Tak Melulu Belanja, Paylater Bisa Jadi Berkah Jika Dipakai untuk Ini

Paylater adalah cara metode ngutang yang lagi kekinian. Pinjaman uang yang bisa didapatkan dengan mudah karena hanya berbekal KTP dan foto diri.

Paylater terkenal dengan jargon, belanja sekarang bayar bulan depan. Dulu hobi ngutang, sekarang paylater-an.

Paylater didesain dalam bentuk fitur yang ditanam pada sebuah aplikasi. Yang sering ditemui fitur paylater di aplikasi belanja online atau e-commerce, dompet digital, maupun fintech lending.

Pinjaman paylater umumnya dimanfaatkan untuk transaksi belanja, seperti membeli baju, sepatu, gadget, tiket liburan, dan lainnya. Ini namanya utang konsumtif, tidak memiliki dampak positif atau menambah pendapatan kamu.

Yang terjadi adalah kamu akan mengalami masalah keuangan serius. Apalagi jika cicilan utang melebihi ambang batas, yakni 30% dari penghasilan, bisa terjerat utang besar.

Inilah efek buruk paylater apabila tidak digunakan secara bijak. Maka dari itu, sebaiknya manfaatkan pinjaman paylater untuk dua hal ini agar tak membawa bencana keuangan hari ini dan masa depan.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Pinjaman Tanpa Slip Gaji, Anti Ribet!

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

loader
Ilustrasi mengajukan paylater

1. Modal usaha

Paylater menawarkan limit pinjaman cukup besar. Mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 50 juta, bahkan ada yang berani memberi limit hingga Rp 500 juta. Macam pinjaman bank saja.

Limit paylater yang bikin merem melek ini sayang kalau hanya buat belanja. Pakai untuk modal usaha, terlebih di masa pandemi untuk mencari penghasilan tambahan.

Ini namanya utang produktif. Utang yang tujuannya untuk mendapat manfaat keuangan. Dari pinjaman paylater diputar untuk modal usaha. Lalu meraup keuntungan.

Hasil keuntungan tersebut dipakai untuk membayar cicilan atau melunasi utang paylater. Jika caranya demikian, paylater dijamin tak akan jadi beban keuangan.

Tetapi ingat, menggunakan paylater untuk modal usaha juga harus pakai perhitungan. Hasil usaha harus bisa menutupi bunga atau cicilan utang setiap bulan dari marjin yang sesuai harapan.

Bunga paylater rata-rata berkisar 2-4% per bulan. Jadi misalnya, kamu pakai limit paylater Rp 10 juta untuk modal usaha dengan bunga 2,9% per bulan. Sedangkan tenor 12 bulan.

Berarti cicilan setiap bulan (utang pokok dan bunga) sekitar Rp 858 ribu. Artinya, usaha kamu harus mampu menghasilkan keuntungan minimal sama dengan jumlah cicilan tersebut atau lebih agar utang bisa tertutup.

2. Dana darurat atau keperluan mendesak

Satu lagi pemanfaatan bijak paylater, sebaiknya digunakan untuk kebutuhan mendesak atau dana darurat. Contohnya di PHK atau kehilangan pekerjaan, sakit kena Covid-19, ada keluarga yang meninggal di luar kota.

Namun penggunaan paylater untuk keperluan tersebut syaratnya sudah kehabisan dana darurat untuk menutup biaya hidup akibat pandemi. Boleh saja mengajukan paylater, asalkan kamu sanggup membayar cicilannya saban bulan sampai lunas.

Baca Juga: 6 Trik Atur Uang saat Harga Kebutuhan Naik tapi Gaji Berkurang di Masa Pandemi

Ingat 3 Hal Ini Sebelum Ajukan Paylater

loader
Ilustrasi mengajukan paylater

Mengajukan paylater bukan tanpa risiko. Oleh karenanya, ingat beberapa hal ini sebelum daftar paylater di e-commerce, dompet digital, atau fintech lending.

  • Tercatat di SLIK OJK

Mengajukan paylater sama seperti kredit lainnya. Tercatat di SLIK OJK (Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan).

Lancar atau tidaknya pembayaran paylater akan tercatat di sistem pengganti BI Checking tersebut. Kalau lancar, skor kreditmu tetap bagus dan tidak akan bermasalah bila suatu saat mengajukan pinjaman lain, seperti KPR, KTA, atau kredit kendaraan.

Tetapi jika tidak lancar, pernah menunggak atau terjadi gagal bayar, skor kredit menjadi jelek dan akan berpengaruh pada pengajuan kredit di lain waktu.

  • Ada biaya tambahan

Paylater menawarkan kemudahan. Tetapi kamu harus tahu selain bunga, pengguna paylater akan dipungut biaya tambahan, seperti biaya layanan, denda keterlambatan, biaya administrasi, dan lainnya. Ini harus kamu perhitungkan juga.

Baca Juga: Cara Menghitung Cicilan KPR yang Aman agar Keuangan Tak Berantakan

  • Wajib menyisihkan uang setiap bulan

Mengajukan paylater artinya kamu harus siap untuk membayar cicilannya sampai lunas. Pinjaman paylater bukan uang gratis atau cuma-cuma.

Ada konsekuensi yang harus kamu tanggung bila tidak membayar tepat waktu ataupun terjadi gagal bayar. Menggunakan paylater berarti harus lebih baik dalam mengatur keuangan.

Kamu wajib menyisihkan uang dari gaji atau penghasilan sekitar 30% untuk bayar cicilan paylater. Alokasi ini tidak akan mengganggu keuangan bila kamu hanya punya satu tagihan, yakni paylater.

Namun akan menjadi malapetaka jika ternyata kamu memiliki dua atau lebih cicilan utang yang harus dibayar setiap bulan, termasuk paylater. Jadi, pastikan kamu tidak punya kewajiban utang sebelum mengajukan paylater.  

Gunakan Paylater dengan Bijak

Mengajukan paylater boleh-boleh saja. Tidak ada larangan yang mengaturnya. Namun sebaiknya gunakan untuk sesuatu yang produktif atau saat dalam kondisi gawat darurat. 

Paylater yang digunakan secara bijak akan menghindarkanmu dari tumpukan utang. Membuat keuangan tetap aman, bukan hari ini saja, tetapi juga di masa depan. 

Baca Juga: Utang Pinjol atau Kartu Kredit Sudah Terlanjur Besar? Atasi dengan Cara Ini