Biaya Kesehatan Keluarga yang Perlu Disiapkan, Ini Rinciannya
Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan keluarga yang perlu masuk dalam perencanaan keuangan. Pasalnya, biaya kesehatan dapat muncul secara tiba-tiba, mulai dari biaya konsultasi dokter, membeli obat, medical check up, hingga pengobatan penyakit yang membutuhkan perawatan jangka panjang.
Karena itu, mengetahui biaya kesehatan keluarga yang perlu disiapkan dapat membantu kamu membuat anggaran dengan lebih realistis. Kamu tidak hanya perlu memikirkan biaya ketika anggota keluarga sakit, tetapi juga dana untuk pemeriksaan rutin dan perlindungan kesehatan dalam jangka panjang.
Cermati menjelaskan bahwa masalah kesehatan dapat memberikan dampak terhadap kondisi finansial keluarga, terutama ketika membutuhkan perawatan dengan biaya besar. Salah satu cara mengelola risiko tersebut adalah menyiapkan perlindungan kesehatan sejak dini.
Lantas, biaya apa saja yang perlu kamu siapkan untuk kebutuhan kesehatan keluarga? Simak penjelasannya berikut ini.
Mengapa Biaya Kesehatan Keluarga Perlu Disiapkan?
Risiko kesehatan tidak selalu bisa diprediksi. Hari ini kamu dan keluarga mungkin berada dalam kondisi sehat, tetapi kebutuhan medis bisa muncul sewaktu-waktu.
Selain biaya pengobatan ketika sakit, keluarga juga memiliki kebutuhan kesehatan yang bersifat rutin. Misalnya, imunisasi anak, pemeriksaan kehamilan, medical check up, pemeriksaan gigi, pembelian vitamin atau obat tertentu, hingga konsultasi dengan dokter.
Jika tidak memiliki anggaran khusus, pengeluaran tersebut dapat mengambil dana dari kebutuhan rumah tangga lainnya.
Lebih jauh lagi, ketika salah satu anggota keluarga membutuhkan rawat inap atau tindakan medis, nominal yang harus dikeluarkan dapat meningkat secara signifikan.
Karena itu, biaya kesehatan keluarga yang perlu disiapkan sebaiknya tidak hanya berupa uang untuk berobat, tetapi juga mencakup dana kesehatan rutin dan perlindungan terhadap risiko medis berbiaya besar.
Apa Saja Biaya Kesehatan Keluarga yang Perlu Disiapkan?
Ada beberapa jenis biaya yang sebaiknya kamu masukkan dalam perencanaan keuangan keluarga.
1. Biaya Konsultasi Dokter
Konsultasi dokter merupakan salah satu pengeluaran kesehatan yang paling umum. Anggota keluarga dapat membutuhkan dokter umum maupun dokter spesialis sesuai kondisi masing-masing.
Jika kamu memiliki anak, misalnya, kunjungan ke dokter anak dapat menjadi salah satu pengeluaran yang perlu diperhitungkan. Sementara orang tua mungkin membutuhkan konsultasi rutin dengan dokter spesialis tertentu.
Karena tarif berbeda-beda, kamu dapat membuat estimasi berdasarkan fasilitas kesehatan yang biasanya digunakan keluarga.
2. Biaya Obat
Obat juga perlu masuk dalam anggaran kesehatan keluarga. Pengeluaran ini dapat berupa obat bebas untuk keluhan ringan maupun obat resep dari dokter.
Jika ada anggota keluarga yang membutuhkan obat secara rutin, sebaiknya buat pos khusus agar pengeluaran tersebut tidak mengganggu anggaran kebutuhan lainnya.
3. Biaya Medical Check Up
Medical check up dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan dan mendeteksi faktor risiko tertentu. Cakupan pemeriksaan dapat berbeda-beda, mulai dari pemeriksaan fisik, tekanan darah, tes darah, urine, hingga pemeriksaan penunjang tertentu.
Kamu tidak harus memilih paket MCU paling mahal. Sesuaikan jenis pemeriksaan dengan usia, kondisi kesehatan, faktor risiko, serta rekomendasi tenaga medis.
4. Biaya Perawatan Gigi
Perawatan gigi sering kali terlupakan ketika membuat anggaran kesehatan keluarga.
Padahal, pemeriksaan gigi secara rutin, pembersihan karang gigi, tambal gigi, perawatan saluran akar, hingga tindakan lainnya dapat membutuhkan biaya berbeda.
Karena itu, kamu dapat menyediakan dana khusus untuk kebutuhan kesehatan gigi setiap tahun.
5. Biaya Rawat Jalan
Selain konsultasi dan obat, keluarga mungkin membutuhkan pemeriksaan laboratorium, rontgen, USG, atau pemeriksaan penunjang lainnya.
Jika dilakukan secara rutin, biaya rawat jalan dapat menjadi pengeluaran yang cukup besar dalam satu tahun.
6. Biaya Rawat Inap
Rawat inap merupakan salah satu risiko kesehatan yang perlu diperhitungkan karena tagihannya dapat jauh lebih besar daripada kunjungan rawat jalan.
Selain biaya kamar, tagihan rumah sakit dapat mencakup jasa dokter, obat-obatan, pemeriksaan laboratorium, tindakan medis, alat kesehatan, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Karena itu, dana kesehatan keluarga sebaiknya tidak hanya ditujukan untuk biaya berobat ringan.
7. Biaya Tindakan Medis
Tindakan medis seperti operasi, pemasangan alat tertentu, kemoterapi, hemodialisis, atau tindakan jantung dapat membutuhkan biaya besar. Besarnya biaya bergantung pada jenis tindakan, rumah sakit, kondisi pasien, serta layanan yang digunakan.
Risiko seperti inilah yang membuat perlindungan kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam perencanaan finansial keluarga.
Berapa Dana Kesehatan Keluarga yang Perlu Disiapkan?
Tidak ada nominal tunggal yang berlaku untuk semua keluarga. Jumlah yang perlu kamu siapkan bergantung pada jumlah anggota keluarga, usia, kondisi kesehatan, fasilitas kesehatan yang biasa digunakan, serta kemampuan finansial.
Sebagai contoh sederhana, sebuah keluarga dengan dua orang dewasa dan dua anak dapat membuat pos kesehatan bulanan seperti berikut:
|
Kebutuhan |
Contoh Anggaran per Bulan |
|
Obat dan kebutuhan kesehatan ringan |
Rp300.000 |
|
Konsultasi dokter |
Rp300.000 |
|
Dana medical check up |
Rp200.000 |
|
Perawatan gigi |
Rp150.000 |
|
Dana kesehatan tidak terduga |
Rp500.000 |
|
Total |
Rp1.450.000 |
Angka tersebut hanya contoh perencanaan, bukan patokan biaya kesehatan setiap keluarga. Jika dana tersebut disisihkan secara rutin, dalam satu tahun kamu dapat mengumpulkan sekitar Rp17,4 juta.
Namun, perlu dibedakan antara tabungan kesehatan dan perlindungan terhadap risiko biaya medis besar. Saldo Rp17,4 juta belum tentu cukup apabila salah satu anggota keluarga membutuhkan operasi atau perawatan intensif dengan biaya puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Bedakan Dana Kesehatan dan Dana Darurat
Dana kesehatan dan dana darurat memiliki fungsi yang berkaitan, tetapi tidak sepenuhnya sama.
Dana kesehatan dapat digunakan untuk kebutuhan medis yang sudah kamu anggarkan, seperti membeli obat, kontrol dokter, atau medical check up.
Sementara itu, dana darurat berfungsi sebagai cadangan untuk berbagai kondisi tidak terduga, termasuk kehilangan penghasilan atau kebutuhan mendesak lainnya.
Jika memungkinkan, kamu dapat memiliki keduanya secara terpisah. Dengan begitu, ketika ada anggota keluarga yang sakit, kamu tidak harus langsung menghabiskan seluruh dana darurat.
Apakah BPJS Kesehatan Bisa Membantu Biaya Keluarga?
BPJS Kesehatan melalui program JKN merupakan salah satu bentuk perlindungan kesehatan yang dapat membantu peserta memperoleh pelayanan kesehatan sesuai ketentuan program.
Data BPJS Kesehatan menunjukkan bahwa hingga 31 Juli 2026 terdapat lebih dari 284 juta peserta JKN, dengan ribuan fasilitas kesehatan tingkat pertama dan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan yang terdaftar.
Jika kamu dan anggota keluarga sudah terdaftar sebagai peserta, pahami prosedur pelayanan, fasilitas kesehatan tingkat pertama, rujukan, serta manfaat yang tersedia.
Dengan memanfaatkan perlindungan yang sudah tersedia, kamu dapat mengurangi kebutuhan membayar seluruh biaya medis menggunakan uang pribadi untuk layanan yang memang ditanggung sesuai ketentuan JKN.
Perlukah Memiliki Asuransi Kesehatan Keluarga?
Selain BPJS Kesehatan dan tabungan kesehatan, kamu juga dapat mempertimbangkan asuransi kesehatan keluarga.
Asuransi keluarga dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap beberapa anggota keluarga dalam satu polis. Cermati menjelaskan bahwa produk asuransi keluarga dapat memberikan perlindungan terhadap anggota keluarga sekaligus dan dapat menjadi pelengkap fasilitas kesehatan yang sudah dimiliki.
Namun, bukan berarti kamu harus memilih produk dengan manfaat paling banyak. Yang penting adalah memastikan manfaatnya sesuai kebutuhan dan kemampuan membayar premi.
Periksa juga limit tahunan, manfaat rawat inap dan rawat jalan, jaringan rumah sakit, masa tunggu, pengecualian, serta ketentuan klaim.
Saat ini, aturan asuransi kesehatan komersial juga diatur melalui POJK 36/2025. OJK menyebutkan bahwa aturan tersebut mencakup penyelenggaraan dan desain produk asuransi kesehatan, manajemen risiko, koordinasi antarpenyelenggara jaminan, serta perlindungan konsumen.
Cara Menghitung Biaya Kesehatan Keluarga yang Perlu Disiapkan
Supaya lebih mudah, kamu dapat mengikuti beberapa langkah berikut.
1. Hitung Jumlah Anggota Keluarga
Semakin banyak anggota keluarga, semakin besar kemungkinan kebutuhan kesehatan yang harus dianggarkan.
Catat kebutuhan masing-masing anggota, terutama anak-anak dan orang tua yang mungkin membutuhkan pemeriksaan lebih rutin.
2. Catat Pengeluaran Kesehatan Setahun Terakhir
Lihat kembali pengeluaran untuk dokter, obat, laboratorium, gigi, rumah sakit, dan kebutuhan medis lainnya.
Data tersebut dapat menjadi dasar yang lebih realistis daripada menggunakan angka perkiraan semata.
3. Tambahkan Dana untuk Kebutuhan Tidak Terduga
Jangan gunakan seluruh anggaran hanya untuk kebutuhan rutin. Sisihkan sebagian untuk kondisi medis yang datang tiba-tiba.
4. Perhitungkan Inflasi Biaya Medis
Biaya kesehatan dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, jangan membuat anggaran berdasarkan tarif hari ini tanpa memberikan ruang untuk kenaikan biaya pada tahun berikutnya.
OJK juga menyoroti bahwa tren inflasi medis menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengelolaan ekosistem asuransi kesehatan.
5. Sesuaikan dengan Perlindungan yang Sudah Dimiliki
Jika kamu sudah memiliki BPJS Kesehatan atau asuransi dari perusahaan tempat bekerja, cek manfaatnya terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu dapat mengetahui biaya apa saja yang masih harus ditanggung sendiri.
Tips Mengelola Biaya Kesehatan Keluarga
Agar anggaran kesehatan tidak mudah berantakan, kamu bisa menerapkan beberapa kebiasaan sederhana.
- Pertama, buat rekening atau pos khusus kesehatan. Dengan memisahkan dana tersebut, kamu lebih mudah memantau penggunaannya.
- Kedua, lakukan pemeriksaan kesehatan secara terencana. Jangan menunggu kondisi memburuk sebelum berkonsultasi dengan tenaga medis.
- Ketiga, manfaatkan fasilitas kesehatan yang sudah dimiliki. Jika kamu memiliki BPJS atau asuransi dari kantor, pahami prosedur dan manfaatnya.
- Keempat, siapkan perlindungan untuk risiko besar. Tabungan mungkin cukup untuk biaya kesehatan ringan, tetapi risiko seperti operasi atau rawat inap panjang membutuhkan strategi perlindungan yang berbeda.
- Kelima, evaluasi anggaran setiap tahun. Kebutuhan keluarga dapat berubah seiring bertambahnya usia anak, perubahan pekerjaan, atau kondisi kesehatan anggota keluarga.
Jangan Abaikan Biaya Kesehatan Keluarga
Dana kesehatan idealnya mencakup pengeluaran rutin seperti konsultasi dokter, obat, medical check up, dan perawatan gigi. Kamu juga perlu mempertimbangkan biaya rawat inap serta tindakan medis yang membutuhkan dana lebih besar.
Tidak ada nominal yang cocok untuk semua keluarga. Kamu dapat memulainya dengan melihat pengeluaran kesehatan aktual selama satu tahun terakhir, kemudian menentukan jumlah tabungan yang realistis setiap bulan.
Selain tabungan, manfaatkan BPJS Kesehatan jika kamu terdaftar dan pertimbangkan asuransi kesehatan sebagai perlindungan tambahan sesuai kebutuhan.