Clindamycin: Deskripsi, Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

Masalah kesehatan yang disebabkan oleh infeksi bakteri memang sepatutnya ditangani dengan cara yang tepat. Pasalnya, jika salah dalam menanganinya, kondisi masalah kesehatan tersebut bisa semakin parah dan bahkan bisa mengancam nyawa penderitanya. Oleh karena itu, seseorang yang menderita penyakit akibat infeksi bakteri harus segera memeriksakan dirinya ke dokter agar bisa mendapatkan perawatan dan pengobatan yang dibutuhkan. 

Salah satu contoh obat yang umum digunakan untuk mengatasi sejumlah infeksi bakteri adalah clindamycin atau klindamisin. Tergolong sebagai obat resep, penggunaan dari clindamycin tentu tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Jika tidak, risiko mengalami efek samping dan interaksi antar obat akan menjadi sangat tinggi. 

Nah, agar penggunaan obat ini bisa tepat dilakukan, simak deskripsi, manfaat, aturan pakai dan dosis, hingga risiko interaksi obat serta efek samping clindamycin berikut ini.

Baca Juga: Amoxicillin, Obat Jenis Antibiotik untuk Mengatasi Berbagai Penyakit Akibat Infeksi Bakteri

Deskripsi Clindamycin

Clindamycin Gel

Klindamisin, bisa juga disebut sebagai clindamycin adalah obat yang berguna untuk mengatasi beragam masalah kesehatan yang diakibatkan oleh infeksi bakteri. Contoh penyakit yang terjadi akibat masalah tersebut adalah infeksi paru, darah, kulit, organ dalam, sampai organ reproduksi wanita. 

Clindamycin memiliki cara kerja memperlambat serta menghentikan perkembangbiakan dari bakteri. Hal tersebut membuat jumlah bakteri di dalam tubuh dapat terkendali serta lebih mungkin untuk ditumpas oleh sistem imunitas tubuh. 

Perlu dipahami jika obat ini hanya boleh digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri dalam tubuh. Jadi, jika kamu mengalami infeksi virus, obat ini tidak akan memberikan manfaat yang dibutuhkan.

Clindamycin adalah obat resep dari kategori antibiotik turunan lincomycin dan boleh dikonsumsi oleh orang dewasa maupun anak-anak. Namun, penggunaan pada ibu hamil serta menyusui perlu diperhatikan dengan saksama dan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter. 

Clindamycin sendiri bisa ditemukan dalam berbagai bentuk obat, seperti, kapsul, gel, cairan obat luar, hingga krim. Beberapa merek dagang dari obat ini adalah Acneclin, Anerocid, Calinda, Cindala, Benzasil, Clinacin, Clinidac, Clinjos, Clinium, Clindion, Clinmas, Dacin, Indanox, Prolic, Tidact, dan Esteklin. 

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Clindamycin

Tergolong sebagai obat resep, penggunaan clindamycin harus disesuaikan dengan petunjuk dan anjuran dari dokter. Selain itu, ada beragam hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk menggunakan obat ini, antara lain:

  • Informasikan pada dokter jika kamu memiliki alergi terhadap lincomycin atau clindamycin.
  • Informasikan pada dokter jika kamu sedang atau pernah menderita masalah pada usus, misalnya, penyakit Crohn atau kolitis, eksim, penyakit liver, gangguan ginjal, ataupun kondisi alergi seperti alergi aspirin, rhinitis, dan alergi terhadap jenis pewarna kuning pada makanan, tartrazine. 
  • Informasikan pada dokter jika kamu sedang menyusui, hamil, maupun merencanakan atau menunda kehamilan. 
  • Informasikan pada dokter jika kamu tengah aktif menjalani pengobatan menggunakan obat, produk herbal, atau suplemen tertentu.
  • Informasikan pada dokter terkait penggunaan obat ini jika kamu sedang berencana untuk menjalani tindakan operasi, tak terkecuali operasi gigi. 
  • Informasikan pada dokter jika kamu berencana untuk menjalani atau baru saja mendapatkan vaksinasi dari vaksin bakteri hidup, misalnya, vaksin tifoid, kolera, dan BCG. Hal ini dikarenakan clindamycin mampu menurunkan efektivitas dari manfaat vaksin tersebut.

Baca Juga: Obat Guaifenesin: Manfaat, Dosis, Harga, hingga Efek Sampingnya

Aturan Pakai dan Dosis Clindamycin

Aturan pakai dan dosis penggunaan obat ini ditentukan oleh dokter dengan menyesuaikan jenis infeksi, usia, tingkat keparahan, serta kondisi pasien. Namun, secara umum, berikut adalah aturan pakai dan dosis clindamycin sesuai kondisi serta bentuk obatnya. 

  1. Untuk Atasi Infeksi Anaerobik dan Penyakit Akibat Infeksi Bakteri Gram Positif

    Jenis infeksi bakteri ini bisa diatasi dengan clindamycin bentuk kapsul. Terkait dosisnya sendiri, pada orang dewasa adalah 150 sampai 300 mg, ataupun 400 sampai 450 mg apabila infeksi tergolong berat dengan waktu pemakaian setiap 6 jam. Sementara untuk anak, dosis pemakaian obat ini adalah 3 sampai 6 mg per kgBB setiap 6 jam.

  2. Untuk Atasi Jerawat

    Sementara untuk mengatasi jerawat, jenis obat yang digunakan adalah clindamycin gel, krim, atau topikal. Untuk orang dewasa, cara pemakaian obat ini adalah dengan mengoleskannya secara tipis pada bagian kulit yang terinfeksi sebanyak dua kali sehari, maupun menyesuaikan anjuran dokter. 

Harga Clindamycin

Harga Clindamycin

Harga clindamycin mulai dari Rp10.000 sampai di atas Rp100.000. Tergantung dari merek dagang dan generik atau paten obat yang kamu pilih.

Cara Tepat Menggunakan Clindamycin

Jenis Clindamycin

Penjelasan

Clindamycin Kapsul

Bisa dikonsumsi sesudah ataupun sebelum makan. Caranya dengan menelan kapsul dengan utuh menggunakan segelas air.

Pasca mengonsumsi obat tersebut, hindari berbaring atau terlentang paling tidak selama 10 menit ke depan. Selain itu, pastikan untuk memberi jarak waktu yang cukup antara dosis minum dengan yang selanjutnya. Upayakan pula untuk mengonsumsi obat ini di waktu yang sama per harinya guna mengoptimalkan manfaat dan efektivitas obat. 


*Selalu baca petunjuk pemakaian obat yang tertera pada kemasan serta mengikuti anjuran dokter sebelum menggunakan clindamycin jenis topikal ataupun kapsul. 

Clindamycin Gel, Krim, atau Cairan Obat Luar (Topikal)

Pastikan untuk mencuci tangan terlebih dahulu hingga bersih sebelum menggunakan obat tersebut. Jangan lupa pula untuk membersihkan bagian kulit yang akan diberikan obat ini dengan air bersih, lalu keringkan menggunakan handuk. Oleskan sedikit obat tersebut di bagian kulit yang mengalami infeksi bakteri.

Hati-hati dalam mengoleskan obat agar tak sampai mengenai bagian mata, hidung, atau bibir karena mampu memicu sensasi terbakar. Setelah selesai menggunakan obat, pastikan untuk mencuci tangan hingga bersih menggunakan sabun dan air bersih.


*Selalu baca petunjuk pemakaian obat yang tertera pada kemasan serta mengikuti anjuran dokter sebelum menggunakan clindamycin jenis topikal ataupun kapsul. 

Pastikan untuk menghabiskan seluruh dosis obat yang telah diresepkan dokter walaupun gejala infeksi bakteri telah hilang atau kondisi tubuh telah membaik. Hal ini penting untuk dilakukan agar infeksi bakteri bisa sepenuhnya ditumpas dan tak berisiko meningkatkan resistensi bakteri terhadap jenis obat tersebut. 

Jika penggunaan obat ini terhenti terlalu cepat, risiko penyakit untuk kambuh kembali menjadi sangat tinggi. Selain itu, bakteri juga akan lebih sulit ditangani karena resistensinya terhadap obat ini menjadi lebih tinggi. Apabila kondisi tubuh tak kunjung membaik pasca menggunakan obat ini sesuai anjuran dokter, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter agar penanganan medis yang tepat bisa segera dilakukan. Terkait penyimpanannya sendiri, letakkan clindamycin pada tempat yang sejuk dan kering, serta tidak mudah dijangkau oleh hewan peliharaan atau anak-anak. 

Interaksi Clindamycin saat Digunakan Bersama Obat Lain

Saat digunakan bersama jenis obat lainnya, clindamycin mampu menimbulkan interaksi, antara lain:

  • Meningkatkan efek agen penghambat neuromuskular.
  • Menurunkan efektivitas dari obat makrolid, linezolid, chloramphenicol, atau ketolide.
  • Meningkatkan risiko perdarahan saat digunakan bersama antagonis vitamin K.
  • Meningkatkan risiko efek samping clindamycin saat digunakan dengan obat penghambat CYP3A4 atau CYP3A5.
  • Menurunkan efektivitas clindamycin saat digunakan bersama rifampicin.
  • Menurunkan efektivitas dari clindamycin topikal saat digunakan bersama erythromycin topikal.
  • Menurunkan efektivitas parasimpatomimetik
  • Menurunkan efektivitas dari pil KB, khususnya yang memiliki kandungan estradiol.

Efek Samping Clindamycin

Di samping interaksi antar obat di atas, klindamisin juga mampu memicu beragam efek samping yang perlu diwaspadai, sepert:

  • Masalah pencernaan, muntah, mual, diare, dan rasa logam pada mulut.
  • Nyeri ketika menelan.
  • Rasa panas pada bagian dada atau heartburn.
  • Nyeri sendi.
  • Bercak pada mulut.
  • Bengkak, gatal, dan sesai terbakar di bagian vagina.
  • Keputihan yang kental.
  • Iritasi di bagian kulit yang terolesi obat ini.

Segera hubungi dokter jika efek samping di atas tak kunjung sembuh atau bertambah parah. Lakukan hal serupa jika muncul gejala alergi obat maupun efek samping serius pasca menggunakan obat ini, seperti, kulit dan mata menguning, menurunkan intensitas buang air kecil, diare berdarah atau berair, dan sakit perut yang intens.

Pastikan Gunakan Clindamycin Sesuai Anjuran Dokter

Itulah penjelasan mengenai clindamycin. Sebagai obat yang berguna untuk mengatasi infeksi bakteri, penggunaanya harus disesuaikan dengan anjuran dokter. Barulah dengan begitu, penanganan terhadap masalah kesehatan tersebut bisa diatasi hingga tuntas dan tak berisiko menyebabkan kambuh atau meningkatkan resistensi bakteri terhadap obat tersebut. 

Baca Juga: Mengenal Favipiravir, Obat Antivirus yang Ampuh Atasi Berbagai Macam Virus Influenza