Tips Manajemen Stok Produk Bisnis

KOMPAS.com - Sebagai pelaku bisnis, tentunya manajemen stok produk bukan lagi sesuatu hal yang asing. Namun demikian, masih banyak yang belum paham bagaimana menjalankan bisnis ketika stok produk menipis? Inilah alasannya, Anda perlu manajemen stok produk untuk membantu mengatur jumlah stok produk yang tersedia dan penyimpanannya.

Selain itu, ada pula yang tak kalah penting yakni pendataan produk. Hal ini meliputi jumlah produk keluar, penambahan produk dan sisa stok yang masih ada.

Dengan menerapkan manajemen stok produk, bisnis jualan yang dilakukan bisa berjalan secara akurat dan teratur, sehingga bisnis yang dijalankan mampu berjalan dengan baik sesuai rencana dan target yang sudah dibuat.

Ingin tahu bagaimana caranya menerapkan manajemen stok produk agar tak sampai kehabisan? Simak beberapa tips berikut ini agar stok produk dalam bisnis online tetap aman yang dilansir dari Cermati.com, antara lain:

1. Tentukan Jumlah Minimum untuk Stok

Produk Langkah pertama yang perlu Anda lakukan untuk menerapkan manajemen stok produk adalah dengan menentukan jumlah stok produk minimum. Ini merupakan jumlah stok barang yang harus selalu tersedia di gudang.

Ketika stok produk sudah mendekati jumlah minimal, maka Anda bisa segera melakukan pemesanan atau memproduksinya kembali. Pastikan untuk menyesuaikan jumlah stok minimal dan kecepatan penjualan produk tersebut.

Jangan lupa juga untuk mempertimbangkan waktu yang diperlukan untuk mengembalikan jumlah stok produk ke jumlah minimum yang sudah ditentukan, sehingga hal ini bisa mengurangi risiko overselling.

2. Keluarkan Lebih Dulu Stok Produk yang Lama

Dalam manajemen stok produk ada satu prinsip yang cukup penting untuk dipahami, yakni FIFO atau first in first out. Ini merupakan sebuah prinsip memprioritaskan stok produk yang lama untuk dikeluarkan atau dijual terlebih dulu, sehingga, produk yang sudah masuk ke gudang lebih dulu bisa segera keluar dan tidak tertumpuk dengan produk yang baru masuk. Karena jika dibiarkan, bisa menyebabkan bisnis merugi akibat kerusakan pada produk yang sudah masuk lebih dulu.

Prinsip FIFO  sangat cocok untuk diterapkan dalam bisnis jual beli produk yang masa penyimpanannya singkat, contohnya seperti makanan, minuman dan lain sebagainya. Dengan mengeluarkan barang pertama yang masuk ke gudang lebih dulu, maka bisa menekan segala risiko terburuk. Termasuk kerusakan produk hingga kerugian lainnya di masa mendatang.

3. Mempererat Hubungan Kerjasama dengan Supplier

Kerjasama dengan supplier yang terjalin dengan baik bisa menjadi rahasia sukses dalam mengoptimalkan stok produk. Hal ini karena hubungan kerjasama yang baik bersama supplier bisa memberikan dampak positif untuk pelaku bisnis.

Mulai dari pengiriman produk yang lebih tepat waktu, harga yang lebih kompetitif hingga memberikan berbagai penawaran menarik secara khusus. Inilah mengapa, menjaga hubungan kerjasama dengan para supplier tak boleh dianggap sepele.

Baca juga: Inilah Strategi Marketing Kekinian yang Wajib Dilakukan Setiap Pebisnis agar Bisnis Semakin Melejit

4. Terapkan Metode Analisis ABC

Ini merupakan salah satu metode dalam pengelolaan persediaan produk yang dilakukan untuk mengatur sejumlah kecil produk. Meskipun demikian, metode ini tetap memiliki nilai investasi cukup tinggi. Pasalnya, ada beberapa produk yang membutuhkan perhatian lebih dibandingkan dengan produk lainnya.

Metode analisis ABC ini bisa digunakan dengan melihat daftar barang dan memasukkannya ke dalam tiga kategori berbeda. Misalnya, A untuk produk dengan nilai tinggi tapi tingkat penjualannya rendah, B untuk produk dengan nilai menengah dan tingkat penjualannya menengah, dan C untuk produk dengan nilai rendah tapi tingkat penjualannya tinggi.

5. Menyiapkan Data Secara Akurat

Agar manajemen stok produk bisa terkelola dengan tepat dan maksimal, Anda diharuskan memiliki data yang juga akurat. Untuk itu, Anda perlu menyiapkan tenaga secara khusus yang nantinya akan bertanggung jawab penuh atas pencatatan stok produk yang ada di gudang. Mulai dari stok barang yang masuk, barang yang keluar hingga barang yang masih tersisa di gudang.

Pencatatan tersebut bisa dilakukan menggunakan program pendukung, supaya lebih cepat dan hasilnya pun lebih akurat. Ketika data stok barang yang Anda miliki tepat dan akurat, ini akan mempermudah pekerjaan. Terutama untuk membantu membuat perkiraan kebutuhan produk hingga target penjualan dalam periode tertentu.