mendapatkan keuntungan. Pada tanggal 2 April 2022 harga jual reksadana AABBCC adalah Rp1.350,-/unit. Maka berikut kalkulasi keuntungan yang didapatkan Joni:

Diketahui:
NAB/Unit Reksadana AABBCC tanggal 2 April 2021 = Rp1.350,-
Jumlah Unit Reksadana yang dimiliki Joni = 1.000
Total Modal Investasi Joni = Rp1.200.000,-

Keuntungan Reksadana Joni
Total Nilai Investasi Sekarang (NAB/unit Reksadana AABBCC x Jumlah Unit Reksadana AABBCC) - Total Modal Investasi
(Rp1.350 x 1000) - Rp1.200.000,-
Rp1.350.000 - Rp1.200.000,-
Rp150.000,-

Jadi, jika Joni melakukan penjualan di tanggal 2 April 2021, Joni akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp150.000,- (7,5%).

Tipe Investor Seperti Apa yang Cocok untuk Reksadana Pendapatan Tetap?

Ada beberapa tipe investor yang secara umum dikelompokkan berdasarkan tingkat toleransi risiko pada dunia investasi. Reksadana pendapatan tetap tergolong sangat cocok untuk investor bertipe konservatif. Reksadana pendapatan tetap menawarkan tingkat keuntungan yang cukup kompetitif dan risiko yang kecil.

Investor dengan tipe konservatif secara umum memiliki tingkat toleransi risiko rendah dan ingin mendapatkan keuntungan yang kompetitif dan stabil. Jangka waktu investasi pada reksadana pendapatan tetap juga umumnya antara 1-3 tahun sampai keuntungan bisa didapatkan dan cukup fleksibel, sehingga cocok untuk investor jenis ini.

Reksadana Pendapatan Tetap, Stabil dan Janjikan Keuntungan Kompetitif

Reksadana pendapatan tetap menawarkan tingkat keuntungan dan imbal hasil yang stabil dalam jangka waktu investasi yang pendek (1-3 tahun). Untuk kamu para investor dengan tipe konservatif, bisa mempertimbangkan untuk memilih reksadana pendapatan tetap sebagai alternatif investasi yang cocok. Namun, supaya alokasi dana bisa lebih efektif dan tepat, pahami dulu kelebihan dan kekurangannya serta selalu lakukan diversifikasi investasi. Selamat berinvestasi Sobat Cermat!

Baca   Juga Artikel  Reksadana Lainnya: